Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Linears

Pengaruh Kebutuhan Ruang Terhadap Pengembangan Rumah Tipe 21 dan Tipe 36 di Perumnas Antang Manggala, Makassar Imriyanti Imriyanti
Jurnal Linears Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v3i1.3279

Abstract

ABSTRAK: Rumah menjadi tempat hunian bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan dan melangsungkan aktivitas. Manusia bertindak sebagai penghuni yang cenderung memiliki kebutuhan yang akan bertambah. Kebutuhan ruang cenderung bertambah seiring dengan perkembangan fisik maupun nonfisik dari penghuninya. Perumnas Antang Manggala adalah salah satu perumahan yang dihuni oleh masyarakat dengan ekonomi menengah dengan type rumah 21 dan 36. Rumah di perumahan ini dominan telah mengalami pengembangan kearah depan, samping, belakangdan keatas. Pengembangan ini disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya sehingga menimbulkan permasalahan bagaimana kondisi rumah dan jenis ruang yang dibutuhkan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan rumah tipe 21 dan 36 di Perumnas Antang Manggala. Metode penelitian ini menggunakan metode mix metode antara kualitatif dan kuantitatif, dimana data dianalisis secara deskriptif, deskriptif statistic dan statistic inferensial. Pengembangan rumah type 21 dan 36 di perumahan Perumnas Antang melalui: 1) kondisi rumah yang menjadi sampel telah terjadi penambahan luas bangunan dengan memanfaatkan sisa lahan kosong. 2) ruang-ruang yang dibutuhkan selama pengembangan pada rumah tipe 21 dan tipe 36 adalah ruang keluarga, ruang tamu, ruang tidur, dan dapur. Namun pada rumah tipe 21 memprioritaskan ruang tidur selama penambahan luas bangunan, dan pada rumah tipe 36 memprioritaskan ruang keluarga selama penambahan. Serta adanya kecenderungan pada kedua tipe tersebut melakukan penambahan luas bangunan sebanyak 1-2 kali. Yang mempengaruhi  pengembangan rumah type 21 dan 36 adalah usia, penghasilan kepala keluarga, penghasilan rumah tangga, pendidikan, lama menghuni, jumlah penghuni dan kepemilikan kendaraan.  Kata kunci:  Deskriptif statistic, kebutuhan ruang, kualitatif-kuantitatif,  pengembangan rumah, statistic inferensial.  ABSTRACT: A house is a place for people to meet their needs and carry out activities. Humans act as residents who tend to have needs that will increase. Space requirements tend to increase along with the physical and non-physical development of the inhabitants. Perumnas Antang Manggala is one of the houses that are inhabited by people with a middle economy with housing types 21 and 36. Houses in this dominant housing have experienced development towards the front, side, back and up. This development is adapted to the needs of its inhabitants so that it raises the problem of how the condition of the house and type of space needed as well as factors that influence the development of houses types 21 and 36 in Perumnas Antang Manggala. This research method uses a mix of qualitative and quantitative methods, where data are analyzed descriptively, statistically descriptive and inferential statistics. Development of type 21 and 36 houses in Perumnas Antang housing through 1) the condition of the sample houses has increased the size of the building by utilizing the remaining vacant land. 2) spaces needed for development in type 21 and type 36 houses are family room, living room, bedroom, and kitchen. However, type 21 houses prioritize sleeping space during the addition of building area, and type 36 houses prioritize family rooms during addition. And there is a tendency for both types to increase the building area by 1-2 times. What affects the development of house types 21 and 36 is age, household income, household income, education, length of stay, number of occupants and vehicle ownership. 
RAMAH LINGKUNGAN : Aplikasi Sistem Struktur dan Konstruksi Rumah di Kawasan Permukiman Pesisir Pantai Imriyanti Imriyanti
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.5884

Abstract

Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan sangatlah diharapkan dengan tujuan untuk memberikan nilai kelanjutan pada bahan/material dan bangunan yang ada di berbagai wilayah karena diketahui Indonesia memiliki wilayah perairan yang cukup luas, banyaknya kekayaan alam memberikan daya tarik masyarakat  untuk tinggal di wilayah pesisir pantai, salah satunya di Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar yang memiliki bentuk hunian arsitektur tradisional atau rumah panggung. Bentuk rumah panggung pada hunian masyarakat yang bermukim di segmen pasang-surut dan segmen perairan memberikan ciri khas, hal inilah harus diketahui bagaimana aplikasi struktur dan konstruksi rumah/hunian di wilayah pesisir pantai Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah yang ramah lingkungan dan dapat menyatu dengan topografi wilayah pesisir pantai tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Sistem struktur dan konstruksi hunian di permukiman tersebut menggunakan  kayu dan bambu sebagai material hunian sedangkan sub-struktur menggunakan pondasi umpak/batu dengan kolom balok/bambu, super-struktur menggunakan kayu/papan dengan system sambungan kayu dan up-struktur  menggunakan system kuda-kuda kayu/balok dengan material penutup seng. Sistem struktur dan konstruksi bangunan kayu diarea pesisir pantai mengaplikasikan nilai ramah lingkungan karena material bangunan dapat menyatu dan mengikuti topografi wilayah pesisir pantai kota Makassar