Alfi Inayati
Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (ILETRI),Jalan Raya Kendalpayak KM 8, PO BOX 66, Malang East Java, Indonesia, Phone :+62341 801468, Fax: +62341 801496,

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ULAT JENGKAL PADA KEDELAI DAN CARA PENGENDALIANNYA Inayati, Alfi; ., Marwoto
Buletin Palawija No 22 (2011)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat jengkal (looper) pada tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) terdiri dari tiga jenis, yaitu Plusia chalcites (Esper) (=Chrysoideixis chalcites), Pseudoplusia includens (Walker), dan Thysanoplusia oricachlea. Pada tanaman kedelai di Indonesia ulat jengkal tergolong hama utama yang memakan daun. Kerusakan daun yang disebabkan oleh ulat jengkal dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai dengan 18%. Pengendalian ulat jengkal harus dilakukan dengan cermat dengan memperhatikan ambang kendali agar tindakan pengendalian yang diambil tepat, hemat secara ekonomi dan aman bagi lingkungan, sesuai dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Komponen PHT ulat jengkal pada kedelai terdiri dari pengaturan pola tanam, penggunaan varietas tahan, pemanfaatan musuh alami dan penggunaan insektisida yang efektif.
Characteristics of superior soybean breeding lines tolerance to rust (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Inayati, Alfi; Yusnawan, Eriyanto
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i1.5081

Abstract

Soybean rust caused by Phakopsora pachyrhizi is one of the most important diseases which limits soybean production. The aim of this study was to evaluate the resistance of 28 superior soybean lines and their tolerance to rust. The study was conducted at a screen house and arranged in a completely randomized design (CRD); three replications. All genotypes tested were artificially inoculated with P. pachyrhizi, and a set of un-inoculated genotypes was planted as a comparison. Number of pustules was recorded weekly, and resistant criteria was rated based on the International working group on soybean rust IWGSR method. Lesion color (LC), sporulation level (SL), number of uredia (NoU), frequency of pustule which had uredia, and yield were also recorded. Among 28 genotypes tested, only one was categorized as resistant and 2 genotypes were susceptible. Resistant genotypes had few pustules, lower AUDPC values, low disease severity, and Reddish Brown lesion type. Soybean rust affected yield components, i.e. number of intact pods and yield per plant. Yield loses due to rust in this study varied from 5-89%, and the average was 51%. The set of lines from Tanggamus pedigree showed more resistant to rust but less tolerant compared to Sinabung pedigree.How to CiteInayati, A., & Yusnawan, E. (2016). Characteristics of superior soybean breeding lines tolerancet to rust (Phakopsora pachyrhizi Syd.). Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 8(1), 47-55.
Peningkatan Kompetensi Bisnis Bagi Pengelola Desa Wisata Di Mandalika Lombok Tengah Rismayani, Risris; Tricahyono, Dodie; Inayati, Alfi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v3i2.1021

Abstract

Pemerintah mencanangkan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lombok sekaligus sebagai salah satu destinasi super prioritas. Hal ini membuka untuk bangkit dari dampak resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan Gempa 8.0. Kemenparekraf, memfokuskan program percepatan tersebut kepada lima destinasi super prioritas. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Untuk menangkap peluang pengembangan pariwisata diperlukan pendanaan. Salah satu upaya untuk menarik investor adalah dengan membuat dokumen perencanaan bisnis yang ideal. Kompetensi pembuatan dokumen perencanaan bisnis belum merata di kalangan pengelola desa wisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini menggunakan Community-based participatory research yang melibatkan komunitas desa wisata dan ekonomi kreatif berpartisipasi aktif. Dari hasil umpan balik peserta terhadap kegiatan ini sangat baik. Program ini membutuhkan tindak lanjut praktek pembuatan dokumen dengan rentang waktu program yang lebih lama (multi tahun) serta bisa dilaksanakan menggunakan metode service learning.
Uji Efikasi Cendawan Beauveria bassiana terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.) di Tanaman Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) Rahayu, Yekti Sri; Arisendi, Rika; Inayati, Alfi; Qomarudin; Sulistyo, Mikael Adri Budi
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 23 No. 1 (2025): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v23i1.3323

Abstract

Serangan ulat grayak (Spodoptera litura F.) mampu menurunkan produktivitas tanaman kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) yang mengakibatkan kerugian besar bagi petani. Upaya penanggulangan serangan hama yang ramah lingkungan sangat penting untuk meminimalisir residu pestisida pada tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konsentrasi B. bassiana dan metode aplikasi yang berbeda dalam mengendalikan S. litura pada tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi cendawan B. bassiana 0 g/L (kontrol), 1 g/L, 1,5 g/L, 2 g/L, 2,5 g/L dan metode aplikasi yakni metode pakan dan kontak. Sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing satuan percobaan menggunakan 10 larva ulat grayak instar III. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi dan metode aplikasi B. bassiana berpengaruh pada penurunan aktifitas makan dan intensitas serangan S. litura. Konsentrasi B. bassiana 2.5 g/l dengan aplikasi secara kontak menurunkan aktivitas makan S. litura F. sebesar 28.93% dan menurunkan intensitas serangan sebesar 31.9%. Angka kematian S. litura meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi B. bassiana hingga mencapai 93,3% dari jumlah larva yang diujikan. Metode pengaplikasian B. bassiana secara kontak 4,6% lebih efektif meningkatkan kematian larva Spodoptera litura F. dibandingkan metode pakan. Semakin tinggi konsentrasi B. bassiana yang diberikan hingga 2.5 g/l akan meningkatkan kecepatan kematian larva S. litura dibandingkan dengan tanpa aplikasi B. bassiana
Pengaruh perlakuan refugia dan jarak tanam kedelai terhadap keragaman musuh alami : The effect of refugia treatment and soybean plant spacing on natural enemy diversity Uge, Emerensiana; Sari, Kurnia Paramita; Yusnawan, Eriyanto; Inayati, Alfi
AGROMIX Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3576

Abstract

Introduction: Soybean cultivation is inseparable from the attack of plant pests. Control of soybean pests, which generally use synthetic pesticides, negatively impacts food products, environmental health, and ecosystem sustainability. Planting flowering plants around bunds can be useful in increasing the diversity of natural enemies because they can attract and serve as microhabitats for natural enemies. This research to obtain the effect of refugia treatment and soybean spacing on the diversity of natural enemies in soybean plantations. Methods: The study was designed in randomized block design, consisting of refugia and non-refugia treatments and plant spacing of 40 cm x 25 cm (J1) and 50 cm x 25 cm (J2), which was repeated three times. Sampling was carried out in the vegetative and generative phases, using yellow traps and pitfalls installed in the field for 24 hours. Results: The results showed that the most trapped natural enemy families were in the refugia treatment. The total number of trapped natural enemies was highest in the vegetative and generative phases, namely in the refugia and 2 spacing treatments (R-J2). The family of Braconidae order Hymenoptera and the group of parasitoids had the highest numbers in the refugia and non-refugia treatments. The value of the Diversity Index (H') in the refugia treatment and both plant spacings in the two growth phases was moderate, while in the non-refugia treatment, the two plant spacings and both growth phases were small and medium. Generally, the evenness index (D) value for all treatments is known to be small and medium. Conclusion: Refugia treatment and plant spacing affect the number of natural enemy populations, which is expected to suppress the development of pests in soybean cultivation.
PENDAMPINGAN PELATIHAN PENGEMBANGAN BISNIS DIGITAL: STRATEGI PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA MUDA Triono, Sunu Puguh Hayu; Wahyuningtyas, Ratri; Umbara, Rian Febrian; Salim, Dwi Fitrizal; Raihanun, Ratih R.; Inayati, Alfi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3360

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan kewirausahaan digital siswa SMK YPPS Sumedang melalui pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital sebagai strategi pemberdayaan wirausaha muda. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif yang meliputi survei kebutuhan mitra, persiapan materi dan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan praktik langsung pengembangan bisnis digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan melalui kuesioner dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep bisnis digital, strategi pemasaran online, pemanfaatan marketplace dan e-commerce, pembuatan konten digital, serta penggunaan teknologi dalam manajemen bisnis sesuai dengan kompetensi perhotelan, tata boga, dan tata busana. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi terhadap kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, ketepatan waktu pelaksanaan, serta kualitas pendampingan, dan peserta berharap program serupa dapat dilanjutkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK YPPS Sumedang sebagai calon wirausaha muda yang adaptif terhadap transformasi digital dan berpotensi membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.