Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SEAGRI

FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI MASYARAKAT DALAM KEPUTUSAN KONSUMSI TERHADAP PRODUK REMPAH (JAMU) Melyana Febryantari Wardana; Nikmatul Khoiriyah; Titis Surya Maha Rianti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 10, No 4 (2022): Seagri Volume 10 Nomor 4 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.618 KB)

Abstract

AbstrakPermintaan pasar terhadap produk rempah (jamu) meningkat tetapi produktivitas masih belum sebanding dengan permintaan. Dalam memenuhi permintaan pasar, produsen lebih memperhatikan preferensi masyarakat terhadap suatu produk tersebut untuk dapat mempengaruhi masyarakat dalam keputusan konsumsi pada produk rempah (jamu). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi keputusan konsumsi terhadap produk rempah (jamu). Penelitian ini dilakukan di Kota Malang. Penentuan sampel menggunakan metode convinience sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Penilaian kuesioner menggunakan skor likert dan dianalisis regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi keputusan konsumsi adalah pendapatan dengan nilai terbesar 0,342. Hal tersebut dikarenakan pendapatan berpengaruh terhadap keputusan konsumsi, dimana masyarakat dalam mengkonsumsi produk rempah (jamu) menyesuaikan dengan keadaan perekonomian atau pendapatan. Dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan produsen dalam meningkatkan kualitas produk yang disesuaikan dengan preferensi masyarakat dan harga jual yang ditawarkan terjangkau agar dapat memenuhi permintaan pasar.Kata kunci: Keputusan konsumsi, produk rempah (jamu)
Perilaku Konsumen dalam Pembelian Beras Organik di Kota Malang Ni Made Putri Agustini Dharma; Nikmatul Khoiriyah; Titis Surya Maha Rianti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 9, No 3 (2021): Seagri Volume 9 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.803 KB)

Abstract

Abstrak Semakin maraknya produk-produk yang berbahan kimia dipasaran, menyebabkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam mengonsumsi makanan bebas bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku konsumen yang berpengaruh terhadap pembelian beras organik. Penelitian dilakukan di Lai-lai Supermarket, Ranch Market, Super Indo, Hypermart, Transmart, Toko Grosir, dan Toko Tradisional di Kota Malang. Pengambilan data dilakukan secara online melalui google form. Pengambilan sampel dilakukan secara convinience sampling dengan sampel sebanyak 100 konsumen. Pendekatan penelitian adalah metode kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya kesehatan, ketersediaan produk, harga, kemasan, kualitas, dan bebas bahan kimia mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli beras organik. Sedangkan pentingnya ramah lingkungan, trend, dan gaya hidup tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli beras organik. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi perilaku konsumen beras organik yang membantu dalam keberlangsungan pemasaran beras organik. Kata Kunci : Perilaku Konsumen, Beras Organik, Bebas Bahan Kimia
Efisiensi Teknis Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum L.) di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu Malang dengan Pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis) Shinta Pramesti Suryo Putri; Zainul Arifin; Titis Surya Maha Rianti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 9, No 4 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (SEAGRI)
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.719 KB)

Abstract

ABSTRAKEfisiensi teknis merupakan kemampuan petani mengalokasikan sejumlah input tertentu untuk memperoleh output tertinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur efisiensi teknis usahatani kentang di Desa Sumber Brantas. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 33 responden petani kentang di Desa Sumber Brantas. Pendekatan yang digunakan yaitu data envelopment analysis (DEA) dengan asumsi Constan Return to Scale (CRS) melalui pendekatan input oriented dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani kentang. Hasil penelitian menunjukan rata-rata petani kentang di Desa Sumber Brantas belum efisien. Petani yang sudah efisien (TE=1) sebanyak 12 petani. sedangkan sisanya sebanyak 21 petani merupakan petani yang tidak efisien (TE<1). Salah satu penyebab ketidakefisienan usahatani yaitu penggunaan input produksi yang berlebihan. Petani dapat mengurangi penggunaan bibit, pupuk kandang dan pupuk TSP dalam usahataninya.Kata Kunci: Kentang, DEA, Efisiensi Teknis
EFISIENSI USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA TERGAMBANG KECAMATAN BANCAR KABUPATEN TUBAN Eeb Saifullah Fatah; Sri Hindarti; Titis Surya Maha Rianti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 8 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 8 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProduksi cabai rawit di Kecamatan Bancar memiliki kesenjangan yang besar dengan produksi cabai rawit di Kecamatan Grabagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usahatani cabai rawit yang dilakukan petani di Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Penelitian dilakukan di Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban selama 2 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 71 petani cabai rawit. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan cara analisis biaya usahatani (TC), analisis penerimaan usahatani (TR), analisis pendapatan usahatani dan analisis efisiensi usahatani cabai rawit (R/C). Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani cabai rawit di Desa Tergambang sudah efisien atau layak untuk diusahakan. Hal ini bisa diketahui dari nilai R/C rasio yang didapat setelah dilakukan analisis dimana nilai R/C rasio yang diperoleh lebih besar dari 1 yakni sebesar 1,95. Hal ini berarti setiap petani mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 1, maka petani cabai rawit akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,95. Rata-rata biaya usahatani yang dikeluarkan oleh petani cabai rawit di Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban yaitu sebesar Rp. 44.929.452,21/Ha. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani cabai rawit yaitu sebesar Rp. 82.379.740,22/Ha, sedangkan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit di Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban yaitu sebesar sebesar Rp. 37.450.288,01/Ha.Kata kunci: Efisiensi usahatani, Cabai rawit