Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Keefektifan Kalimat dalam Naskah Soal Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas VIII SMP Ida Sholehah Rahayu; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.761 KB)

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of sentences in the questions that include unity of question statement ideas, cohesiveness and cohesiveness question statement, the emphasis of the core of question statement, the variation of question statement, alignment of questions statement, and the spelling of Indonesian language. This study used descriptive qualitative method. Sources of data in this study are all sentences in the script of final exam of the odd semester of class VIII SMPN 1 covering three subjects, namely Bahasa Indonesia, Civics Education and Social Sciences. The result of the research showed that the phrase composed in the text of the three subjects, qualifies the effectiveness of the sentence, namely the unity of the statement, the cohesiveness and cohesiveness of the statement, the emphasis of the statement, the variation of the statement, and the alignment of the statement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam soal yang meliputi kesatuan gagasan pernyataan soal, kepaduan dan kekompakan pernyataan soal, penekanan inti pernyataan soal, variasi pernyataan soal, kesejajaran pernyataan soal, dan ejaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat dalam naskah soal ujian akhir semester ganjil kelas VIII SMPN 1 meliputi tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat yang disusun dalam naskah soal ketiga mata pelajaran tersebut, memenuhi syarat keefektifan kalimat yaitu kesatuan gagasan pernyataan, kepaduan dan kekompakan pernyataan, penekanan inti pernyataan, variasi pernyataan, dan kesejararan bentuk pernyataan soal.Kata kunci: keefektifan, kalimat, naskah soal
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SMKN 1 TALANGPADANG DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR Fenty Tryana Sari; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.995 KB)

Abstract

This research purposes to describe the structure and uses the language rules of report text of observation result of tenth grade of SMK Negeri 1 Talangpadang and it used as teaching material in SMK. The method used descriptive qualitative. The results showed that the structure text of observation report of tenth grade students of SMK Negeri 1 Talangpadang, such as general description, description per section, and description of benefits. The linguistic rules showed that used nouns, adjectives, verbs material, blur words in the name of the writing, copula, words that stated grouping, and not using technical words. The structure and the linguistic rules used as teaching material of tenth grade at Basic Competence 3.2 Analyzing content and linguistic aspects of minimum two report texts of observation Curriculum 2013, 2017 revised edition. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Talangpadang dan pemanfaatannya sebagai materi ajar di SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Talangpadang meliputi deskripsi umum, deskripsi per bagian, dan deskripsi manfaat. Adapun kaidah kebahasaannya menunjukkan banyak menggunakan nomina, adjektiva, kata kerja material, melesapkan kata yang mengatasnamakan penulis, kopula, kata yang menyatakan pengelompokan, dan tidak menggunakan kata-kata teknis. Struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi ini dimanfaatkan sebagai materi ajar pembelajaran bahasa Indonesia kelas X Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Keywords: observation report text, linguistic rules, teaching material
Penggunaan Konjungsi pada Makalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Deacy Permata Sari; Sumarti Sumarti; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.656 KB)

Abstract

This research describes the used of conjunctions on students papers in medical faculty university of Lampung in 2017 and the implication on the learning of Bahasa Indonesia in college. The method in this research was descriptive qualitative. The data source in this research was papers. Data collecting technique in this research was documentation technique. Based on the research, the used of conjunction on student papers is 2010 to the accuracy of 1908 (95 %) and inaccuracy 102 (5 %) conjunctions. The conjunctions include 802 coordinating conjunctions, 1099 subordinating conjunction, 24 correlative conjunction, and 85 intersentence conjunction. The used of conjunctions on students papers can be used as teaching material in effective sentence learning in college.Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tahun 2017 dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah makalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Berdasarkan penelitian, penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa berjumlah 2010 penggunaan dengan ketepatan 1908 (95%) dan ketidaktepatan 102 (5%) penggunaan. Konjungsi tersebut meliputi konjungsi koordinatif berjumlah 802, konjungsi subordinatif berjumlah 1.099, konjungsi korelatif berjumlah 24, dan konjungsi antarkalimat berjumlah 85 penggunaan. Penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa dapat dijadikan bahan ajar dalam membelajarkan kalimat efektif di perguruan tinggi.Kata kunci: penggunaan konjungsi, makalah mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Teks Eksplanasi Kompleks dalam Media Massa dan Pemanfaatannya Sebagai Materi Ajar Yuliyana Susanti; Sumarti Sumarti; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.077 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the structure and the use of linguistic rules in complex explanatory texts in mass media and to design teaching materials for the second grade students of senior high school. This study used a qualitative approach and descriptive method. This study found that the complex explanatory text structure was in accordance with the theory. The linguistic rules of complex explanatory texts which were found were dominated by the use of time-markers because both chronological and causal texts were accompanied by adverbs of time. The teaching material which was produced was the outcome that was suitable for learning to understand the structure and rules of complex explanatory texts in the second grade students of senior high school.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan teks eksplanasi kompleks dalam media massa dan merancang materi ajar untuk SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deksriptif. Penelitian ini menemukan bahwa struktur teks eksplanasi kompleks yang ditemukan sesuai dengan teori. Kaidah kebahasaan teks eksplanasi kompleks yang ditemukan didominasi dengan penggunaan kata penunjuk keterangan waktu karena baik teks yang bersifat kronologis maupun kausalitas disertai dengan kata penunjuk keterangan waktu. Materi ajar yang dihasilkan ialah outcome yang cocok untuk pembelajaran memahami struktur dan kaidah teks eksplanasi kompleks di SMA Kelas XI.Kata kunci: teks eksplanasi kompleks, media massa,  dan materi ajar
Penggunaan Bahasa Pada Teks Ceramah Siswa Kelas XI SMAN 1 Banjar Margo TA 2017/2018 Ardion Pandu Winata; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.611 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the used of language in the essay of high school students of class XI. The method used was qualitative descriptive method. The results showed the use of language in the essay of high school students XI tends to be right. It is based on the results of the discussion which shows the level of spelling accuracy and the effectiveness of the sentence is more dominant than the inaccuracy of spelling and the ineffectiveness of the sentence. The accuracy of language usage is 93.65% and language usability is 6.35%. The accuracy of spelling use is found in many aspects of basic and derived words, whereas inaccuracy is found in many aspects of capitalization. The effectiveness of a sentence is found in all the features of effective sentences ie correspondence, parallelism, assertiveness, austerity, precision, cohesion, and logic. The ineffectiveness of sentences is often found on the characteristics of parenting. The ineffectiveness is mostly caused by the subject of unclear sentences.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI cenderung tepat. Hal tersebut berdasar pada hasil pembahasan yang menunjukkan tingkat ketepatan ejaan dan keefektifan kalimat lebih dominan dibanding ketidaktepatan ejaan dan ketidakefektifan kalimat. Ketepatan penggunaan bahasa 93,65% dan ketidaktepatan penggunaan bahasa 6,35%. Ketepatan penggunaan ejaan banyak ditemukan pada aspek penulisan kata dasar dan kata turunan, sedangkan ketidaktepatan banyak ditemukan pada aspek pemakaian huruf kapital. Keefektifan kalimat ditemukan pada seluruh ciri kalimat efektif yakni kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan. Ketidakefektifan kalimat banyak ditemukan pada ciri kesepadan. Ketidakefektifan tersebut banyak disebabkan oleh subjek kalimat yang tidak jelas.Kata kunci: ejaan, kalimat, penggunaan bahasa
ILOCUTIONARY ACTS IN THE DIALOG OF CEMARA FAMILY FILM CHARACTERS AND ITS IMPLICATIONS FOR INDONESIAN LANGUAGE LEARNING IN HIGH SCHOOL Sumarti Sumarti; Rian Andri Prasetya; Novita Maharani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to decribe the illocutionary acts contained in the film Keluarga Cemara and their implications for learning Indonesian in senior high school. This study used descriptive qualitative methods. The technique used in this research is the free-of-conversation listening technique (SBLC) followed by the note-taking technique. The data analysis technique used in this research is heuristic data analysis technique. The results showed that there were types of illocutionary acts in the film dialog of Keluarga Cemara, which consisted of assertive, directive, commissive, expressive, and declarative speech acts. The illocutionary acts are spoken either directly or indirectly using declarative, imperative, and interrogative speech modes. The dominating illocutionary act is the directive illocutionary act. The dominant speech form is the direct speech act. This research is implicated as an Indonesian language learning material in class XI senior high school regarding drama texts. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak ilokusi yang terdapat dalam film Keluarga Cemara dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis tindak ilokusi pada dialog film Keluarga Cemara yang terdiri atas tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak ilokusi tersebut dituturkan baik secara langsung maupun secara tidak langsung menggunakan modus tuturan deklaratif, imperatif, dan interogatif. Tindak ilokusi yang mendominasi adalah tindak ilokusi direktif. Bentuk tuturan yang mendominasi adalah tindak tutur langsung. Penelitian ini diimplikasikan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas (SMA) kelas XI mengenai teks drama. Keywords : pragmatic, speech acts, illocutionary.
THE USE OF AFIX IN THE TEXT OF OBSERVATION REPORT (LHO) IN INDONESIAN TEXT BOOK CLASS X Nadia Oktasari; Sumarti Sumarti; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the use of affixes in the text of the Observation Result Report (LHO) in Indonesian Class X Books. The method used in this study was a qualitative descriptive method. The results showed that the use of affixes in the Observation Report Text (LHO) in Indonesian Class X Textbooks was dominated by the prefix meN-, prefix peN-, prefix se-, prefix ter-, prefix ber-, prefix di-, and prefix prefix. great-. Furthermore, the confixes consist of the per-/-an confix, the di-/-kan confix, the men-/-i confix, the/-an confix, the men-/-kan confix, the pen-/-kan confix, the di- /-i, confix with/-an, and confix with/-an. The suffix consists of the suffix -an and the absorption suffix -wan. The least use of affixes in the LHO text is the use of infixes, namely -em- infixes.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan afiks dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) pada Buku Bahasa Indonesia Kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan afiks dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X didominasi oleh prefiks meN-, prefiks peN-, prefiks se-, prefiks ter-, prefiks ber-, prefiks di-, dan prefiks serapan maha-. Selanjutnya konfiks yang terdiri atas konfiks per-/-an, konfiks di-/-kan, konfiks meN-/-i, konfiks ke-/-an, konfiks meN-/-kan, konfiks peN-/-kan, konfiks di-/-i, konfiks ber-/-kan, dan konfiks ber-/-an. Sufiks terdiri atas sufiks -an dan sufiks serapan -wan. Adapun penggunaan afiks yang paling sedikit pada teks LHO tersebut ialah penggunaan infiks, yakni infiks -em-.Keyword: affixes, prefix, infixes, suffix, confix
Tindak Tutur Direktif Para Tokoh dalam Komik Le Titeuf À La Foiel Karya Glénat dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Prancis di SMA Maria Mountes Cory Nainggolan; Sumarti Sumarti; Nani Kusrini
PRANALA (Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis) Vol 2, No 1 (2019): PRANALA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.665 KB)

Abstract

Cette recherche vise à décrire les actes de langage directives du bande déssiné  Titeuf à La Foiel Tome 13 de Glénat, la réalisation des actes de langage directives et leur implication dans l'apprentissage du français au lycée. C’est une recherche qualificative descriptive qui emploie la technique réduction de données, présentation de données et le tirage  de conclusion. Les résultats indiquent que les actes de langage directives dans le bande déssiné Titeuf à Foile tome 13 de Glénat sont dominées par les actes de demander qui se réalisent sous forme de discours directs et qu’il y a uniquement un donnée qui montre la fonction de demande de permission qui se fait de façon indirecte. Ils peuvent, de plus, s’employer comme sources de référence dans l’apprentissage du français au lycée pour la compétence de base 3.1 de la classe XI et 3.4 de la classe XII.Permasalahan penelitian ini ialah tindak tutur direktif para tokoh dalam komik “Le Titeuf à La Foiel Tome 13” karya Glénat, sehingga tujuan penelitian ini mendeskripsikan tindak tutur direktif dalam komik tersebut, realisasi tindak tutur direktif dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Prancis di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan para tokoh dalam komik Le Titeuf à Foile tome 13 karya Glénat lebih banyak pada fungsi komunikatif tindak tutur direktif menanya yang direalisasikan secara tuturan langsung, dan paling sedikit fungsi komunikatif tindak tutur direktif mengizinkan hanya ada satu data yang direalisasikan secara tuturan tidak langsung. Selain itu, hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Prancis di SMA sebagai referensi sumber belajar di kelas XI dengan Kompetensi Dasar 3.1 dan kelas XII dengan Kompetensi Dasar 3.3Kata kunci: fungsi komunikatif tindak tutur direktif, realisasi tindak tutur direktif, dan Pembelajaran Bahasa Prancis di SMA
Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Bahasa Prancis Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2017/2018 Fina Fitria; Sumarti Sumarti; Nani Kusrini
PRANALA (Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis) Vol 1, No 1 (2018): PRANALA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.446 KB)

Abstract

Cette recherche vise à décrire l’apprentissage de la production du texte descriptif en français chez les élèves de la classe XI IPS 3 SMAN 9 Bandarlampung l’année académique 2017/2018. Dans cette recherche, nous utilisons la méthode descriptive qualificative, tandis que les activités lors de l’apprentissage du texte descriptif en français sont comme les sources de données. Les techniques de collecter des données sont l’observation, la documentation, et l’interview. Le resultat de cette recherche indique que la maîtresse fait trois étapes des activités de l’apprentissage. Les trois activités constituent (1) la planification : la maîtresse rédige la fiche pédagogique (RPP) en accord avec le Permendikbud, (2) la réalisation : les activités de la maîtresse et les élèves pendant l’apprentissage, (3) l’évaluation de l’apprentissage: la maîtresse utiliseun test sous forme d’un essai. Pour la planification, la maîtresse a rédigé la fiche pédagogique (RPP) d’une façon complète qui est en accorde avec les compétences de base (KD) et aussi  les indicateurs. Ensuite pour la réalisation de l’apprentissage, la maîtresse fait trois activités. Ce sont l’introduction, la mise en route, et la clotûre qui impliquent les activités de la maîtresse et les élèves selon l’APKG. Pour l’évaluation d’appréntissage de la production du texte descriptif, la maîtresse utilise le test sous forme d’un essai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks deskripsi bahasa Prancis pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini ialah kegiatan pembelajaran menulis teks deskripsi bahasa Prancis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan caraobservasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan guru melakukan tiga tahap kegiatan dalam pembelajaran. Ketiga kegiatan tersebut mencakup (1)  perencanaan, yaitu guru membuat RPP sesuai dengan Permendikbud, (2) pelaksanaan, yang melibatkan keaktifan siswa dan guru, (3) penilaian pembelajaran, guru menggunakan teknik tes dengan bentuk soal essai. Pada perencanaan guru telah menyusun RPP dengan lengkap berdasarkan KD dan indikator. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru meliputikegiatan pendahuluan, inti, dan penutup  yang melibatkan kegiatan guru dan siswa sesuai dengan APKG. Untuk penilaian pembelajaran menulis teks deskripsi, guru menggunakan jenis tes tertulis dalam bentuk tes uraian/essai.Kata kunci: menulis, pembelajaran bahasa Prancis, teks deskripsi
Verlan dalam Lirik Lagu Rap Prancis Kaaris dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Prancis di SMA Della Deliana; Sumarti Sumarti; Indah Nevira Trisna
PRANALA (Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis) Vol 5, No 1 (2022): PRANALA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.073 KB)

Abstract

RÉSUMÉ Le but de recherche est décrire la forme de verlan retrouvée dans les paroles du rap français de l’album 2.7.0 Kaaris est ses implications dans l’apprentissage du français au lycée. Les données de cette recherche sont tous les mots qui ont été verlanisés ou des mots de verlan dans les paroles du rap français de l'album 2.7.0 Kaaris. Les sources de donées de cette recherche sont 5 paroles de rap français de l'album 2.7.0 Kaaris. Dans cette étude, les données ont été collectées à l'aide de la méthode de lecture attentive et de la technique de lire attentivement sans la participation. De plus, la validité des données de cette étude a été obtenue grâce au jugement d'experts et l’intra-évaluateur. Les résultats de cette étude indiquent qu'il y a 31 données subissant le vocabulaire du verlan. Ces données consistent en 15 verlans de données avec un syllabes, 15 verlans de données avec deux syllabes et 1 verlan de données avec trois syllabes. Les résultats de cette étude peuvent impliqués dans l'apprentissage du français au lycée. Mots-clés :  le verlan, verlanisation, l’apprentissage, les paroles du rap, et le syllabes    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripskan bentuk bahasa verlan yang terdapat dalam lirik lagu rap Prancis Kaaris pada album 2.7.0 serta implikasiya dalam pembelajaran bahasa Prancis di SMA. Data pada penelitian ini adalah seluruh kata yang mengalami verlanisasi pada lirik lagu rap Prancis dalam album 2.7.0 Kaaris. Sumber data pada penelitian ini yaitu 5 lirik lagu rap Prancis dari album 2.7.0 Kaaris. Pada penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Selanjutnya, keabsahan data pada penelitian ini diperoleh melalui expert judgement dan realibilitas intra-rater. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 31 data yang mengalami verlanisasi. Data-data tersebut terdiri atas 15 data verlan dengan satu silaba, 15 data verlan dengan dua silaba, dan 1 data verlan dengan tiga silaba. Hasil penelitian ini kemudian dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Prancis pada tingkat sekolah menengah atas (SMA). Kata kunci : verlan, verlanisasi, pembelajaran, lirik, silabaDOI : 10.23960/pranala.v05.i1.2022.05