Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Civil Engineering Scientific Journal

KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PULAU BUNYU, KABUPATEN BULUNGAN Rini, Detya Nurfajar; Utomo, Edy; Hermansyah, Muhammad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.27 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2891

Abstract

ABSTRACT: Pulau Bunyu is a district in Bulungan Regency, North Kalimantan Province. TPI (Fish Auction Place) Beach is one of beaches found in Pulau Bunyu. TPI beach is an area frequently visited by many people for recreation. However, people said that a lot of sand has been eroded by the sea water. Thus, it is necessary to have information related to the characteristics of waves by studying the characteristics of breaking waves. Wave forecast was made by the calculation using a deep wave hindcasting method based on the wind data within a period of 10 years from the BMKG Tarakan station to obtain the period and wave height. From the calculation results, the waves at TPI Beach in Pulau Bunyu district were dominated by the eastward waves with the maximum wind speed occurring in March 2020 with H = 2.765 m and T = 6.880 s, Kr = 0.9404 – 1.0023 and Ks = 0.913 – 1.244, Hb = 2.2 m, db = 0.4, and Angle = 17.2°. The dominant wind wave had H = 0.700 m and T = 4.197 s, Kr = 0.8244–1.0545, and Ks = 0.914-1.270, Hb = 0.7 meter, db = 0.2 m, and Angle = 28°. The Average wave had H = 0.720 m and T = 4.391 s, Kr = 0.919-0.9998 and Ks = 0.914-1.27, Hb = 0.74 meter, db = 0.2 m, and Angle = 19°. These were waves damaging the beach because the wave height was more than 1.00 meter. This event only occurred at the maximum wind conditions. Meanwhile, the frequent and average winds, the waves were constructive or not damaging the beach because the wave height was than 1.00 meter.Keywords: Breaking waves, hindcasting, Pulau Bunyu TPI Beach, wave characteristics.ABSTRAK: Pulau Bunyu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) salah satu pantai di Pulau Bunyu yang  terletak di Desa Bunyu Selatan. Pantai TPI merupakan kawasan yang sering di datangi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Menurut warga banyak pasir-pasir yang tergerus air laut. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan kajian karakteristik gelombang pecah. Peramalan gelombang di lakukan dengan perhitungan menggunakan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin kurun waktu 10 tahun dari stasiun BMKG Tarakan untuk mendapatkan periode dan tinggi gelombang. Dari hasil perhitungan gelombang di Pantai TPI Pulau Bunyu di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan Maret 2020 dengan H = 2,765 m dan T= 6,880 det, Kr = 0,9404 – 1,0023 dan Ks = 0,913 – 1,244, Hb = 2,2 m, db = 0,4 dan Sudut = 17,2°. Pada gelombang angin dominan dengan H = 0,700 m dan T = 4,197 det, Kr = 0,8244-1,0545 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,7 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 28°. Pada Gelombang Rata-Rata dengan H = 0,720 m dan T = 4,391 det, Kr = 0,9190-0,9998 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,74 meter, db = 0,2 m dan Sudut  = 19°. Pada kondisi angin maksimum gelombang ini termasuk gelombang yang merusak pantai karena tinggi gelombang lebih dari 1.00 meter, sedangkan pada kondisi besaran angin yang sering terjadi dan rata-rata, gelombang tidak merusak pantai.Kata Kunci : Gelombang Pecah, hindcasting, karateristik gelombang, Pantai TPI Pulau Bunyu 
KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN Kahtijah, Siti; Utomo, Edy; Hermansyah, Muhammad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.405 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2896

Abstract

ABSTRACT: Amal Baru beach is a coastline that has great potential as a tourist area. Based on direct observation, it has been undertaking a lot of physical changes (damage) in the coastal area. This damage is caused by coastal dynamics processes such as heavy abrasion which has caused a bad impact and raises concerns for a coastal residents. Consequently, it is necessary to have knowledge on the characteristics of the waves occured on the coastline in the development and security of coastal areas and the protection of the sorrounding community. In the study analysis was conducted by using Airy Theory, the data analysis approach employed the airstream data from BMKG Juwata Tarakan. The result of the analysis of wave transformation for 10 years (2010-2019) at Amal Baru Beach obtainend the dominant wind direction from east to west; the fetch length is 224,589 m; breaking wave height ranges from 0.8 m - 2.4 m and breaking wave depth range from 0.38 m - 2.1 m. Ased on the results of analysis, at maximum wind conditions, average winds, and highly occured winds; the speeds of land breeze blowing beetwen 3.5 m/s - 15 m/s, sea wind speeds blowing beetwen 5 m/s - 19 m/s, Wind waves Forecasting Significant height (H) beetwen 0.9 m - 4.8 m, Period (T) beetwen 5.5 s - 10.2 s, Duration (D) beetwen 9 hours - 11 hours. Thus, the result of Analysis for Wave Height (H) is beetwen 0.8 m - 2.8 m, the Depth of Breaking Wave (Hb) is beetwen 0.3 m - 2.1 m, and the angle of incidence of the wave is 8° - 30°. Therefore, it concluded that the wave height generated during the maximum wind speed conditions and hightly occured wind speed is a destructive wave (waves which damage the coastline).Keywords: breaking waves, hindcasting, wave characteristics, Pantai amal baru, refraction, shoaling.ABSTRAK: Kerusakan yang terjadi di Pantai Amal Kota Tarakan diakibatkan oleh proses dinamika pantai seperti abrasi sangat yang berdampak buruk serta menimbulkan kekhawatiran bagi warga pesisir pantai tersebut. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan kepada mansyarakat sekitar maka perlu pengetahuan mengenai karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini analisa dilakukan menggunakan Teori Airy, pendekatan data analisa menggunakan data angin dari BKMG Juwata Tarakan. Hasil analisa transformasi gelombang selama 10 tahun (2010-2019) di Pantai Amal Baru diperoleh arah angin yang mendominasi dari timur menuju kearah barat, panjang fetch 224,589 m, tinggi gelombang pecah berkisar antara 0,8 m – 2,4 m dan kedalaman gelombang pecah berkisar antara 0,38 m - 2,1 m. Dari hasil analisa, pada kondisi angin maksimal, angin rata-rata, dan angin yang sering terjadi  Kecepatan Angin Darat yang bertiup antara 3,5-15 m/s, Kecepatan Angin Laut yang bertiup antara 5 - 19 m/s, Peramalan Gelombang Angin Tinggi signifikan (H) antara  0,9 - 4,8 m, Priode (T) antara 5,5 - 10,2 s, Durasi (D) antara 9 - 11 jam, sehingga hasil Analisa untuk Tinggi Gelombang (H) antara 0,8 - 2,4 m, Kedalaman Gelombang Pecah (Hb) antara 0,3 - 2,1 m, dan Sudut datang gelombang 8Ëš- 30Ëš. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tinggi gelombang yang dihasilkan pada saat kondisi kecepatan angin maksimal dan kecepatan angin sering terjadi  merupakan gelombang destruktif (gelomban yan dapat merusak pantai).Kata kunci: Gelombang pecah, hindcasting, karakteristik gelombang, Pantai amal baru, refraksi, shoaling.