Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH KURS TERHADAP INVESTASI DI INDONESIA TAHUN 1987-2018 Juliannisa, Indri Arrafi
Bisman - Jurnal Bisnis & Manajemen Vol 5 No 01 (2020): Juni
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menggerakan pertumbuhan suatu negara tentu didorong oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah dengan adanya pergerakan investasi di suatu negara. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang ikut membantu meningkatkan investasi, diantaranya seperti inflasi, suku bunga dan kurs. Di Indonesia sendiri dalam kurun waktu tahun 1987-2018, pergerakannya selalu fluktuatif, terlebih saat krisis ekonomi pada tahun 1998, yang membuat perekonomian kian merosot. Dalam hal ini, peneliti ingin meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang memberikan terhadap investasi itu sendiri, dengan menggunakan data sekunder dan menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis, sehingga mendapatkan hasil bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap investasi, suku bunga berpengaruh negatif terhadap investasi dan kurs berpengaruh secara positif terhadap investasi.
Peningkatan Daya Saing Ekspor Produk melalui Pengembangan Usaha pada UMKM di Pamulang Azrimultiya, Viyolanda; Jubaedah, Jubaedah; Juliannisa, Indri Arrafi; Sugianto, Sugianto
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan sejalan dengan SDG (Sustainable Development Goals). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan SDG 1 yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan SDG 10 untuk mengatasi ketimpangan adalah meningkatkan income dari UMKM. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peneliti melakukan optimalisasi pada mitra Sahabat UMKM Pamulang (SUP) dengan cara menggunakan media digital, khususnya Google Bisnisku sebagai media promosi dan penjualan produk. Agar kegiatan eskpor UMKM sukses, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi: (1) memiliki scan barcode resmi, (2) memiliki desain kemasan yang menarik dan komunikatif, (3) kemasan harus dilindungi Haki, (4) Berlabel halal untuk memudahkan ekspor produk dan pencarian bagi konsumen, (5) Mendapat izin edar dari BPOM, (6) Memerlukan biaya untuk promosi. Dalam kegiatan ini, peneliti membagi prosedur kerja menjadi 2 tahap: (1) memberi edukasi/sosialisasi mengenai persamaan persepsi kemasan untuk peningkatan nilai produk, (2) pemasaran dan pengiklanan produk dengan tampilan baru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman mitra Sahabat UMKM Pamulang (SUP) mengenai daya saing ekspor produk UMKM sebesar 93%. Hal ini dibuktikan melalui data kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah kegiatan abdimas. Melalui program ini, diharapkan adanya tahap pendampingan pengembangan usaha serta evaluasi seberapa jauh manfaat program ini bagi mitra Sahabat UMKM Pamulang
DETERMINATION OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN PENAJAM PASER UTARA Saputra, Aksel Ary; Juliannisa, Indri Arrafi
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v13i1.17531

Abstract

Penajam Paser Utara Regency, which has been designated as the location of the Indonesian Capital City (IKN), faces problems in increasing the Human Development Index (HDI). This study aims to determine the influence of health, education, and welfare dimension indicators directly and indirectly on HDI and economic growth. The method used is the "MICMAC" Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification analysis with a sample of 115 respondents aged 15 years and over in Penajam Paser Utara Regency. The results of the analysis group the indicators into four quadrants: (1) Determinant variables include access to health services, health facilities, number of schools, education curriculum, and workforce participation have a direct influence and low dependence on HDI; (2) Relay variables include nutritional status, health information, school fees, school facilities, access to basic services, and income have a high influence and high dependence; (3) Dependent variables include BOS funds and minimum wages, with low influence but high dependence; and (4) Autonomous variables include environmental quality and inflation, with low influence and dependence. Judging from the order of variables, namely nutritional status, access to health services, and health information occupy the three largest variables that have a strong influence directly and indirectly. This finding provides strategic guidance for local governments to prioritize policies that support determinant variables as the main drivers of increasing the HDI in Penajam Paser Utara Regency.
Assessment Adaptive Capacity Perubahan Iklim Di Indonesia Guna Mempertahankan Ketahanan Pangan Rafael Rajagukguk, Matthew; Arrafi Juliannisa, Indri
Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2025): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35590/jeb.v12i1.10285

Abstract

Purpose: This study aims to analyze and rank the factors influencing food security in Indonesia under climate change, focusing on the role of variables such as temperature change, drought and land fires, pollution, floods, irrigated rice fields, number of farmers, agricultural GRDP, and number of markets. Design/methodology/approach: The research employs the Multi Criteria Decision Making (MCDM) method using the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE), applied to data from 34 provinces in Indonesia. Findings: The results indicate that 17 provinces have positive Phi values, reflecting relatively higher food security, while the other 17 provinces with negative Phi values show greater vulnerability to climate change. Research limitations/implications: The study is limited by the selected variables and secondary data availability, excluding external factors such as government policies, geopolitical conditions, and global market dynamics. This opens opportunities for future research to add new variables or apply the model at the district or city level. Practical implications: The provincial rankings provide a basis for policymakers, practitioners, and stakeholders in designing adaptive strategies to strengthen food security and prioritize interventions and resource allocation. Originality/value: The originality of this study lies in the application of the PROMETHEE method in analyzing food security in Indonesia, highlighting its novelty and importance in supporting sustainable national food security. Paper type: Research paper.   Keywords: Food Security, Adaptive Capacity, Climate Change, PROMETHEE.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOREIGN DIRECT INVESTMENT DI SINGAPURA Alfiyahnur, Putri; Arrafi Juliannisa, Indri
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 2 No 1 (2023): JDED, February 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v2i1.5733

Abstract

Penanaman modal adalah tahap pertama untuk perkembangan ekonomi, maka penanaman modal adalah faktor penting dan roda penggerak untuk pembangunan khususnya penanaman modal luar negeri. Sumber pendanaan lain yang bersumber dari pihak asing yang menolong perkembangan ekonomi di suatu negara yaitu FDI. Penanaman modal sangat penting untuk memacu perkembangan dinegara-negara karena dapat membantu memperbesar lapangan kerja, memperbesar penerimaan, memajukan teknologi, perkembangan sosial ekonomi. FDI suatu negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Tujuan dari dilakukannya temuan ini adalah untuk memahami dan menganalisa dampak untuk jangka panjang ataupun jangka pendek PDB, interest rate, dan nilai tukar kepada FDI di Singapura pada periode 1985-2020. Populasi pada temuan ini yaitu negara Singapura. Sampel yang dipakai untuk temuan ini adalah periode 1985-2020 dapat disimpulkan terdapat 35 observer. Jenis data yang dipakai untuk temuan ini yakni data sekunder, yang diambil dari Bank Dunia. Metode penelitian yang dipakai yaitu ECM dengan bantuan software Eviews 10. Variabel bebas pada temuan ini ialah PDB, suku bunga dan kurs kemudian variabel dependennya yaitu FDI Singapura periode 1985-2020. Berdasarkan temuan estimasi dan uji statistik, FDI di Singapura selama tahun 1985 hingga 2020 dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh variabel interest rate dalam jangka pendek, tetapi secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh PDB dalam jangka panjang. Investment is the first stage for economic development, so investment is an important factor and cog for development, especially foreign investment. Another source of funding from foreign parties that helps the economic development of a country is FDI. Investment is very important to spur development in countries because it can help increase employment, increase income, advance technology, socio-economic development. A country's FDI is influenced by a number of factors. The purpose of this finding is to understand and analyze the long-term and short-term impact on GDP, interest rates and exchange rates for FDI in Singapore in the 1985-2020 period. The population in this finding is Singapore. The sample used for this finding is the period 1985-2020. It can be concluded that there were 35 observers. The type of data used for this finding is secondary data, taken from the World Bank. The research method used is ECM with the help of Eviews 10 software. The independent variables in this finding are GDP, interest rates and exchange rates and the dependent variable is Singapore FDI for the 1985-2020 period. Based on estimation findings and statistical tests, FDI in Singapore from 1985 to 2020 was significantly and negatively affected by interest rate variables in the short term, but positively and significantly affected by GDP in the long term.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA DI INDONESIA Atinna, Meivianti Putri; Juliannisa, Indri Arrafi
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 2 (2024): JDED, August 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i2.8740

Abstract

  Pemberdayaan perempuan merupakan hal yang menjadi tantangan dalam mengoptimalkan sumber daya manusia khususnya perempuan dalam kegiatan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, yakni dengan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kehidupan ekonomi, politik dan ketenagakerjaan. Hal ini karena pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangatlah terbatas di sebagian besar provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor pemberdayaan perempuan terhadap pendapatan perkapita di Indonesia, yakni sebagai proksi pertumbuhan ekonomi. Pendapatan perkapita merupakan ukuran kesejahteraan Masyarakat yang sering digunakan oleh pemerintah. Penelitian dilakukan terhadap 34 Provinsi di Indonesia tahun 2017-2021, dengan metode analisis regresi data panel pada software E-views13. Hasil analisis regresi pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Indeks Pembangunan Gender dan Upah Perempuan berpengaruh positif signfikan terhadap Pendapatan Perkapita, namun variabel Indeks Pemberdayaan Gender dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Perkapita. Kata kunci : pemberdayaan perempuan, pendapatan perkapita, ekonomi, perempuan Abstract Women's empowerment is a challenge in optimizing human resources, especially women, in productive activities that can increase income and welfare, namely by increasing women's involvement in economic, political and labor life. This is because women's empowerment in Indonesia is still very limited in most provinces in Indonesia. This study aims to determine the effect of women's empowerment factors on per capita income in Indonesia, as a proxy for economic growth. Per capita income is a measure of community welfare that is often used by the government. The research was conducted on 34 provinces in Indonesia in 2017-2021, using the panel data regression analysis method on E-views13 software. The results of the regression analysis in this study indicate that the variables of the Gender Development Index and Women's Wages have a significant positive effect on Per Capita Income, but the variables of the Gender Empowerment Index and the Female Labor Force Participation Rate do not have a significant effect on Per Capita Income. Keyword : women empowerment, per capita income, economy, women  
Analysis Productivity Labor in Indonesia Ghaisani, Fildjah Najibah; Juliannisa, Indri Arrafi; Ghaisani, M. Faizhal
Equity: Jurnal Ekonomi Vol 13 No 2 (2025): Equity : Jurnal Ekonomi
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/equity.v13i2.533

Abstract

In the ASEAN context, the Republic of Indonesia ranks fourth in labor productivity within the region, reflecting ongoing complex challenges in optimizing its labor sector. Despite being endowed with abundant labor resources, Indonesia’s labor productivity lags behind several ASEAN neighbors, influenced by factors such as education gaps, skills mismatches, and uneven regional development. This study aims to identify Indonesian provinces falling into the optimal category of labor productivity based on key criteria: Gender Development Index, Health, Minimum Wage, and Investment. The novelty lies in explaining how Indonesia's regional characteristics form diverse pathways that illustrate the optimization potential of these regions. The objective of this study focuses on examining the conditions of regional characteristics associated with optimal labor productivity. This research uses a continuous analysis method known as Crisp-set Qualitative Comparative Analysis (csQCA). csQCA specializes in analyzing binary data to identify multiple causal patterns logically and holistically. It uses Boolean algebra to simplify complex data sets, revealing how different combinations of conditions relate to outcomes. The objects studied were 34 provinces in Indonesia in 2023. The results showed that provinces with optimal Gender Development Index conditions are located in the DKI Jakarta area with the flagship Transjakarta Pink program. In addition, the optimal Good Health Operational (BOK) conditions are in the Southeast Sulawesi region through the flagship program of the Mobile Health Service Program. Optimal wage conditions were observed in 19 provinces as a result of government policies in maintaining people's purchasing power.
Analisa Kondisi Ketahanan Pangan di Kabupaten/Kota Provinsi Riau Ishaq, Fadhiel Handira; Juliannisa, Indri Arrafi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.746

Abstract

Provinsi Riau tercatat menempati urutan keenam terbawah dari 34 Provinsi di Indonesia berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2022. Meskipun nilai IKP Provinsi Riau rendah, tetapi Provinsi Riau memiliki peningkatan nilai IKP yang stabil tiap tahunnya. Ketahanan pangan dapat dilihat dari dua indikator yaitu akses fisik dan ekonomi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada tujuan ke-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat wilayah-wilayah yang memiliki nilai ketahanan pangan yang optimal dan tidak optimal berdasarkan kondisi akses fisik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis keberlanjutan yaitu Qualitative Comparative Analysis (QCA) dengan dibantu oleh perangkat lunak Tosmana. Populasi penelitian ini adalah 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam wilayah dengan ketahanan pangan optimal yaitu Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, terdapat empat wilayah dengan ketahanan pangan tidak optimal yaitu Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing wilayah yang memiliki aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan kebermanfaatan yang direpresentasikan melalui indikator akses fisik dan ekonomi. Ketiga aspek tersebut menentukan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan pangan secara cukup, aman, dan bergizi. Di sisi lain, program pemerintah daerah yang telah sukses dan belum efektif dalam implementasi peningkatan ketahanan pangan juga penyebab terhadap kondisi optimal dan tidak optimal.
EFFECT OF CONSUMPTION ON ACCEPTANCE OF VALUE ADDED TAXES ( VAT ) IN INDONESIA DURING 1984-2016 Juliannisa, Indri Arrafi
AFEBI Economic and Finance Review Vol. 3 No. 1 (2018): June
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47312/aefr.v3i1.644

Abstract

VAT is a tax component that contributes the most to total tax revenue, this study analyzed the relationship of consumption to VAT receipts, but there are other free control variables such as; the money supply, population, and industrial sector revenues. This study refers to previous research that has been carried out by Harju, Kosonen, and Skans (2018) , entitled about “Firm types, pricesetting strategies, and consumption-tax incidence”. This study uses a Time Series Model, that is : is a forecast of future values based on past values of a variable and past mistakes. Time series models are usually use for forecasting. The research method used is quantitative descriptive, by using the Eviews test tool. Because at the beginning of testing this research experienced problems on the classical assumption test, then to overcome the problem of classical assumption test, the test continues using estimation method Newey-West HAC regression model (heteroscedasticity and autocorrelation consistent) standard error or more often called Newey-West HAC. The results of the study show that consumption as the main independent variable has a significant effect, and the control variable that has influence is the money supply and the industrial sector. the increasing amount of consumption each year can stimulate VAT revenues and economic growth in Indonesia. JEL Classification: H20, H25, H26 Keywords: Consumption, Industrial sector Money Supply, VAT
Analisa Kondisi Pembangunan Manusia di Pulau Sumatera Rahayu, Alit; Juliannisa, Indri Arrafi
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 12, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v12i1.14058

Abstract

Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki kesenjangan pembangunan tertinggi dibandingkan pulau-pulau lainnya sehingga menyebabkan adanya permasalahan di beberapa kondisi pembangunan manusianya. Pembangunan manusia dapat dilihat dari tiga indikator, yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang berkaitan dengan tujuan ke-3, 4, dan 8 pada Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui wilayah-wilayah yang memiliki nilai pembangunan manusia yang optimal dan tidak optimal berdasarkan kondisi pendidikan melalui variabel dana BOS, kesehatan melalui variabel dana BOK, dan daya beli melalui variabel konsumsi per kapita. Penelitian ini menggunakan teknik analisis berkelanjutan yaitu Qualitative Comparative Analysis (QCA) dengan menggunakan software Tosmana. Objek penelitian ini adalah 10 provinsi di Pulau Sumatera pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan wilayah-wilayah dengan pembangunan manusia yang optimal berdasarkan kombinasi kondisi pendidikan, kesehatan, dan daya belinya yaitu Provinsi Sumatera Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, dan Jambi. Hubungan antara kondisi pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang didukung dengan program-program yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan pembangunan manusia di tiap-tiap provinsi di Pulau Sumatera.