Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM SORTASI BUAH DUKU (LANSIUM DOMESTICUM) BERDASAR WARNA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO DAN SENSOR WARNA AS7262 Martinus Martinus; Irza Sukmana; Herry Wardono; Akhmad Riszal; Mareli Telaumbanua; Ahmad Suudi; Meizano Ardi Muhammad; Gigih Forda Nama; Eko Putra; Zulmiftah Huda; Trisya Septiana; Panji Kurniawan
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.756 KB) | DOI: 10.23960/jitet.v10i2.2446

Abstract

Produk perkebunan merupakan salah satu komoditas yang sangat penting Indonesia. Duku adalah salas satu produk perkebunan musiman yang menjadi salah satu sumber pendapatan ketika panen. Namun, umur simpan duku sangat pendek, batas penyimpanan buah duku tidak lebih dari satu minggu. Buah duku akan mengalami perubahan pada warna buah, buah segar akan mengalami kecoklatan pada umur 3 sampai 5 hari pasca panen. Berubahnya warna buah duku menjadi kecoklatan tersebut tentunya dapat menurunkan kualitas dan harga dari buah duku tersebut. Pendeknya umur penyimpanan buah duku tersebut merupakan salah satu sulitnya penjualan duku. Penelitian ini melakukan pengklasifikasian duku sesuai warna dengan mengembangkan konveyor sabuk sebagai alat untuk melakukan sortasi duku berdasar warna dengan mikrokontroler. Sistem sortasi menjadi penting dalam mengelompokkan duku dalam umur yang sama sehingga dapat dipilih duku untuk pasar lokal yang sudah matang, duku untuk pasar luar yang belum matang dan akan matang dalam perjalanan serta duku yang cacat. Adapun tujuan dari riset ini adalah membuat sistem sortasi warna buah duku berbasis mikrokontroler dan mengembangkan sistem yang dapat memisahkan tiga kelompok kelas duku, duku kelas super, duku kelas a dan duku kelas b berdasar warna dengan sensor AS7262
Utilization of Local Materials in Nuwo Sesat: A Strategy for the Sustainability of Traditional Lampung Architecture Tirta Fajar Agung Sadewo; Panji Kurniawan
ARCHIHUMANUM Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v4i1.189

Abstract

This study examines the utilization of local building materials in Nuwo Sesat, the traditional house of Lampung, within the context of sustainability and resilience to climatic conditions and natural hazards. Employing a qualitative approach combined with architectural ethnography, data were collected through field observations and in-depth interviews. The findings indicate that locally sourced materials, such as merbau and ulin timber, demonstrate strong performance against extreme weather conditions and exhibit adaptability to the geographical context of Lampung. Furthermore, the study formulates a set of principles for the development of sustainable architecture grounded in local wisdom, emphasizing the integration of traditional knowledge with contemporary environmental considerations.
ANALISIS ELEMEN PEMBENTUK CITRA RUANG JALAN RAMAH DI KAWASAN BUNDARAN HI Muhammad Adithya Dhusten Rizky Ajie; Panji Kurniawan
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen pembentuk citra ruang publik yang ramah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Kawasan ini merupakan pusat aktivitas perkotaan yang memiliki berbagai elemen fisik, sosial, dan visual yang kompleks, sehingga penting untuk mengevaluasi kualitas ruang publiknya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, penelitian ini menganalisis elemen citra kota berdasarkan teori Kevin Lynch (1960) yang mencakup path, edge, node, district, dan landmark. Selain itu, elemen ruang publik ramah juga dikaji berdasarkan empat kategori dari Shaftoe (2008): fisik, geografis, manajerial, dan psikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bundaran HI telah memenuhi sebagian besar elemen pembentuk citra kota dan ruang publik ramah, terutama dari aspek imageability dan konektivitas transportasi. Namun, beberapa aspek seperti kenyamanan mikroklimatik, persebaran tempat duduk, dan keberagaman aktivitas masih perlu ditingkatkan untuk menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan berkesan.
Konsep Perencanaan Master plan pada lingkungan Keagamaan Maitreya di Cirarab Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten: Master plan lingkungan Keagamaan Maitreya di Kecamatan Legok, Banten Dona Jhonnata; Agung Cahyo Nugroho; Panji Kurniawan; Diana Lisa
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan sosial, khususnya keagamaan, menjadi prioritas penelitian karena manfaatnya besar bagi masyarakat dan sejalan dengan nilai toleransi umat beragama di Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan konsep master plan yang terintegrasi mengingat banyaknya fungsi bangunan yang ada. Ruang lingkup penelitian mencakup penyusunan konsep, visualisasi suasana eksterior, serta pendampingan kepada klien, yaitu Yayasan Keagamaan Maitreya di Legok Kabupaten Tangerang, Banten. Metode Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran kondisi eksisting termasuk kontur. Hasilnya berupa penentuan zona master plan, penataan kawasan, dan rancangan eksterior. Kesimpulannya, dengan adanya konsep ini klien akan mengetahui rekomendasi prioritas pembangunan serta strategi penataan kawasan ke depan. Kesimpulannya diharapkan dengan master plan yang telah direncanakan dengan baik, Yayasan dapat memberikan kawasan yang saling mendukung, baik secara eksternal maupun internal, bersifat Inklusif, tidak hanya kalangan tertentu tetapi masyarakat sekitar mendapatkan manfaatnya.
Pengembangan Virtual Tour pada Prototype Lunjuk Balak Buay Subing Terbanggi Besar Menggunakan Teknologi 360-Degree Panaromic View Panji Kurniawan; M. SHUBHI YUDA WIBAWA; MOH. FAISAL FARIS; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pelestarian berbasis teknologi imersif melalui perancangan virtual tour dengan tampilan 360-degree panoramic view untuk merepresentasikan arsitektur Lunjuk Balak milik Buay Subing di Terbanggi Besar, Lampung. Lunjuk merupakan elemen utama dalam upacara Cakak Pepadun yang memiliki nilai simbolik tinggi, namun bersifat temporer sehingga kurang terdokumentasikan, baik secara arsitektural maupun digital. Kondisi ini menjadikan bentuk, fungsi, dan makna Lunjuk sangat rentan mengalami kepunahan dalam konteks sosial budaya. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menerapkan pemodelan 3D terhadap struktur dan elemen simbolik Lunjuk yang kemudian diintegrasikan ke dalam virtual tour interaktif berbasis 360-degree panoramic view. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengeksplorasi ruang, material, struktur, serta konteks ritual Lunjuk secara visual dan spasial melalui platform digital yang dapat diakses secara luas. Hasil penelitian berupa prototype virtual tour berbasis web dan perangkat bergerak yang menyajikan representasi arsitektural beserta informasi naratif dan interpretatif pada tiap komponennya. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan imersif berbasis teknologi digital dapat menjadi alternatif efektif untuk pelestarian dan edukasi arsitektur tradisional, sekaligus memperkuat peran arsitektur sebagai medium naratif yang menghubungkan bentuk ruang, nilai budaya, dan pengalaman kolektif masyarakat.