Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Financial Literacy Terhadap Financial Wellbeing Melalui Financial Management Behavior Sebagai Variabel Intervening Pada Generasi Z di Makassar Mutia Sirwaty; Muhammad Nur Abdi; Nasrullah Nasrullah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial literacy terhadap financial wellbeing melalui financial management behavior sebagai variabel intervening pada Generasi Z di Kota Makassar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kemudahan akses layanan keuangan digital yang dinikmati Generasi Z dengan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-5 yang disebarkan kepada 140 responden Generasi Z berusia 18-29 tahun di Kota Makassar, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria Hair et al. (2019). Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS 4, mencakup evaluasi outer model, inner model, dan pengujian hipotesis. Hasil pengujian outer model menunjukkan bahwa seluruh indikator telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, dengan nilai outer loading di atas 0,70, Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50, Composite Reliability di atas 0,70, dan Cronbach's Alpha di atas 0,70. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior dan financial wellbeing, financial management behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial wellbeing, serta financial management behavior mampu memediasi pengaruh financial literacy terhadap financial wellbeing secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan perlu diwujudkan dalam bentuk perilaku pengelolaan keuangan yang nyata agar mampu mendorong kesejahteraan finansial Generasi Z secara berkelanjutan.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Mewujudkan Sekolah Sehat dan Berkarakter pada Siswa Kelas IV SDI Andi Tonro Makassar Suardi Suardi; Tri Gustaf Said; Fifi Arfiani; Aqilah Salsabila; Nasrullah Nasrullah; Muslim Muslim; Rachmat Alim Taqwa; Faisal Rifki
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3245

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan sosial dan pendidikan di lingkungan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan tersebut ialah program sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan bagi siswa kelas IV SDI Andi Tonro Makassar. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat program sekolah sehat serta menanamkan kebiasaan hidup bersih dan berkarakter positif sejak usia sekolah dasar. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi praktik mencuci tangan menggunakan standar enam langkah WHO, simulasi edukatif dengan media boneka tangan, serta pembagian paket perlengkapan kebersihan sebagai stimulus penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pelaksanaan, siswa menunjukkan respons dan keterlibatan yang sangat baik, tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi, praktik mencuci tangan, dan pemahaman yang meningkat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih. Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi PHBS memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat siswa serta mendukung terciptanya budaya sekolah sehat dan berkarakter.
Pengaruh Inflasi dan Nilai Tukar terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Otomotif Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tenri Andani Putri; Masrullah Masrullah; Nasrullah Nasrullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan nilai tukar terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur otomotif yang terdaftar di BEI. Sampel ini diambil dari perusahaan manufaktur otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020- 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI) yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan studi literatur. Dalam penelitian ini, sumber data meliputi data sekunder. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen non tes yaitu tabel kompilasi data yang merangkum data kuantitatif dari BEI, BI dan BPS. Berdasarkan hasil penelitian data menggunakan perhitungan statistik melalui SPSS mengenai pengaruh inflasi dan nilai tukar terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur otomotif yang terdaftar di BE, yaitu inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan subsektor otomotif dan komponen yang ditandai oleh t-hitung (-10,67) < t tabel (1,69). Selain itu, nilai tukar juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan yang ditandai oleh t-hitung (-7,07) < t tabel (1,69). Alhasil investor perlu memperhatikan tingkat inflasi dan nilai tukar sebab dapat memengaruhi harga saham.
Dampak Transformasi Digital dalam Meningkatkan Efisiensi Kinerja Operasional PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan Adri Drajat; Syarifuddin Sulaiman; Nasrullah Nasrullah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi digital dalam meningkatkan efisiensi kinerja operasional pada PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis, kualitas pelayanan, serta daya saing organisasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai implementasi transformasi digital di lingkungan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang terlibat secara langsung dalam penerapan sistem digital pada proses operasional. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital telah diterapkan melalui pemanfaatan berbagai teknologi digital, digitalisasi proses kerja, penggunaan aplikasi pendukung operasional, serta pengembangan layanan berbasis daring yang memudahkan interaksi dengan pelanggan. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap efisiensi kinerja operasional, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan dan kecepatan penyelesaian pekerjaan, produktivitas pegawai, kualitas pelayanan, serta optimalisasi penggunaan waktu dan sumber daya. Faktor yang mendukung keberhasilan transformasi digital meliputi komitmen manajemen, ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi perubahan. Sementara itu, hambatan yang masih dihadapi meliputi gangguan jaringan, kendala teknis pada sistem, serta perlunya peningkatan kompetensi pegawai dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, transformasi digital berperan penting dalam meningkatkan efisiensi kinerja operasional dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Kinerja Pegawai Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Enrekang Muh. Purwandi Dedy; Zalkha Soraya; Nasrullah Nasrullah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Enrekang. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas pegawai, seperti rendahnya pemahaman terhadap tugas dan fungsi, belum optimalnya motivasi dari pimpinan, serta masih adanya permasalahan kedisiplinan yang berdampak pada kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala bidang dan pegawai pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Enrekang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi kualitas kinerja pegawai, yaitu faktor personal, faktor kepemimpinan, faktor kerja sama tim, faktor sistem, dan faktor kontekstual (situasional). Faktor personal belum optimal karena masih terdapat pegawai yang belum memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh serta belum sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Faktor kepemimpinan juga belum optimal, terutama dalam pemberian motivasi, arahan, dan pengawasan. Sebaliknya, faktor kerja sama tim telah berjalan dengan baik melalui koordinasi dan kekompakan antarsesama pegawai. Faktor sistem dinilai cukup memadai karena didukung oleh sarana dan prasarana kerja yang memadai. Sementara itu, faktor kontekstual masih memerlukan peningkatan, khususnya dalam aspek disiplin kerja dan pengawasan selama jam kerja. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, dan disiplin kerja perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai