Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DAYA DUKUNG FUNGSI LINDUNG PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Stefani Azzahrah; Muhammad Rizqi Fathullah; Muhammad Yusuf Ridhani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung fungsi lindung berdasarkan rasio ketersediaan dan kebutuhan lahan terhadap kawasan lindung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer dan sekunder. Hutan lindung dipilih sebagai bahan kajian untuk melihat kondisi riil saat ini, terutama mengenai alih fungsi lahan dan pemanfaatannya sebagai lahan produksi. Penelitian ini menghasilkan pengaruh fungsi lindung terhadap pembangunan di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menjadi lokasi penelitian, sehingga diketahui dampak yang akan ditimbulkan jika kawasan fungsi lindung tidak terjaga dengan baik dan menyebabkan dampak ketidakseimbangan lingkungan
KARAKTERISTIK KELURAHAN KUIN UTARA, KOTA BANJARMASIN Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.726

Abstract

Kehidupan bermukim merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yaitu kebutuhan primer yang dapat membuat manusia sejahtera dengan hidup layak sesuai derajat kemanusiaannya. Bertambahnya jumlah penduduk yang semakin pesat akan mengakibatkan kebutuhan permukiman semakin besar. Daerah perkotaan menghadapi ancaman semakin tingginya kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan tempat tinggal yang merupakan indikator penururnan kualitas lingkungan permukiman. Tahun 1934 Kampung Kuin dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Kampung Kuin Utara dan Kampung Kuin Selatan yang dibatasi oleh Sungai Kuin. Kampung Kuin Selatan dilakukan pemekaran pada tahun 1979 menjadi Kampung kuin Selatan dan Kuin Cerucuk sekaligus berubah menjadi kelurahan. Penduduk Kelurahan Kuin Utara terdiri dari berbagai suku dan agama, serta berpotensi berkembang dekat dengan kawasan pelabuhan dan tengah kota atau pusat keramaian. Tujuan penelitian ini ialah untuk Mengetahui karakteristik fisik dengan kondisi eksisting kehidupan sosial budaya di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara. Metode penelitian deduktif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi lapangan ditemukan karakteristik kondisi fisik dan non-fisik pada Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin.
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS RTRW KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Kiky Permana Setiawan; Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.872

Abstract

Perubahan pada aspek eksternal yang perlu diakomodir dalam RTRW karena pelaksanaan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai bagian integral dari pembangunan regional dan nasional pada hakekatnya merupakan suatu proses yang bersifat integratif baik dalam tataran perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian yang dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada aspek internal ditandai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sedemikian pesat, dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan pertanian yang menuntut upaya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pembangunan dari segala sektor yang ada secara sinergis, berkesinambungan dan pro lingkungan. Perencanaan tata ruang wilayah yang berlandaskan pada daya dukung dan daya tampung lingkungan akan menjaga tekanan-tekanan eksternalitas maupun internal yang mempengaruhi terhadap perkembangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ke arah yang semakin terkendali. Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang dijelaskan bahwa dalam proses penyusunan alternatif konsep rencana tata ruang wilayah berdasarkan prinsip optimasi pemanfaatan ruang wilayah kabupaten (ruang darat, ruang laut, ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi) sesuai dengan analisis lingkungan hidup dan/atau mempertimbangkan rekomendasi perbaikan hasil pelaksanaan KLHS. Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap meliputi analisis bio-ekoregion, analisis pemanfaatan ruang, dan analisis pengaruh. rekomendasi hasil penelitian menyepakati perbaikan muatan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program berdasarkan hasil perumusan alternatif, serta memformulasikan tindak lanjut pendukung sebagai konsekuensi dilaksanakannya kebijakan, rencana, dan/atau program
ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI DAN FISIK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dian Anggraini; Muhammad Yusuf Ridhani; Kiky Permana Setiawan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1008

Abstract

Ketimpangan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam pembangunan ekonomi saat ini. Ketimpangan muncul karena tidak adanya perbedaan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kondisi demografis ini dapat mencakup perbedaan tingkat pertumbuhan dan struktur penduduk, perbedaan tingkat kesehatan dan pendidikan. Salah satu ukuran keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana kegiatan perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada periode tertentu. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap kategori dari tahun ke tahun adalah laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketimpangan ekonomi dan fisik kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ditetapkan bahwa tujuan penelitian dari rumusan masalah adalah untuk menganalisis tingkat ketimpangan ekonomi dan fisik di wilayah tersebut.
GIS-Based Zoning for Integrating Geosite Inventory with Spatial Planning: Evidence from Meratus Geopark, Indonesia Fahriani, Rusdasopia; Firdaus, Usman; Ridhani, Muhammad Yusuf; Leliana, Defin Helda; Rahmitiasari, Resita; Setiawan, Kiky Permana
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 3 (2026): Articles In Press Vol 11 No 3 2026
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geopark planning often begins with geosite inventories, yet translating these inventories into spatial planning interpretations remains limited. This study develops a GIS-based zoning interpretation of Meratus Geopark, South Kalimantan, Indonesia, by examining how official geosite distribution, development-potential density, accessibility, formal spatial planning categories, and field-survey evidence jointly shape geopark management implications. Its principal contribution is the development of a reproducible GIS framework that transforms official geosite inventories into analytical zoning to support spatial planning decisions. The analysis used 54 official geosites and combined weighted kernel density estimation, accessibility analysis, spatial plan overlay, and sensitivity–suitability assessment within a GIS framework, with field observations used to validate representative zoning conditions. The results show that Meratus Geopark is spatially differentiated across four routes. The weighted KDE, based on 54 official geosites and 3,647 selected toponymy points, produced a statistically clustered pattern, with a nearest-neighbor index of 0.184, z-score of -11.478, and p-value < 0.001. Accessibility also varies strongly, from the highly accessible Western Route at 8.2 km from Tugu Nol Banjarmasin to the peripheral Northern Route at 121.1 km. The integrated analysis produced five proposed zoning categories: core zone, buffer zone, geopark corridor, limited development zone, and special management zone. The proposed workflow provides planning-relevant evidence for geopark managers and spatial planners to differentiate conservation priorities, visitor-service provision, mobility corridors, and site-specific management needs, while maintaining that the resulting zoning interpretation is analytical rather than legally binding.