Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Mechanical

Perancangan Dan Pembuatan Curling Dies Untuk Penekukan Pelat Engsel Tipe Butt Dengan Sistem Press Yanuar Burhanuddin
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam produksi engsel terdapat dua kategori utama pengerjaannya yaitu pemotongan (Cutting) dan penekukan (bending). Proses pemotongan ini bertujuan memotong material berupa lembaran logam (pelat) dibuat sesuai dengan ukuran engsel, sedangkan proses penekukan (bending) bertujuan untuk membentuk pelat hasil pemotongan melingkar. Penekukan melingkar dengan sistem press, dilakukan dengan dua langkah kerja yaitu dengan penekukan 900 atau setengah lingkaran kemudian dilanjutkan dengan penekanan sampai berbentuk melingkar. Untuk menekuk pelat engsel sampai bentuk melingkar dibutuhkan waktu yang lama karena dengan dua kali pengerjaan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membuat cetakan penekukan (Curling Dies) untuk membentuk pelat engsel melingkar dengan satu langkah pengerjaan menggunakan sistem tekan.Pada penelitian ini merancang curling dies, pemodelan dengan Solidworks, simulasi mampu bentuk dengan Deform 3D, membuat curling dies dan menguji kemampuan curling dies pada penekukan melingkar pelat engsel. Penelitian dilakukan di Laboratorium Produksi-Jurusan Teknik Mesin dan Laboratorium Produksi SMKN 2 Bandar Lampung. Pengujian dilakukan dengan melihat mampu bentuk melingkar pelat engsel dengan mesin pres. Dari pengujian yang dilakukan sebanyak 2 kali percobaan pada masing-masing bagian engsel tipe butt. Pada tekanan menekuk engsel pada simulasi, tegangan terbesar adalah 672 MPa pada step 87. Dari perancangan dan pembuatan curling dies engsel pintu tipe Butt ini dapat ditekuk dengan sekali tekan. Untuk mendapatkan mampu bentuk pelat engsel AISI 1015 tebal 1mm menjadi lingkaran dibutuhkan tekanan dari mesin pres hidrolik sebesar 10 kg/cm.Kata kunci : Software Solidworks, SoftwareDeform 3D, engsel tipe butt, curling dies, bending 
Effect of Cutting Parameter Variation on Drilling of AISI 1045: Experimental and Simulation Yanuar Burhanuddin
JURNAL MECHANICAL Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This work is focused on the study of the effect of spindle speed and feed rate on the tool temperature distribution in the drilling of AISI-1045 steel. The e data were collected under different cutting conditions. The maximum tool temperature is predicted during the drilling using finite element simulation techniques. The predicted temperature was compared to the measured temperature. The result shows the finite element simulation is reasonable.  Analyses show that the range of temperature from 157 °C to 288 °C. The difference between measured temperature and simulated temperature are in the range of 17-38%. The s increased in accordance with the increasing of cutting speed and feed. Keywords: drilling, spindle speed, feed, tool edge, maximum temperature
PENERAPAN PENILAIAN KEKASARAN PERMUKAAN (SURFACE ROUGHNESS ASSESSMENT) BERBASIS VISI PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA S45C Yanuar Burhanuddin
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukaan sebuah benda kerja memegang peranan penting terhadap kualitas suatu produk dalam proses pemesinan. Kekasaran permukaan diukur secara langsung menggunakan alat pengukur kekasaran permukaan. Cara lain adalah dengan pengukuran secara tidak langsung. Pada penelitian ini kekasaran permukaan diukur secara tidak langsung menggunakan teknik pengolahan citra dijital yang diaplikasikan pada proses pemesinan. Benda kerja (material baja S45C) dibubut menggunakan pahat jenis HSS dilakukan dengan memvariasikan beberapa kondisi pemotongan. Kecepatan potong (ν) yang digunakan adalah 53,38 m/menit, 78,50 m/menit, dan 119,32 m/menit. Pemakanan (f) yaitu 0,1 mm/rev, 0,15 mm/rev dan 0,25 mm/rev. Sedangkan kedalaman potong ditetapkan konstan yaitu 0,5 mm. Untuk melihat pengaruh nose radius (rε) terhadap kekasaran permukaan maka digunakan pahat yang mempunyai nose radius 0,4 mm dan 0,8 mm. Setelah selesai pemotongan   akan dilakukan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan surface tester. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan citra permukaan benda kerja menggunakan kamera dijital biasa. Citra ini kemudian diolah dan dianalisis profil intensitasnya dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB 7.0. Dari pengukuran kekasaran permukaan menggunakan surface tester dan analisis citra dijital diperoleh perbandingan kekasaran permukaan beberapa spesimen.  Selisih kekasaran permukaan hasil pengukuran dan analisis citra di antara 0,0018 – 0,0136 µm (sangat kecil). Kekasaran permukaan spesimen 3 (pada v=53,38 m/menit;  f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) hasil pengukuran adalah 3,22 (µm) sedangkan hasil analisis citra adalah 3,2336 (µm).  Pada spesimen dengan nomor citra 6 (v=53,38 m/menit;  f=0,1 mm/rev; rε=0,8 mm) kekasaran permukaan yang  diperoleh dari pengukuran adalah 2,50 (µm) dan hasil analisis citra adalah 2,5044 (µm). Pada spesimen dengan nomor citra 13 (v=119,32 m/menit;  f=0,25 mm/rev; rε=0,4 mm) kekasaran permukaan yang  diperoleh dari pengukuran adalah 2,15 (µm) dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis citra adalah 2,1518 (µm). Spesimen dengan nomor citra 15 (v=119,32 m/menit; f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) nilai kekasaran permukaan pengukuran adalah 2,86 (µm) dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis citra adalah 2,8524 (µm).Kata Kunci: kekasaran permukaan, pemrosesan citra dijital, machine vision
Effect of Cutting Parameter Variation on Drilling of AISI 1045: Experimental and Simulation Yanuar Burhanuddin
JURNAL MECHANICAL Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This work is focused on the study of the effect of spindle speed and feed rate on the tool temperature distribution in the drilling of AISI-1045 steel. The e data were collected under different cutting conditions. The maximum tool temperature is predicted during the drilling using finite element simulation techniques. The predicted temperature was compared to the measured temperature. The result shows the finite element simulation is reasonable.  Analyses show that the range of temperature from 157 °C to 288 °C. The difference between measured temperature and simulated temperature are in the range of 17-38%. The s increased in accordance with the increasing of cutting speed and feed. Keywords: drilling, spindle speed, feed, tool edge, maximum temperature..
Optimisasi Ketebalan Dinding Model Atap Menara Siger Pada Proses Injection Molding Yanuar Burhanuddin; Suryadiwansa Harun; Lapri Aries Pukesa
JURNAL MECHANICAL Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v6.i2.201511

Abstract

Produk berbahan baku plastik semakin banyak dijumpai, mulai dari peralatan rumah, komponen elektronik hingga otomotif. Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan yang dimiliki oleh plastik seperti ringan dan tahan karat, lebih murah dibandingkan dengan produk logam atau kayu serta proses pengerjaannya relatif mudah. Proses pembentukan produk plastik yang palingg umum digunakan adalah injection molding. Penggunaan plastik yang semakin mendominasi penggunaan material menuntut suatu usaha untuk mengurangi waktu dan biaya produksi, salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan program simulasi sebelum dilaksanakan di lantai produksi. Dengan simulasi pemoderan dapat diketahui ketebalan optimal suatu produk, sehingga produk yang dihasilkan memiliki ketebalan seminimal mungkin dengan kualitas yang dapat diterima. Penelitian ini akan mensimulasikan variasi ketebalan dinding terhadap waktu pengisian, suhu aliran depan, waktu pendinginan, cacat garis dan udara terperangkap. Variasi ketebalan yang dipilih yaitu 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, 2,5 mm, 3 mm, 3,5 mm dan 4 mm. Dari hasil simulasi didapatkan kesimpulan bahwa ketebalan optimal model adalah sebesar 2 mm, dimana pada ketebalan ini memiliki waktu pengisian 2,753 detik, suhu aliran depan 230,3oC, dan waktu pendinginan 25,8 detik. Cetakan (mold) mulai dapat terisi cairan plastik secara penuh mulai pada ketebalan 2 mm. Semua variasi ketebalan mengalami cacat produk yang semakin meningkat seiring dengan bertambah ketebalan model. Kata kunci: Plastic Injection molding, ketebalan dinding, waktu pengisian, suhu aliran depan, waktu pendinginan, cacat garis, udara terperangkap
Analisis Konsumsi Energi Listrik Universal Milling Machine Pada Berbagai Keadaan Operasi dan Parameter Pemesinan Dimas Rizky Hermanto; Yanuar Burhanuddin; Suryadiwansa Harun; Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v9.i1.201806

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat pengaruh kondisi mesin dan variasi parameter pemesinan terhadap konsumsi daya listrik mesin frais universal Milko 12. Pengujian pemotongan dilakukan pada baja karbon SS400 dengan tiga kondisi operasi yaitu kondisi idle, kondisi meja bergerak dan kondisi melakukan pemotongan, dimana pada masing-masing kondisi tersebut dibagi lagi menjadi tiga variasi kecepatan spindel, laju pemakanan, dan kedalaman pemotongan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mesin frais konvensional Universal Milko-12.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi daya dan temperatur mesin meningkat seiring waktu proses dan peningkatan kecepatan spindel. Pada kondisi pemotongan, selain peningkatan kecepatan spindel peningkatkan kecepatan gerak meja dan kedalaman potong menyebabkan peningkatan temperatur dan konsumsi daya pemotongan