Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Indriya Indriya; Helina Amara; Haifa Nusaibah; Intan Nurmala
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3404

Abstract

Sustainable Development Goals atau yang biasa disingkat SDGs merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dihasilkan dari KTT PBB pada tahun 2012. Salah satu dari 17 tujuan yang dihasilkan yaitu mengenai pendidikan berkualitas. Untuk mendukung pendidikan berkualitas di semua negara tentu diperlukan sebuah kebijakan pendidikan. Indonesia telah menunjukan adanya kebijakan pendidikan yang diterbitkan untuk mendukung SDGs pendidikan berkualitas. Di Indonesia kebijakannya untuk peningkatan kualitas, aksesibilitas, sarana pendukung, dan pelayanan pendidikan, serta memperkuat pengembangan pendidikan karakter. Dalam pendidikan agama Islam, karakter merupakan aspek yang sangat ditekankan untuk mencapai tujuan Islam, dan hal tersebut untuk menunjang pendidikan berkualitas sesuai dengan SDGs. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pendidikan agama Islam yang mendukung SDGs pendidikan yang berkualitas di Indonesia, serta memberikan solusi terhadap kebijakan diatas. Metode yang digunakan yaitu library research (penelitian pustaka) dengan mengambil referensi dari buku, website, jurnal lokal dan jurnal internasional.
Kontemplasi Citayem Fashion Week sebagai Ekspresi Generasi Milenial dan Pendidikan Masyarakat melalui Fashion Kholil Nawawi; Indriya Indriya
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 6 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i6.27393

Abstract

Talking about dress style is an expression of how to dress based on Religion, Communication, Education, Economics, and Politics. Clothing is the most easily recognizable artifact in a civilization. Citayam Fashion Week is a means of expression for the millennial generation from Citeyam, Bojonggede, and Depok, which makes the Dukuh Atas area of Jakarta which is a play on the SCBD Senayan Citayam Bojonggede Depok which is a place to gather or hang out with a typical millennial style as a place of expression through fashion. From that, the millennial generation also needs to understand the essence of education. Education is a process of changing something to the point of perfection (maturity), which is done gradually. On the other hand, society is a group of people who form a semi-closed (or semi-open) system, in which there are various kinds of interactions between individuals and individuals, individuals with groups, and groups with groups. This study aims to find the results of the viral contemplation of Citayam Fashion Week as an Expression of the Millennial Generation with the perspective of Islamic Education (Tarbiyah). Researchers in this study used a library research approach. The results of the study found findings, namely; first, family and society have a very big role in determining millennial identity; Second, creativity arises from the existence of a hedonistic culture (pleasing oneself) to express itself; Third, social media as a means of expression for millennials to shape behavior, as well as a reflection of society; Fourth, the challenges for educators in the era of globalization are getting higherKeywords: Citayam Fashion Week; Millennial Generation; Public Education; Fashion AbstrakBerbicara mengenai gaya berpakaian merupakan ekspresi cara berpakaian yang dilatar belakangi oleh Agama, Komunikasi, Pendidikan, Ekonomi, dan Politik. Pakaian adalah artefak yang paling mudah dikenali di suatu peradaban. Citayam Fashion Week merupakan sarana ekspresi generasi milenial dari Citeyam, Bojonggede dan Depok, yang menjadikan kawasan Dukuh Atas Jakarta yang diplesetkan menjadi SCBD Senayan Citayam Bojonggede Depok yang menjadi tempat berkumpul, atau nongkrong dengan gaya khas milenial sebagai ajang ekpresi melalui fashion. Dari hal itu, para generasi milenial perlu juga memahami esensi pendidikan. Pendidikan merupakan proses perubahan sesuatu sampai pada titik kesempurnaan (kedewasaan), yang dilakukan secara bertahap. Di sisi lain Masyarakat merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), yang didalamnya terdapat berbagai macam interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hasil dari kontemplasi viralnya Citayam Fashion Week sebagai Ekspresi Generasi Milenial dengan perspektif Pendidikan Islam (Tarbiyah). Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menemukan temuan yaitu; pertama, keluarga dan masyarakat memiliki peran yang sangat besar di dalam menentukan identitas milenial; Kedua, kreatifitas muncul dari adanya budaya hedonisme (menyenangkan diri sendiri) mengekspresikan dirinya sendiri; Ketiga, sosial media sebagai sarana ekpresi milenial membentuk prilaku, sekaligus cerminan masyarakat; Keempat, tantangan bagi para pendidik di era globalisasi semakin tinggiKata Kunci: Citayam Fashion Week; Generasi Milenial; Pendidikan Masyarakat; Fashion
Peran Majelis Ta’lim dalam Penguatan Aqidah Masyarakat Muslim Indonesia di Los Angeles Amerika (Studi Kasus IMFO) Sutisna Sutisna; Indriya Indriya; Intan Dwi Wijayanti
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2983

Abstract

Amerika Serikat negara yang mayoritas penduduknya non-muslim menjadi daya tarik tersendiri bagi para tokoh cendekiawan Muslim dari berbagai dunia, untuk melakukan dakwah sekaligus pengembangan keilmuan. Salah satu cara yang dilakukan oleh Indonesia Muslim Foundation (IMFO) sebagai organisasi Muslim Indonesia di Amerika, khususnya di LA dan sekitarnya diawali dengan mendirikan Majelis Ta’lim. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kehidupan keagamaan Muslim Indonesia yang berdomisili di Los Angeles Amerika, terutama dalam kaitannya dengan peran Majelis Ta’lim sebagai penguatan Aqidah masyarakat Muslim. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode library research, dimana penelitian menggunakan berbagai literatur baik buku, catatan, maupun laporan hasil dari penelitian terdahulu dalam pengambilan datanya. Hasil penelitian yang peneliti peroleh yaitu pertama, Majelis Ta’lim sebagai lembaga pendidikan nonformal menjadi modal sosial dan kultural masyarakat Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya. Kedua, Indonesia Muslim Foundation (IMFO) sebagai wadah menunjukkan identitas diri untuk memperjelas eksistensi Muslim Indonesia di USA. Ketiga, pengokohan tuntutan identitas keberislaman masyarakat Muslim di Los Angeles Amerika Serikat.