Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Multiplicity of Muhammadiyah’s Political Engagement in Indonesia’s DPD Election Wardana, Amika; Hidayat, Syahrul
Studia Islamika Vol. 26 No. 1 (2019): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v26i1.6422

Abstract

The establishment of the DPD (Dewan Perwakilan Rakyat or Regional Representative Council) in Indonesia in 2004 has provided individuals and civil society organizations such as Muhammadiyah with the opportunity to participate in the legislative process without formally entering politics. As exemplified by three cases in Yogyakarta, South Sulawesi and West Sumatra, three local Muhammadiyah branches have participated in the last three DPD elections (2004, 2009, and 2014), with each winning a seat each in the 2014 election. This reveals the inherently political nature of civil-cum-Islamic social-religious organizations such as Muhammadiyah, which will manifest itself whenever opportunities become available. Yet, due to different organizational strengths and the social-cultural capital of each local branch office, diverse approaches and political strategies were used to mobilize members and sympathizers, thereby encouraging them to vote.
Perlindungan Hukum terhadap Peserta Kartu Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Beserta Permasalahannya Mustaqim, Mustaqim; Fadhillah, Lutfi Faris; Risqullah, Muhammad Rifqi; Hidayat, Syahrul; Fauzi, Muhammad; Pataya, Fahri Ramli; Fauzan, Abdur Rafi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12781

Abstract

Setiap orang berusaha melakukan untuk menjalani kehidupan yang sehat. Di dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditentukan bahwa: “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik fisik, mental, spiritual maupun social yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social ekonomi.” Namun janji tersebut belum terealisasi dengan baik. Peserta BPJS tak bisa bebas memilih fasilitas kesehatan (faskes) karena program JKN menggunakan pola rujukan berjenjang. Pasien diharapkan berobat terlebih dahulu ke faskes tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik, ataupun dokter keluarga. Jika membutuhkan layanan lebih lanjut dari dokter spesialis, pasien akan dirujuk ke faskes yang tingkat layanannya lebih tinggi. Selain itu terdapat perbedaan pelayanan rumah sakit kepada konsumen peserta kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan konsumen umum, pada kenyataannya konsumen umum lebih cepat dalam mendapatkan pelayanan rumah sakit, sedangkan konsumen peserta kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dalam kenyataannya, adanya proses yang rumit dan mempersulit konsumen. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu adanya keseriusan dari pihak penyelenggara pelayanan kesehatan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan lebih memperhatikan Etika Rumah Sakit dan Etika Kedokteran agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan pasien.
Effect of Fermentation Duration and Dosage of Eco Enzyme Use on Nutrient Content of Kepok Banana Stem (Musa Paradisiaca L.) Hidayat, Syahrul; Hasnudi; N. Ginting
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v9i3.7579

Abstract

Kepok banana stems are waste from banana plantation which can be used as an alternative to animal feed. The low crude protein and high fiber are the main problems in Kepok banana stems. Fermentation is one way that can be used to improve the quality of Kepok banana stems. Fermentation used in this study by using Eco enzymes. This research lasted for 3 months starting from July to September 2021 at Compost Center Jl. Biotechnology University of North Sumatra, Laboratory of Nutrition and Animal Feed Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 3 x 3 factorial pattern with 3 replications, while factor I was various doses of Eco enzymes and factor II was fermentation time. The parameters studied were moisture content and dry matter, crude fat, crude protein, crude fiber, and ash using proximate analysis. Based on the results of the study, it was found that fermentation of  Kepok banana stems using Eco enzyme at a dose of 5% of the weight of the substrate for 7 days was optimum and efficient in increasing crude protein and reducing crude fiber.
Integrating Indonesian Muslim Intellectual Discourse Into The Islamic World: Carool Kersten, Islam in Indonesia: the Contest for Society, Ideas, and Values (Oxford, Universi ty of Oxford Press, 2015) PP. 376 Hidayat, Syahrul
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 1 (2016): Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities
Publisher : RMPI-BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Studi Kasus Peran Sultan Tidore dalam Proses Pengambilan Kebijakan Kawasan Khusus Ibukota Sofifi di Provinsi Maluku Utara Fikri Samson, M Sahrul; Hidayat, Syahrul
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.243

Abstract

Di negara-negara yang sedang berkembang terdapat kecenderungan masyarakatnya mulai meninggalkan nilai-nilai tradisional dan sedang berupaya untuk menjadi masyarakat yang modern. Pada kondisi seperti ini masyarakat berada pada posisi transisi antara meninggalkan nilai-nilai lama menuju nilai-nilai yang lebih baru. Akan tetapi dalam transisi tersebut, terdapat elite-elite lama yang masih berusaha mempertahankan pengaruhnya-meskipun kondisi sosial, budaya dan politik telah mengalami perubahan, seperti dorongan partisipasi warga dalam politik yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi mengenai peningkatan peran sultan di era demokrasi dalam konteks membangun peran dalam masyarakat serta peranya seabagai pemimpin informal dalam memengaruhi institusi formal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena mampu mengeksplorasi secara mendalam dan detail mengenai sebuah fenomena sosial dan masalah manusia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam meningkatkan perannya Sultan Husain Syah lebih menekan pada peran simbolik untuk membangun citra positif dalam masyarakat. Peningkatan peran tersebut yang kemudian membutnya dapat memengaruhi peran institusi formal dengan dominasi peran dan gagasannya dalam sebuah proses pengeambilan kebijakan. Dalam hal ini adalah proses pengambilan kebijakan Kawasan Khusus Ibukota Sofifi di Provinsi Maluku Utara.
An Islamic Party in Urban Local Politics: The PKS Candidacy at the 2012 Jakarta Gubernatorial Election Hidayat, Syahrul
Jurnal Politik Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Despite its success in obtaining more votes in the 2004 general election in Jakarta than the previous election in 1999, the Partai Keadilan Sejahtera (PKS) has turn its voter sup¬port into local executive power by winning a gubernatorial election in the capital. After a narrow defeat in the 2007 local election, the party’s candidate who had a respectable reputation also failed to further its bid for the second round of the following local elec¬tion. By applying the existing possible explanations of urban candidacy in local elec¬tions, this paper aims at discussing the possible explanations for the failure of Hidayat Nur Wahid, the PKS candidate, in the 2012 gubernatorial election. The paper argues that in spite of the likely influence of religion, in this case, Islam, the party’s candidate is at the forefront position to maximise it since such other factors as personal character, to offer a candidate with the capacity to tackle urban problems makes urban voters unlikely to be on their side, although they share the similar religious identity. political resources and media are playing role in this context. In this case, the failure.
Politik Pork Barrel di Indonesia: Kasus Hibah dan Bantuan Sosial di Provinsi Banten tahun 2011 Saragintan, Antonius; Hidayat, Syahrul
Jurnal Politik Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The populist programs deployed by government have a higher degree of being used as strategy to increase support at elections known as pork barrel politics. This paper finds that similar pattern also happened in the allocation of grants and social assistance in the province of Banten provided by the local government. This research aims at ans¬wering the question: can the grants and social assistances allocated by incumbent in Banten Province in 2011 be categorized as pork barrel distributive politics? By using qualitative method, this study unveils a tendency that both allocation of grants and social assistance were utilized as political strategy by targeting the stronghold suppor¬ters of the incumbent as well as some influential religious groups. This research also underlines that the concept of pork barrel can be expanded from its original definition to cover policies initiated by executive and can take place in local rather than national.
Mikromobilisasi dalam Terorisme Serigala Tunggal: Kasus Nidal Malik Hasan dan Umar Farouk Abdulmutallab Pahrirreza, Pahrirreza; Hidayat, Syahrul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena teroris serigala tunggal dalam konteks yang lebih luas sebagai bagian dari isu agama dan kekerasan dengan membahasnya melalui perspektif gerakan. Penelitian ini mengambil posisi yang berseberangan dengan definisi yang banyak diyakini mengenai serigala. Dalam definisi baku yang biasa digunakan dalam memahami serigala tunggal dikatakan aksi yang mereka lakukan tidak berkaitan dengan jaringan teroris yang lebih besar. Mereka dianggap mandiri dan tidak mengalami mobilisasi dalam aksinya. Penelitian ini hendak menunjukkan sebaliknya dengan membahas dua kasus yang cukup terkenal, yaitu Nidal Malik Hasan dan Umar Farouk Abdulmutallab. Dalam membahas ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sebagai penelitian kepustakaan, penelitian ini mengandalkan berbagai pustaka relevan yang tersebar secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan dan Abdulmutallab memang mengalami mobilisasi oleh Al-Awlaki, seorang perekrut teroris yang disegani di kalangan Islamis. Keduanya mengenal Al-Awlaki dari internet dan mengonsumsi materi- materi ceramahnya. Mereka bahkan aktif untuk membangun kontak dengan Al-Awlaki sebelum memutuskan melakukan aksi kekerasan. Memang Hasan terlihat lebih independen karena tidak mendapatkan perintah daripada Abdulmutallab yang bertemu, mendapatkan pelatihan dan perintah langsung dari Al-Awlaki. Namun, keduanya tetap dikatakan mengalami mobilisasi oleh Al-Awlaki, meskipun dengan derajat yang berbeda.
Stakeholder Collaboration in Revitalising Peneleh Heritage Tourism Area in Surabaya: A Pentahelix Perspective Hidayat, Syahrul; Pramudya, Wisnu
Journal of Tourism Sustainability Vol. 5 No. 5 (2025): (Special Issue) Polban Tourism Workshop 2025
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jtospolban.v5i5.181

Abstract

This study investigates the dynamics of multi-stakeholder collaboration in the revitalisation of the Peneleh heritage tourism area in Surabaya, Indonesia, addressing a notable research gap concerning the empirical application of collaborative governance models—particularly the pentahelix framework—within the context of urban heritage tourism. Adopting a qualitative case study design suited for exploring complex stakeholder interactions, the research draws upon in-depth interviews, document analysis, and field observations to construct a comprehensive understanding of the collaborative process. Thematic analysis reveals six interrelated dimensions of collaboration: idea co-creation, participatory decision-making, capacity building, joint implementation, sustainability efforts, and tangible revitalisation outcomes. The findings suggest that collaborative engagement not only facilitated the physical restoration of heritage assets but also reinforced socio-cultural identity and stimulated local economic vitality through community-driven microenterprises. Theoretically, this study contributes to refining the pentahelix model by elucidating the evolving and strategic roles of the business sector, media, and community actors in fostering public engagement, mobilising resources, and enhancing market access—dimensions often underemphasised in existing frameworks. Practically, it underscores the necessity of inclusive governance structures, continuous multi-channel communication, and shared resource mechanisms to ensure the sustainability of urban heritage regeneration. The insights generated offer actionable guidance to policymakers and practitioners developing participatory models to revitalise culturally significant urban areas.