Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Socialize the Biopore Modification and Utilization as a Composting Media and Disaster Mitigation Efforts in Blawi Village, Karangbinangun, Lamongan Marsha Savira Agatha Putri; Nur Lathifah Syakbanah; Nur Azizah Affandy; Salwa Nabilah; Adisti Risma Putri Azzahra Arismaya
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.24 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2487

Abstract

Blawi is a village where geographically located near the Bengawan Solo River crosses Lamongan Regency. During the wet season, Blawi Village often experiences flooding, however the contrary during the dry season it often experiences drought. Thus, with the background of these problems, it is necessary to carry out outreach the “Socialization and Utilization of Biopori with modification of Giving Effective Microorganism 4 (EM4)" to overcome the society problems in Blawi. This activity was held on Saturday, July 23, 2022 at 18.00 WIB until it is finished at the Blawi Village Hall, Karangbinangun District, Lamongan Regency. The event started with the opening, counseling, focus group discussion and question and answer sessions, until the closing. The participants of this activity were Blawi residents along with Karangtaruna and women society called PKK who enthusiastically participated in this activity. The counseling activity went smoothly and was well implemented, and it is hoped that similar activities can be carried out in the future so that collaboration between the academic community of the Faculty of Health Sciences, Universitas Islam Lamongan and the Blawi Village Government.
Analisis Asosiasi Curah Hujan dengan Pola dan Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat Marsha Savira Agatha Putri; Nur Lathifah Syakbanah; Rizky Rahadian Wicaksono; Yunni Wahyuningsih
Journal of Health Science and Prevention Vol. 6 No. 2 (2022): JHSP Vol 6 No 2 - 2022
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v6i2.797

Abstract

One of the infectious diseases that have high morbidity and mortality rates is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which is transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. In West Java Province, dengue cases fluctuated. So it is necessary to analyze and review the influence of weather on dengue cases in West Java Province with the pattern and prevalence of dengue cases in all cities and districts in West Java Province. This type of research is quantitative descriptive research by making exploratory observations and producing something general with a Geographic Information System approach. The location of this research is in all 27 districts and cities in West Java Province. Data on dengue cases in West Java Province is accessed from the West Java Provincial Health Office on the West Java Open Data platform (https://opendata.jabarprov.go.id/). Then the population data of West Java Province can be accessed at the Central Statistics Agency of West Java Province on the https://jabar.bps.go.id/ platform. Analysis of this research data for incidence is calculated by dividing the number of cases divided by the population and then multiplying by one hundred thousand, while the prevalence can be calculated by dividing the number of cases divided by the population and then multiplying by a thousand, and mapping using QGIS 3.16. From 2014 – 2020, the highest cases were in the city of Bandung and the highest prevalence was in the city of Sukabumi. there is a relationship between rainfall and DHF cases in West Java Province in 2014 - 2020 with a moderate correlation strength where rainfall plays a role in the incidence of DHF cases but is not absolute because it can still be influenced by other factors.
Analisis Komparasi Penggunaan Biokoagulan dari Ekstrak Biji Kelor dan Biji Asam Jawa pada Limbah Cair Pabrik Tahu APL Nglebur Lamongan Adlhatul Ro'fa; Marsha Savira Agatha Putri; Nur Lathifah Syakbanah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/7ijev.v7iss1.407

Abstract

Pembuangan limbah cair tahu ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan menyebabkan perubahan lingkungan secara fisik, kimia dan biologis yang dapat menunggu keseimbangan serta mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atau efektivitas dan dosis optimum penurunan konsentrasi parameter BOD, COD, TSS dan kekeruhan dengan biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera) dan biji asam jawa (Tamarindus indica). Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g, 1 g, 3 g dan 5 g. Pengambilan sampel limbah cair pabrik tahu dilakukan di Pabrik APL Ngeblur Kedungpring Lamongan. Karakteristik awal limbah cair pabrik tahu menunjukkan konsentrasi BOD, COD, TSS dan kekeruhan yang belum memenuhi syarat baku mutu limbah cair pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor  5 Tahun 2014 sehingga perlu dilakukan pengolahan air limbah sebelum di buang ke badan air. Penelitian ini dilakukan dengan pengadukan cepat selama 3 menit, pengadukan lambat selama 15 menit menggunakan magnetic stirrer. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan hasil penurunan sebesar 5 gram mampu menurunkan >50% nilai BOD 87% dan COD 53%, serta menurunkan <50% nilai TSS dan kekeruhan pada limbah cair industri tahu dari biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera). Sedangkan dosis optimum penggunaan biokoagulan biji asam jawa (Tamarindus indica) sebesar 5 gram mampu menurunkan >50% nilai BOD 51% dan TSS 52%, serta menurunkan <50% nilai COD dan kekeruhan pada limbah cair pabrik tahu. Kata Kunci: Biokoagulan alami, koagulasi-flokulasi, limbah cair industri tahu.
Sosialisasi Kualitas Air Di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Desa Taji Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan Eko Sulistiono; Nur Lathifah Syakbanah; Rizky Rahadian Wicaksono; Gading Wilda Aniriani; Mohammad Hanif; Denaya Andrya Prasidya; Marsha Savira Agatha Putri; Vena Nur Auliya; Sameida Rizky
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6768

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk menganalisis kualitas air sungai dan status mutu air Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo di Desa Taji, Kabupaten Lamongan, serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan pada satu titik pantau sepanjang Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan. Parameter yang diukur adalah pH, TSS, TDS, DO, BOD, E-Coli yang selanjutnya dibandingkan dengan kriteria baku mutu air sungai menurut Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil analisis menunjukkan nilai BOD sampel air tidak memenuhi syarat sehingga tidak disarankan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum dan aktivitas sanitasi masyarakat kecuali dilakukan program pengabdian lanjutan untuk pengolahan air tersebut.
EVALUASI MANAJEMEN HIGIENE DAN SANITASI PADA KIOS KANTIN SMA NEGERI 1 MANTUP Cici Dwi Mujiza Sari; Nur Lathifah Syakbanah; Marsha Savira Agatha Putri; Gadin Wilda Aniriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.17763

Abstract

Kantin sekolah perlu dievaluasi manajemen higiene dan sanitasi nya, karena merupakan salah satu tempat yang dikunjungi siswa maupun guru untuk mengkonsumsi makanan dan minuman di sekolah. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi manajemen fisik serta evaluasi pengujian kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel makanan serta uji swab kuman pada peralatan makan dan penjamah makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 1096 Tahun 2011. Sampel makanan, swab peralatan makan dan penjamah makanan diambil masing-masing dari 3 kios Kantin SMAN 1 Mantup pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Sampel makanan yang diambil yaitu sampel soto (Kios 1), bakso (Kios 2) dan mie ayam (Kios 3). Variabel yang dievaluasi antara lain: kelaikan fisik, uji identifikasi E. coli serta uji identifikasi kuman pada swab peralatan makan dan penjamah makanan. Pengujian tersebut dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Universitas Islam Lamongan, menggunakan media Eosin methylen blue agar (EMBA). Berdasarkan hasil yang didapatkan, hasil evaluasi fisik ketiga kios < skor minimal (65), namun tidak teridentifikasi bakteri E. coli pada sampel makanan. Selain itu, didapatkan hasil positif bakteri Klebsiella pneumonia pada uji identifikasi kuman pada peralatan makan dan penjamah makanan. Sehingga seluruh kios dievaluasi tidak memenuhi manajemen higiene dan sanitasi sesuai dengan Permenkes No 1096 Tahun 2011.
Status Mutu Kualitas Air Sungai Kaliotik Saat Musim Kemarau dengan Metode Storet Akhmad Syaifuddin Haqi; Aniriani, Gading Wilda; Muhammad Hanif; Nur Lathifah Syakbanah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i2.761

Abstract

Tingginya aktivitas pemukiman dan kegiatan pasar disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaliotik akan menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan. Metode storet digunakan karena dapat membantu menganalisis sumber pencemaran air sungai dari 3 lokasi pengambilan sampel air (stasiun 1 mewakili pemukiman, stasiun 2 mewakili kawasan industri (pasar ikan) dan stasiun 3 mewakili sektor pertanian), dimana lokasi-lokasi tersebut mewakili kegiatan masyarakat disekitar DAS. Status mutu air dibagi menjadi empat kriteria, yaitu memenuhi baku mutu, tercemar ringan, tercemar sedang, dan tercemar berat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet. Metode penelitian ini menggunakan metode storet yang mengacu pada KepmenLHK No. 115 Tahun 2003. Penghitungan merode storet menggunakan data komposit dari stasiun 1, 2, dan 3. Analisis penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif, dengan observasi lapangan dan analisis hasil laboratorium. Parameter yang diuji meliputi suhu, TSS, TDS, kekeruhan, pH, DO, COD, BOD, nitrat, amoniak, fosfat. Pengambilan sampel pada musim kemarau memiliki akurasi yang lebih baik dari pada musim hujan, karena polutan tidak terdipersi oleh air hujan. Penentuan status mutu air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet pada semua parameter, dengan jumlah semua skor adalah -144. Artinya Sungai Kaliotik mempunyai status mutu yang buruk untuk peruntukkan golongan C (PP20/1990).  
POTENSI BAKTERI ENDOGEN DALAM MEMINIMALISIR SENYAWA AMONIA DI SUNGAI KALIOTIK LAMONGAN Megasari, Miatri; Sulistiono, Eko; Syakbanah, Nur Lathifah; Prasidya, Denaya Andrya
Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jkpl.v4i2.8945

Abstract

The Kaliotic River is the water that flows in several villages in the Lamongan area. The Kaliotic River is a stream of water that is used as a disposal site for liquid waste left over from agriculture and leftover fish markets. The condition of the Kaliotic river which is used as a garbage disposal site is the basis of this research. This research was conducted with the aim of analyzing the potential of endogenous bacteria in the degradation of Kaliotic river waste. Based on the problems that exist in the Kaliotic river, this research was conducted using a quantitative descriptive method and using a true experimental method. Based on the isolation results, isolates were produced, namely isolates suspected to be ammonia degrading bacteria (bacteria A). Ammonia levels also decreased at point 1 by 17.6%; at the 23.3% point; and at point 3 that is 16.21%. The results of the bacterial potency test using a bacterial isolate concentration of 2% each and 98% water sample and can minimize ammonia compounds but do not comply with quality standards.
Relationship of Water Media Characteristics (pH, Temperature, TDS) to Density of Aedes sp Mosquito Flars in Karanggeneng Village, Lamongan District Dwi Maghfiroh, Andini; Syakbanah, Nur Lathifah; Eko, Sulistiono; Hanif, Muhammad
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 21 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 21 No. 2, Juli 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v21i2.734

Abstract

DHF (Dengue hemorrhagic fever) is a tropical endemic disease in Indonesia with a fluctuating trend in Lamongan. The main factor under control is the larval breeding habitat. This study aimed to determine the relationship between the characteristics of the water medium and the density of Aedes sp. mosquito larvae in Karanggeneng Village, Lamongan Regency. We conducted this quantitative study using a cross-sectional observational method on a sample of 80 houses in Karanggeneng Village, employing a straightforward random sampling technique. We recorded the data collection in the observation sheet and analyzed it with a chi-square test. The results showed that 37 houses were positive for Aedes sp. larvae based on HI (DF = 6), CI (DF = 6), and BI (DF = 7), so Karanggeneng Village has a high mosquito larval density. There is a significant relationship between water media and the presence of Aedes sp. mosquito larvae. The relationship between pH (p-value = 0.000), temperature (p-value = 0.000), and TDS (p-value = 0.000) is significant. We recommend regularly draining the water container weekly to prevent mosquito larvae from using it as a habitat.
Pengaruh Konsentrasi Bioaktivator Effective Microorganism 4 terhadap Waktu Penyerapan Air, Massa, dan Kualitas Kompos Pada Lubang Biopori: Effect of Effective Microorganism 4 Bioactivator Concentration on Water Absorption Time, Mass, and Quality of Compost in Biopori Pits Aulia, Shofiyah; Putri, Marsha Savira Agatha; Prasidya, Denaya Andrya; Syakbanah, Nur Lathifah
Jurnal Ecosolum Vol. 12 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v12i2.27857

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi hal tersebut sebagai akibat dari semakin berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air akibat kerusakan struktur tanah, ditambah dengan pembuangan sampah dengan jumlah yang makin bertambah ke badan-badan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi aktivator EM4 yang berbeda pada Lubang Resapan Biopori terhadap waktu penyerapan air, massa kompos dan kualitas kompos selama rentang waktu 15 dan 30 hari. Metode pada penelitian ini adalah waktu penyerapan air dihitung menggunakan stopwatch dan massa kompos dihitung menggunakan timbangan. Perlakuan dibagi menjadi empat antara lain Non-EM4, konsentrasi EM4 sebanyak 1% (5 mL), 5% (25 mL), 10% 50 mL dalam larutan aquades sebanyak 500 mL yang dicampur sampah organik 1,5 kg pada masing-masing lubang. Kualitas kompos yang diukur pada Laboratorium Sumber Daya Lahan Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur, berdasarkan parameter antara lain (C-organik, P-total, N-total, K- total, suhu, pH dan rasio C/N). Hasil observasi menunjukkan bahwa penambahan EM4 pada lubang resapan biopori tidak signifikan mempengaruhi waktu penyerapan air. Massa kompos paling kecil ditunjukkan pada perlakuan EM4-10%. Hal ini menunjukkan proses dekomposisi terjadi lebih cepat dan banyak mikroorganisme yang membantu proses tersebut. Dari keempat perlakuan, didapatkan perlakuan EM4-10% yang lebih dominan memenuhi standar baku mutu SNI. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, jumlah takaran bioaktivator yang direkomendasikan adalah pada perlakuan EM4-10%.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN ECO-ENZYME SEBAGAI PROGRAM PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA WARGA KELURAHAN BANJARSARI, GRESIK Prasidya, Denaya Andrya; Syakbanah, Nur Lathifah; Aniriani, Gading Wilda; Sameida, Sameida
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.48483

Abstract

Permasalahan timbunan sampah yang semakin meningkat setiap hari dan kurangnya lahan pembuangan sampah menjadi masalah utama lingkungan. Selain itu, pemilahan dan pengolahan sampah yang kurang efektif sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan oleh sampah. Eco- enzyme merupakan metode inovasi yang dibuat dari sampah organik rumah tangga sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah organik ke TPA. Wilayah RW 12 Cluster Sportivo Desa Banjarsari, Gresik belum ada pelopor penggerak warga sekitar untuk dapat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah terutama eco- enzyme ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga agar dapat mengolah sampah organik menjadi bahan yang dapat dipergunakan kembali dan mencegah pencemaran lingkungan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan atau penyuluhan kesehatan lingkungan, demonstrasi pembuatan ecoenzyme, dan pendampingan. Setelah dilakukan penyuluhan, warga mendapatkan pengetahuan yang baik mengenai pengolahan sampah organik dengan eco- enzyme. Kegiatan demonstrasi pembuatan eco- enzyme dilakukan secara langsung di fasilitas umum. Kegiatan yang terakhir adalah pendampingan, yaitu dilakukan selama 2 minggu berdiskusi mengenai kesulitan selama membuat eco- enzyme ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari mitra. Pengetahuan serta keterampilan warga untuk mengolah sampah organic menjadi meningkat. Untuk kegiatan selanjutnya yaitu mengadakan pengolahan sampah dalam bentuk lain sehingga lingkungan terpelihara dengan baik. The problem of landfills that are increasing every day and the lack of land for waste disposal is a major environmental problem. In addition, the sorting and processing of waste is less effective, causing environmental pollution by waste. Eco-enzyme is an innovative method made from household organic waste so that it can reduce the disposal of organic waste to landfill. In the area of RW 12 Cluster Sportivo, Banjarsari Village, Gresik, there are no pioneers to mobilize local residents to conduct sorting and processing of waste, especially this eco-enzyme. This community service activities aims to increase the knowledge and skills of citizens so that they can process organic waste into materials that can be reused and prevent environmental pollution. Activities are carried out in the form of 3 activities, namely environmental health education or counseling, demonstrations for making ecoenzymes, and mentoring. After counseling, residents get good knowledge about processing organic waste with eco-enzyme. Activity demonstrations of making eco-enzymes are carried out directly in public facilities. The last activity is mentoring, which is carried out for 2 weeks using it to discuss the difficulties in making this eco-enzyme. This community service activity can run smoothly and get a positive response from partners. The knowledge and skills of residents to process organic waste increased. Suggestions for further activities are holding deep waste processing other forms so that the environment around can be maintained properly.