Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Menumbuhkembangkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik dan Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Dasar Triwiyono Triwiyono; Jan Pieter
Bakti Hayati: Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/bhjpi.v5i1.5575

Abstract

This community service activity aims to develop students' science process skills and improve teachers' competencies through training in the use of basic measuring instruments. The background to this activity is low science process skills and limited learning resources at partner schools. Training is carried out in the preparation, implementation and evaluation stages. Twenty-eight participants, 23 students and five teachers, attended YPPK Teruna Bakti High School in Jayapura City. The training covered measurement concepts and the practical use of measuring instruments such as calipers and micrometers. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills in using measuring instruments. This was supported by the evaluation results, which showed a very positive response: 89% of participants strongly agreed that the material improved their knowledge, 96% strongly agreed that the activity improved their knowledge, and 100% strongly agreed that the training improved their skills in using measuring instruments.
Integrasi Etnomatematika Budaya Papua: Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Media Noken terhadap Hasil Belajar Geometri pada Murid Sekolah Dasar Yongki Dwi Fadhli; Triwiyono Triwiyono; Wigati Yektiningtyas
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9152

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah perlunya mengintegrasikan etnomatematika budaya Papua melalui model Problem Based Learning berbantuan media Noken untuk meningkatkan hasil belajar geometri siswa sekolah dasar sekaligus melestarikan kearifan lokal dalam pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pembelajaran geometri di sekolah dasar sering kali dihadapkan pada rendahnya kemampuan spasial dan pemecahan masalah akibat jarangnya integrasi budaya lokal sebagai jangkar kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika melalui pemanfaatan budaya Papua (media noken) untuk meningkatkan hasil belajar geometri murid sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi (One-Group Pretest-Posttest Design). Penelitian ini melibatkan 30 murid kelas V SD Negeri 3 Abepura sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan geometri pada dua rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perolehan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai murid pada RPP 1 meningkat dari pretest 49,0 menjadi posttest 71,0 dengan skor N-Gain 0,4 (kategori sedang). Pada RPP 2, pemahaman murid semakin matang dengan peningkatan nilai pretest 55,0 menjadi posttest 78,7 dan capaian N-Gain sebesar 0,5 (kategori sedang). Secara akumulatif, penerapan model ini menghasilkan rata-rata skor N-Gain gabungan sebesar 0,45 yang masuk dalam kategori sedang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi noken sebagai representasi kearifan lokal budaya Papua dalam sintaks PBL efektif mentransformasi materi geometri yang abstrak menjadi konkret, interaktif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi kurikulum berbasis kebudayaan lokal untuk mengoptimalkan literasi numerasi murid di tanah Papua.
PEMBELAJARAN MODEL PjBL DENGAN MEDIA CERITA RAKYAT PAPUA SELATAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Welas Riyanti; Aleda Mawene; Triwiyono Triwiyono
Journal of Education Papua Baru Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Education Papua Baru
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v4i2.5193

Abstract

Abstract: Elementary school students' narrative writing skills remain a serious concern because many learners still have limited vocabulary, difficulty organizing ideas, and low motivation to write coherent stories. This article synthesizes the conceptual foundation for implementing Project-Based Learning (PjBL) with South Papuan folktales as contextual learning media to strengthen narrative writing skills in elementary schools. Using a literature review approach, this paper examines theories of PjBL, narrative writing, local wisdom-based media, and relevant previous studies on writing instruction. The synthesis shows that PjBL can guide students through questioning, project planning, investigation, drafting, revision, presentation, and reflection, while South Papuan folktales provide culturally close story material that stimulates imagination, moral reasoning, and cultural identity. The proposed learning design positions folktales not merely as reading texts but as sources for story mapping, collaborative discussion, narrative reconstruction, and authentic written products. This conceptual model is expected to support teachers in designing meaningful writing instruction that improves language competence, creativity, critical thinking, and appreciation of local culture. Keywords: Project-Based Learning; South Papuan Folktales; Narrative Writing; Local Wisdom and Elementary School.   Abstrak: Keterampilan menulis narasi peserta didik sekolah dasar masih menjadi persoalan karena banyak peserta didik memiliki kosakata terbatas, kesulitan mengorganisasi gagasan, dan motivasi rendah dalam menyusun cerita yang runtut. Artikel ini mensintesis landasan konseptual penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dengan media cerita rakyat Papua Selatan sebagai media pembelajaran kontekstual untuk memperkuat keterampilan menulis narasi di sekolah dasar. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini menelaah teori PjBL, keterampilan menulis narasi, media berbasis kearifan lokal, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran menulis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PjBL dapat membimbing peserta didik melalui pertanyaan pemantik, perencanaan proyek, investigasi, penyusunan draf, revisi, presentasi, dan refleksi, sedangkan cerita rakyat Papua Selatan menyediakan bahan cerita yang dekat dengan budaya peserta didik, merangsang imajinasi, penalaran moral, dan identitas budaya. Model konseptual ini menempatkan cerita rakyat tidak sekadar sebagai teks bacaan, tetapi sebagai sumber pemetaan cerita, diskusi kolaboratif, rekonstruksi narasi, dan produk tulisan autentik. Kata kunci: Project-Based Learning; Cerita Rakyat Papua Selatan; Menulis Narasi; Kearifan Lokal dan Sekolah Dasar