Natalia Devi Oktarina
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian pada Anak Retardasi Mental Nurdiyanti, Astri; Oktarina, Natalia Devi
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v1i1.2158

Abstract

Retardasi mental merupakan keadaan yang tidak lengkap atau kurangnya perkembangan mental yang akan mempengaruhi mempengaruhi kemampuan anak yaitu kemandirian. Kemandirian pada anak retardasi mental menjadi alasan ketergantungan pada anak retardasi mental sehingga anak dengan retardasi mental membutuhkan pola asuh yang baik dari orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental di SLB Negeri Temanggung. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang diambil dengan metode total sampling. Pola asuh orang tua diukur dengan kuisioner Parenting Style and Dimensions Questionnare-Short Form (PSDQ) terdiri dari 32 item pertanyaan. Kemandirian pada anak retardasi mental diukur diukur dengan kuisioner The Pediatric Evaluation of Disability (PEDI) terdiri dari 9 pertanyaan tentang kemandirian pada anak retardasi mental. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental. Hasil penelitian menunjukkan analisa data dengan uji Rank Spearman didapatkan p value sebesar 0,048 < 0,05 (α), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental di SLB Negeri Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan bagi orang tua yang memiliki anak retardasi mental sebagai bahan ilmu atau informasi mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak yang mengalami retardasi mental.
Perbedaan Pengetahuan Perawat IGD Sebelum dan Setelah Pemberian Informasi tentang Atraumatic Care Oktarina, Natalia Devi; Nascimento, Bernardo do
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v1i2.2324

Abstract

Hospitalisasi pada anak merupakan kondisi krisis bagi anak dan dapat menyebabkan stress khususnya pada bayi dan anak usia toddler. Oleh karena itu, sangat penting bagi perawat untuk menerapkan perawatan atraumatic care pada anak dan keluarga selama hospitalisasi. Atraumatic care adalah perawatan yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi trauma atau stress fisik dan psikologis pada anak dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat IGD tentang atraumatic care. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 perawat di IGD CHC Comoro dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan pertanyaan tertutup menggunakan multiple choice yang sudah dilakukan uji expert oleh ahli keperawatan anak. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji t test dependen. Penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan perawat dimana rata-rata pengetahuan perawat IGD sebelum diberikan informasi tentang atraumatic care dengan skor 7.35 dan rata-rata pengetahuan perawat IGD setelah diberikan informasi tentang atraumatic care adalah dengan skor 8.95. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah pemberian infornasi dengan nilai p 0,001. Saran yang dapat diberikan peneliti bagi perawat IGD adalah untuk dapat menerapkan atraumatic care bagi anak dan keluarga di ruang IGD saat anak masuk ke RS.
Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak dengan Ibu Bekerja pada Anak Usia Toodler Oktarina, Natalia Devi; Berliana Fatha Dian
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2664

Abstract

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan toilet training seperti peran orang tua, pengetahuan, kesiapan anak dan status pekerjaan ibu. Orang tua salah satunya ibu, ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab peran ibu dalam toilet training seperti membimbing, mendidik, dan melindungi anak ketika melakukan toilet training sangat dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak Dengan Ibu Bekerja Pada Anak Usia Toodler Di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Analitik. Populasi penelitian ini 96 ibu bekerja yang memiliki anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampel. Instrument yang digunakan adalah kuesioner keberhasilan toilet training yang telah di lakukan uji validitas. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler. Hasil penelitian didapatkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yaitu sebanyak 85 responden (88,5%) berhasil menerapkan toilet training pada anak, sehingga diharapkan ibu yang bekerja tetap mampu melaksanakan toilet training kepada anak.
Pengaruh Terapi Bermain dengan Kertas Kokoru terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: The Effect of Playing Therapy with Kokoru Paper on The Level of Anxiety Due to Hospitalization in Preschool Age Children Faizah Nurhidayatul Khasanah; Oktarina, Natalia Devi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.2674

Abstract

Hospitalization is a condition that causes a child to have to stay in hospital and undergo various treatments. Preschool children may show anxiety due to hospitalization. One of the efforts to overcome anxiety can be done by diverting anxiety through games. The aim of this research is to determine the effect of play therapy with kokoru paper on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children at RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Quasi-experimental research design with a pre test post test approach with control group design. The sample for this study was 32 children. The research method uses non-probability sampling with purposive sampling type. Anxiety was measured before and after play therapy using the Face Anxiety Scale (FAS). Data analysis used the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The statistical test results show that play therapy with Kokoru paper has an influence in reducing the anxiety level of preschool-aged children due to hospitalization, because the p-value (0.000) is smaller than α (0.05). The conclusion in this study shows that play therapy with kokoru paper can reduce anxiety in preschool-aged children who are hospitalized. Nurses can apply play therapy with Kokoru paper to preschool children who experience anxiety when being treated in hospital, so that nurses can integrate play therapy with Kokoru paper as a holistic treatment approach in a hospital or child care center environment. ABSTRAK  Hospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit dan menjalani berbagai perawatan. Anak prasekolah dapat menunjukkan kecemasan akibat hospitalisasi. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan antara lain dapat dilakukan dengan mengalihkan kecemasannya melalui permainan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain dengan kertas kokoru terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Desain penelitian Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre test post test with control group desain. Sampel penelitian ini sebanyak 32 anak. Metode Penelitian menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Kecemasan diukur sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain menggunakan Face Anxiety Scale (FAS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan terapi bermain dengan kertas Kokoru memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi, karena nilai p- value (0.000) lebih kecil dari α (0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan terapi bermain dengan kertas kokoru dapat menurunkan kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Perawat dapat menerapkan terapi bermain dengan kertas kokoru pada anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan saat dirawat di rumah sakit, sehingga perawat dapat mengintegrasikan terapi bermain dengan kertas Kokoru sebagai pendekatan perawatan yang holistik dalam lingkungan rumah sakit atau pusat perawatan anak.
Manajemen Sitasi (Psikologi, Laktasi, Gizi): Monitoring Kesehatan Fisik Jiwa Ibu Menyusui di Masa Pandemi Covid 19 Liyanovitasari, Liyanovitasari; Oktarina, Natalia Devi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.053 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1627

Abstract

Transmission of Covid-19 during pregnancy or childbirth is still rare. Global guidelines released by WHO and Unicef believe that until now there is no evidence or case reports of vertical transmission from mother to fetus. In limited studies, there have been no findings of Covid-19 in breast milk in breastfeeding mothers who have been confirmed positive. These two reasons allow mothers with Covid-19 to continue breastfeeding and provide breast milk. Nowadays parents' anxiety increases with the problems of their income, food, and future. The success of breastfeeding will increase if the mother gets support from the family. This community service activity was carried out for 1 day on November 30, 2021, starting from the preparation stage, collecting data on breastfeeding mothers, providing materials, and evaluating. The material delivery stage, where breastfeeding mothers will receive "SITASI" guidelines (psychology, lactation, and nutrition) for breastfeeding mothers to improve understanding and mental and physical health during breastfeeding during the COVID-19 pandemic. At the evaluation stage, breastfeeding mothers will measure their level of understanding and the ability to carry out SITASI by using a questionnaire. The method of activity is carried out with field activities because the condition of the covid-19 pandemic has begun to decline. The media for this activity include power points and leaflets. The results of the evaluation showed that 100% of participants' knowledge increased and 75% of participants' abilities increased and all participants were very enthusiastic and had high motivation to carry out SITATION management in exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic. It is hoped that this activity can increase mothers' knowledge and abilities in psychological problems, lactation and nutrition when breastfeeding babies during the COVID-19 pandemic.ABSTRAKPenularan Covid-19 selama kehamilan atau persalinan masih langka. Pedoman global yang dirilis WHO dan Unicef meyakini hingga saat ini belum ada bukti atau laporan kasus transmisi vertikal dari ibu ke janin. Dalam penelitian terbatas, belum ada temuan Covid-19 dalam ASI pada ibu menyusui yang terkonfirmasi positif. Kedua alasan tersebut memungkinkan ibu dengan Covid-19 untuk terus menyusui dan memberikan ASI. Saat ini kecemasan orang tua bertambah dengan masalah pendapatan, makanan, dan masa depan mereka. Keberhasilan menyusui akan meningkat jika ibu mendapatkan dukungan dari keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari pada 30 November 2021 yang dimulai dari tahap persiapan, pendataan ibu menyusui, pemberian materi, dan evaluasi. Tahap pemberian materi, dimana ibu menyusui akan mendapatkan pedoman “SITASI” (psikologi, laktasi, dan gizi) pada ibu menyusui untuk meningkatkan pemahaman dan kesehatan fisik jiwa selama menyusui di masa pandemi covid 19. Pada tahap evaluasi, ibu menyusui akan diukur tinglat pemahamannya dan kemampuan menjalankan SITASI dengan menggunakan kuesioner.Metode kegiatan dilakukan dengan kegiatan lapangan karena kondisi pandemi covid-19 sudah mulai menurun. Media kegiatan ini meliputi power point dan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan 100% pengetahuan peserta meningkat dan 75% kemampuan peserta meningkat serta semua peserta sangat antusias dan memiliki motivasi tinggi untuk melakukan manajemen SITASI dalam pemberian ASI Eksklusif Di Masa pandemi Covid 19. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam masalah psikologis, laktasi dan gizi saat memberikan ASI pada bayi selama masa pandemi Covid 19.
PKM Peningkatan Kemampuan Orang Tua dalam Pemantauan Pertumbuhan Anak pada Masa Pandemi Covid 19 di TK ABA 43 Kota Semarang Anugrah, Riva Mustika; Afiatna, Puji; Oktarina, Natalia Devi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.584 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1640

Abstract

Pandemic of Covid-19 has resulted in a multi-dimensional crisis that has no impact on the education sector as one of the sectors most severely affected by the crisis. Currently, it is estimated that 60 million students from all levels of education from play group to senior high school in Indonesia study from home. TK ABA 43 is still applying the rules for studying at home for students accompanied by parents. The activities of monitoring children's growth and development, which are usually carried out regularly in schools, are currently unable to be carried out. The school asked parents to weigh and measure height and monitor the child's development and then report the data to the school. The accuracy data reported by the parents is an activity carried out to improve the ability of parents to grow through training in monitoring the growth and development of children. This activity was directly attended by 12 parents and 7 teachers, parents and teachers who were given direct training by being given the material first then given an example of an evaluation carried out by providing opportunities for parents to measure the growth of children directly and the teacher was able to understand and do independent measurement of growth.ABSTRAKPandemi Covid-19 mengakibatkan krisis multi-dimensi tidak terkecuali sektor pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling parah terdampak. Saat ini diperkirakan 60 juta murid dari semua jenjang pendidikan PAUD hingga SMA/SMK di Indonesia belajar dari rumah dengan sistem pembelajaran jarak jauh. TK ABA 43 sampai saat ini masih memberlakukan aturan belajar di rumah untuk peserta didiknya dengan didampingi oleh orangtua/wali. Kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak yang biasanya dilakukan secara berkala di sekolah saat ini tidak dapat dilakukan. Pihak sekolah meminta orang tua untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan pemantaun perkembangan anak secara mandiri kemudian melaporkan data tersebut ke pihak sekolah. Keakuratan data yang dilaporkan oleh para orang tua tidaklah sama oleh karena itu tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam memantau tumbuh kembang melalui kegiatan pelatihan pemantauan petumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 orang tua dan 7 orang guru, orang tua dan guru diberikan pelatihan secara langsung dengan diberikan materi terlebih dahulu kemudian diberikan contoh Evaluasi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengukur pertumbuhan anak secara langsung seluruh orang tua dan guru mampu memahami dan melakukan pengukuran pertumbuhan secara mandiri.
Membangun Lingkungan Sekolah yang Bebas dari Bullying untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental pada Siswa Sekolah Dasar Oktarina, Natalia Devi; Fiki Wijayanti; Zulmi Roestika Rini
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3889

Abstract

Bullying in the school environment has become one of the prominent social problems and has a major impact on the psychological development and mental health of students. Based on statistical data, in 2023, 21,241 children became victims of bullying and the highest bullying rate of 25% occurred in elementary school children. Children who experience bullying are at higher risk of experiencing mental health disorders such as anxiety, depression, social isolation, and decreased academic achievement. In the long term, these negative impacts can persist into adulthood, affecting the quality of life and mental well-being of children. Students who experience bullying at school, whether physical, verbal, or through social media (cyberbullying), often do not have access to psychological support or a safe complaint mechanism. This causes many cases of bullying to go unreported or handled properly. In addition, the involvement of parties in schools, such as teachers, other students, and parents, in preventing and handling bullying cases is often less than optimal. Bullying prevention education needs to be provided to students in elementary schools to prevent bullying in the school environment. The involvement of teachers and parents is needed to prevent bullying in the school environment. The purpose of this community service activity is to increase children's knowledge about anti-bullying and children can prevent bullying by playing games, so that they can prevent mental health disorders in school-age children.   ABSTRAK Bullying di lingkungan sekolah telah menjadi salah satu masalah sosial yang menonjol dan berdampak besar pada perkembangan psikologis serta kesehatan mental siswa. Berdasarkan data statistik, pada tahun 2023, 21241 anak menjadi korban bullying dan angka bullying tertinggi 25% terjadi pada anak sekolah dasar. Anak-anak yang mengalami bullying berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, isolasi sosial, hingga menurunnya prestasi akademik. Dalam jangka panjang, dampak negatif ini dapat bertahan hingga dewasa, memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mental anak. Siswa yang mengalami bullying di sekolah, baik fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying), sering kali tidak memiliki akses terhadap dukungan psikologis atau mekanisme pengaduan yang aman. Hal ini menyebabkan banyak kasus bullying yang tidak dilaporkan atau ditangani dengan baik. Selain itu, keterlibatan pihak-pihak di sekolah, seperti guru, siswa lain, dan orang tua, dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying sering kali kurang optimal. Edukasi pencegahan bullying perlu diberikan kepada siswa di sekolah dasar perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Perlu peran serta antara guru dan orangtua untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang anti bullying dan anak dapat melakukan pencegahan bullying dengan melakukan permainan, sehingga dapat mencegah gangguan kesehatan mental pada anak usia sekolah.  
Latihan Brain Gym Mendukung Kecerdasan Kinestetik pada Anak Prasekolah Oktarina, Natalia Devi; Wijayanti, Fiki; Nilawati, Ika
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.14

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kecerdasan kinesteik bayi dan balita adalah dengan brain gym/senam otak. Brain Gym merupakan salah satu stimulasi motorik dan sensorik yang dapat merangsang perkembangan otak anak. Brain Gym dapat membantu optimalisasi fungsi dari otak manusia. Brain Gym mampu memperlancar oksigenasi ke otak sehingga mampu meningkatkan ingatan, konsentrasi, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi (Pramita, 2020). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan kepala sekolah TK Islam Nurul Izzah, didapatkan hasil beberapa anak masih belum bisa duduk diam disaat jam Pelajaran, sehingga mengganggu konsentrasi belajar teman-temannya. Sasaran program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu anak usia prasekolah di TK Islam Nurul Izzah. Pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat dilakukan pada tanggal 19 Maret 2024 di TK Islam Nurul Izzah Candirejo. Pelaksanaan pengabdian dilakukan mulai dari pemberian edukasi kecerdasan kinestetik dan terapi bermain, serta melakukan latihan brain gym untuk mendukung kecerdasan kinestetik. Hasil dari program pengabdian ini yaitu anak-anak dapat melakukan latihan brain gym, sehingga disarankan bagi sekolah dapat meneruskan latihan brain gym untuk mendukung kecerdasan kinestetik pada anak.