Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

UJi coba zeolit alam Bayah Sebagai katalisator Pada Reaksi ESterifikasi antara gliserol dan asam Asetat Nuryoto Nuryoto; Rudi Hartono; Isti Uswatun Hasanah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2018
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v7i2.3814

Abstract

Gliserol sebagai produk samping biodiesel merupakan bahan  baku yang mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.  Mengkontakan asam asetat  dengan gliserol akan menghasilkan produk baru berupa triasetin,  yang akan  mampu meningkatkan nilai guna dari gliserol itu sendiri. Observasi terhadap penggunaan zeolit alam berbasis sumber daya alam lokal sebagai katalisator dapat menjadi titik tolak pencarian katalisator yang murah. Hasil pengamatan terhadap zeolit alam Bayah- Banten yang dilakukan pada rentang konsentrasi pengasaman 1-2 N asam sulfat, waktu pengasaman 1-2 jam, konsentrasi katalisator 3-5 % massa gliserol, dan perbandingan pereaksi 5:1-7:1 mol asam asetat/mol gliserol, pada pengadukan 600 rpm menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi pengasaman dan waktu pengasaman berdampak baik pada perolehan konversi reaktan berupa asam asetat, tetapi peningkatan konsentrasi katalisator dan perbandingan pereaksi justru berdampak sebaliknya. Kondisi operasi reaksi terbaik dicapai pada konsentrasi pengasaman 2 N asam sulfat, waktu pengasaman  2 jam, konsentrasi atalisator 3 % massa gliserol, dan perbandingan pereaksi 5:1 mol asam asetat/mol gliserol dengan konversi asam asetat sebesar 52,04%.
PENGARUH IMPREGNASI KOH PADA KATALIS BENTONIT BOJONG MANIK LEBAK BANTEN DALAM SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Meri Yulvianti; Agus Rochmat; Ali Faozin; M. Abdurahman Aziz; Sartika Arbantini
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.14723

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel from renewable resources that is more environmentally friendly. This study aimed to obtain the optimum conditions for making biodiesel from used cooking oil based on the percentage of NaOH impregnation on bentonite catalysts from Bojong Manik Lebak Banten. The biodiesel synthesis method used is base transesterification. The impregnation process prepared bentonite as a catalyst at variations of %KOH, namely 20, 26, 31, and 35% (w/w). The biodiesel reaction was carried out at a temperature of 60°C and a reaction time of 3 hours using a 3% catalyst for the amount of used cooking oil. The results were obtained at optimum conditions on a catalyst of 26% KOH (w/w) with a biodiesel yield of 91.2%, density of 0.870 g/mL, the viscosity of 4.1 cSt, the flash point of 129°C, and methyl ester content of 97.48%.
PENGARUH PENAMBAHAN LILIN LEBAH DAN GLISEROL PADA EDIBLE COATING BERBASIS PATI TALAS BENENG TERHADAP KUALITAS BUAH STROBERI Wardalia Wardalia; Nufus Kanani; Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.18000

Abstract

Buah stroberi merupakan komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi namun umur simpannya pendek. Kerusakan buah disebabkan oleh proses respirasi dan transpirasi. Salah satu cara untuk menekan terjadinya transpirasi yaitu dengan aplikasi edible coating berbahan dasar pati alami seperti pati dari talas beneng. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum edible coating dari pati talas beneng dengan campuran lilin lebah dan gliserol terhadap kualitas buah stroberi. Tahapan dalam memproduksi edible coating ini preparasi matrik edible coating dengan cara melarutkan pati dengan konsentrasi 3% dalam akuades. Larutan pati dicampurkan gliserol dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 2% (v/v) lalu masing masing campuran ditambahkan lilin lebah dengan variasi konsentrasi 0,4; 0,8; dan 1,6% (w/v). Hasil analisis menunjukkan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng pada hari ke 5 didapatkan hasil yang terbaik, dengan penambahan gliserol dengan konsentrasi 1% dan lilin lebah dengan konsentrasi 1,6% memberikan susut bobot dengan nilai terendah 15,7%, menghambat penurunan kadar gula dengan nilai kadar gula 3,2% dan menghambat penurunan kadar vitamin C sebesar 12% sehingga dapat dikatakan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng dengan penambahan gliserol dan lilin lebah dapat meningkatkan kualitas buah stroberi.
A REVIEW OF DEEP EUTECTIC SOLVENTS IN GREEN EXTRACTION OF CHITOSAN: COMPOSITION, EFFICIENCY, AND RECYCLABILITY Kanani, Nufus; Wardalia, Wardalia; Kustiningsih, Indar; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Rusdi, Rusdi; Hartono, Rudi; Heriyanto, Heri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32299

Abstract

Chitosan, a biopolymer derived from chitin-rich biomass such as crustacean shells, has garnered attention for its biodegradability, biocompatibility, and wide-ranging applications. However, conventional chemical extraction methods relying on strong acids and bases pose significant environmental and safety concerns, often leading to molecular degradation and low product quality. This study explores the use of deep eutectic solvents (DESs) as a green alternative for chitosan extraction. DESs, formed from combinations of hydrogen bond donors and acceptors, offer tunable properties, lower toxicity, and recyclability. The article highlights the structural advantages, extraction efficiency, and environmental benefits of DESs over conventional methods. It also examines the integration of process intensification technologies, such as microwave and ultrasound-assisted extraction, to enhance yield and reduce energy consumption. The findings underscore DESs’ potential to produce high-purity chitosan while supporting sustainability goals and industrial scalability, offering a viable pathway toward eco-friendly biopolymer processing.