Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

PENGARUH LARUTAN KUMUR 10% TANAMAN SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa) TERHADAP STABILITAS WARNA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID Ariyani Faizah; Wahyu Sandri Dwi Kusuma
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.911 KB)

Abstract

Resin komposit nanohybrid adalah salah satu jenis bahan tumpatan sewarna gigi yang banyak digunakan karena mempunyai estetik yang baik, tetapi mempunyai kekurangan yaitu dapat mengalami perubahan stabilitas warna. Perubahan stabilitas warna resin komposit nanohybrid salah satunya disebabkan oleh penggunaan larutan kumur. Larutan kumur chlorhexidine gluconate 0,2% memiliki aktivitas antibakteri dan banyak digunakan tetapi menyebabkan diskolorasi bahan tumpatan. Dalam berbagai penelitian diketahui tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa)memiliki kandungan antibakteri yang baik pada bakteri gram positif maupun negatif, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk menggantikan chlorhexidine gluconate 0,2%. Tujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kumur 10% tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) terhadap stabilitas warna resin komposit nanohybrid. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan 27 spesimen resin komposit nanohybrid berbentuk disk dengan ukuran diameter 10 mm dan tinggi 2 mm, dibagi ke dalam 3 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 9 spesimen. Semua kelompok direndam dalam 24 jam aquades lalu diukur nilai perubahan warna awal dengan chromameter dan rumus CIE l*a*b*, kemudian kelompok A direndam larutan kumur tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) konsentrasi 10%, kelompok B dalam chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kelompok C dalam aquades. Spesimen kemudian dilakukan pengukuran warna akhir dengan chromameter dan rumus CIE l*a*b. Hasil uji post hoc dengan least significant difference (LSD) menunjukkan antara kelompok A dengan kelompok B memiliki sig=0,293 (sig>0,05), kelompok A dengan kelompok C memiliki sig=0,000 (sig<0,05) dan Kelompok B dengan kelompok C memiliki sig=0,003 (sig<0,05) sehingga dapat disimpulkan larutan kumur 10% tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) berpengaruh terhadap stabilitas warna resin komposit nanohybrid dan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan chlorhexidine gluconate 0,2%.
Curettage as a Follow-up Treatment in Lower Anterior Gingivitis Cases: Case Report Ariyani Faizah; Izdihar Silmina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.516 KB)

Abstract

Jaringan periodontal adalah jaringan sekitar gigi memiliki fungsi untuk mempertahankan gigi agar tetap pada soketnya. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, sementum, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Masalah kondisi yang sering dikeluhkan pada jaringan periodontal diantaranya pembengkakan pada gingiva, atau gingivitis. Gingivitis adalah suatu peradangan pada jaringan lunak gingiva di sekitar gigi. Plak atau kalkulus merupakan faktor utama terjadinya gingivitis. Perawatan yang dilakukan untuk kasus gingivitis adalah perawatan inisial atau disebut dengan perawatan fase 1, jika masih terdapat tanda klinis peradangan maka dilanjutkan dengan perawatan fase 2 berupa kuretase. Studi ini bertujuan untuk membahas penatalaksanaan eliminasi gingivitis dengan scalling dan root planning dilanjutkan dengan kuretase. Kasus : seorang perempuan usia 22 tahun mengalami gingivitis disertai adanya poket periodontal terdapat pada bagian labial gigi anterior rahang bawah sedalam 3 mm serta BOP positif. Dimulai dengan perawatan fase 1, scalling dan root planning. Hasil evaluasi masih terdapat tanda inflamasi, seperti pembengkakan berwarma kemerahan pada gingiva, maka dilanjutkan perawatan lanjutan fase 2 perawatan korektif yaitu kuretase. Setelah 14 hari menghasilkan gambaran klinis berkurangnya area inflamasi, ditandai warna gingiva lebih pucat dari sebelumnya dengan tekstur gingiva stipling, kedalaman poket berkurang dan BOP negatif. Dari hasil evaluasi pemeriksaan, perawatan kuretase pada kasus ini dikatakan berhasil.
Curettage Treatment In Cases Of Gingivitis Et Causa Plaque And Dental Calculus 41,42: Case Report Ariyani Faizah; Mutiara Anindhita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.147 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gingivitis merupakan inflamasi yang melibatkan jaringan lunak disekitar gigi seperti gingiva disertai adanya kehilangan perlekatan. Salah satu penyebab utama gingivitis karena adanya akumulasi plak. Perawatan yang dilakukan pada pasien dengan gingivitis initial phase yaitu scaling dan root planning. Dilanjukan dengan kontrol satu minggu pasca perawatan untuk mengevaluasi keadaan gingiva, apabila tidak berhasil maka perawatan yang akan dilakukan adalah surgical therapy yaitu kuretase gingiva. Tujuan: Laporan kasus ini membahas kuretase sebagai perawatan gingivitis pada gigi 41, 42. Laporan kasus: Pasien berusia 24 tahun mengalami gingivitis adanya bleeding on probing pada gingiva regio anterior rahang bawah Perawatan scaling dan root planning telah dilakukan dan tidak menunjukan adanya perbaikan, kemudian dilanjutkan dengan perawatan kuretase dengan hasil BOP (-),dengan probing depth mesial-midlabial-distal gigi 41 adalah 2 mm, dan gigi 42 adalah 1mm-2mm-2mm. Kesimpulan: evaluasi kuretase dapat dilihat dari kontrol Satu minggu pasca perawatan, pasien mengaku tidak ada keluhan, kondisi gingiva tidak terdapat pembengkakan, warna coral pink, stippling, konsistensi kenyal, dan BOP (-),dengan probing depth mesial- midlabial-distal gigi 41 adalah 2 mm, dan gigi 42 adalah 1mm-2mm-2mm.
Potensi Penambahan Pati Jagung, Ubi Kayu, Beras Ketan Dan Sagu Pada Alginat Terhadap Perubahan Dimensi Dendy Murdiyanto; Ariyani Faizah; Mahmud Khalifa; Amira Khansa Nabila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.749 KB)

Abstract

Latar belakang : Alginat adalah gel hidrokoloid yang sebagian besar mengandung air yang mana air akan menguap jika cetakan diletakkan di udara terbuka sehingga menyebabkan penyusutan (sineresis) atau akan mengembang bila direndam dalam air (imbibisi). Pada dasarnya dimensi alginate sudah baik, namun jika tidak segera diisi dengan bahan gypsum kedokteran gigi dapat menyebabkan dimensi yang cepat berubah sehingga akan mempengaruhi akurasi hasil cetakan. Upaya yang dilakukan untuk memperlambat perubahan dimensi bahan cetak alginat yaitu dengan melakukan modifikasi bahan cetak alginate dengan pati alami. Pati yang berpotensi menjadi bahan modifikasi yaitu pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu. Tujuan : Mengkaji penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dalam menghambat perubahan dimensi. Metode : Jenis penelitian ini adalah litterature review, pencarian artikel publikasi pada Google Schoolar, PubMed dan Science Direct menggunakan kata kunci yang telah ditentukan yaitu bahan cetak alginat, perubahan dimensi dan pati alami. Pertanyaan (PICOS, P = populasi, I= intervensi, C = pembanding, O = hasil, S = jenis studi) format tersebut digunakan untuk formulasi selama pelaporan yang menunjukkan tinjauan sistematis. Kesimpulan : Penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dapat menghambat perubahan dimensi karena adanya reaksi dari kandungan amilosa dan amilopektin.
PENGARUH LARUTAN KUMUR 10% TANAMAN SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa) TERHADAP STABILITAS WARNA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID Faizah, Ariyani; Kusuma, Wahyu Sandri Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit nanohybrid adalah salah satu jenis bahan tumpatan sewarna gigi yang banyak digunakan karena mempunyai estetik yang baik, tetapi mempunyai kekurangan yaitu dapat mengalami perubahan stabilitas warna. Perubahan stabilitas warna resin komposit nanohybrid salah satunya disebabkan oleh penggunaan larutan kumur. Larutan kumur chlorhexidine gluconate 0,2% memiliki aktivitas antibakteri dan banyak digunakan tetapi menyebabkan diskolorasi bahan tumpatan. Dalam berbagai penelitian diketahui tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa)memiliki kandungan antibakteri yang baik pada bakteri gram positif maupun negatif, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk menggantikan chlorhexidine gluconate 0,2%. Tujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kumur 10% tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) terhadap stabilitas warna resin komposit nanohybrid. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan 27 spesimen resin komposit nanohybrid berbentuk disk dengan ukuran diameter 10 mm dan tinggi 2 mm, dibagi ke dalam 3 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 9 spesimen. Semua kelompok direndam dalam 24 jam aquades lalu diukur nilai perubahan warna awal dengan chromameter dan rumus CIE l*a*b*, kemudian kelompok A direndam larutan kumur tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) konsentrasi 10%, kelompok B dalam chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kelompok C dalam aquades. Spesimen kemudian dilakukan pengukuran warna akhir dengan chromameter dan rumus CIE l*a*b. Hasil uji post hoc dengan least significant difference (LSD) menunjukkan antara kelompok A dengan kelompok B memiliki sig=0,293 (sig>0,05), kelompok A dengan kelompok C memiliki sig=0,000 (sig<0,05) dan Kelompok B dengan kelompok C memiliki sig=0,003 (sig<0,05) sehingga dapat disimpulkan larutan kumur 10% tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa) berpengaruh terhadap stabilitas warna resin komposit nanohybrid dan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan chlorhexidine gluconate 0,2%.
Curettage as a Follow-up Treatment in Lower Anterior Gingivitis Cases: Case Report Faizah, Ariyani; Silmina, Izdihar
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan periodontal adalah jaringan sekitar gigi memiliki fungsi untuk mempertahankan gigi agar tetap pada soketnya. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, sementum, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Masalah kondisi yang sering dikeluhkan pada jaringan periodontal diantaranya pembengkakan pada gingiva, atau gingivitis. Gingivitis adalah suatu peradangan pada jaringan lunak gingiva di sekitar gigi. Plak atau kalkulus merupakan faktor utama terjadinya gingivitis. Perawatan yang dilakukan untuk kasus gingivitis adalah perawatan inisial atau disebut dengan perawatan fase 1, jika masih terdapat tanda klinis peradangan maka dilanjutkan dengan perawatan fase 2 berupa kuretase. Studi ini bertujuan untuk membahas penatalaksanaan eliminasi gingivitis dengan scalling dan root planning dilanjutkan dengan kuretase. Kasus : seorang perempuan usia 22 tahun mengalami gingivitis disertai adanya poket periodontal terdapat pada bagian labial gigi anterior rahang bawah sedalam 3 mm serta BOP positif. Dimulai dengan perawatan fase 1, scalling dan root planning. Hasil evaluasi masih terdapat tanda inflamasi, seperti pembengkakan berwarma kemerahan pada gingiva, maka dilanjutkan perawatan lanjutan fase 2 perawatan korektif yaitu kuretase. Setelah 14 hari menghasilkan gambaran klinis berkurangnya area inflamasi, ditandai warna gingiva lebih pucat dari sebelumnya dengan tekstur gingiva stipling, kedalaman poket berkurang dan BOP negatif. Dari hasil evaluasi pemeriksaan, perawatan kuretase pada kasus ini dikatakan berhasil.
Curettage Treatment In Cases Of Gingivitis Et Causa Plaque And Dental Calculus 41,42: Case Report Faizah, Ariyani; Anindhita, Mutiara
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gingivitis merupakan inflamasi yang melibatkan jaringan lunak disekitar gigi seperti gingiva disertai adanya kehilangan perlekatan. Salah satu penyebab utama gingivitis karena adanya akumulasi plak. Perawatan yang dilakukan pada pasien dengan gingivitis initial phase yaitu scaling dan root planning. Dilanjukan dengan kontrol satu minggu pasca perawatan untuk mengevaluasi keadaan gingiva, apabila tidak berhasil maka perawatan yang akan dilakukan adalah surgical therapy yaitu kuretase gingiva. Tujuan: Laporan kasus ini membahas kuretase sebagai perawatan gingivitis pada gigi 41, 42. Laporan kasus: Pasien berusia 24 tahun mengalami gingivitis adanya bleeding on probing pada gingiva regio anterior rahang bawah Perawatan scaling dan root planning telah dilakukan dan tidak menunjukan adanya perbaikan, kemudian dilanjutkan dengan perawatan kuretase dengan hasil BOP (-),dengan probing depth mesial-midlabial-distal gigi 41 adalah 2 mm, dan gigi 42 adalah 1mm-2mm-2mm. Kesimpulan: evaluasi kuretase dapat dilihat dari kontrol Satu minggu pasca perawatan, pasien mengaku tidak ada keluhan, kondisi gingiva tidak terdapat pembengkakan, warna coral pink, stippling, konsistensi kenyal, dan BOP (-),dengan probing depth mesial- midlabial-distal gigi 41 adalah 2 mm, dan gigi 42 adalah 1mm-2mm-2mm.
Potensi Penambahan Pati Jagung, Ubi Kayu, Beras Ketan Dan Sagu Pada Alginat Terhadap Perubahan Dimensi Murdiyanto, Dendy; Faizah, Ariyani; Khalifa, Mahmud; Nabila, Amira Khansa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Alginat adalah gel hidrokoloid yang sebagian besar mengandung air yang mana air akan menguap jika cetakan diletakkan di udara terbuka sehingga menyebabkan penyusutan (sineresis) atau akan mengembang bila direndam dalam air (imbibisi). Pada dasarnya dimensi alginate sudah baik, namun jika tidak segera diisi dengan bahan gypsum kedokteran gigi dapat menyebabkan dimensi yang cepat berubah sehingga akan mempengaruhi akurasi hasil cetakan. Upaya yang dilakukan untuk memperlambat perubahan dimensi bahan cetak alginat yaitu dengan melakukan modifikasi bahan cetak alginate dengan pati alami. Pati yang berpotensi menjadi bahan modifikasi yaitu pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu. Tujuan : Mengkaji penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dalam menghambat perubahan dimensi. Metode : Jenis penelitian ini adalah litterature review, pencarian artikel publikasi pada Google Schoolar, PubMed dan Science Direct menggunakan kata kunci yang telah ditentukan yaitu bahan cetak alginat, perubahan dimensi dan pati alami. Pertanyaan (PICOS, P = populasi, I= intervensi, C = pembanding, O = hasil, S = jenis studi) format tersebut digunakan untuk formulasi selama pelaporan yang menunjukkan tinjauan sistematis. Kesimpulan : Penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dapat menghambat perubahan dimensi karena adanya reaksi dari kandungan amilosa dan amilopektin.