Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Soail Ekonomi dan Pengetahuan dengan Pemanfaatan Pelayanan Pada Era Pandemi Covid-19 Herlinawati Herlinawati; Iin Kristanti; Rokhmatul Hikhmat
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.858

Abstract

Penurunan Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas di era  Covid-19, dimungkinkan terdapat faktor lain seperti kurangnya pengetahuan tentang pelayanan BPJS yang di sediakan di Puskesmas. Berdasarkan survey pendahuluan dari segi jarak letak Puskesmas terjangkau dan fasilitas sarana dan prasasarana sudah memadai, sesuai dengan standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi (tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapataan) dan Tingkat Pengetahuan peserta BPJS dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional populasi terdiri dari peserta BPJS di wilayah kerja UPT Puskesmas Pegambiran sejumlah 17.330 jiwa dengan jumlah sampel 100 responden, pengambilan sampel dengan teknik systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan 53% responden memiliki tingkat pendidikan  tinggi, 62% statusnya bekerja, 70% kategori pendapatan rendah, 48% memiliki Tingkat Pengetahuan kurang dan 54% memanfaatkan pelayanan kesehatan. Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pendidikan p-value (0,002), pekerjaan p-value (0,013), Tingkat Pengetahuan p-value (0,000)  dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan sedangkan variabel pendapatan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan p-value (0,148). Penddidikan, pekerjaan dan pengetahuan menentukan perilaku seseorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan, sehingga di perlukan upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan responden.
PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN BEBAS PASUNG DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT PADA MASYARAKAT Iin Kristanti; Cucu Herawati; Lilis Banowati; Sri Rizki; Laili Nurjannah; Dewi Mutiah; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Desa Kaliwedi merupakan wilayah yang letaknya berbatasan langsung dengan di Kabupaten Indramayu dan mempunyai penduduk usia muda. Penerapan Kawasan Bebas Pasung di Puskesmas Kaliwedi belum sepenuhnya efektif di kerenakan masih terdapat hambatan sumber daya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia, Sepenuhnya masyarakat masih belum memiliki kesadaran dan menerapkan tidakan pasung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap penerapan kawasan bebas pasung. Metode yang dilaksanakan adalah penyuluhan dan edukasi pada masyarakat, keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, pemberian obat dan pendampingan keluarga ODGJ berat. Hasil kegiatan penyuluhan dan edukasi pendampingan  keluarga ODGJ  berat dilaksanakan pada 05 – 22 Oktober 2022 di Balai Desa Kaliwedi, dihadiri perangkat desa , tokoh masyarakat,  kader desa dan  masyarakat umum. materi yang dipaparkan berasal dari tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu penerapan kawasan bebas pasung.Kata Kunci: Pasung, Kesehatan Mental, Konseling Abstract:Klaipeda Village is an area that is directly adjacent to Indramayu Regency and has a young population. The implementation of the Pasung-Free Area at the Kaliwedi Health Center has not been fully effective because there are still resource constraints. These resources are human resources. In full, the community still does not have awareness and applies shackling practices to people with severe mental disorders (ODGJ). The purpose of this activity is to increase knowledge and behavior towards the application of shackle-free areas. The method implemented is counseling and education to the community, families of people with severe mental disorders (ODGJ), administering medication and assisting families with severe ODGJ. The results of counseling and educational activities for assisting the ODGJ family were carried out on 05-22 October 2022 at the Kaliwedi Village Hall, attended by village officials, community leaders, village cadres and the general public. the material presented comes from the purpose of community service activities, namely the application of a shackle-free area.Keywords: Shackle, Mental Health, Counseling
Snakes and Ladders Game Education in Choosing Healthy Snacks for Elementary School Students Cucu Herawati; Heni Endayani; Suzana Indragiri; Nuniek Tri Wahyuni; Supriatin Supriatin; Iin Kristanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3372

Abstract

Snacks for school children whose health is not guaranteed can cause food poisoning. The minimum level of knowledge of elementary school children about the dangers of the snacks they consume. One of the efforts to prevent health problems due to food in school children is educational activities about food sanitation hygiene. The purpose of this community service is to provide education on the game of snakes and ladders in choosing healthy snacks for elementary school students, so that it is hoped that children's knowledge will increase and behave healthily in choosing snacks.The target of implementing the intervention was grade IV students. The method of implementing the intervention is by observing and educating students with the snakes and ladders game method with the theme of healthy snacks. Primary data was obtained through observation and question and answer before education was carried out through the game of snakes and ladders. The secondary data includes a description of the school, the number of students. Stages or educational procedures for snakes and ladders game: stage 1 (opening), stage 2 (division of groups) and stage 3 (game atmosphere), namely game rules such as snakes and ladders games in general. This community service activity was carried out for class IV students, totaling 25 students. The activity was carried out on 29 August -16 September 2022. The results of observations on student behavior in choosing snacks showed that many chose brightly colored snacks, snacks that were sold openly and used newspaper wrappers. The intervention method for community service activities uses the snakes and ladders game method with the theme of healthy snacks. Here students are invited to play while learning. It is better for school children to get used to having breakfast before school and bringing supplies and getting used to washing hands using soap and running water, especially before eating and after eating.
POLA MAKAN DAN GASTRITIS PADA REMAJA SANTRIWATI DI MADRASAH AL-HUFFADZ II Lin Herlina; Agus Sutarna; Muslimin Muslimin; Iin Kristanti; Hananah Hananah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14182

Abstract

Gastritis adalah suatu perdangan pada mukosa lambung. Munculnya gastritis disebabkan oleh pola makan yang tidak baik biasanya akan memproduksi asam lambung yang meningkat dan mengakibatkan luka pada dinding lambung yang disebabkan oleh pola makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui adanya hubungan antara pola makan dengan gastritis pada remaja santriwati di pondok pesantren madrasah Al–Huffadz II ( MH II ) desa ender kecamatan pangenan cirebon tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja santriwati di pondok pesantren madrasah Al–Huffadz II (MH II) dengn jumlah 300 santriwati. Pengabilan sampel ini menggunakan random sampling dengan jumlah 171 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dengan angket dan data penelitian ini di uji menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini sebagian besar lebih dari setengahnya memiliki pola makan baik terdapat 87 (50,9%) responden dan tidak mengalami gastritis sebesar 137 (80,1%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi–square didapatkan p value = 0,046 ? 0,05 yang artinya ada hubungan antara pola makan dengan gastritis pada remaja santriwati di pondok pesantren Madrasah Al–Huffadz II (MH II). Saran untuk mengantisipasi terjadinya gastritis berulang dengan cara merubah menu makan menjadi lebih menarik dan mengatur santriwati agar tetap makan di pesantren dan tidak makan di luar pondok dan santriwati agar lebih bisa mengatur pola makan yang baik serta mengurangi makanan pedas dan makanan instan yang di konsumsi oleh santriwati di pondok pesantren Madrasah Al–Huffadz II (MH II).
The Relationship between Sanitary Hygiene and Coliform Bacteria Contamination at Refill Drinking Water Depots Heni Fa’riatul Aeni; Iin Kristanti; Yani Rohayani; Lilis Banowati
Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Vol. 1 No. 3 (2023): July
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jhsp.v1i3.612

Abstract

Objective: This study aims to determine the relationship between sanitation hygiene and Coliform bacteria contamination in refilled drinking water in Waled District in 2023. Methods: This study uses an analytic observational design with a cross-sectional approach where the researcher will simultaneously observe or measure the independent and dependent variables (period). The sampling technique is total sampling with a sample of 30 refilled drinking water depots with 30 workers—data collection through observation and interviews. Data analysis was used, namely data analysis using Fisher's exact test. Results: Based on laboratory tests, it was found that more than half of the refilled drinking water depots were contaminated with coliform bacteria as much as 60%. After analysis, it was found that factors related to Coliform bacteria contamination in filled drinking water were access to sanitation facilities (p = 0.001), and worker behavior (p = 0.001), while factors that were not related were drinking water treatment facilities (p = 0.063), raw water (p = 1.000) and consumer service hygiene (p = 0.418). Conclusion: Of the five sanitation hygiene factors, those that have a significant relationship with coliform bacteria contaminants are sanitation facilities and behavior, while drinking water treatment facilities, raw water, and consumer service hygiene are factors that are not significant in determining bacterial contamination.
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PERILAKU PEMBUANGAN SAMPAH Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.108

Abstract

Jumlah timbunan sampah Kabupaten Cirebon mencapai 4839,31 m³/hari sedangkan yang dapat terangkut hanya 3353,64 m³/ hari atau yang tidak terangkut sebanyak 1.636 m³/hari. Kondisi ini terjadi antara lain karena kemampuan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk pengadaan sarana prasarana yang dapat melayani kebutuhan yang ada masih terbatas. Oleh karena itu perlu dipikirkan pengurangan volume sampah melalui dari sumbernya. Hasil pengamatan yang penulis lakukan pada tanggal 2 Januari 2016 di Desa Jagapura Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon masih ditemukan warga masyarakat yang mengolah sampah dengan caradibakar, membuang sampahnya di kali dan dibiarkan terbuka di halaman atau kebun sehingga menimbulkan bau dan kemungkinan terjadinya perkembangbiakan lalat,  tikus, dan nyamuk selain itu dapat menjadi sumber pengotoran tanah, sumber pengotoran air dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan pengetahuan dan sikap tentang pengelolaan sampah dengan Perilaku Pembuangan sampah di Desa Jagapura Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian  yang digunakan adalah bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang  mengelola sampah yang berjumlah 89 orang dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi dan analisis data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (pvalue = 0,013) dan sikap (pvalue = 0,037) tentang pengelolaan sampah dengan pembuangan sampah di desa Jagapura Lor kecamatan Gegesik kabupaten Cirebon tahun 2016.Kata Kunci          : Pengetahuan dan sikap, Perilaku Pembuangan Sampah ABSTRACTThe amount of waste Cirebon reach 4839.31 m³ /day while that can be transported only 3353.64 m³ / day or were not transported as much as 1,636 m³/day. This condition occurs partly because the government's ability to procure Cirebon infrastructure that can serve the needs are still limited. Therefore, it needs to consider a reduction in the volume of waste through source. The observation that the author did on January 2, 2016 in Jagapura Lor Gegesik Subdistrict Cirebon still found citizens who process waste by burning, throwing trash at times and left open in the yard or garden so that cause odor and the possibility of proliferation of flies, mice and mosquitoes but it can be a source of ground fouling, fouling water sources and air pollution. This study aimed to analyze the influence of knowledge and attitudes about waste management garbage disposal Behavior in Jagapura Lor Gegesik District of Cirebon. This type of research is descriptive analytic with cross sectional method. The sample in this study is the head of the family who manage waste totaling 89 people by using interview and observation techniques. This study uses a statistical test Chi Square. The results showed no relationship between knowledge (p value = 0.013) and attitude (p value = 0.037) on waste management with waste disposal in rural districts Gegesik Jagapura Lor Cirebon regency in 2016.Keywords             : Knowledge and attitudes, Garbage Disposal Behavior
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUNYARAGI KOTA CIREBON Siti Matoya; Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.131

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi tahun 2013 dengan jumlah 1988 rumah tangga, status rumah tangga sehat baru mencapai 60%. Padahal Rencana Strategis (Restra) Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 mencantumkan target 70% rumah tangga sudah mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan karakteristik ibu dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2014.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin di teliti adalah hubungan antara pengetahuan, sikap dan karakteristik ibu dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package For Social Science) versi 18. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sunyaragi kota cirebon yaitu sebanyak 2761 responden. Jumlah sampel sebanyak 97 ibu rumah tangga yang diambil secara systematic random sampling. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05).Hasil uji statistik didapatkan bahwa umur (P-value = 0,584), tidak ada hubungan antara umur dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pendidikan (P-value) = 0,000), ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Status pekerjaan (P-value = 1,000), tidak ada hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan (P-value = 0,000), ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Sikap (P-value = 0,000), ada hubungan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci          : Pengetahuan, Sikap, Karakteristik Ibu ( umur, tingkat pendidikan,  status pekerjaan) ABSTRACTClean and healthy living behavior is all the health behaviors conducted on the awareness that a family member or family to help themselves in the field of health and can play an active role in the activities in public health. Based on data from a clean and healthy living behavior order households in Puskesmas Sunyaragi 2013 to 1988 the number of households, household healthy status only reached 60%. Whereas the Strategic Plan (Restra) The Ministry of Health in 2010-2014 included a target of 70% of households own practice clean and healthy living behavior. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and behavior characteristics of mothers with healthy and clean life in order households in Puskesmas Sunyaragi Cirebon 2014.The method used in this research is analytic survey using cross sectional design. Things that you want to study is that the relationship between knowledge, attitude and behavior characteristics of mothers with healthy and clean life. Data was collected through interviews using a questionnaire. Processing and analysis of data using SPSS (Statistic Package For Social Science) version 18. The study population was a housewife in the working area of Puskesmas Sunyaragi UPTD Cirebon city as many as 2761 respondents. The total sample of 97 housewives who were taken by systematic random sampling. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level (0.05).Statistical test results showed that age (P-value = 0.584), there was no relationship between age and behavior of clean and healthy. The level of education (P-value) = 0,000), there is a correlation between level of education and behavior of clean and healthy. Employment status (P-value = 1.000), there was no association between employment status with a clean and healthy living behavior. Knowledge (P-value = 0.000), there is a relationship between knowledge and behavior of clean and healthy. Attitudes (P-value = 0.000), there is a correlation between attitude and behavior of healthy and clean life.Keywords: Knowledge, Attitude, Mrs. characteristics (age, education level, employment status)
HUBUNGAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (TPS) Iin Kristanti; Lilis Banowati; Cucu Herawati; Thohir Thohir; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.230

Abstract

Sampah yang mengalami penimbunan dapat dimanfaatkan oleh lalat sebagai sarang dalam proses perkembangbiakan penyakit. Kepadatan lalat di TPS Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon masih tinggi sehingga memerlukan pengelolaan sampah yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat.Jenis penelitian yaitu kuantitaif dengan desain penelitian cross sectional. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan instrumen penelitian menggunakan Fly grill dan dibantu dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu 25 orang pengelola sampah dengan sampel penelitian total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ada hubungan antara pemilahan sampah p=0,006, ada hubungan pengumpulan sampah p=0,013, dan ada hubungan antara pengangkutan sampah p=0,033 dengan tingkat kepadatan lalat di TPS Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberi pelatihan kepada petugas TPS agar dapat menjalankan program dalam bidang pengelolaan sampah di TPS dengan baik dan memberi himbauan serta wawasan kepada masyarakat sekitar TPS tentang pengelolaan sampah yang baik.Kata kunci: Pengelolaan sampah, kepadatan lalat, tempat penampungan sementara  AbstractHoarded garbage can be used by flies as a nest in the process of disease breeding. The density of flies in the TPS Sumber District Cirebon Regency is still high, so it requires good waste management. The purpose of this study is to determinant the relationship between waste management and fly density.This type of research is quantitative with cross sectional research design. Methods of data collection by interview and research instruments using a fly grill and assisted by a questionnaire. The population in this study were 25 waste managers with a total sampling sample. Data analysis used the chi-square test.The results of the study there was a relationship between waste sorting p = 0.006, there was a relationship between waste collection p = 0.013, and there was a relationship between waste transportation p = 0.033 and the density level of flies in the TPS Sumber District Cirebon Regency It is better if the Environmental Agency (DLH) provides training for TPS officers so that they can run programs in the field of waste management at TPS properly and provide advice and insight to the community around the TPS about good waste management.Keywords: waste Management, Fly Density, Temporary shelter
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA Cucu Herawati; Putri Indrini; Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.243

Abstract

Infeksi saluran pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi, dan anak balita di Negara berkembang. Hampir semua kematian ISPA pada bayi dan anak balita umumnya disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan bagian bawah (pneumonia). Salah satu faktor yang mempengaruhi ISPA pada balita adalah perilaku keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian merupakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita sebanyak 1000 balita, jumlah sampel sebanyak 75 balita yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p=0,001), ada hubungan yang bermakna antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian ISPA (p=0,003), dan ada hubungan yang bermakna antara perilaku membersihkan rumah dengan kejadian ISPA (p=0,001). Disarankan bagi masyarakat agar menerapkan PHBS, menjaga lingkungan, dan bagi puskesmas agar melaksanakan penyuluhan tentang ISPA serta Care sicking ISPA.Kata Kunci: ISPA, merokok, obat nyamuk bakar ABSTRACTAcute respiratory infections (ARI) are known as one of the main causes of death in infants and children under five in developing countries. Almost all ARI deaths in infants and children under five are generally caused by lower respiratory tract infections (pneumonia). One of the factors that influence ARI in toddlers is family behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between family behavior factors and the incidence of ARI in children under five. The type of research is descriptive-analytic with a cross-sectional design, the population in this study is all 1000 toddlers, the total sample is 75 toddlers taken by random sampling. Data were analyzed using the chi-Square test. The results of this study showed that there was a significant relationship between the smoking behavior of family members and the incidence of ARI (p=0.001), there was a significant relationship between the use of mosquito coils and the incidence of ARI (p=0.003), and there was a significant relationship between house-cleaning behavior and the incidence of ARI. the incidence of ARI (p=0.001). It is recommended for the community to implement PHBS, protect the environment, and for puskesmas to carry out counseling about ARI and Care sicking ARI.Keywords: ARI, smoking, mosquito coils