Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH LAMA SIMPAN SUHU RUANG DAGING AYAM RAS YANG DIRENDAM LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH BAKTERI, WHC DAN SUSUT MASAK DAGING Surya Agustian; Inggit Kentjonowaty; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat mengenai pemanfaatan air perasan jeruk nipis guna meningkatkan mutu fisik dan tingkat daya simpan daging ayam ras pada suhu ruang khususnya pada jumlah bakteri, WHC dan susut masak daging. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging ayam ras umur 35 hari bagian dada, jeruk nipis (Citrus aurantifolia) umur 28 minggu sebanyak 1 kg, aquades, Nutrient Agar (NA), dan alkohol 70%, plastik polyethylene (PE), kertas wathman 42 diameter 11 cm, kertas grafik.  Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara lama perendaman (P=0, Q=3, Q=6, dan R=9 jam) dan konsentrasi (A=10, B=15, dan C=20%)  Analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi lama simpan pada suhu ruang dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah bakteri dan WHC (Water Holding Capacity) namun tidak berpengaruh nyata terhadap susut masak daging. Hasil dari perhitungan bakteri hasil transformasi adalah CP=  5,43 ± 0,04; CQ= 5,54 ± 0,09; CR= 5,73 ± 0,10; CS= 5,99c± 0,02; BP=5,79 ± 0,02; BQ= 5,87 ± 0,02; BR= 5,92 ±   0,01; BS= 5,99 ± 0,01; AP= 6,10 ± 0,02; AQ= 6,20 ± 0,01; AR= 6,34 ± 0,04; AS=6,45 ± 0,02. Hasil dari perhitungan WHC (%) CS= 5; CR= 6; CQ= 7; BS= 8; CP= 9; BR= 10; BQ= 11; BP= 13; AS= 14; AR= 18; AQ= 22; AP= 25, dan untuk hasil susut masak (%) adalah AP= 46; AQ= 48; AR= 48; AS= 50; BP= 50; BQ=51; BR= 54; BS= 55; CP= 56; CQ= 58; CR= 59; CS= 60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi larutan jeruk nipis akan semakin mampu menurunkan jumlah bakteri dan WHC namun meningkatkan nilai susut masaknya, semakin lama penyimpanan daging ayam ras akan semakin meningkatkan jumlah bakteri dan menurunkan nilai WHC serta meningkatkan nilai susut masaknya. Disarankan bahwa sebelum menyimpan daging ayam ras pada suhu ruang sebaiknya direndam dalam air perasan jeruk nipis terlebih dahulu dan dianjurkan untuk tidak menyimpan daging ayam ras selama lebih dari 6 jam pada suhu ruang meskipun telah direndam dalam larutan jeruk nipis.
PENGARUH RASIO PENGGUNAAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN TEBON JAGUNG DALAM PAKAN TOTAL MIXED RATION TERHADAP PRODUKSI DAN BJ SUSU SAPI PFH Muhammad Adibul Ichsan; Umi Kalsum; Sumartono sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio penggunaan konsentrat dan hijauan tebon jagung dalam pakan Total Mixation Ration (TMR) terhadap produksi dan BJ susu sapi PFH di Desa Dadapan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Jawa Timur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi PFH berjumlah 9 ekor pada laktasi keempat. Metode penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) meliputi 3 pakan perlakuan menggunakan pakan konsentrat 20% sampai 40% dari kebutuhan bahan kering dalam pakan TMR, masing-masing perlakuan diulang  tiga kali. Adapun pakan perlakuan yaitu penggunaan berbagai level konsentrat dalam pakan TMR dengan pemberian hijauan segar secara ad libitum. Pakan konsentrat diberikan pada sapi sebelum diberi  hijauan segar. Hasil rata-rata produksi susu segar yaitu (P1) 9,49ᵃ, (P2) 12,11ᵃᵇ, (P3) 15,07ᵇ diketahui bahwa penggunaan konsentrat dan hijauan tebon jagung dalam pakan Total Mixed Ration berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi susu sapi perah PFH dan hasil rata-rata berat jenis susu segar yaitu (P1) 1,02822ᵃ, (P2) 1,02899ᵃᵇ, (P3) 1,02973ᵇ diketahui bahwa penggunaan konsentrat dan hijauan tebon jagung dalam pakan Total Mixed Ration yang di bagi dalam 3 kelompok pemberian konsentrat yaitu 20%, 30%, dan 40% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat jenis susu segar sapi perah PFH. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan konsentrat dalam pakan Total Mixed Ration (TMR) sebesar 20% hingga 40% dari kebutuhan BK pakan dapat meningkatkan produksi dan berat jenis susu sapi perah PFH masa laktasi dan penggunaan konsentrat terbaik adalah 40% (P3) ditambah hijauan tebon jagung secara ad libitum.Kata Kunci: Sapi PFH, konsentrat, tebon jagung, produksi, berat jenis
ANALISIS KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI SIMMENTAL PADA UMUR YANG BERBEDA Envin Fatikhatus Sholikhah; Sumartono sumartono; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas semen segar Sapi Simmental pada umur yang berbeda. Lokasi penelitian di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari menggunakan metode studi kasus dengan mengambil data sekunder bulan Juli, Agustus dan September tahun 2020. Materi yang digunakan yaitu pejantan Sapi Simmental berumur 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan 5 tahun sebanyak 3 ekor per umur pejantan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Variable yang diamati meliputi volume, konsentrasi dan motilitas semen segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada volume semen segar Sapi Simmental dengan hasil analisa yaitu umur 2 tahun (5,2 ml ± 0,5a), umur 3 tahun (6,9 ml ± 0,6b), umur 4 tahun (7,1 ml ± 1,1b), umur 5 tahun (6,6 ml ± 0,9b) apabila terdapat perbedaan antar perlakuan akan dilanjutkan uji Duncan. Umur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsentrasi dan motilitas semen segar Sapi Simmental. Hasil analisa terhadap konsentrasi yaitu umur 2 tahun (1316,5 x106 ± 52,1), umur 3 tahun (1179,3 x106 ± 274,3), umur 3 tahun (1357,8 x106 ± 116,2), umur 4 tahun (1331,9 x106 ± 155,3); dan motilitas umur 2 tahun (76,4% ± 7,2), umur 3 tahun (76,3% ± 1,9), umur 4 tahun (80,7% ± 5,0), umur 5 tahun (77,8% ± 4,7). Kesimpulan penelitian semakin bertambahnya umur maka terjadi peningkatan volume semen, peningkatan volume terjadi pada umur 2 ke 3 tahun. Pejantan dapat mulai ditampung pada umur 2 tahun. Diharapkan dilakukan penelitian kualitas semen segar pejantan berumur lebih dari 5 tahun.Kata Kunci :  konsentrasi, motilitas, sapi, Simmental, umur, volume
PENGARUH PENAMBAHAN SARI SEMANGKA DAN TOMAT DALAM PENGENCER ANDROMED PADA BERBAGAI LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER Fadly Noviyandi; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitianaini b.ertujuan..u.ntuk mengevaluasi \pengaruh penambahan sari semangka dan tomat dalam pengencer andromed pada berbagai lama simpan terhadap kualitas semen Kambing Boer. Ma.teri ya.ng digunakan da.lam pen.elitian i.ni ad.alah sem.en se.gar kam.bing b.oer umur 3 tahun dansari semangka dan tomat serta pengencer andromed. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggu.nakan R.ancangan Aca.k Le.ngkap (R.A.L) pola factorial d.engan 2 f.aktor pe.rlakuan d.an 3 ulangan Faktor pertama adalah konsentrasi sari semangka dan tomat (/K.0:.0/%, /K.1/:.20/%, K.2/:40/% d/a/n K/.3:6/.0%) dan faktor kedua adalah berbagai lama simpan (L/0:0/Jam,/L1:2/Jam, L/2:4J/am, L/3:6/Jam)..Variable yang ..diamati. . adalah .Motilitas .individu .dan. Viabilitas individu semen. . segar kambing Boer. D.ata yan.g di.peroleh dianalisa de.ngan Analy.sis o.f Va.ri.ance (AN.O.VA) da.n di.lanju.tkan den.gan u.ji B.ed.a Ny.a.ta Terkecil (BNT)... Berdasarkan ..analisis ragam didapatkan hasil penelitian yang di peroleh menunjukan penambahan sari semangka dan tomat pada berbagai lama simpan berpengaruh sangat nyata P(0,01). Penambahan sari semangka dan tomat 20, 40% dan 60% dan berbagai lama simpan hingga 6 jam menghasilkan persentase motilitas danviabilitas yang semakin menurun. Saran dari penelitian ini adalah agar menurunkan level konsentrasi sari semangka dan tomat serta lama penyimpanan agar memperoleh hasil yang terbaik sebagai bahanpengencer spermatozoa.Katakunci:..Kambing Boer,..Spermatozoa,..Sari Semangka dan Tomat, Kualitas SpermatozoaKambing Boer.
PENGARUH PENAMBAHAN BIO ORGANIK SUPLEMEN PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH Handrian Firmansah; Sumartono Sumartono; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pemberian Bio Organik Suplemen (BOS) terhadap performance burung puyuh petelur. Materi penelitian ini burung puyuh petelur lokal sebanyak 160 ekor umur 6 bulan dan pakan lengkap puyuh BP 104 dengan kandungan nutrisi PK 20%. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan berisi 10 ekor. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0= tanpa bio organik suplemen ( kontrol ) P1 = menggunakan bio organik suplemen dengan dosis 0,5 ml per liter air minum P2 = menggunakan bio organik suplemen 1ml per liter air minum dan P3 = menggunakan bio organik Suplemen 1,5 ml/liter air minum. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, produksi telur, Feed convertion Ratio (FCR), berat telur per butir dan Quail day Production (QDP). Hasil analisa ragam diperoleh bahwa penggunaan campuran BOS dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada produksi telur, FCR, dan QDP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik pada air minum dengan dosis 1,5 ml per liter air minum dapat mengoptimalkan terhadap Produksi telur, Feed convertion Ratio, Quail Day production pada puyuh petelur.Kata kunci : Puyuh, Bio organik suplemen, Konsumsi pakan, Produksi telur