Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sinteks

OPTIMASI ALUN-ALUN KOTA MALANG DALAM UPAYA PENERAPAN GREEN INFRASTRUCTURE Setiyono Setiyono
Sinteks : Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2018): Vol.7 No.1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0001/85

Abstract

Dampak dari perkembangan kota sebagai konsekuensi atas kebutuhan ruang untuk menampung penduduk dan aktifitasnya, ruang terbuka hijau mengalami konversi guna lahan menjadi kawasan terbangun sehingga sebagian besar permukan tanah, terutama di pusat kota tertutup oleh jalan, bangunan dan fasilitas-fasilitas infrastruktur lain dengan karakter yang sangat kompleks. Kota harus didukung oleh sistem jaringan RTH yang terstruktur yang meliputi taman atau kebun rumah, taman lingkungan, taman kota, lapangan olah raga, jalur pejalan kaki dan jalur sepeda, hutan lindung, dan pengolahan sampah ramah lingkungan. Alun-alun Kota Malang sebagai ruang terbuka hijau dalam upaya penerapan green infrastruktur agar mampu mengakomodasi fungsi ruang publik maupun fungsi kelestarian lingkungan. Manfaat yang dapat diambil dari penerapan green infrastructure di Kota Malang yaitu; mengelola air permukaan, mengurangi suhu tinggi di Kota Malang, menyimpan karbon dalam tanah dan vegetasi, menyediakan penyimpanan air dan retensi daerah aliran sungai, mengurangi dan memperlambat debit puncak sehingga dapat mengantisipasi banjir sungai, menyediakan tempat rekreasi lokal dan rute hijau untuk mendorong masyarakat berjalan kaki dan bersepeda, membantu adaptasi berbagai spesies hewan dan tumbuhan, mengurangi erosi tanah, menggunakan vegetasi untuk menstabilkan tanah yang rentan terhadap peningkatan erosi. Kata kunci: ruang terbuka hijau, green infrastructure, alun-alun kota
DAMPAK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA WISATA BATU Setiyono Setiyono; Akhmad Sidiq
Sinteks : Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2018): Vol.7 No.1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0001/94

Abstract

Pertambahan penduduk yang terus meningkat mengindikasikan bahwa perkembangan penduduk menyebar ke arah pinggiran kota sehingga sebagai konsekuensinya adalah terjadi perubahan penggunaan lahan di perkotaan. Keterbatasan lahan kosong di perkotaan menjadikan daerah pinggiran kota menjadi alternatif pemecahan masalah. Saat ini, kota-kota di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga muncul pergeseran fungsi-fungsi kekotaan ke daerah pinggiran kota yang disebut dengan proses perembetan kenampakan fisik kekotaan ke arah luar dari kota. Akibat selanjutnya adalah di daerah pinggiran kota akan mengalami proses transformasi spasial berupa proses densifikasi pemukiman dan transformasi sosial ekonomi sebagai dampak lebih lanjut dari transformasi sosial. Saat ini Kota Wisata Batu menjadi destinasi utama wisata Jawa Timur sehingga banyak turis lokal yang berkunjung ke Alun-Alun Kota Wisata Batu dan merupakan lahan penjualan bagi pedagang kaki lima. Hal ini berdampak baik karena membuka peluang bagi masyarakat Kota Batu untuk berjualan dan meraup keuntungan.Pembukaan lahan untuk perumahan di Kota Wisata Batu juga semakin marak.Namun pemerintah masih belum perhatian terhadap izin pendirian perumahan oleh pengembang. Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah lebih lanjut karena berdampak ke depan pada hak kepemilikan tanah dan bangunan. Kata-kata kunci : dampak pembangunan, pembangunan berkelanjutan, kota wisata