Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Komunikasi Kampanye Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Pada Peningkatan Pengguna Qris di Provinsi Bengkulu Maria Ulva; Dhanurseto Hadiprashada; Mas Agus Firmansyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2965

Abstract

Bank Indonesia selaku Bank Sentral memiliki tujuan tunggal, yaitu untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Dalam mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia mengelola tiga pilar utama yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu blueprint dari kelancaran sistem pembayaran tahun 2025 sampai dengan 2030 adalah digitalisasi pembayaran yang dirancang sebagai upaya untuk dapat pulih bersama dan membangun ekonomi berkelanjutan, dimana manfaatnya dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat. QRIS merupakan salah satu bentuk percepatan digitalisasi pembayaran yaitu standarisasi sistem pembayaran menggunakan QR core yang menyatukan berbagai QR code yang telah digunakan oleh para Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). QRIS dikembangkan agar transaksi digital menggunakan QR code yang dilakukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Penggunaan QRIS dapat meningkatkan penerimaan pembayaran nontunai di masyarakat secara lebih efektif. Perluasan digitalisasi pembayaran yang dilaksanakan Bank Indonesia salah satunya melalui kampanye QRIS. Kantor Bank Indonnesia Provinsi Bengkulu menjalankan program berupa aktivitas kampanye QRIS yang efektif sebagai sarana perluasan pengguna di Provinsi Bengkulu.
Analisis Persepsi Pedagang dan Masyarakat Kota Bengkulu Terkait Berita Kuliner Daerah Muhammad Hafiz Alfiqri; Mas Agus Firmansyah; Dionni Surya Perdana
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8423

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi pedagang dan masyarakat di Kota Bengkulu terkait berita kuliner daerah yang disajikan oleh media BengkuluToday.com. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita kuliner daerah di media BengkuluToday.com, memainkan peran penting dalam membentuk citra kuliner daerah, memotivasi pedagang untuk meningkatkan kualitas produk, dan menciptakan minat beli yang lebih tinggi di kalangan masyarakat. Selain itu, berita kuliner juga menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menghubungkan pedagang dengan konsumen, menciptakan interaksi dinamis dalam ekosistem kuliner lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut mengenai peran media online dalam membentuk persepsi dan perilaku jual beli terkait kuliner daerah. Implikasi praktisnya mencakup potensi pemanfaatan media sebagai alat pemasaran yang efektif bagi pedagang kuliner lokal serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan kuliner daerah. Simpulan penelitian ini bahwa media online, khususnya BengkuluToday.com, dapat menjadi kekuatan positif dalam mengangkat dan memajukan kuliner daerah. Kata Kunci: Berita, Kuliner, Media, Persepsi.
Etnografi Upacara Adat Pernikahan Suku Jawa: Negosiasi Kebudayaan di Mukomuko Provinsi Bengkulu Dengan Integrasi Sosial dan Ekonomi Ajeng Maya; Dhanurseto adiprashada; Mas Agus Firmansyah; Khavid Normasyhuri
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2447

Abstract

Adaptation in cross-ethnic traditional marriages often poses certain challenges, especially related to understanding and acceptance from both sides of the family. This research aims to find out how negotiations and cultural expressions occur between Javanese and other tribes in Penarik District, Mukomuko in carrying out traditional marriages. This research uses qualitative field research, specifically using analytical descriptive techniques. The research was conducted in Penarik District, Mukomuko Regency, Bengkulu Province. The data sources used include primary data and secondary data. The data used, namely secondary and primary, is used for. Primary data as the main data source consists of key and principal informants. The data collection approach includes several steps, namely literature study, interviews and documentation. The researcher explains how the credibility, dependability, transferability, and verifiability of data determines its validity and uses triangulation. The research findings show that the events of Javanese traditional marriages with other tribes in Penarik District, Mukomuko Regency, reveal how tolerance and cross-cultural understanding play a crucial role in overcoming differences that arise from multicultural interactions. During the assimilation of marriage negotiations, the Javanese and native Penarik people in Mukomuko used Indonesian, Mukomuko and Javanese as their daily languages; interact politely and courteously, especially when talking to those who are older or in a higher position; adapting religion, beliefs and norms that apply in society, without abandoning the culture of each extended family. The process of cultural adaptation and integration that occurs in the context of inter-ethnic marriage offers important insights into social dynamics and intercultural communication, as well as its practical implications in maintaining harmonious relationships in heterogeneous societies.
Echo Chamber pada Interaksi Komentar di Akun Instagram @turnbackhoaxid dalam Konteks Post – Truth Enpin Gustin; Mas Agus Firmansyah; Dionni Ditya Perdana
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i2.6375

Abstract

Penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial semakin menjadi masalah serius yang mengganggu kepercayaan publik dan menyebabkan kebingungan. Dalam era di mana informasi sering kali dipertanyakan dan diputarbalikkan, fenomena post – truth menjadi semakin menonjol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi komentar di akun Instagram @turnbackhoaxid dalam konteks post – truth, dengan fokus pada emosi dan keyakinan pribadi terhadap respons netizen mengenai verifikasi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi dan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui komentar – komentar pada beberapa postingan klarifikasi hoax yang telah diunggah oleh akun @turnbackhoaxid. Analisis menunjukkan bahwa interaksi komentar dipengaruhi secara signifikan oleh emosi dan keyakinan pribadi pengguna. Temuan mencakup berbagai pola seperti komentar dukungan, sarkasme, emosional, dan tuduhan terhadap akun @turnbackhoaxid. Interaksi ini sering kali mencerminkan fenomena echo chamber di mana individu lebih cenderung mencari informasi yang menguatkan keyakinan mereka sendiri. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dalam memerangi hoaks dan misinformation. Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun interaksi didominasi oleh dukungan terhadap klarifikasi yang diberikan, skeptisme, ketidakpercayaan dan manipulasi informasi masih mewarnai interaksi komentar. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya strategi edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan individu dalam menilai informasi secara kritis dalam menghadapi tantangan di era post – truth.   The spread of false information or hoaxes on social media has become a serious issue, disrupting public trust and causing confusion. In an era where information is often questioned and twisted, the post-truth phenomenon has become increasingly prominent. This study aims to analyze comment interactions on the Instagram account @turnbackhoaxid within the context of post-truth, focusing on emotions and personal beliefs regarding netizens' responses to information verification. The research employs a netnographic approach and qualitative descriptive methods, with data collected from comments on several hoax clarification posts uploaded by @turnbackhoaxid. The analysis reveals that comment interactions are significantly influenced by users' emotions and personal beliefs. Findings include various patterns such as supportive comments, sarcasm, emotional responses, and accusations against @turnbackhoaxid. These interactions often reflect the echo chamber phenomenon, where individuals are more likely to seek information that reinforces their own beliefs. This study underscores the importance of digital literacy in combating hoaxes and misinformasi. The results indicate that although interactions are predominantly supportive of the provided clarifications, skepticism, distrust, and information manipulation still color the comment interactions. Therefore, this research suggests the need for more effective educational strategies to enhance individuals' ability to critically assess information in the face of challenges in the post-truth era.