Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakterisasi reservoar dan sumur usulan menggunakan metode seismik inversi acoustic impedance dan multiatribut seismik pada lapangan poseidon, australia Rafi Rilo Pambudi; Bagus Sapto Mulyatno; Muh Sarkowi; Egi Ramdhani; Ordas Dewanto; Rahmat Catur Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.808 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.36

Abstract

Dalam tahap pengembangan lapangan migas dengan mengintegrasikan antara metode seismik inversi acoustic impedance dan analisis multiatribut akan menghasilkan interpretasi data untuk karakterisasi reservoar yang lebih akurat. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi sifat fisis reservoar dari time structure map, volume impedansi akustik, dan volume densitas dari analisis multiatribut yang dilakukan pada lapangan Poseidon cekungan Browse. Kemudian mengkorelasikannya sehingga diketahui zona prospek hidrokarbon. Zona reservoar yang mengindikasikan prospek gas berada pada bagian utara dan timur laut memiliki rentang nilai impedansi akustik rendah antara 28.480 ft/s*g/cc – 35.831 ft/s*g/cc atau 8.680,7 m/s*gr/cc – 10.921,3 m/s*gr/cc, daerah antiklin dengan ketinggian 4909 m – 5008 m, dan densitas yang rendah dengan nilai 2,40 g/cc – 2,51 g/cc. Sumur usulan untuk development area yaitu sumur Rafi 1 terletak pada inline 32245 dan xline 2627 dengan rekomendasi pengeboran pada kedalaman 4909 m hingga 5090 m dan sumur Rilo 1 yang terletak pada inline 3290 dan xline 1880 dengan rekomendasi pengeboran pada kedalaman 5003 m hingga 5086 m.
Menentukan konduktivitas panas formasi pada sumur ais di cekungan sumatera tengah Ordas Dewanto; A Yuliantina
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.904 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.38

Abstract

Kebutuhan manusia akan energi, terlebih energi fosil, dapat dikatakan telah menjadi kebutuhan primer dewasa ini. Salah satu energi fosil yang masih populer digunakan saat ini adalah hidrokarbon, yakni minyak dan gas bumi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka perusahaan minyak dan gas bumi melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi. lmu Geofisika masih menjadi nomor satu dalam dunia eksplorasi hidrokarbon. Salah satu metode Geofisika yang masih menjadi andalan dalam menemukan cadangan hidrokarbon adalah metode Well logging. Well Logging merupakan suatu teknik untuk mendapatkan data bawah permukaan dengan menggunakan alat ukur yang dimasukkan ke dalam lubang sumur, untuk evaluasi formasi dan identifikasi ciri-ciri batuan di bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan zona target di sumur Ais Cekungan Sumatera Tengah dan menentukan konduktivitas panas formasi di Cekungan Sumatera Tengah. Adapun dari penelitian ini didapatkan 26 zona target yaitu didapatkan 15 zona target pada formasi Sihapas dan 11 zona target pada formasi pematang, dan untuk nilai konduktivitas panas formasi Sihapas ialah 4,94 (10-3 cgs) dan konduktivitas panas formasi Pematang ialah 6,54 (10-3 cgs).
Perbandingan nilai porositas hasil perhitungan log dan pengukuran core pada sumur A-1 dan B-1 di cekungan Sumatera Tengah Ordas Dewanto; WP Prihadita
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.427 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.45

Abstract

Eksplorasi akan kebutuhan minyak dan gas bumi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode eksplorasi salah satunya metode well logging. Metode well logging merupakan perekaman data secara kontinu dari pengukuran yang dibuat pada satu lubang bor untuk menyelidiki variasi beberapa sifat fisis dari batuan yang berasal dari pengeboran lubang bor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai porositas pada sumur A-1 dan sumur B-1 menggunakan perhitungan yang kemudian di bandingkan dengan nilai porositas dari hasil pengukuran core. Pada penelitian ini memanfaatkan software Techlog untuk pengolahan data untuk sumur A-1 dan sumur B-1. Adapun dari penelitian ini didapatkan nilai-nilai porositas tiap target nya, dimana pada sumur A-1 memiliki 14 target dan sumur B-1 memiliki 18 target. Hasil dari perbandingan porositas antara hasil perhitungan log dengan pengukuran core memiliki korelasi yang tinggi, dengan nilai r lebih dari 0.5 hal ini menandakan bahwa pada target-target tersebut dapat dilakukan perhitungan, karena hasil perhitungan log sudah cukup sesuai dengan pengukuran core.
Identifikasi Total Organic Carbon pada Sumur BTO Berdasarkan Data Core dan Data Log di Jawa Timur Utara Mulyatno, Bagus Sapto; Dewanto, Ordas; Dani, Ilham; Kumalasari, Isti Nur; Wibisono, Ambrosius Hernawan; Suharso
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan hidrokarbon yang terjadi hingga saat ini disebabkan karenaminyak dan gas bumi masih menjadi sumber energi utama yang digunakan olehmanusia di kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukanekplorasi terhadap daerah – daerah yang diaggap mampu menghasilkan minyak dangas bumi. Dalam metode geofisika ada sebuah metode yang dapat digunakan untukmenganalisis atau mengatahui sumber penghasil minyak dan gas bumi, metodetersebut yaitu metode well logging. Well logging adalah suatu teknik untukmendapatkan data bawah permukaan dengan menggunakan alat ukur yangdimasukkan ke dalam lubang sumur untuk evaluasi formasi dan identifikasi ciri-ciribatuan di bawah permukaan. Untuk mengetahui potensi penghasil minyak dan gasbumi dibutuhkan analisis berupa batuan induk (Source Rock) dengan metodeperhitungan Total Organic Carbon (TOC). Batuan induk sendiri merupakan batuanyang mengandung bahan organik yang nantinya akan menghasilkan minyak dan gasbumi