Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Keagamaan Orang Tua pada Sikap Tasamuh dan Kerukunan di Desa Ngargoyoso Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Abdul Hafidz Fawwaz Ramadhan; Mukh Nursikin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagian penting dari konsekuensi tata kehidupan global yang ditandai kemajemukan etnis, budaya, dan agama tersebut adalah membangun dan menumbuhkan kembali sikap tasamuh dan kerukunan dalam masyarakat seperti yang terjadi di Desa Ngargoyoso. Dalam kehidupannya masyarakat Desa Ngargoyoso saling mengakui bahwa perbedaan merupakan rahmatal lil ‘alamin bagi mereka karena mereka meyakini semua makhluk Tuhan adalah sama. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui orientasi keagamaan orangtua; (2) Untuk mengetahui sikap tasamuh dan kerukunan di masyarakat Desa Ngargoyoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan atau field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat Desa Ngargoyoso sebagaian besar sudah memiliki kesadaran beragama dibuktikan dengan adanya tiga rumah ibadah aktif yang dibangun dalam satu komplek, masyarakat sadar akan pentingnya kerukunan umat dibuktikan dengan adanya kegiatan sarasehan, dibentuknya FKUB, Forum Lintas Iman dan Janur Lawu yang beranggotakan kaum muda. (2) Sikap tasamuh dan kerukukan masyarakat Desa Ngargoyoso, terdapat nilai toleransi dalam bidang praktik sosial dan Keagamaan.
Pendidikan Enterpreneurship Dalam Mengembangkan Ekonomi Pondok Pesantren Ushuluddin Ngadirejo Salaman Rachmad Fauzi*; Mukh Nursikin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24880

Abstract

Kajian ini tujuannya untuk mengetahui latar belakang pondok pesantren dan pendidikan enterprenurship untuk mengembangkan perekonomian pondok pesantren ushuluddin. Dalam dunia pondok pesantren ada banyak hal yang bisa digali dari keilmuan agama maupun keilmuan umum. Kajian ini berusaha untuk memberikan sumbangsih di bidang pendidikan dengan mengkaji pendidikan enterprenurship dipondok pesantren. Pendidikan enterpreneurship diharapkan memberikan dampak positif bagi pondok pesanantren dari segi ekonomi dan masyarakat yang ada disekitar. Harapannya, kajian ini mampu memberikan nilai plus santri yang sedang memperdalam agama serta juga mempunyai soft skill yang dimiliki untuk keberlangsungan hidup baik pondok pesantren maupun diri sendiri sehingga menciptakan enterprenurship yang sehat dan amanah. Kajian ini merupakan kajian lapangan jenisnya yaitu kualitatif dengan pendekatan sejarah. Sumber kajian ini yaitu wawancara pengasuh pondok pesantren dan santri yang bergelut di bidang enterpreneurship serta pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perubahan pondok pesantren yang tadinya hanya ada pendidikan agam sekarang berkembang dan ada pendidikan enterprenurship tujuan untuk mengembangkan perekonomian pondok pesantren ushuluddin.
Peran Takmir Masjid Suciati Dalam Menguatkan Karakter Remaja Masjid Melalui Pendidikan Agama Islam Salsabila Assyifa Putri*; Mukh Nursikin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran takmir masjid dalam menguatkan karakter remaja melalui pendidikan islam. Dunia Pendidikan islam memang banyak yang perlu pengkajian ulang untuk diaplikasikan ke dalam lingkungan masyrakat khusunya pada penguatan karakter. Kajian ini seoptimal mungkin di bidang pendidikn dengan mengkaji peran takmir masjid untuk menguatkan karakter remaja masjid. Penguatan karakter ini diharapkan memberikan dampak positif bagi remaja masjid yang mempunyai karakter kuat lewat pendidikan agama islam dan juga dari masyarakat sekitar masjid. Harapannya, kajian ini memberikan nilai plus dalam pendidikan agama islam sehingga bisa berbagi ilmu dengan masyarakat. Kajian ini menggunakan penelitia kualitatif karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi yang alamiah dengan peneliti sebaagai instrument kunci dan pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis datanya lebih bersifat induktif dan hasil penelitiannya lebih menekankan makna daripada generaisasi yang bersifat penelitian lapangan. Hasil dari kajian ini yaitu peran takmir masjid melalui DKM(dewan kemakmuran masjid) dalam menguatkan karakter remaja masjid melalui kajian ssetiap minggu dengan materi fiqih, tauhid, sholawat agar remja masjid mempunyai karakter yang berlandaskan agama.
Inovasi dan Pengembangan Sistem Evaluasi PAI di Pesantren ‘Ashriyah (Modern) Darussalam Gontor Muhammad Rofiq; Mukh Nursikin
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3017

Abstract

This study aims to examine the concept of evaluation in the verses of the Qur'an and Hadith, the philosophical concept of evaluating PAI learning, the form of innovation and development of an evaluation system for learning PAI, as well as the analysis of innovation and the development of an evaluation system for PAI learning. This research uses a literature review approach, where the researcher in this case collects sources from previous studies, books, magazines related to the problem and research objectives. As for the results of his research that the concept of evaluation in the verses of the Qur'an is Al-Hisab or al-Muhasabah, Al-Bala', Al-Hukm, Al-Qadha and Al-Nazhr. The philosophical concept of evaluating PAI learning in the philosophy of Islamic education is a picture in the mind through in-depth investigation, to the root of the problem and is thoroughly related to evaluation in PAI learning. The form of innovation and development of the PAI learning evaluation system is to adhere to the principles of comprehensiveness, the principles of continuity, the principles of objectivity, the principles of integration, and the principles of order. In the implementation of innovation and development of the PAI evaluation system at the Darussalam Gontor Islamic Boarding School, that is in accordance with the philosophical view of pragmatism, where in the implementation of education it is not only providing theoretical understanding, but it is also in accordance with the perspective of perennial philosophy, where in the implementation of education has a goal to improve the quality of students/students universally and not be affected by space and time. On the other hand, it is also in line with the philosophical view of progressivism, where students are given the freedom to be able to develop or explore their abilities.
Implementasi Pengembangan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di SMPIT Nurul Islam Tengaran Muhammad Rofiq; Mukh Nursikin
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3018

Abstract

This study aims to examine the implementation of teacher professionalism development at SMPIT Nurul Islam Tengaran. This study uses a qualitative descriptive approach. The main sources in this study were PAI teachers, principals, other subject teachers, TU officers, and students. The findings in this study are about the implementation of teacher professionalism development at SMPIT Nurul Islam Tengaran, among others: 1) participating in the PAI subject teacher deliberations (MGMP) activities, 2) conducting comparative studies with other schools, 3) participating in Al-Qur'an reading training Qur'an (tahsin), 4) participate in the liqo' or halaqah tarbawiyah program, which is a program to foster one's religion so that he can become a person of character, and 5) participate in the program of tahfidz Al-Qur'an and memorization of hadith, which is a mandatory program from the Integrated Islamic School Level (JSIT).
MENYOROTI KONSEP DASAR ISLAM WASATHIYYAH (MODERASI ISLAM) DALAM BERBAGAI PERSFEKTIF DAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN TOKOH MUSLIM Sohif Maftahal Luthfi; Mukh Nursikin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21174

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan serta mendeskripsikan bagaimana konsep dasar yang sesuai pada aliran pemahaman wasathiyyah islam atau biasa dikenal dalam istilah modern dengan moderasi beragama dalam islam, dalam berbagai perfektif dan pemikiran-pemikiran tokoh muslim yang dikenal. Dalam dewasa ini banyak sekali umat islam yang salah kaprah dalam memahami pengertian konsep dasar wasathiyyah islam, serta tumbuhnya aliran-aliran atau pemahaman mengenai agama islam yang terlalu keras dalam gerakan dan pemikiran islam atau sering disebut islam garis keras dan lahirnya aliran-aliran atau pemahaman mengenai agama islam yang terlalu terbuka  dalam gerakan dan pemikiran islam atau sering disebut dengan islam liberal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan kajian literatur yang berasal dari berbagai ulama dan tokoh yang kompeten dibidangnya. Literatur tersebut dikaji dan diteliti lebih lanjut secara teliti dan menyeluruh oleh penelit sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian ini adalah dapat dipahami secara detail dan menyeluruh mengenai konsep wasathiyyah islam (moderasi islam) dalam berbagai perfektif seperti; Al-Qur’an, Ilmu Sosiologi, Feminisme, Ilmu Politik dan Bernegara, dan pemikiran-pemikiran para ulama serta para tokoh cendekiawan muslim terhadap konsep dasar wasathiyyah islam (moderasi islam) seperti; Quraihs Sihab, Nadirsyah Hosen, Imam Ibnu Jarir At-Thabari, Imam Abu Hamid Al-Ghazali, Imam As-Syathibiy, Syekh Yusuf Al-Qardawi .
KOMPARASI KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PENDIDIKAN NILAI, KARAKTER DAN AKHLAK Zainal Arifin; Rizky Maulana Aziz; Mukh Nursikin
JMPT: Jurnal Manajemen Pendidikan Tihamah Vol. 1 No. 2 (2023): JMPT: Jurnal Manajemen Pendidikan Tihamah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tihamah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61444/jmpt.v1i2.14

Abstract

Changes in the existing curriculum in the world of Indonesian education have made the learning process change in line with developments over time. The Merdeka Curriculum and the 2013 Curriculum both aim to form a generation with integrity and a strong personality, so that the development of educational values, character and morals becomes essential in modern education. This is an important step in efforts to form individuals who are cultured, have noble character, and are able to face increasingly complex and dynamic changes in today's world. This research uses a qualitative methodology with a library research approach that utilizes theories related to research problems. Data was collected through literature studies, by reviewing books, articles, papers and relevant materials about the impact of education on personality formation. Primary data sources are written materials such as books, papers, and reference materials, while secondary sources are notes about library sources. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which became the basis for writing this scientific work. This data collection and analysis method is used to investigate the relationship between education and character formation. The 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum have different approaches regarding character education. The 2013 curriculum integrates character in school subjects and activities, while the Merdeka Curriculum emphasizes explicit character with a national focus. Even though they are different, both aim to form a strong generation. Unfortunately, the implementation of the Merdeka Curriculum without teacher consideration has confused especially older teachers, even though the formation of student character is basically similar: the 2013 Curriculum integrates character in subjects, while the Merdeka Curriculum gives schools flexibility in approaching character according to student needs.
Analisis Penerapan Konsep Aliran Filsafat Pendidikan John Dewey dalam Pendidikan Nilai di Lembaga Pendidikan Islam Siti Aminah; Faizah Indrawati; Elvania Rachim; Mukh. Nursikin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan bagian dari kompenen yang sangat penting bagi kehidupan manusia sebagai sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan untuk membina peserta didik. Segala upaya dapat dilakukakan oleh pendidik untuk mencapai tujuan dari pendidikan. Salah satunya dengan pendekatan berbagai aliran filsafat pendidikan. Teori John Dewey tentang pendidikan tidak dapat lepas dari minatnya terhadap bidang filsafat. John Dewey merupakan seorang tokoh filsafat. Baginya, filsafat adalah pemecah problem kehidupan. Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan menurutnya tidak dapat dipisahkan. Filsafat merupakan dasar dari teori pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan john dewey terhadap pendidikan nilai. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kulaitatif dengan pendekatan library research atau studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis studi pustaka, peneliti menemukan beberapa aliran filsafat pendidikan. Namun dalam penelitian ini peneliti memilih salah satu aliran filsafat pendidikan yaitu progresivisme. Aliran ini lebih mengedepankan sisi humanisme yang berlandaskan bahwa pendidikan harus berdasarkan pada dorongan kodrati dari dalam, perkembangan pribadi secara merdeka, dan minat spontan anak. Kemudian peneliti menghubungkan bagaimana implementasi aliran filsafat progresivisme dalam pendidikan nilai dalam pendidikan Islam.
Grand Design Pendidikan Nilai Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam (Grand Design Education Values In The Perspective Of Islamic Religious Education) Farhan Adli; Muhammad Iksan; Muhammad Nur Fadkhurohmad; Atik Dwi Lestari; Mukh Nursikin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Grand Design Pendidikan Nilai (Karakter) dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam sebagai tawaran baru dalam membentuk karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan Metode pengumpulan data yang digunakan adalah library research, melalui jurnal, buku, e-book, internet yang memuat tema pokok dari penulisan artikel ini. Dalam analisisnya, dilakukan dengan me-review, mengurutkan, mengelompokkan, dan mengkategorikan data untuk pemahaman yang utuh tentang Grand Design Pendidikan Nilai (Karakter) dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. Hasil dari penulisan artikel adanya tawaran solusi sebagai grand design dari pendidikan nilai dalam perspektif pendidikan agama Islam. Adapun tawarannya adalah Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pembelajaran PAI, Bekerjasama dengan Masyarakat Luas Sebagai Langkah Pencegahan dan Mengintegrasikan Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran PAI: Sebuah Analisis.
Implementasi Pendididkan Nilai Dalam Pratek Penididikan di Indonesia dan Tantanganya Siti Ismiyatun; Emily Faridatun Faiqoh; Mukh Nursikin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan nilai dalam praktek pendidikan di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan nilai sebagai upaya penbinaan dan pengajaran terhadap nilai yang ada pada diri individu dengan pembiasaan yang bertindak secara konsisten dan akan berkembang menjadi perilaku. Pengimplemntasi pendidikan mencakup tiga jalur yaitu formal, non formal, dan informal. Peranan Tri Pusat Pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan nilai kehidupan seseorang yaitu lingkungan sekolah, lingkunan keluarga, dan lingkungan masyarkat. Adapun tantangan dalam penerapan pendidikan nilai mencakup tantangan secara internal dan eksternal.