Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERGESERAN NILAI PADA TRADISI PESTA SYUKUR LAUT DI PANTAI PAMAYANGSARI CIPATUJAH TASIKMALAYA Nurma Latifah; Deni Hermawan; Neneng Yanti Khozanatu Lahpan
Jurnal Budaya Etnika Vol 4, No 1 (2020): Fungsi, Gender, dan Pergeseran Nilai-nilai dalam Tradisi
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v4i1.1562

Abstract

ABSTRAK Tradisi Pesta Syukur Laut merupakan kegiatan kebudayaan dalam masyarakat Pantai Pamayangsari Cipatujah. Kegiatan ini mengandung nilai-nilai, salah satunya nilai tradisi. Namun, seiring berjalannya waktu nilai tersebut tergeser oleh beberapa faktor di antaranya, perubahan sosial dalam masyarakat sehingga hal itu berpengaruh kepada perubahan bentuk ritual dan juga pandangan masyarakat. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah untuk mengkaji faktor penyebab terjadinya pergeseran nilai pada tradisi Pesta Syukur Laut di Pantai Pamayangsari Cipatujah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologi yang mengacu pada hasil riset ke lapangan secara langsung. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori perubahan sosial dan teori simbol. Hasil penelitian menunjukan bahwa Beberapa prosesi dalam kegiatan Pesta Syukur Laut seperti Larung Jempana dan Ruwatan Laut sengaja dihilangkan dan tidak dilakukan kembali karena dipandang tidak sesuai dengan syariat agama Islam. Pergeseran nilai yang terjadi pada Pesta Syukur Laut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya masuknya nilai- nilai agama Islam yang berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat yang semakin memudar mengenai adanya mitos Nyi Roro Kidul yang selama ini menjadi objek utama digelarnya ritual. Perubahan tersebut menyebabkan kegiatan yang semula digelar dengan sakral kini menjadi kegiatan yang dijadikan hiburan semata.Kata Kunci: Pesta Syukur Laut, Pamayangsari, Pergeseran Nilai, Cipatujah ABSTRACT Pesta Syukur Laut Tradition is a public cultural of Pamayangsari’s Beach community. This event containing values and meaning. But, as time goes by these values are displaced by some factor like, social change. So, that thing causing ritual modification and public view. The background of this essay is to study te reason of shifting values in Pesta Syukur Laut in Pamayangsari’s beach Cipatujah Tasikmlaya. This research using qualitative researching method by phenomenologic approaching which referring to result of field research. The analyzing data technique we used like gathering data, reduction data, presentation data, and conclusion drawing. The theories we used in this research are sosial transformation and symbol theory. The research result is showing that some procession in Pesta Syukur Laut like Larung Jempana and Ruwatan Laut are removed and no longer done because those are against Islamic shari’a. The shifting values happened ini Pesta Syukur Laut are caused by the inclusion of Islamic values which causing effect in public believe which getting fading in Nyi Roro Kidul’s myth which previously become ritual’s object. Those changing make the event is become entertaining instead of sacred event.Keywords: Pesta Syukur Laut, Pamayangsari, Values Shifting, Cipatujah
GENDER DALAM KOMUNITAS SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU Hanny Cahyaningrum; Deni Hermawan; Dede Suryamah
Jurnal Budaya Etnika Vol 4, No 1 (2020): Fungsi, Gender, dan Pergeseran Nilai-nilai dalam Tradisi
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v4i1.1563

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan gender dalam komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Masyarakat komunitas tersebut begitu menjunjung tinggi kaum perempuan, sehingga peran perempuan yang pada umumnya mempunyai peran domestik dalam rumah tangga. Seperti memasak, menjaga kerapihan dan kebersihan rumah tangga dilakukan oleh kaum laki-laki (suami). Hal ini berkaitan dengan ajaran yang mereka anut, yaitu Alam ngaji rasa. Dimana inti dari ajarannya bahwa hidup harus mendekat dengan alam. Alam adalah Rahim dari bumi yang telah memberikan kehidupan bagi semua makhluk yang tinggal di bumi dan perempuan adalah mahluk yang memiliki organ Rahim, yang mampu melahirkan keturunan, memperikan sumber hidup manusia pertama kali. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian gender teori nature dan nurture dengan metode kualitatif.Kata kunci: Gender, Komunitas, Alam Ngaji Rasa. ABSTRACT The purpose of this research is to explain gender in the Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. The community is so upholding women, so the role of women who generally have a domestic role in the hosehold. Like cooking, maintaining neatness and household hygiene is done by men (husband). This is related to the teaching they profess, namely the Alam ngaji rasa. Where is the core of this teaching that life must be close to nature. Nature is the womb of the earth that has given life to all living things on earth and women are creatures that have the organs of rahim, capeble of giving birth tooffspring, the first source of human life. In this study the authors use the study of gender theory of nature and the nurture with qualitative methods. Keywords: Gender, Community, Alam ngaji rasa.
KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATERI TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII SMP Deni Hermawan; La Ode Ahmad Jazuli; Mustamin Anggo
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v11i2.42803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan siswa ditinjau dari kesalahan mereka dalam menyelesaikan soal-soal matematika pada materi Pythagoras di SMP Negeri 1 Bungku Selatan dan apa saja faktor penyebabnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Metode yang digunakan adalah metode campuran atau Mix Method. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Bungku Selatan Tahun Ajaran 2020/2021 semester genap. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B sebanyak 19 orang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Jawaban siswa dianalisis untuk mendapatkan kesalahan dalam menyelesaikan soal materi Teorema Pythagoras yang meliputi kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan keterampilan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) persentasi serta jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal materi Teorema Pythagoras meliputi kesalahan konsep 56,8%, kesalahan prinsip 31,5%, dan kesalahan keterampilan 12,6 %; (2) faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal materi Teorema Pythagoras, yaitu: faktor interenal (minat, motivasi, dan intelegensi) dan faktor eksternal (motivasi orang tua dan model pembelajaran guru)
Pengaruh Implementasi Kebijakan Reforma Agraria Terhadap Manajemen Redistribusi Tanah Dalam Mewujudkan Efektivitas Nilai Sertipikat Tanah (Studi Kasus Pada Petani Badega Kabupaten Garut) Hermawan, Deni; Gesan Akbar, Gugun; Ulumudin, Aceng
Jurnal Publik Vol. 12 No. 2 (2018): Jurnal Publik : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.568 KB) | DOI: 10.52434/jp.v12i2.2

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah membahas tentang pengaruh Implementasi Kebijakan Reforma Agraria Terhadap Manajemen Redistribusi Tanah dalam Mewujudkan Efektivitas Nilai Sertipikat Tanah pada Petani Badega di Kabupaten Garut. Metoda dalam penelitian ini menggunakan metoda eksplanasi dengan teknik evaluasi dimana model ini menganalisis causal efektual dengan meninjau hubungan rasional yang menganalisa hubungan sebab akibat antara Implementasi Kebijakan Reforma Agraria, Manajemen Redistribusi Tanah, dan Efektivitas Nilai Sertipikat Tanah. Lokasi penelitian dilakukan di lima Desa yang tersebat di tiga Kecamatan di Kabupaten Garut dengan jumlah responden sebanyak 93 orang. Pada pembahasan ini menunjukkan hasil bahwa Implementasi Kebijakan Reforma Agraria berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Redistribusi Tanah dan Efektivitas Nilai Sertipikat Tanah. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk mewujudkan Efektivitas Nilai Sertipikat Tanah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Reforma Agraria serta Manajemen Redistribusi Tanah
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF EFFICACY PESERTA DIDIK SMP KELAS VII Hermawan, Deni; Hutajulu, Masta
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 10, No 1 (2024): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.10.1.131-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy peserta didik SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Cimahi Kota Cimahi. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen Posttest-Only Control Design. Sampel penelitian ini  kelas VII L sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 orang peserta didik dan untuk kelas VII K sebagai kelas kontrol berjumlah 30 peserta didik. Instrument yang digunakan adalah tes  kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket self-efficacy. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. , Hasil pengolahan data kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dilihat dari output sig (2-tailed) yaitu sebesar 0,127 > 0,05 maka  H0 diterima. Hasil pengolahan data kemampuan Self-Efficacy peserta didik mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,078 > 0,05 maka  H0 diterima. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran biasa. Kemampuan Self-Effiaccy peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran biasa, hal ini terjadi dikarnakan peserta didik masih dalam tahap transisi dari yang sebelumnya terbiasa diberikan model pembelajaran konvensional yang sekarang beralih ke pembelajaran interaktif yang berpusat kepada peserta didik.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DAN MOTIVASI PESERTA DIDIK TUNANETRA DALAM KEGIATAN CERDAS CERMAT DI SMALB PEMBINA TINGKAT NASIONAL JAKARTA Ma’sum, Ismi Hayati; Sundari, Nia; Adipradana, Sulthan Caraka; Hermawan, Deni; Anjani, Niken Namira; Dewi, Shandra Arrumi; Maulana, Achmad Fatwa; Fiddin, Faiz Fauzan; Satria, Andi Catur; Khaerunnisa, Khaerunnisa Khaerunnisa
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nas.3.2.71-76

Abstract

Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata dengan melakukan kegiatan lomba cerdas cermat di SMALB Pembina Tingkat Nasional Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh hasil nyata dari seberapa mampu peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang. Selain itu, tujuan diadakannya pengabdian tersebut dengan kegiatan lomba cerdas cermat adalah untuk membentuk karakter peserta didik yang nantinya diharapkan mampu menjadi bagian terpenting dalam kemajuan bangsa, melatih jiwa kompetisi dan mampu menjunjung suportivitas terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Mahasiswa berperan aktif selama kegiatan pengabdian untuk dapat mengetahui pencapaian target yang diinginkan dalam pengabdian serta untuk memberikan pengalaman yang berkesan, karena kegiatan lomba cerdas cermat tersebut juga bisa dijadikan sebagai kegiatan belajar yang menyenangkan. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari hasil observasi partisipan, yang memang mahasiswa berpartisipasi langsung dalam kegiatan, serta dengan dokumentasi, hasil akhir dari kegiatan lomba cerdas cermat menjadi data yang dapat dijabarkan dalam bentuk paragraf.
Angklung Sunda Sebagai Wahana Industri Kreatif dan Pembentukan Karakter Bangsa Deni Hermawan
PANGGUNG Vol 23 No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i2.95

Abstract

ABSTRACT The terminology of Angklung has two different meanings: as an instrument and as a form of per- forming arts. As an instrument, Angklung is an instrument made of bamboo and played by shaking it. As a form of performing art, Angklung is a form of performing art which uses instruments called Angklung. Either as an instrument or as a form of performing arts, Angklung is rich of values, such as the values of economic, social, cultural, education, ethics, morality, etc., which are closely related to cretive industries and nation character building. The purpose of this article is to examine the pos- sibility for Angklung to be used as medium for creative industries and nation character education. Key words: Angklung, creative industry, nation character building  ABSTRAK Istilah Angklung memiliki dua pengertian yang berbeda: sebagai alat musik dan sebagai bentuk seni pertunjukan. Sebagai alat musik, Angklung ialah sebuah alat musik yang ter- buat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Sebagai bentuk seni pertunjuk- an, Angklung ialah sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik yang disebut Angklung. Baik sebagai alat musik maupun sebagai bentuk seni pertunjukan, Ang- klung kaya akan nilai, seperti nilai ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, etika, moral, dan lain-lain, yang sangat berkaitan dengan industri kreatif dan pembentukan karakter bangsa. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan Angklung sebagai media untuk industri kreatif dan pembentukan karakter bangsa.  Kata kunci: Angklung, industri kreatif, pembentukan karakter bangsa  
Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-Lagu Tembang Sunda Cianjuran Deni Hermawan
PANGGUNG Vol 24 No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i1.102

Abstract

ABSTRACTThis article,“Gender Fenomena in Dongkari of Tembang sunda cianjuran Songs,” is a small part of my dissertation entitled “Gender dalam Tembang sunda cianjuran,” which is then elaborated in accordance with the theme of this article. This article is intended to study gender fenomena in one of a number of aspects of Tembang sunda cianjuran, dongkari. How far gender ideology in social life a?ects the performance of Tembang sunda cianjuran, especially in using dongkari in Tembang sunda cianjuran songs, and vise versa.From this study, it is obtained a conclusion asserting that gender fenomena can be found in dongkari. This are shown by the existence of masculine and feminine or- nament/dongkari which are each usually used by men and women singers in singing the Tembang sunda cianjuran songs. However, this can not be free from cross-gender fenomena which always par- ticipate in it so that in certain cases, masculine ornamnet/dongkari can be used by women singers, and vise versa. The relationship between gender fenomena found in ornament/dongkari and its using by men and women singers in performance of Tembang sunda cianjuran shows mutual relationship and influence between both the gender ideology which is embedded in the Sundanese life and the perfomance of music—Tembang sunda cianjuran.Keywords: gender, Tembang sunda cianjuran, ornamen/dongkariABSTRAKTulisan ini, “Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-lagu Tembang Sunda Cainjuran,” merupakan bagian kecil dari disertasi penulis berjudul “Gender dalam Tembang Sunda Cianjuran,” yang kemudian diolah kembali sesuai dengan tema tulisan ini. Tulisan ini ber- maksud untuk mengkaji fenomena gender dalam salah satu unsur tembang sunda cianjuran tersebut, yaitu dongkari. Sejauh mana ideologi gender dalam kehidupan masyarakat ber- pengaruh terhadap pertunjukan tembang sunda cianjuran, khususnya dalam menggunakan dongkari lagu-lagu tembang sunda cianjuran; dan sebaliknya. Dari kajian tersebut diperoleh kesimpulan yang menyatakan bahwa fenomena gender dapat ditemukan dalam ornamen/ dongkari. Hal ini ditunjukkan oleh adanya ornamen/dongkari yang bersifat maskulin dan feminin yang masing-masing biasa digunakan oleh penembang pria dan wanita dalam menembangkan lagu-lagu tembang sunda cianjuran. Kendatipun demikian, hal tersebut tidak terlepas dari fenomena cross-gender yang senantiasa hadir menyertainya sehingga dalam kasus-kasus tertentu, ornamen/dongkari yang bersifat maskulin bisa pula digunakan oleh penembang wanita; dan demikian pula sebaliknya. Keterkaitan antara fenomena gen- der yang ditemukan dalam ornamen/dongkari dan penggunaannya oleh penembang pria dan wanita dalam praktik pertunjukan tembang sunda cianjuran menunjukkan adanya sa- ling keterkaitan dan saling memengaruhi antara ideologi gender yang melekat dalam ke- hidupan masyarakat Sunda dan pertunjukan musik—tembang sunda cianjuran.Kata kunci: gender, tembang sunda cianjuran, ornamen/dongkari
Improving The Function of The Prabu Geusan Ulun Museum in Sumedang Regency as A Tourist Attraction for Historical and Cultural Education Deni Hermawan; Maylan Sofian; Kuswara Kuswara
PANGGUNG Vol 27 No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Con
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i4.288

Abstract

The museum of Prabu Geusan Ulun Sumedang has been in existence since 1950. How- ever, its existence has not been recognized widely among members of society, including among Sumedang community. To solve the problem, it is important to do some e?orts for improving the a#raction of the museum by increasing its functions, not only as a place of storing ancient objects, but also as a tourist destination for history and cultural educations. To obtain this goal, a qualitative research has been conducted, in which its collecting data was undertaken directly in the ?eld by observations, interviews, and documentation with a digital camera. From the research, it can be concluded that improving the functions of the Prabu Geusan Ulun museum as a tourist atraction is need to be done by developing the supporting system of the museum. These include providing several media such as booklets and website, making labels for the museum objects, and developing museum activities. All of these activities lead to the ability of the museum as a tourist destination of history and culture educations. Keywords: Prabu Geusan Ulun museum, educational tourism, history, and culture  
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan Bahan Baku Terintegrasi E-Commerce untuk Mendukung Ketertelusuran Halal (Halal Traceability) pada UMKM Bakery Hermawan, Deni; Ginantaka, Aditia; Maruf, Amar
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15331

Abstract

UKM Bakery merupakan industri makanan yang harus menjamin keamanan dan jaminan mutu pangan, karena meningkatnya kesadaran konsumen. Serta sistem informasi manajemen berkembang sangat cepat dengan pembelian aplikasi e-commerce. Dengan mencatat data secara manual dapat menyulitkan dalam penyesuaian data produksi. Sehingga UKM dituntut untuk memiliki data lengkap menggunakan software. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan bisnis proses, mendesain komponen software, dan dilakukan verifikasi dan validasi performa software. Penelitian menggunakan metode SDLC(System Development Life Cycle) dengan tahapan identifikasi komponen, analisis bisnis proses, perancangan sistem, serta verifikasi dan validasi. Identifikasi komponen pada UKM Bogorroti pencatatan bahan baku pada saat dibeli, disimpan, diproduksi dengan menggunakan manual log book. Analisis kebutuhan menggunakan 3 stakeholder yaitu admin, operator produksi, dan operator gudang. Dengan merancang sistem dengan nama Halal Food Trust yang terdapat fitur registrasi untuk 3 stakeholder, dashboard untuk pelacakan bahan sesuai tanggal produksi dan untuk detail bahan lainnya. Persediaan bahan yang terdapat, supplier dan operator telah tervalidasi sistem bisa digunakan.