Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Literatur Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia Ila Nabila Safiroh; Dona Yanuar Agus Santoso; Livana PH; Yulia Susanti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.144

Abstract

Insomnia sleep disorders can lead to long-term health issues if not promptly addressed and can significantly impact an individual's quality of life, including work performance and social relationships. Furthermore, it increases the risk of health problems such as depression, anxiety, cardiovascular disease, obesity, and diabetes. This review article aims to identify the factors that influence the occurrence of insomnia. This study utilizes a literature review design with a descriptive analysis technique, examining 17 journals published within the last 5 years. The search was conducted on Google Scholar using keywords such as "insomnia," "causes," and "factors," focusing on published literature. The findings indicate that insomnia can be influenced by various factors, including gadget use, stress, anxiety, caffeine consumption, and medical conditions such as hypertension, breast cancer, obesity, and rheumatoid arthritis. Based on the literature review, it can be concluded that insomnia is caused by various factors, which are categorized into three groups: psychological, lifestyle, and biological factors. Psychological factors include anxiety and stress; lifestyle factors include caffeine consumption and gadget use; and biological factors include the physical conditions of individuals experiencing disorders such as breast cancer, obesity, hypertension, and rheumatoid arthritis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI Yulia Susanti; Qania Nabila; Rina Anggraeni
HelFin Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i1.5356

Abstract

Setiap mahasiswa diwajibkan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir sebagai persyaratan untuk meraih gelar Sarjana. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman terhadap metode penelitian dan kemampuan menulis secara ilmiah. Penyusunan skripsi memerlukan kesiapan, dan tidak jarang mahasiswa mengalami kecemasan ketika menghadapinya. Kecemasan yang dirasakan mahasiswa mencakup perasaan khawatir, takut, was-was, dan stres. Dalam proses ini, dukungan keluarga berupa informasi, dukungan instrumental, penilaian, dan dukungan emosional sangat diperlukan oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi, dan sampel diambil secara total sebanyak 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21 tahun, dengan 82,9% berjenis kelamin perempuan. Dukungan keluarga dinilai baik oleh 63,4% responden, dan sebanyak 58,5% tidak merasakan tingkat kecemasan yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Dukungan keluarga yang memadai dapat mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN BALITA STUNTING: DESCRIPTION OF THE LEVEL OF ANXIETY OF MOTHERS WITH STUNTINGTODDLERS Diani Nur Cahyati1; Yulia Susanti; Dona Yanuar Agus Santoso
HelFin Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i2.5844

Abstract

Prevalensi stunting lebih dari 20% dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat. Ada beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang angka stuntingnya melebihi 20%. Jumlah kasus stunting di Kabupaten Kendal terus meningkat hingga mencapai 8,1% pada tahun 2021 dan 17,5% pada tahun 2022. Wilayah kerja Puskesmas Patebon tepatnya di Desa Kebonharjo dimana terdapat kasus stunting sebanyak 14,79% dari 3895 anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kecemasan ibu yang memilikibalita stunting. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan populasi ibu dengan balita stunting, menggunakan teknik total sampling yaitu 48 ibu dengan balita stunting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kebonharjo Patebon Kabupaten Kendal bulan September 2023 - Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan 4 kategori yaitu sebagian besar ibu memiliki tingkat kecemasan 0-4 kategori minimal sebanyak (56,3%), dan sebagian tingkat kecemasan ringan(14,6%), tingkat kecemasan sedang sebanyak(16,7%) dan tingkat kecemasan berat (12,5%). Diharapkan ibu sebaiknya mulai menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih baik, serta mengurangi rasa khawatir yang berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya rasa cemas, meningkatkan pengetahuan tentang kecemasan sangat penting diketahui oleh seorang ibu karena untuk membantu mengurangi kekhawatiran dan memungkinkan ibu mengambil tindakan yang lebih efektif, hal ini diharapkan dapat menekan dan mencegah angka stunting.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER'S PARENTING PATTERNS AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS Bunga Rizki Febriyani; Yulia Susanti; Dona Yanuar Agus Santoso; Lestari Eko Darwati
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7607

Abstract

Gizi tetap menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling signifikan di banyak negara berkembang, terutama di antara balita, anak-anak, dan wanita usia subur. Salah satu masalah gizi yang telah mendapat perhatian besar adalah stunting pada anak. Faktor tidak langsung yang terkait dengan stunting adalah praktik pemberian makan oleh ibu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hanya satu jenis pendekatan pemberian makan yang dianggap paling seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik pemberian makan oleh ibu dan kejadian stunting. Studi ini dilakukan di Desa Kebonharjo, Patebon, Kendal, menggunakan desain korelasional deskriptif pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 413 ibu balita dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 203 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitiannya, dan penilaian stunting dilakukan berdasarkan standar WHO perhitungan Z-score TB/U atau PB/U. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Rank Spearman. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan gaya pemberian makan secara demokratis 74 responden (36,5%), mayoritas balita tidak mengalami stunting 130 responden (64%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makan ibu dengan stunting pada balita. Ibu yang anaknya mengalami stunting dianjurkan untuk mengadopsi pendekatan pemberian makan secara demokratis, seperti menyiapkan makanan untuk anak mereka, menawarkan makanan yang disukai anak, dan memperkenalkan makanan baru untuk membantu anak mengembangkan pengalaman makan yang positif, sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi.