Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pembinaan Perilaku Sosial Dan Spiritual Bagi Santri Pondok Pesantren Al-Manar Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Muhammad Itqon Faza A; Badrus Zaman; Mukh Nursikin; Musalim Ridlo
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembinaan perilaku sosial dan spiritual pada santri pondok pesantren Al-Manar bener kab semarang. Dan apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung pembinaan perilaku sosial dan spiritual pada santri pondok pesantren Al-Manar Bener Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data dengan cara menggunakan metode observasi, wawancara dan juga dokumentasi, data yang telah didapat kemudian dianalisiskan. Dimana sumber utama dalam penelitian dari pihak yang diwawancarakan adalah pengasuh pondok pesantren, ustadz, santri, alumni, dan masyarakat sekitar yang berada di pondok pesantren Al-Manar. Hasil penelitian ini adalah pertama, Pembinaan yang dilakukan oleh pihak pesantren berkenaan denganperilaku sosial pada santri pondok pesantren Al-Manar yakni dengan Program dalam beragama dan saling tolong menolong, Program madrasah diniyah, Program beberapa piket pondok pesantren (Roan), Program untuk selalu membiasakan individu pribadi santri untuk saling berkumpul dengan individu santri yang lain baik dari segi sisi yang berbeda; edukasi pengaruh positif dari pribadi maupun kalangan santri seperti mengaji, bermusawaroh, rapat berhubungan dengan kepesantren. Sedangkan prilaku spiritual yaitu mengiuti kegiatan rutinan pesantren seperti mujahadah dan tahlilan setiap hari kamis malam jumat, al-berjanji, dan menunjang nilai-nilai spiritualitas bagi santri itu seperti melaksanakan sholat tahajud, sholat hajat, sholat dhuha, Mengikuti proses pembelajaran sorogan kitab bertitik berat pada kajian-kajian kitab kuning karangan ulama’ syafi’iyyah. substansi yang ditekankan adalah nahwu, sorof, fiqih, ushul fiqih, hadits, tafsir, tauhid, tasawuf, dan tarikh.Keduafaktor pendukung Prilaku sosial seperti metode pembiasan dan metode pengawasan, Sitem pembelajaran yang di bekali dengan program kegiatan PPL, PKL & KKN. Sedangkan faktor pendukung Prilaku Spiritual kurang disiplin, kurang maksimal, respon yang masih rendah, kedekatan santri degan masyarakat.
Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran Al-Qur’an Jam’iyyah RBQ (Rumah Belajar Al-Qur’an) Baitunnur Blora Nuria Amrina Rosyada; Mukh Nursikin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 8: Juli 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang memiliki peran amat penting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan awal dari sebuah perubahan. Belajar Al-Qur’an merupakan bagian dari pendidikan yang berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat islam, yang didalamnya memuat berbagai sumber ajaran islam untuk meraih kebahagian dunia dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan penerapan Metode Ummi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengaji Jam’iyyah RBQ (Rumah Belajar Alqur’an) Baitunnur, pengaruh metode ummi pada kemampuan mengaji Al Qur’an jam’iyyah RBQ (Rumah Belajar Alqur’an), serta peran ustadz/ ustadzah dalam meningkatkan kemampuan mengaji Al Qur’an jam’iyyah RBQ (Rumah Belajar Alqur’an) di Yayasan Masjid Agung Baitunnur Blora. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 1) wawancara, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi.
Konsep Pendidikan Nilai (Akhlak) Berdasarkan Perspektif Sa’id Hawwa Dan Imam Al Ghazali Muhammad Rofiq; Isnaeni Nur Khasanah; Sani Fitri Nur Laela; Mukh Nursikin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.519

Abstract

This study aims to combine teh thoughts of Sa’id Hawwa and Imam Al-Ghazali about the concept of value education (morals). This research is considered important considering the serious ethical problems faced by modern society. By using the content analysis method, this study produced a number of findings, namely the concept of value education (morals) according to the two figures above. According to Sa’id Hawwa, that is to shape the child’s personality in an islamic way so that he has a solid moral base and islmic khowledge. In addition, the basics of moral according to Sa’id Hawwa are loyalty only to Allah, the messenger of Allah and the believers; and strive in the way of Allah. As for the concept of Imam Al-Ghazali’s thoughts on value education (morals) in children, including morals to god, morals to parents, morals to oneself and morals to others. As for morals, the highest goal of religion and morals is to achieve happiness in the world and hereafter, perfection of the soul for individuals and to create happiness, prgress, strength and steadfastness for society.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pendekatan Humanistik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nur Afifah; Mukh Nursikin
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.552

Abstract

The purpose of this study is to describe the implementation of an independent curriculum in realizing the profile of pancasila students through a humanistic approach to Islamic Education Learning. This method of research is qualitative with a descriptive qualitative approach, for data collection techniques using observation, interview, documentation methods. The data source in the study is divided into two, namely: primary data sources and secondary data sources. The results of the study that implementation of the Free Curriculum in realizing the profile of Pancasila students in the dimension of faith and fear and exaltedness through the Humanistic approach. Strategy Implementation of independent curriculum in realizing the profile of Pancasila students in the dimension of faith and fear of God YME and exalted in the Islamic junior Sudirman 2 Timur Salatiga, namely through exemplarity. Second through the Habit strategy and the following types of customs are culture 5 S: smile, say salam, solm, solm spanish and manners; readings of asmaul husna; daily prayer; morning apple; clean friday; healthy saturday. The third strategy is the Assistance Program, the first mentoring program in the form of an extraculicular program in forming religious characters in an effort to realize the profile of Pancasila students. Supporting Factors of the implementation of the independent curriculum in realizing the profile of the Pancasila student in the dimension of faith and fear of God YME and noble moral. The school inhibitor factor is on the outskirts of the city which is the entrance to the city so it has the socioeconomic characteristics of parents.
Konsep Pendidikan Nilai (Karakter) Menurut KH. Abdurrahman Wahid dan Ibnu Sina Fajar Indriyani; Mukh Nursikin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.205

Abstract

Pendidikan nilai merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk individu yang berakhlak mulia dan bermoral tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep pendidikan nilai menurut KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ibnu Sina serta relevansinya dalam pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur yang membahas pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Dur menekankan pendidikan yang inklusif, demokratis, dan berbasis nilai-nilai pluralisme serta kemanusiaan, sedangkan Ibnu Sina lebih menekankan keseimbangan antara intelektual, moral, dan spiritual dalam pendidikan. Kedua pemikiran ini tetap relevan dalam sistem pendidikan saat ini dan dapat dikombinasikan untuk menciptakan model pendidikan yang tidak hanya mencetak individu cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan etika yang tinggi.