Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IDENTITAS BUDAYA DAN SOSIAL PADA MAKANAN KHAS DAERAH: TINJAUAN TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT MUSLIM PADA BULAN RAMADAN DI INDONESIA Yanti Mulia Roza; Geofakta Razali; Endang Fatmawati; Syamsuddin Syamsuddin; Guntur Arie Wibowo
Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 4, No 1 (2023): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v4i1.25031

Abstract

This study aims to examine cultural and social identities associated with regional specialties and the consumption behavior of Muslim communities in Indonesia during the month of Ramadan. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The results of the study show that regional specialties play an important role in the cultural and social identity of the Indonesian people, especially during the month of Ramadan. This can be seen from the consumption patterns of the people who prioritize regional specialties as the main menu when breaking the fast. In addition, regional specialties are also a medium for maintaining and developing cultural and social values that exist in society. This research also shows that cultural and social identities associated with regional specialties have influence on the consumption behavior of Muslim communities in Indonesia during the month of Ramadan. This can be seen from the tendency of people to prefer regional specialties that are in accordance with their cultural and religious values, as well as the desire to strengthen identity as part of a particular social group.
Implementing Augmented Reality in Inclusive Education: Experiments and Potential Erni Murniarti; Hadi Prayitno; Guntur Arie Wibowo; Suparmi; Elfi Yuliani Rochmah
International Journal of Science and Society Vol 5 No 4 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i4.765

Abstract

Technological developments often support the development of learning methods, where currently the implementation of e-learning is quite common. Do not miss inclusive school Students can be helped in their education through the use of this technology, namely the use of Augmented Reality. This study aims to look at the implementation and potential that can be provided by the presence of Augmented Reality for inclusive education. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The data used in this study were obtained from the library study method. The results of this study then found that Augmented Reality cannot be implemented in general as a learning medium in schools like other e-learning media. However, the use of Augmented Reality can help educators to provide knowledge for students. In the case of inclusive education, generally, the presence of Augmented Reality has a positive impact and is liked by students. This shows that the existence of Augmented Reality can be useful as a learning medium for inclusive education.
The Influence of Social-Media on Cultural Integration: A Perspective on Digital Sociology Guntur Arie Wibowo; Hanna; Faria Ruhana; Farida M. Arif; Usmaedi
International Journal of Science and Society Vol 5 No 4 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i4.792

Abstract

Technological developments have made social media a part of people's daily lives. The ability of social media to cross geographical boundaries causes a culture change, especially in cultural integration. This research then aims to look at the role of social media in influencing cultural interactions in society. This research will be carried out using a descriptive qualitative approach. The data used in this research comes from various research results and previous studies that are still relevant. The results of this research then show that the presence of social media makes cultural integration more complicated. The presence of social media plays a key role but also provides new challenges in society. Therefore, the importance of wise use of social media in cultural integration is very necessary. To achieve deeper cultural integration, efforts need to be made to minimize risks such as filter bubbles, polarization, and cultural conflicts that can arise in the digital world.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA KELAS X SMAI ASSYAFIAH LOCERET NGANJUK Ahmad Al Karim; Guntur Arie Wibowo; Ika Mindarti Suryo Utomo; Angga Aulia Aswagata
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2841-2848

Abstract

Dalam menghadapi masalah lingkungan yang semakin kompleks, edukasi pengelolaan sampah menjadi esensial untuk mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran lingkungan dan nilai-nilai Pancasila yang terimplementasi dalam perilaku sehari-hari. Kegiatan ini menggunakan metode Community-Based Participatory Research (CBPR) yakni pendekatan yang melibatkan kerja sama aktif antara peneliti dan masyarakat selama proses penelitian dan pengambilan keputusan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, termasuk pemahaman tentang daur ulang, pemilahan sampah, dan pengurangan limbah. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, tanggung jawab, dan rasa peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi pengelolaan sampah dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengimplementasikan profil pelajar Pancasila pada siswa. Melalui edukasi ini, siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk pengembangan kurikulum yang lebih holistik dan terintegrasi, yang memasukkan pendekatan lingkungan dan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari proses pendidikan
Improving Teacher Job Satisfaction Through Organizational Commitment and Organizational Citizenship Behavior in The Digitalization Era Ari Kartiko; Guntur Arie Wibowo; Lisda Van Gobel; Adi Wijayanto; Nanda Saputra
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v8i2.3960

Abstract

To increase the productivity and maximum efficiency of teachers at work, job satisfaction is an important concern for every organization. Increasing job satisfaction is important for organizations to increase commitment and organizational citizen behavior (OCB). The effect of organizational commitment and organizational citizenship behavior (OCB) on teacher job satisfaction is the subject of this research. This research was conducted using a quantitative approach with the help of IBM SPSS version 25, and the research instruments were tested for validity and reliability. 71 respondents were taken as a sample through the census method, and data was collected through a questionnaire. The results showed that the organizational commitment variable (X1) influenced teacher job satisfaction (Y1), as shown by testing the t-test hypothesis, where Tcount>Ttable (5.413>1.995) and a significant level that was less than 0.05, namely (0.021< 0.05). Organizational citizen behavior (OCB) variable (X2) influences job satisfaction (Y1).
PEWARISAN BUDAYA DAN KONSERVASI NILAI MELALUI TRADISI MELAWAT DI SIMEULUE, ACEH Mawadda Rahma; Aulia Rahman; Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 1 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i1.9024

Abstract

Di tengah arus perubahan zaman, menjaga tradisi adalah salah cara untuk menghadapi tantangan modernitas. Ini memungkinkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara perubahan dan pelestarian budaya mereka. Tradisi Melawat di Simeulue memiliki nilai penting dalam mempertahankan budaya lokal, menguatkan ikatan sosial, dan mempromosikan nilai-nilai positif dalam masyarakat. Dengan menjaga dan mewariskan tradisi melawat, masyarakat Simeulue akan merasa terhubung dengan akar budaya mereka sambil menghadapi perubahan zaman yang terus berlanjut. Penelitian ini membahas asal-usul tradisi melawat di Simeulue dan mengidentifikasi kontribusi tradisi melawat dalam melestarikan warisan budaya Simeulue, termasuk upaya pelestarian dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Melawat di Simeulue memiliki akar sejarah yang kuat. Tradisi ini muncul pada saat masyarakat Simeulue pertama kali memeluk agama Islam oleh Teuku di Ujung. Kedatangan Teuku di Ujung bertujuan untuk menyebarkan agama Islam di Simeulue dengan cara mengajak masyarakat Simeulue untuk mengunjungi desa-desa di Kabupaten Simeulue. Inilah yang kemudian melahirkan tradisi Melawat di Simeulue, yang terus berkembang hingga saat ini berkat peran Teuku di Ujung dalam memperkenalkan agama Islam di wilayah tersebut. Selanjutnya, perkembangan tradisi Melawat dari tahun ke tahun mengalami banyak perubahan. Dahulu, transportasinya biasanya menggunakan jalur laut, tetapi sekarang telah berkembang menjadi lebih fleksibel dengan adanya opsi transportasi darat. Pada masa lalu, cara menyampaikan niat untuk berkunjung biasanya dilakukan dengan mengirim kabar melalui orang yang akan pergi ke seberang pulau atau melalui masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini telah mengadopsi metode surat-menyurat sebagai cara yang lebih efisien untuk mengkomunikasikan niat untuk melakukan kunjungan.