Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

POLA ALIH TUTUR PADA PODCAST YOUTUBE SULE CHANNEL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA di SMA Rahmat Prayogi; Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto; Nur Halimah
Edukasi Lingua Sastra Vol 20 No 2 (2022): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v20i2.534

Abstract

The problem discussed in this study is the pattern of speech transfer on the YouTube Podcast Sule Channel and its implications for learning Indonesian in high school. The method used is descriptive qualitative method. The research data source is a YouTube video on the Sule Channel Podcast program with a total duration of 70 minutes 55 seconds. The results of the study indicate that there is a pattern of speakers' speech switching in the YouTube Sule Channel Podcast which is carried out by obtaining, stealing, seizing, replacing, creating, and continuing. The most pattern of speech transfer is the pattern of transfer of speech by means of obtaining, while the pattern of transfer of the least is by way of replacing. The overall research results are 425 data. The context of the manner and tone used by speakers and speech partners in conveying the contents of the utterance is in a serious context, while the communication channel is carried out face-to-face. Meanwhile, the norm used in speech events is mutual respect. The results of this study can be implied in the form of learning scenarios and details of lesson plans for learning Indonesian language debate material for class X SMA. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah pola alih tutur percakapan pada Podcast YouTube Sule Channel dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa video YouTube dalam acara Podcast Sule Channel dengan jumlah durasi 70 menit 55 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola alih tutur narasumber dalam Podcast YouTube Sule Channel yang dilakukan dengan cara memperoleh, mencuri, merebut, mengganti, menciptakan, dan melanjutkan. Pola alih tutur terbanyak ialah pola alih tutur dengan cara memperoleh, sedangkan pola alih tutur tersedikit ialah dengan cara mengganti. Hasil penelitian keseluruhan sebanyak 425 data. Konteks cara dan nada yang digunakan penutur dan mitra tutur dalam penyampaikan isi ujaran ialah dengan konteks serius, sedangkan saluran komunikasinya dilakukan dengan tatap muka langsung. Sementara itu, norma yang digunakan dalam peristiwa tutur ialah saling menghargai Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam bentuk skenario pembelajaran dan rincian RPP untuk pembelajaran bahasa Indonesia materi debat kelas X SMA.
Teacher Direktive Speech Acts In The Indonesian Language Whatsapp Group Class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo and Its Implications For Indonesian Language Learning In Junior High Schools Septi Mustika Rani; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is the directive speech act of the teacher in the Indonesian whatsapp group class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. This study aims to describe the direct and indirect directive speech acts of teachers in the in the whatsapp group and its implications for learning Indonesian in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The data source of this research is the teacher who teaches in the Indonesian whatsapp group Class IX-1. The results of this study indicate that direct speech acts ask for 8 data, direct speech act asking 12 data, direct speech acts rule 9 data, direct speech act prohibits 3 data, direct speech acts allow 7 data, and direct speech acts advising 3 data, while indirect speech acts ask for 2 data, indirect speech acts ask for 4 data, indirect speech acts command 1 data, and indirect speech acts advise 1 data. The results of the communicative form of asking, asking, ordering, prohibiting, permitting, and advising. This research can be implicated in Basic Competence 3.6 examining the structure and linguistic aspects of procedure texts on how to do and how to make something from various sources that are read and heard. The results of the study are implied as material in learning.Masalah dalam penelitian ini ialah tindak tutur direktif guru di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif langsung dan tidak langsung guru di grup whatsapp, fungsi komunikatif tindak tutur direktif guru di grup whatsapp dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa guru yang mengajar di grup whatsapp bahasa Indonesia Kelas IX-1, sedangkan data dalam penelitian ini berupa tindak tutur direktif di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur langsung meminta sebanyak 8 data, tindak tutur langsung menanya 12 data, tindak tutur langsung memerintah 9 data, tindak tutur langsung melarang 3 data, tindak tutur langsung mengizinkan 7 data, dan tindak tutur langsung menasihati 3 data, sedangkan tindak tutur tidak langsung meminta 2 data, tindak tutur tidak langsung menanya 4 data, tindak tutur tidak langsung memerintah 1 data, dan tindak tutur tidak langsung menasihati 1 data. Hasil penelitian fungsi komunikatif berupa menanya, meminta, memerintah, melarang, mengizinkan, dan menasihati. Penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam Kompetensi Dasar 3.6 menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan dan cara membuat sesuatu dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. Hasil penelitian diimplikasikan sebagai materi dalam pembelajaran. Keywords: directive speech act, learning in whatsapp group
PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA KOMUNIKASI KELUARGA JAWA DI KELURAHAN KEDIRI Yerli Agilia Putri; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti; Siti Samhati
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5720

Abstract

ABSTRAK: Bahasa sebagai alat komunikasi selalu digunakan manusia dalam setiap aktivitas sosialnya. Dalam proses berkomunikasi tersebut, seseorang cenderung akan menghadapi kendala-kendala yang menyebabkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan Untuk menghilangkan kendala dalam komunikasi tersebut, penutur dan mitra tutur dituntut untuk menyadari bahwa ada kaidah-kaidah kebahasaan yang harus ditaatinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana komunikasi keluarga Jawa di Kelurahan Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berwujud tuturan percakapan di lingkungan keluarga Jawa. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik simak-rekam-catat. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana komunikasi keluarga umumnya selalu mematuhi prinsip kerja sama. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama juga ditemukan dalam wacana komunikasi keluarga tapi tidak mendominasi. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama adakalanya dilakukan secara sengaja untuk mencapai tujuan-tujuan lain dalam konteks yang lebih luas.KATA KUNCI: pematuhan; pelanggaran; prinsip kerja sama; wacana komunikasi keluarga  PRINCIPLES OF COOPERATION IN THE DISCUSSION OF JAVA FAMILY COMMUNICATIONS IN KELURAHAN KEDIRI ABSTRACT: Language as a communication tool is always used by humans in every social activity. In the process of communicating, a person tends to face obstacles that cause communication to not work as expected. This study aims to describe the compliance and violation of the principle of cooperation in the discourse of Javanese family communication in Kediri Village. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The research data is in the form of conversational speech in a Javanese family environment. The research data was collected through the watch-record-record technique. The collected data was then analyzed descriptively using interactive techniques. The results of the study indicate that in the discourse of family communication generally always adhere to the principle of cooperation. Violations of the cooperative principle are also found in family communication discourse but do not dominate. Violations of the cooperative principle are sometimes carried out intentionally to achieve other goals in a wider context.KEYWORDS: compliance; violation; the principle of cooperation; family communication discourse
PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA SASTRA DAN ILMIAH BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEKOTA METRO Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti; Rian Andri Prasetya; Fajar Riyantika
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 1 April (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This training activity to improve the skills of writing literary and scientific works for junior high school students throughout Metro City aims to: (1) increase literary and linguistic knowledge, (2) improve the ability to write literary works and scientific works. This activity has increased literary and linguistic knowledge, as well as improved the ability to write literary works among junior high school students in Metro City. The existence of training to improve the skills of writing literary and scientific works is expected to foster motivation and increase the enthusiasm of the participants to write various sources of inspiration into literary and scientific works. This motivation can grow, among other things, due to the meeting of children's writers, where they can feel the joy of being a writer. They are also increasingly convinced that anyone who means it can become a writer. In addition, the participants also obtained an overview of the procedure for publishing works to various print media. Kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan menulis karya sastra dan ilmiah untuk siswa SMP se-Kota Metro ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan kesastraan dan kebahasaan, (2) meningkatkan kemampuan menulis karya sastra dan karya ilmiah. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan kesastraan dan kebahasaan, serta meningkatkan kemampuan menulis karya sastra di kalangan siswa SMP di Kota Metro. Adanya pelatihan peningkatan keterampilan menulis karya sastra dan ilmiah ini diharapkan menumbuhkan motivasi dan meningkatkan semangat para peserta untuk menuliskan berbagai sumber ilham menjadi karya sastra dan ilmiah. Motivasi ini dapat tumbuh di antaranya disebabkan adanya jumpa penulis anak, di mana mereka bisa merasakan senangnya menjadi seorang penulis. Mereka pun semakin yakin bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh bisa menjadi seorang penulis. Selain itu, para peserta juga memperoleh gambaran tentang prosedur mempublikasikan karya ke berbagai media cetak.
A PELATIHAN PENYUSUNAN MATERI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS WEB PUSAT PPK KEMDIKBUD BAGI GURU-GURU SMA YP UNILA BANDARLAMPUNG Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto; Rian Andri Prasetya; Fajar Riyantika
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 2 September (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan penyusunan materi penguatan pendidikan karakter berbasis WEB Pusat PPK Kemdibud bagi guru-guru SMA YP Unila ini bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme para guru SMA YP Unila dalam hal penguatan pendidikan karakter (PPK). Pelatihan ini akan menerapkan model penemuan atau discovery learning dan problem base learning, yakni semua peserta aktif menemukan konten atau materi PPK dalam web Pusata PPK Kemendikbud RI serta menyelesaikan permasalahan karakter negatif peserta didik dengan materi-materi dari web tersebut. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan penyelesaian masalah berupa penugasan. Tempat pelatihan dilaksanakan di SMA Yayasan Pembina Universitas Lampung . Jumlah peserta pelatihan ini ditargetkan sebanyak 25 orang yang terdiri atas para guru semua mata pelajaran yang ada di SMA YP Unila. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari proses dan hasil pelatihan. Indikator keberhasilan proses meliputi, keaktifan, kerja sama, dan tanggung jawab yang dinilai melalui pengamatan atau observasi. Penilaian unjuk kerja dilakukan ketika peserta secara berkelompok mempresentasikan hasil berselancar dalam web Pusat PPK, meliputi konten/materi penguatan pendidikan karakter, portal praktik baik, serta metode pembentukan karakter tersebut. Adapun evaluasi terhadap hasil kegiatan diukur berdasarkan penguasaan materi pelatihan yang meliputi hasil latihan penyelesaian masalah karakter peserta didik dengan materi dan strategi yang bersumber dari web pusat PPK   This training activity for the preparation of material for strengthening character education based on the WEB Center ofthe Ministry of Education and Culture for YP Unila High School teachers aims to develop the professionalism of YP Unila High School teachers in terms of strengthening character education (PPK). This training will apply a discovery learning model and problem base learning, where all participants actively find kDp content or material on the Ministry of Education and Culture's PPK Center web and solve students' negative character problems with materials from the web. The methods used in this training are lectures, questions and answers, discussions, demonstrations, and problem solving in the form of assignments. The training venue was held at the Pembina Foundation Senior High School, University of Lampung. The number of participants for this training is targeted at 25 people consisting of teachers of all subjects at SMA YP Unila. The success of this activity is measured by the process and results of the training. The indicators ofthe success of the process include activeness, cooperation, and responsibility which are assessed through observation or observation. Performance assessment is carried out when participants in groups present the results of surfing the KDP Center web, including content/materialsforstrengthening character education, good practice portals, and methods of character building. The evaluation ofthe results ofthe activity is measured based on the mastery of the training material which includes the results of the problem solving exercise of the character of the students with materials and strategies sourced from the PPK central web.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBANTU CANVA BAGI GURU SMK YAPEMA GADINGREJO PRINGSEWU SEBAGAI MEDIA AJAR ALTERNATIF DI ERA MERDEKA BELAJAR Ayu Setiyo Putri; Heru Prasetyo; Munaris; Sumarti; Mulyanto Widodo
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 2 September (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran amat bergantung dengan kualitas pengajar dan media ajar yang digunakan oleh guru di kelas. Alhasil, guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Sejumlah komponen yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar amat mendukung terlaksananya pembelajaran efektif dan juga efisien demi tercapainya capaian pembelajaran. Pengajar di SMK Yapema Gadingrejo Pringsewu berusaha menghadirkan pembelajaran dan media yang seusai dengan kebutuhan zaman dan menyesuaikan peserta didik. Pembelajaran konvensional saat ini masih mengandalkan media ajar cetak yang kerap tidak begitu dilirik oleh peserta didik. Pelatihan ini menjembatani keinginan para guru untuk memperbaharui kemampuan penyusunan dan pengembangan media ajar khususnya dalam bentuk video pembelajaran berbasi canva.com. Hal ini dapat terlihat dari hasil response peserta pelatihan yang menyatakan amat terbantu dengan pendampinga ndan pelatihan sehingga mereka paham jenis media dan mengembangkan media tersebut melalui aplikasi canva.com
KONJUNGSI DALAM TEKS PIDATO PERSUASIF KARYA PESERTA DIDIK KELAS IX DI MTsN 1 PESAWARAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Chairunnisa Pratami; Farida Ariyani; Eka Sofia Agustina; Sumarti
Edukasi Lingua Sastra Vol 21 No 1 (2023): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konjungsi dalam teks pidato persuasif karya peserta didik kelas IX di MTsN 1 Pesawaran Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes. Setelah data terkumpul, data diidentifikasi sesuai jenis konjungsi. Kemudian, dianalisis ketepatan dan ketidaktepatan penggunaan konjungsinya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 232 konjungsi dengan 193 data penggunaan konjungsi yang tepat dan 39 data penggunaan konjungsi yang tidak tepat. Data konjungsi tersebut diidentifikasi berdasarkan empat jenis konjungsi. Pertama, konjungsi koordinatif ditemukan sebanyak 109 data dengan 88 data penggunaan konjungsi yang tepat dan 21 data penggunaan konjungsi yang tidak tepat. Kedua, konjungsi subordinatif ditemukan sebanyak 93 data dengan 81 data penggunaan konjungsi yang tepat dan 12 data penggunaan konjungsi yang tidak tepat. Ketiga, konjungsi korelatif ditemukan sebanyak 2 data dengan 1 data penggunaan konjungsi yang tepat dan 1 data penggunaan konjungsi yang tidak tepat. Keempat, konjungsi antarkalimat ditemukan sebanyak 28 data dengan 23 data penggunaan konjungsi yang tepat dan 5 data penggunaan konjungsi yang tidak tepat.
Penguatan karakter dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan strategi belajar bahasa Iis Lisnawati; Sumarti Sumarti
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 24, No 1 (2023): AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The character that must be possessed by graduates, especially prospective educators, is complex. Moreover, graduates as prospective educators must not only have the graduate character as predetermined, but also transfer these characters to their students in the future. Therefore, a strategy is needed that makes it easier for students/learners as prospective educators to have the expected character. This study describes character strengthening through speaking learning with using Language Learning Strategies (LLS). This study uses the method of literature study. Character strengthening can be carried out in each LLS stage according to the selected SBB. In other words, strengthening character according to the goals and functions of education, 21st Century HR, Industrial Revolution 4.0, Social Revolution 5.0, and even Merdeka Learning-Independence Campus can be carried out in an integrated manner in speaking learning with using LLS. Keywords: character, speaking learning, Language Learning Strategies
Nilai Penguatan Pendidikan Karakter Integritas dalam Novel Rasa Karya Tere Liye Qori Tri Arviki; Muhammad Fuad; Sumarti; Munaris
Edukasi Lingua Sastra Vol 21 No 2 (2023): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v21i2.770

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah krisis karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai penguatan karakter integritas dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data novel Rasa karya Tere Liye. Objek penelitian ini kata/ kalusa/kalimat/paragraf yang mengandung nilai penguatan pendidikan karakter integritas dalam novel Rasa karya Tere Liye. Pengumpulan data pada penelitian ini berbasis teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) redukasi data, (2) penyajian dan analisis data, (3) penyimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan data nilai karakter integritas dengan subnilai tanggung jawab dan keteladanan. Nilai integritas ini berkaitan dengan sikap untuk dapat dipercaya baik dalam tindakan dan perbuatan maupun komitmen dan kesetiaan pada nilai kemanuasiaan dan moral pada umumnya atau secara universal. Nilai ini dapat dijadikan sebagai rujukan pembelajaran nilai pendidikan karakter di SMA