Irawati, Selvi Misnia
Geophysical Engineering, Institut Teknologi Sumatra (ITERA) Jalan Terusan Ryacudu, Lampung Selatan 35365, Indonesia

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Geosaintek

ESTIMASI KEDALAMAN STRUKTUR SESAR MENGGUNAKAN DEKONVOLUSI EULER BERDASARKAN DATA GAYABERAT STUDI KASUS: CHURCHILL COUNTY NEVADA Merizki Ade Mahendra; Purwaditya Nugraha; Selvi Misnia Irawati
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.18418

Abstract

Churchill County, Nevada merupakan daerah yang aktif secara seismik dan berada pada peringkat ketiga di Amerika Serikat setelah Alaska dan California. Wilayah ini termasuk dalam formasi Basin and Range, yang dikenal memiliki tingkat aktivitas seismik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasikan kedalaman sumber anomali bawah permukaan bumi di daerah penelitian menggunakan metode Dekonvolusi Euler berdasarkan data gayaberat. Metode ini diuji dengan data sintetik untuk mengevaluasi akurasi estimasi kedalaman. Hasil analisis Dekonvolusi Euler menunjukkan pola sebaran titik sumber anomali dengan kedalaman yang bervariasi. Terdeteksi adanya dugaan struktur sesar memanjang dengan arah utara-selatan pada kedalaman antara 13,7 hingga 217,6 meter, memisahkan Pegunungan Eetz, Pegunungan Sehoo, dan Cekungan Salt Wells. Selain itu, dugaan sill juga terdeteksi dengan titik sumber anomali terletak secara horizontal pada kedalaman rata-rata 150-500 meter, serta dike dengan titik sumber anomali lain yang menumpuk pada kedalaman rata-rata 350-750 meter. Terdapat pula dugaan adanya sumber anomali berbentuk sphere dengan estimasi kedalaman sekitar 750 hingga 978 meter. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang struktur geologi bawah permukaan di wilayah Churchill County, Nevada.
ANALISIS DATA MAGNETOTELLURIK MENGGUNAKAN TENSOR FASE DAN PEMODELAN 2D BAWAH PERMUKAAN (STUDI KASUS CAMAS PRAIRIE, IDAHO, AMERIKA SERIKAT) Lita Maharani; Andri Yadi Paembonan; Selvi Misnia Irawati
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.17646

Abstract

Metode geofisika yang umum diaplikasikan dalam eksplorasi geotermal adalah metode Magnetotelurik (MT), yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik alami. Pada pengukuran metode Magnetotelurik sering menghasilkan data lapangan yang terpengaruh oleh gangguan atau distorsi, yang dapat mengurangi keakuratan hasil interpretasi struktur di bawah permukaan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang akurat, diperlukan analisis seperti tensor fase guna mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang tidak terpengaruh oleh distorsi galvanik. Hasil analisis di daerah penelitian menunjukkan dominasi dimensionalitas 2D yang mengarah ke Barat Laut-Tenggara dengan arah strike N1050E. Model inversi 2D mengungkapkan adanya lapisan resistivitas rendah (1-10 Ωm), yang diduga merupakan zona alterasi yang menjadi batuan penudung. Terdapat juga lapisan dengan nilai resistivitas 10-25 Ωm diduga sebagai lempung pasiran (Sandy Clay), dan nilai resistivitas 25-50 Ωm merepresentasikan lapisan pasir. Pada resistivitas 50-70 Ωm, diduga sebagai basal, sementara pada resistivitas tinggi (200-1000 Ωm) diduga sebagai granit yang berperan sebagai reservoir dengan tipe hot dry rock di dasar intrusif magma. Terlihat adanya struktur sesar dextral-normal Pothole sebagai daerah pelepasan di manifestasi air panas  Barron.