Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MOTORIK

VACS (VARIOUS ALERTNESS COGNITIVE STIMULATION) EFFEKTIF MENINGKATKAN LEVEL KOGNITIF PASIEN PASCA STROKE Yuni Ardi Isma Safitri; Hendri Kurniawan
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i2.290

Abstract

Stroke merupakan disfungsi otak disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak. Stroke menyebabkan gangguan motorik, sensorik dan termasuk kognitif. Rehabilitasi fungsional pasca stroke sangat dipengaruhi oleh kemampuan kognitif. Proses rehabilitasi kognitif pasca stroke umumnya berlangsung lama, berulang-ulang, dan membosankan. Various Alertness Cognitive Stimulation (VACS) merupakan suatu terobosan latihan kognitif berbasis komputer yang menggabungkan komponen – komponen kognitif dan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas VACS terhadap level kognitif pasien pasca stroke yang menjalani program neurorehabilitasi. Penelitian dilakukan dengan desain quasi experimental pre-tes post-test with control. Sampel penelitian diperoleh dengan purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah cognistat. Pengolahan data dilakukan dengan uji komparasi menggunakan softwere SPSS 24. Hasil penelitian. Mayoritas sampel berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rentang usia lansia-manula atau >46 tahun (87,5%), onset <24 bulan (47,5%), dengan sisi lesi sinistra (62.5%). Uji komparasi berpasangan pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil perbedaan signifikan di semua komponen cognistat (orientation, attention, comprehention, repetition, naming, construction, memory, calculation, similiarities, dan judgment) dengan p-value < 0.05. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh hasil signifikan pada 4 komponen (attention, comprehention, calculation dan similiarities). Kesimpulan. VACS dalam neurorehabilitasi efektif untuk meningkatkan level kogitif pasien pasca stroke
PENGARUH SOCIAL ACTIVITY PROBLEM DAN SOCIAL NETWORK PROBLEM TERHADAP SOCIAL ENGAGEMENT DAN DAMPAKNYA PADA GANGGUAN KOGNITIF LANSIA Hendri Kurniawan
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i1.582

Abstract

Gangguan kognitif menjadi salah satu permasalahan utama pada lansia. Upaya lansia untuk menjaga jaringan sosial (social network) dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial (social activity) disinyalir berkaitan dengan permasalahan kognitif yang dialaminya. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh permasalahan aktivitas sosial dan jaringan sosial terhadap keterlibatan sosial (social engagement) dan dampaknya pada gangguan kognitif pada lansia. Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain cross sectional terhadap lansia di Desa Penarukan, Kec. Adiwerna, Tegal. Sampel penelitian berjumlah 45 orang yang diperoleh dengan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Index Social Disengagement dan Mini Mental State Examination (MMSE). Data penelitian dianalisis dengan uji regresi logistik biner menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas sampel perempuan (58%), dan umur 60-74 tahun (76%). Hasil uji menunjukkan bahwa lansia dengan gangguan social engagement beresiko meningkatkan gangguan kognitif sebesar 5,091 kali (OR= 5,091, CI95%= 1,319 hingga 19,649, p=0,018.). Lansia dengan permasalahan di aktivitas sosial berisiko mengalami gangguan social engagement lebih besar ((OR= 36, CI95%= 4,024 hingga 322,088, p=0,001.) dibandingkan permasalahan pada jaringan sosial (OR= 5,333, CI95%= 1,453 hingga 19,579, p=0,012.). Permasalahan aktivitas sosial lebih berpengaruh terhadap gangguan social engagement lansia sehingga lebih berisiko 5 kali mengalami gangguan kognitif. Lansia sebaiknya aktif mengikuti kegiatan di masyarakat untuk mengurangi gangguan kognitif.