Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

STUDI SIFAT TERMAL BATUAN DAERAH LAPANGAN PANAS BUMI WAY RATAI BERDASARKAN PENGUKURAN METODE KONDUKTIVITAS TERMAL Ryan Donovan; Karyanto Karyanto; Ordas Dewanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v4i3.44

Abstract

Research on Way Ratai geothermal field has been done by measuring the thermal conductivity method. The thermal conductivity data is used to generate a map of the dispersion of heat conductively conductive rocks in the geothermal system. The result of measurement by thermal conductivity method in Way Ratai geothermal field is data of k (conductivity), Rt (thermal resistivity), and T (temperature). The value of the measured conductivity data in the geothermal field has range between 0.056-0.664 W/mK, the measured thermal resistivity value has range between 1.344-17.527mK/W, and the measured temperature value is between 22.68-52.59°C. The difference value of rock’s thermal conductivity is influenced by several factors, which is the existing geological structures in the field such as normal faults and lineaments, the presence of alteration, also the manifestation zone of hot water or hot vapor that caused from fumaroles.
Edukasi Fenomena Geologi Gua Warak dan Gua Macan Putih untuk Pengembangan Potensi Geowisata di Kota Metro Ilham Dani; Bagus Sapto Mulyatno; Ordas Dewanto; I Gede Boy Darmawan
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.423-428

Abstract

The condition of the Covid-19 pandemic that has occurred since the beginning of 2020 has paralyzed tourism activities in Metro City, Lampung Province. One of the affected tourist objects is the Warak Cave and the Macan Putih Cave, which are located in Tejosari Village, East Metro District. The development of tourist attractions which began to squirm since 2018 was paralyzed due to the outbreak. Entering the new normal era, it can be used as a momentum to introduce the concept of geotourism in Tejosari Village so that the development of tourist objects becomes more attractive in attracting tourists. The method used in this service activity is by direct observation in the field regarding geological conditions which are then disseminated to the community around the cave and to the managers of tourist attractions. The effort made by the service team is to provide counseling about the concept of geotourism and the efforts that can be made to optimize the tourism potential around the cave. The results obtained from this activity are an increase in public knowledge about geological conditions and the concept of geotourism.
Pengaruh Material Clay (Kaolinite/Illite) Terhadap Maturasi dan Potensi Material Organik Untuk Dasar Pengolahan Material Serpih Sebagai Energi Alternatif Pengganti BBM Ordas Dewanto; Bambang Soegijono; Suharso Suharso
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.733 KB)

Abstract

Material serpih atau material organik sejenisnya, masuk dalam kategori kerogen tipe II. Untuk mengembangkan dan membantu proses pengolahan atau pemanfaatan material organik tersebut, maka sangat perlu dilakukan penelitian yang lebih spesifik tentang material serpih berupa kelompok senyawa siklik/alifatik yang berakumulasi di dalam material clay tersebut. Material clay yang mengandung kaolinite/illite tentunya akan sangat mempengaruhi material organik tersebut, misalnya jumlah kandungan organik karbon dalam clay dan kematangan termalnya. Pengukuran tingkat kematangan termal material clay-organik dilakukan berdasarkan harga temperatur maksimum (Tmax) dari analisis pirolisis. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa material clay dengan volume yang lebih besar dari pada material organik ternyata sangat berperan besar dalam proses maturasi. Kemudian jenis material clay yang didominasi oleh material karbonat, hasilnya menunjukkan penurunan pada proses maturasi. Selain itu ditentukan juga tipe material serpih menggunakan data pirolisis rock-eval. Kombinasi antara indeks hidrogen (HI) dan Tmax pada diagram van Krevelen menunjukkan kerogen tipe II yang lebih cenderung berpotensi sebagai minyak dan gas. Kata kunci: material serpih, kerogen, kaolinite/illite, siklik/alifatik, maturasi.
GEOLOGICAL INTERPRETATION OF THE OFFSHORE SEDIMENTARY BASIN OF NORTH CENTRAL JAVA BASED ON SPECTRAL ANALYSIS AND 2D GRAVITY MODELING Restu Ningsih; Imam Setiadi; Riza Rahardiawan; Ordas Dewanto; Rahmi Mulyasari
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 37, No 2 (2022)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/bomg.37.2.2022.788

Abstract

The offshore sedimentary basin of North Central Java is a marine basin located in the northern part of North Serayu Basin. This basin was formed through the uplift of the southern part of Central Java (Bumiayu) caused by the movement of a pair of horizontal faults. Studies of sub-basin delineation and basement configuration are rarely carried out in this basin. Therefore, the gravity method referring to subsurface-density variations was carried out to obtain this information. This research aims to delineate sedimentary basins and interpret the geological subsurface based on gravity data using spectral analysis, highpass and lowpass filters, also 2D gravity modeling. An average estimation depth to the basement in the study area of about 2.22 km was determined using spectral analysis. Qualitative analysis shows the basement-high pattern, sub-basin, and structure lineament patterns. The 2D model shows three layers consisting of the upper sedimentary layer of Tertiary-Neogene and the middle layer of Tertiary-Paleogene sediment with a density value of 2.3 gr/cc and 2.5 gr/cc, respectively. The lower layer has the highest density of 2.67 gr/cc, assumed as a granitic basement. The results of the Second Vertical Derivative (SVD) analysis on the residual anomaly cross-sectional paths indicate the presence of thrust and normal faults which can be used to assist the interpretation of fault structures in subsurface geological models. Gravity analysis of the offshore North Central Java sedimentary basin indicates the occurrence of sub-basins and geological structure patterns that considered as a potential zone for the development of the petroleum system in this area.
Karakterisasi reservoar dan sumur usulan menggunakan metode seismik inversi acoustic impedance dan multiatribut seismik pada lapangan poseidon, australia Rafi Rilo Pambudi; Bagus Sapto Mulyatno; Muh Sarkowi; Egi Ramdhani; Ordas Dewanto; Rahmat Catur Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.808 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.36

Abstract

Dalam tahap pengembangan lapangan migas dengan mengintegrasikan antara metode seismik inversi acoustic impedance dan analisis multiatribut akan menghasilkan interpretasi data untuk karakterisasi reservoar yang lebih akurat. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi sifat fisis reservoar dari time structure map, volume impedansi akustik, dan volume densitas dari analisis multiatribut yang dilakukan pada lapangan Poseidon cekungan Browse. Kemudian mengkorelasikannya sehingga diketahui zona prospek hidrokarbon. Zona reservoar yang mengindikasikan prospek gas berada pada bagian utara dan timur laut memiliki rentang nilai impedansi akustik rendah antara 28.480 ft/s*g/cc – 35.831 ft/s*g/cc atau 8.680,7 m/s*gr/cc – 10.921,3 m/s*gr/cc, daerah antiklin dengan ketinggian 4909 m – 5008 m, dan densitas yang rendah dengan nilai 2,40 g/cc – 2,51 g/cc. Sumur usulan untuk development area yaitu sumur Rafi 1 terletak pada inline 32245 dan xline 2627 dengan rekomendasi pengeboran pada kedalaman 4909 m hingga 5090 m dan sumur Rilo 1 yang terletak pada inline 3290 dan xline 1880 dengan rekomendasi pengeboran pada kedalaman 5003 m hingga 5086 m.
Menentukan konduktivitas panas formasi pada sumur ais di cekungan sumatera tengah Ordas Dewanto; A Yuliantina
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.904 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.38

Abstract

Kebutuhan manusia akan energi, terlebih energi fosil, dapat dikatakan telah menjadi kebutuhan primer dewasa ini. Salah satu energi fosil yang masih populer digunakan saat ini adalah hidrokarbon, yakni minyak dan gas bumi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka perusahaan minyak dan gas bumi melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi. lmu Geofisika masih menjadi nomor satu dalam dunia eksplorasi hidrokarbon. Salah satu metode Geofisika yang masih menjadi andalan dalam menemukan cadangan hidrokarbon adalah metode Well logging. Well Logging merupakan suatu teknik untuk mendapatkan data bawah permukaan dengan menggunakan alat ukur yang dimasukkan ke dalam lubang sumur, untuk evaluasi formasi dan identifikasi ciri-ciri batuan di bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan zona target di sumur Ais Cekungan Sumatera Tengah dan menentukan konduktivitas panas formasi di Cekungan Sumatera Tengah. Adapun dari penelitian ini didapatkan 26 zona target yaitu didapatkan 15 zona target pada formasi Sihapas dan 11 zona target pada formasi pematang, dan untuk nilai konduktivitas panas formasi Sihapas ialah 4,94 (10-3 cgs) dan konduktivitas panas formasi Pematang ialah 6,54 (10-3 cgs).
Perbandingan nilai porositas hasil perhitungan log dan pengukuran core pada sumur A-1 dan B-1 di cekungan Sumatera Tengah Ordas Dewanto; WP Prihadita
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.427 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.45

Abstract

Eksplorasi akan kebutuhan minyak dan gas bumi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode eksplorasi salah satunya metode well logging. Metode well logging merupakan perekaman data secara kontinu dari pengukuran yang dibuat pada satu lubang bor untuk menyelidiki variasi beberapa sifat fisis dari batuan yang berasal dari pengeboran lubang bor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai porositas pada sumur A-1 dan sumur B-1 menggunakan perhitungan yang kemudian di bandingkan dengan nilai porositas dari hasil pengukuran core. Pada penelitian ini memanfaatkan software Techlog untuk pengolahan data untuk sumur A-1 dan sumur B-1. Adapun dari penelitian ini didapatkan nilai-nilai porositas tiap target nya, dimana pada sumur A-1 memiliki 14 target dan sumur B-1 memiliki 18 target. Hasil dari perbandingan porositas antara hasil perhitungan log dengan pengukuran core memiliki korelasi yang tinggi, dengan nilai r lebih dari 0.5 hal ini menandakan bahwa pada target-target tersebut dapat dilakukan perhitungan, karena hasil perhitungan log sudah cukup sesuai dengan pengukuran core.
Pembuatan Ternak Ikan Dan Perkebunan Dengan Memanfaatkan Sumber Air Pegunungan Untuk Meningkatkan Penghasilan Penduduk Desa Batu Keramat Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus Lampung Ordas Dewanto; Bambang Irawan; Rahmat Catur Wibowo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.428

Abstract

Desa Batu Keramat Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung, terletak pada daerah dataran tinggi. Jenis usaha yang mereka lakukan ini sangat prospek untuk ditingkatkan, karena potensi air dari dataran tinggi sangat bagus, maka akan digunakan untuk membuat jenis usaha baru dalam bidang peternakan dan perkebunan. Ada 2 kelompok tani dan ternak sebagai mitra yaitu Eko Makmur Sejahtera dan Yamin Batu Keramat. Kedua mitra tersebut sudah memiliki usaha berkebun seperti padi, sayuran dan buah-buahan. Sedangkan usaha berternaknya adalah ikan. Ada masalah mitra yang timbul pada proses berkebun dan beternak, yaitu masalah pengetahuan dan kebutuhan air. Dari hasil survei, kami menawarkan solusi yaitu dengan memanfaatkan air dari dataran tinggi untuk membuat ternak ikan dan perkebunan. Mata air di dataran tinggi Desa Batu Keramat dapat dimanfaatkan untuk peningkatan usaha petani dan peternak. Selanjutnya untuk menghadapi musim kemarau perlu membuat sumur dengan cara menentukan kedalaman air tanah menggunakan metode Geolistrik. Desain tempat berkebun dan berternak pun perlu disesuaikan dengan saluran air dari dataran tinggi yang menuju ke rumah, tempat berternak dan tempat berkebun. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Participatory Rural Approisal yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan secara keseluruhan. Pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi serta evaluasi untuk melihat efektivitas program sehingga program akan tersosialisasi dengan baik serta efisien. Sasaran demonstrasi, penyuluhan dan pelatihan ditujukan pada petani dan peternak di Desa Batu Keramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang menjadi sasaran. Hasil yang dicapai pada kegiatan Pengabdian ini adalah: (1) Terimplementasinya desain pemanfaatan air dari dataran tinggi menuju tempat usaha mitra; (2) Hasil usaha kelompok petani dan peternak bertambah maju terwujud; (3) Diharapkan masyarakat kelompok petani dan peternak membuat sumur satu persatu; (4) Tersedianya model pembinaan dan pemberdayaan kelompok petani dan peternak terutama pada tahap proses berkebun dan beternak serta pembuatan sumur; (5) Satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Jurnal ber ISSN; (6) Video kegiatan.
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA MENGGUNAKAN ANALISIS ELEKTROFASIES DATA LOG GAMMA-RAY Rahmat Catur Wibowo; Varenza Novita Yandi; Ordas Dewanto; Syamsurijal Rasimeng
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.12628

Abstract

Dalam mengembangkan lapangan produksi minyak dan gas, perlu dilakukan studi lingkungan pengendapan untuk dapat meningkatkan kualitas hasil produksi. Cekungan Jawa Timur Utara sebagian besar merupakan cekungan lepas pantai yang menghasilkan minyak dan gas dengan shale Formasi Ngimbang sebagai batuan induk yang menggenerasikan hidrokarbon ke reservoir berupa batuan karbonat (Formasi Kujung).  Identifikasi lingkungan pengendapan yang dilakukan dengan menganalisa pola kurva log Gamma-Ray (GR) disebut sebagai analisis elektrofasies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa lingkungan pengendapan batuan reservoir karbonat berdasarkan pola yang terbentuk pada log GR. Pola log GR memiliki karakter khusus yang berhubungan dengan pola pengendapan batuan karbonat dan kemudian dihubungkan dengan data biostratigrafi sebagai justifikasi. Dengan menggunakan 3 sumur, didapati adanya pola elektrofasies berupa cylindrical dan funnel yang mengindikasikan tubuh karbonat yang terbentuk berupa keep-up carbonate dan catch-up carbonate yang terendapkan pada lingkungan laut dangkal. Adanya indikator organisme lingkungan laut dangkal seperti microgastropods, byrozoa, dan fragmen cangkang pada data biostratigrafi, mendukung interpretasi elektrofasies berupa lingkungan pengendapan karbonat daerah penelitian terendapkan di lingkungan laut dangkal.
SUBSURFACE GEOLOGICAL INTERPRETATION OF THE NORTH SUNDA ASRI BASIN BASED ON SVD ANALYSIS AND GRAVITY ANOMALY MODELING Hayu Nurfaidah; Imam Setiadi; Muhammad Sarkowi; Ordas Dewanto
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/bomg.38.1.2023.833

Abstract

The Sunda Asri Basin is dominated by normal faults and has little compressional structure. This basin consists of several depocenters with a thickness of up to 6000 m. Among the geophysical methods, gravity analysis has proven to be effective in determining the bedrock configuration and identifying sedimentary basins. This study aims to analyze sedimentary sub-basin patterns, basement height structures, faults, and bedrock configuration using trend surface analysis of polynomial filters. The analysis of polynomial filter show that a 10th-order anomaly yields optimal results. The high correlation value of 0.990925 provides the suitability of a 10th-order anomaly for qualitative interpretation. Spectral analysis results indicate an average bedrock depth of about 2.75 km within the Sunda Asri Basin. Furthermore, this analysis reveals the presence of 14 sedimentary sub-basin patterns in this area. The gravity modeling results indicate that the top layer has a density value of 2.37 g/cc, which interpreted as Pleistocene Tertiary sediment. The second layer consists of Tertiary-Miocene sediment with a density value of 2.28 g/cc, while the third layer comprises of Pre-Tertiary sedimentary rock at a density of 2.02 g /cc. The bottom layer of the model corresponds to metamorphic bedrock with a density 2.7 g/cc. SVD (Second Vertical Derivative) analysis successfully identified the presence of normal and thrust fault structures