The teaching and learning process that develops active, creative, and innovative student skills is very important in today's era. So that students have 21st century skills that support their self-development. One technique that can be done in learning Jurisprudence is to be creative in making video presentations in groups. The problem raised in this study is how to apply Jurisprudence learning with the technique of making video presentations that are oriented to develop 21st century skills? The research method used was a quantitative method with the subject of research being 28 students of MAN Kotawaringin Timur class X Religion 1 and 2. Data mining using closed questionnaires and open questionnaires. Analysis of closed questionnaire data using percentages and open questionnaire data using descriptive analysis. The results of this study showed that after students made videos and presented their videos, the average score obtained was very good (93), students' 21st century skills developed well, ranging from critical thinking and problem solving, creativity, communication, and collaboration (4C). In addition to these 4Cs, student learning outcomes are also very good, and encourage students to be enthusiastic about learning, interesting, fun, and get new experiences. Abstrak Proses belajar mengajar yang mengembangkan keterampilan siswa aktif, kreatif, dan inovatif sangat penting dilakukan di era sekarang ini. Sehingga siswa memiliki keterampilan abad 21 yang mendukung pengembangan dirinya. Salah satu teknik yang bisa lakukan dalam pembelajaran Fikih adalah dengan berkreasi membuat video presentasi secara berkelompok. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pembelajaran Fikih dengan teknik membuat video presentasi yang berorientasi untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa MAN Kotawaringin Timur kelas XII Keagamaan 1 dan 2 berjumlah 28 orang. Penggalian data menggunakan angket tertutup dan angket terbuka. Analisis data angket tertutup menggunakan persentase dan data angket terbuka menggunakan analisis deskriptif.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah siswa membuat video dan mempresentasikan videonya, rata-rata nilai yang diperoleh sangat baik (93), keterampilan abad 21 siswa berkembang dengan baik, mulai dari critical thinking and problem solving, creativity, communication, dan collaboration (4C). Selain 4C ini, hal ini juga mendorong siswa untuk antusias belajar, menarik, menyenangkan, dan mendapat pengalaman baru.