Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : PAX HUMANA

Makna Hidup Anak Korban Broken Home dari Perspektif Logo Konseling Jacob Daan Engel
PAX HUMANA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.609 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis makna hidup anak korban broken home usia 12-18 tahun dari perspektif logo konseling di Galala-Hative Kecil Ambon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi anak-anak korban broken home. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi lapangan. Anak korban broken home memahami makna hidup sebagai suatu keburukan, kehancuran, kesendirian, kebebasan, kenikmatan, ketidakpercayaan diri dan ketidakbermaknaan. Menyikapi temuan tersebut, logo konseling membantu anak korban broken home mengembangkan kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, integritas diri dan makna hidup. Dengan itu, logo konseling memberdayakan anak korban broken home dapat memperoleh pemaknaan hidup dibalik keterpurukan hidupnya melalui: 1) nilai-nilai sikap sebagai sumber kekuatan menyikapi kondisi dan masalah yang dialami anak korban broken home; 2) tanggung jawab yang berhubungan dengan pengendalian dan pengembangan diri anak korban broken home; 3) transendensi diri untuk melakukan transformasi nilai dan modifikasi sikap; 4) kompetensi dan integritas diri untuk mengeksplor nilai-nilai sikap; dan 5) kesadaran untuk menemukan makna dan tujuan hidupnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meninjau efektivitas model logo konseling terutama untuk kalangan anak korban broken home.