Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ath-thalib

Rendahnya Budaya Literasi Peserta Didik dan Ancaman Penyebaran Hoaks di Era Media Sosial Samriah. S; Neneng Hasanah
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya budaya literasi peserta didik di Indonesia menjadi salah satu problematika pendidikan yang mendesak untuk ditangani. Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara dalam hal tingkat literasi, kondisi ini berdampak serius terhadap kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi yang beredar, khususnya di era media sosial yang berkembang pesat. Rendahnya literasi membuka celah yang lebar bagi penyebaran berita hoaks di kalangan pelajar dan masyarakat umum. Media sosial sebagai media penyebaran informasi tercepat justru menjadi sarana yang memperparah kondisi tersebut apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara rendahnya budaya literasi peserta didik dengan ancaman penyebaran hoaks di era media sosial, serta meninjau kebijakan pendidikan yang telah diterapkan pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berdasarkan berbagai sumber kebijakan dan teori pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi sejak dini merupakan langkah krusial dalam membentengi peserta didik dari dampak negatif penyebaran hoaks di media sosial.
Pengaruh Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Amerika Serikat terhadap Pengembangan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa: Kajian Literatur Kamsiah; Neneng Hasanah
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan desentralisasi pendidikan di Amerika Serikat terhadap pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan kajian literatur. Kebijakan desentralisasi yang memberikan otonomi luas kepada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah lokal telah menciptakan keberagaman pendekatan pembelajaran yang mendukung inovasi, namun sekaligus memunculkan ketimpangan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi berkontribusi positif terhadap pengembangan kreativitas siswa melalui fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan pembelajaran student-centered berbasis filosofi pragmatisme John Dewey. Namun, kebijakan standar pengujian (standardized testing) dalam Every Student Succeeds Act (ESSA) berpotensi menghambat pengembangan berpikir kritis karena mendorong pola "teaching to the test". Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia dalam merumuskan pendekatan yang menyeimbangkan standar nasional dan otonomi daerah.
Tekanan Gaokao dan Implikasinya terhadap Kesehatan Mental Siswa Analisis Kritis Sistem Ujian Nasional Tiongkok dalam Perspektif Pendidikan Islam Nur Aini; Neneng Hasanah
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 01 (2026): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis dampak tekanan sistem ujian nasional Gaokao di Tiongkok terhadap kondisi kesehatan mental siswa, serta menganalisis relevansinya dari perspektif pendidikan Islam. Gaokao merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang bersifat high-stakes dan sekali seumur hidup, sehingga memunculkan budaya belajar ekstrem yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan Gaokao menciptakan fenomena involution (nèijuǎn) di mana kompetisi akademik yang destruktif mengorbankan kesejahteraan psikologis generasi muda. Di sisi lain, Islam memandang pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik semata, melainkan proses pembentukan insan kamil yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Implikasi kajian ini menawarkan perspektif alternatif bahwa sistem evaluasi pendidikan seharusnya menempatkan kesehatan mental dan karakter sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan, bukan hanya skor ujian.