Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i
Universitas Darussalam Gontor

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Jiwa Perspektif Ibn Sīnā Jarman Arroisi; Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 13 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Postgraduate Studies of Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2019.13.2.323-345

Abstract

The soul is one of the topics that really attracts the attention of Muslim and Western scientists. Not a few of those who spend their time to study this problem. However, the study of the soul in the West is not based on religion. In contrast to Muslim scientists who make religion as the footing. This paper intends to discuss the concept of the soul emphasized by one of the Muslim scientists, Ibn Sīnā. By using the descriptive-analysis method, this study produces three important conclusions. First, the soul is the initial perfection to make a real human being. Second, the soul is eternal and does not go along with the destruction of the body. Third, when the soul is separated from the body and is eternal, it has a degree of happiness and misery. To reveal more deeply about the nature of the soul and its existence is very important to discuss.
IBN RUSHD’S INTELLECTUAL STRATEGIES ON ISLAMIC THEOLOGY Hamid Fahmy Zarkasyi; Amal Fathullah Zarkasyi; Tonny Ilham Prayogo; Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
Islam Futura Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v20i1.5786

Abstract

Islamic theology as axiology that advocates various social inequalities both social and religious aspects. Although it is recognized that Ibn Rushd had the capacity as the greatest Muslim philosopher who was influential not only in the Islamic world but in the West. However, another fact Ibn Rushd was also an Islamic theologian based on philosophical and jurisprudential views. Both of these sources influenced Ibn Rushd's theology which was more rational but did not lead liberal because it was following his jurisprudence. This simple research is a type of library research, using theological approach. In this article, the writer wishes to present the analysis of Ibn Rushd on the views of theology, Ibn Rushd wa not only theologian but also a philosopher and jurist of Islam. This was interesting to be discussed; first, whether Ibn Rushd’s theology was different from other figures of theologians. Second, whether his philosophical and jurisprudential view affected his theology thought. The result of this writing showed that Ibn Rushd had unique strategies on Islamic theology, so the two strategies are Dalil al-‘Inayah and Dalil al-Ikhtira’. In this strategies, showed that Ibn Rushd had unique theology thought which his philosophical and juristprudential view affected his theology so that his theology was more rational but it was not too liberal. So in this article. Showed that Ibn Rushd had application are explained three important thoughts of Ibn Rusyd relating to the themes of Kalam namely; The oneness of God, the attributes of God and the matter of monotheism
نظرة الديانة النصرانية في الحركة الكاريزماتية Muhmmad Hudaya; Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2021.1701-03

Abstract

التجريدكانت الحركة الكاريزماتية هي الحركة النصرانية الهائلة وسريعة النمو في اليوم. وأكّد هذه الحركة من جوانب الخبرة العاطفية في الحياة. من هذه الحالة الجذاب تقدر على اهتمامها وبحثها للدراسة. لهذا السبب، أراد الباحث أن يعرض المقالة عن نظر الديانة النصرانية للحركة النصرانية الكاريزمية فيما يتعلق بالتعريف والغرض والمعتقدات والتعاليم. واستخدم الباحث دراسة مكتبية والمنهج الوصفي التحليلي النقدي. وأخيرا استنتج الباجث أنّ الحركة الكاريزماتية هي الحركة الإصلاحية التي تؤكد عن قوة روح القدس وإظهار المواهب الروحية بإطاعة عمالها في النفس والجماعة. ومعتقداتها كالديانة النصرانية عموما ولكن بعض جماعتها أنّ الإله واحد بالتثليث وله أسماء و البحث عملية روح القدس أكثر. ومن تعاليمها، أنّ هذه الحركة تهتم على تعميد الروح وتقدر على اخضار المواهب الروحية  من روح القدس. وإحياء الخبرة الروحية في نفوس النصرانيين الواقعة عن القصة الرسول في العهد الجديد. ولكن النصرانيون يرفضون وجود التعميد مرتين يعني تعميد الولادة بيسوع وتعميد الروح بلغة الروح عندهم في كتابهم أنّ التعميد مرة واحدة في الحياة هو عند الولادة ولغة الروح ليس علامة التعميد ولكن المواهب الروحية بعد الإيمان. وطريقة نيل مواهب روح القدس لاتقسم إلى طبقات. وظهور هذه الحركة تأثر في الفكرة النصرانيين مثل الإجمالية الدينية والمادية.Gerakan Karismatik merupakan gerakan agama kristern yang paling populer dan berkembang pesat pada saat ini. Gerakan gereja ini memberikan penekanan lebih pada aspek pengalaman emosional dalam kehidupan. Fenomena tersebut sangat menarik untuk ditelaah. Untuk itu, dalam makalah sederhana ini akan dipaparkan tentang Pandangan Kristen terhadap Gerakan Kristen Karismatik yang berkaitan dengan pengertian dan tujuan, keyakinan dan ajaran. diantaranya; Tuhan, Kitab, Yesus, Gereja, Pembaptisan Roh dan Karya Roh Kudus. Penelitian ini menggunakan jenis keperpustakaan dan metode diskriptif-analisis kritis dalam menjelaskan dan menganalisa sekaligus mengkritik gerakan Karismatik dalam Kristen. Dari penelitian sederhana ini ditemukan, bahwa Gerakan Kharismatik adalah gerakan yang menekankan adanya kepenuhan setiap individu dan jamaah. Ia memiliki keyakinan seperti agama kristen secara umum, namun ada juga yang menyebutnya memiliki banyak nama dan mencari kepenuhan Roh Kudus lebih banyak. Dalam ajarannya, gerakan ini mengajarkan pembaptisan roh dan dapat menghadirkan dalam diri karunia-karunia roh dari Roh Kudus. Akan tetapi, umat Kristiani menolak adanya pembaptisan dua kali; pembaptisan kelahiran dengan Yesus dan pembaptisan Roh Kudus dengan tanda berbahasa roh. Menurutnya, Dalam Alkitab pembaptisan hanya terjadi satu  kali dalam hidup di waktu kelahiran. Mengenai bahasa roh bukan sebagai tanda pembaptisan. Adapun, cara untuk mendapatkan karunia-karunia roh kudus tidak ada pembagian tingkatannya. Dengan munculnya Gerakan ini mempengaruhi sebagian pengikut kristen menjadi materialisme dan  inklusivisme   
KONSEP IHSAN KEPADA LINGKUNGAN (SUATU KAJIAN AWAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN GREEN ENVIRONMENT) Alvin Qodri Lazuady; Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i; Arsy Sekar Kemuning
Jurnal Keislaman Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v5i2.3452

Abstract

The main purpose of human creation is to worship Allah. However, in the implementation of life on this earth, humans have a mandate from God, namely to become the khalifah fi al-ardh who looks after everything on earth, including the environment. In this paper, the author uses the concept of ihsan as the basis for loving the surrounding environment. This study uses qualitative research with data collection from the library (library research), the writing technique is descriptive and analytical methods. The results of this research are as follows, ihsan to the environment is very much needed now, because of the amount of damage on earth. Steps that show kindness to the earth include not doing damage, not polluting river-sea water, maintaining cleanliness, always paying attention to ethics in the environment, maintaining personal hygiene, and doing reforestation by planting crops to create a green environment. Of all the steps described are contained in the Qur'an and al-Hadith. Tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Namun dalam pelaksanaan kehidupan di bumi ini, manusia mempunyai amanat dari Allah yaitu menjadi khalifah fi al-ardh menjaga seluruh yang ada di bumi termasuk di dalamnya lingkungan hidup. Dalam makalah ini, penulis menggunakan konsep ihsan sebagai dasar mencintai lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanya dari kepustakaan (library research), teknik penulisannya dengan metode deskriptif dan análisis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, ihsan kepada lingkungan hal yang sangat dibutuhkan sekarang, karena banyaknya kerusakan di bumi. Langkah-langkah yang menunjukkan keihsanan kepada bumi diantaranya adalah tidak berbuat kerusakan, tidak mencemari air sungai-laut, menjaga kebersihan, memperhatikan selalu etika-estetika dalam lingkungan, menjaga kebersihan diri, dan melakukan reboisasi dengan bercocok tanam untuk mewujudkan green environment. Dari semua langkah yang dijabarkan termaktub dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
Konsep Bahagia Perspektif Martin Seligman dan Al-Attas (Kajian Dimensi Psikologi dalam Pandangan Barat dan Islam) Jarman Arroisi; Agus Mulyana; Rahmat Ardi Nur Rifa Da'i
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i2.434

Abstract

Kebahagiaan menjadi harapan setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan masih menjadi tema yang menarik dalam banyak diskusi dimanapun bahkan diantara para ilmuwan sekalipun hingga kini. Diantara ilmuwan yang memiliki perhatian tinggi terhadap kebahagiaan adalah Martin Seligman dan al-Attas. Seligman sebagai penggagas psikologi positif dengan fokus pada term positif dalam setiap aktifitas kehidupan untuk mencapai kebahagiaan, sementara al-Attas memfokuskan pada makna bahagia sebagai salah satu inti dari teorinya. Martin Seligman mewakili cara pandang Barat dan al-Attas sebagai cara pandang Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap sisi persamaan dan perbedaan pandangan keduanya tentang makna kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Sebagai hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa kebahagiaan dalam pandangan Seligman terbatas dalam ruang lingkup kehidupan duniawi, sedangkan dalam pandangan al-Attas yang sesuai dengan pandangan para ulama terdahulu, bahwa puncak kebahagiaan adalah bertemu dengan Tuhan, Alloh swt. (ma’rifatu Alloh). Katakunci: kebahagiaan, psikologi positif, Martin Seligman, Syed Naquib al-Attas.
FRAMEWORK PENAFSIRAN AYAT-AYAT ASTRONOMI Rahman, Ryan Arief; Azizi, Imdad Fahmi; hidayat, muhammad sofian; Da'i, Rahmat Ardi Nur Rifa
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i1.29181

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahauan turut mempengaruhi perkembangan penafsiran Al-Qur’an. Namun hal ini memunculkan dilematis dimana begitu mudahnya ilmuwan muslim menafsirkan Al-Quran dari sudut pandangnya terkhusus tentang astronomi. Hal ini yang kemudian perlu dijelaskan bahwa penafsiran Al-Quran memiliki syarat dan ketentuan dalam tafsir terutama tentang ayat-ayat astronomi. Artikel ini mencoba menguraikan frame work penafsiran ayat-ayat astronomi dengan menggunakan penelitian kepustakaan atau library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analisis. Ditemukan bahwa penafsiran ayat astronomi di dalam Al-Quran harus berangkat dari penafsiran ma’thur. Terutama yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern harus memperhatikan bahwa sebuah penafsiran harus berangkat dari penafsiran secara ma’thur (naqly), kemudian penafsiran (penakwilan) secara ijtihadi (‘aqly).
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MELALUI PENDIDIKAN PROGRESIF BAGI SANTRI Shalahuddin, Henri; Pramono, Muhamad Fajar; Da'i, Rahmat Ardi Nur Rifa; Falah, Muhammad Zulfikar Nur; Rosidin
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.596

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk merespon sistem pendidikan yang diterapkan kepada santri dengan masalah kurangnya melakukan penguasaan materi dan praktik pengetahuan akidah akhlak dengan baik, alih-alih santri dikeluhkan kurang responsif dan hanya menekankan pembelajaran model hafalan saja. Metode yang digunakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri observasi lapangan (wawancara, dialog partisipatif, dan survey lokasi), pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Sayyidah Fathimah Kediri pada tanggal 30 Agustus 2025 – 6 September 2025. Hasil pelaksanaan menunjukkan santri TPQ Sayyidah Fathimah Kediri cukup adaptif dengan pembelajaran model pendidikan progresif, sehingga kegiatan ini lebih mengarah kepada implikasi internal. Dari segi teknis, yang berkaitan produk fisik, pendidikan progresif mengharuskan menciptakan fasilitator dengan menyediakan alat tulis menulis dan ruang pengembangan diri berupa soal ujian untuk melihat kualitas pengetahuan yang diajarkan kepada TPQ Sayyidah Fathimah Kediri. Dari segi capaian materi pengetahuan, representasi tingkat sikap responsif santri TPQ Sayyidah Fathimah Kediri sangat baik sekali dengan adaptasi mereka terhadap pembelajaran model pendidikan progresif. Hal ini dibuktikan dengan prosentase angka nilai ujian akidah akhlak banyak di atas rata-rata, yang mencakup materi teori pemahaman dan ketajaman aktualisasi dari sikap aplikatif sehari-hari.