Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Produksi Asap Cair dari Limbah Kopi di Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Bazlina Dawami Afrah; M Ihsan Riady; Tuti Indah Sari; Fitri Hadiah; Novia Sumardi; Siti Istiani Pratiwi; Ahmad Julianto; Agung Dwi Aryansyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9101

Abstract

Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tanaman kopi selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah berupa batang dan kulit buah kopi yang memiliki potensi bahan untuk pembuatan asap cair untuk pengganti pestisida sintetik dan penggumpal lateks. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi asap cair sebagai bahan pestisida sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Desa Karang Tanding menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk ekonomis yang berasal dari limbah tanaman kopi. Kegiatan ini disambut oleh 1.146 orang yang mayoritas mata pencahariannya di sektor perkebunan. Pemanfaatan limbah kopi melibatkan masyarakat dan mahasiswa termasuk penyiapan materi dan pengolahan lanjutan dengan protokol COVID-19 yang direkomendasikan. Kegiatan selanjutnya merupakan sosialisasi penggunaan alat yang diikuti ± 20 masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengedukasi masyarakat lain dan mengaplikasikan langsung pada perkebunan desa Karang Tanding seluas ± 400 Ha. Produk asap cair yang dihasilkan dengan pemurnian asap cair dapat menghasilkan peptisida alami yang aman bagi sektor perkebunan.
Can the Right to A Good and Healthy Environment be Claimed as a Human Right? Achmad Romsan; Meria Utama; Irsan Irsan; Akhmad Idris; Tuti Indah Sari; Azhar Azhar; Herwin Herwin; Marieska Verawaty; Hamet Hashemi; Maysam Aboutalebi Najafabadi
Sriwijaya Law Review Volume 8 Issue 1, January 2024
Publisher : Faculty of Law, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/slrev.Vol8.Iss1.1537.pp197-212

Abstract

Land fires in South Sumatra are an annual problem during the long dry season. It was recorded that in 2015, 2016, 2017, and 2018, the land fires spread massively in the four districts of South Sumatra. The peatlands located within oil palm plantations in the Districts of Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, and the district of Ogan Ilir were the source of the fire. The haze not only attracts national but also international attention. Besides human contribution to land fire, climate change should also be considered. The role of El Nino makes the season uncertain. Land fires affect human health and other human activities in the affected areas. Three legal instruments guarantee and protect the people's right to the environment, i.e., The 1945 Indonesian Constitution, the 2009 Law No. 32 on the Environment, and the 1999 Law No. 39 on Human Rights. The problem raised herein is to what extent people can claim the right to a clean environment as human rights guaranteed and protected in those legal instruments. The results of the discussion show that those three legal instruments do not protect people whose human rights have been violated. This is because 2000 Law No. 26 on Human Rights has no jurisdiction over environmental matters. It is suggested that establishing a special Environmental Court is the solution to protect community environmental human rights cases.
Extraction of K2CO3 from empty palm fruit bunch ash and properties analysis Cindi Pakpahan; Susila Arita; Tuti Indah Sari; Leily Nurul Komariah; Fitri Hadiah; Nino Renaldi
Jurnal Teknik Kimia Vol 30 No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v30i1.2355

Abstract

Empty oil palm fruit bunches (EPFB) are the largest solid waste generated from palm oil mills. Accounting for 21-23 % of the total fresh fruit bunches. EFB ash contains K (Potassium) which can be recovered as K2CO3 through extraction. This research aims to recover K2CO3 from empty oil palm fruit bunches (EPFB) as a catalyst raw material because it is alkaline using the K2CO3 extraction method from the ash of empty oil palm fruit bunches (EPFB), which begins with a combustion process at a temperature of 700 oC to obtain ash. Ash extraction was carried out in 2 stages using water as a solvent. The K2CO3 yield from empty palm fruit bunch ash reached 57.28 %. The alkalinity test showed that the K2CO3 content in the solid extract reached 85.91 %. The properties of the ash and K2CO3 produced were analyzed using XRF, XRD and FTIR. The results of XRF analysis show that the potassium content in the ash contains the element K (potassium) which is quite large, namely 71.24 % and after extraction the purity of potassium oxide reaches 97.08 %. XRD analysis of the results of the synthesis of potassium carbonate from empty oil palm fruit bunches showed that the intensity of the material beam was obtained in a 2ϴ pattern which was lower than the intensity pattern of pure potassium carbonate. The results of FTIR analysis show that the spectrum of carbonate ions from the EPFB C-O bend is visible at 1359,879 and 700.75 cm-1 and these results are similaire to the pure carbonate ion vibration mode.
PEMBUATAN HIDROGEL BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL (PVA)/KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC)/MINYAK ASIRI SERAI MENGGUNAKAN METODE CHEMICAL CROSSLINKED Tuti Indah Sari; Prahady Susmanto; Muhammad Hatta Dahlan; Natasya Islami Kamega; Amalia Pratiwi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidrogel pembalut luka berbasis polivinil alkohol (PVA)/karboksimetil selulosa (CMC)/minyak asiri serai dengan asam sitrat sebagai agen pengikat silang (crosslink agent). Penambahan minyak asiri serai dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hidrogel. Penggunaan asam sitrat sebagai crosslink agent untuk meningkatkan sifat mekanik hidrogel yang dihasilkan. Formulasi hidrogel yang digunakan adalah PVA 10% (v/v) dan CMC 6% (v/v) dengan variasi jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel dikarakterisasi dengan fourier transform infrared (FTIR) dan scanning electron microscope (SEM) serta dianalisis dengan uji kuat tarik, daya serap air (swelling), dan aktivitas antibakteri. Pengujian kemampuan antibakteri dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah asam sitrat mengakibatkan nilai tensile strength yang semakin tinggi dan elongation at break yang menurun. Peningkatan minyak asiri serai menyebabkan penurunan nilai tensile strength dan elongation at break. Persentase swelling menurun dengan peningkatan jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel pembalut luka menunjukkan potensi yang baik ditandai dengan kemampuan antibakteri yang tinggi, yaitu dengan diameter zona bening rata-rata tertinggi sebesar 11,39 mm. Hasil tertinggi terdapat pada hidrogel dengan minyak asiri sebanyak 0,4 mL dan asam sitrat 2 % yang menunjukkan semakin banyak jumlah minyak asiri serai dan asam yang ditambahkan, semakin baik sifat antibakteri pada hidrogel.