Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang bangun mesin screw extruder pencetak briket Saparin, Saparin; Nurdiansyah, Rahmat; Setiawan, Yudi; Wijianti, Eka
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pencetak briket adalah alat yang dirancang untuk memudahkan proses pencetakan briket. Dalam proses pencetakan briket mengunakan banyak sistem proses pencetakan dari dengan manual, hidrolik dan molding. Kebanyakan dari sistem tersebut masih mempunyai banyak kekurangan baik dari segi produktivitas, tenaga operator dan waktu yang lama. Pada penelitian rancang bangun sebuah mesin screw extruder yang dirancang khusus untuk mencetak briket, Pemilihan sistem screw extruder pada mesin pencetak briket karena sistem ini karena paling efesien untuk mengatasi masalah masalah pada sistem lainnya. Mesin ini memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 46 cm dan tinggi 43 cm dengan kepala corong pencetak 3 cm x 3 cm dan panjang 10 cm berbentuk persegi panjang dengan Prinsip kerja mesin adonan dimasukkan ke dalam hopper, lalu dipadatkan oleh ulir yang mendorongnya ke dalam cetakan. Mesin ini diujicobakan dalam tiga pengujian mencetak dengan massa adonan berbeda untuk mengevaluasi kinerjanya dalam memproduksi briket dengan bahan uji beban di 500 gram, 1000 gram, dan 1500 gram. Didapatkan dalam dari 3 kali pengujian briket berhasil tercetak 12 batang briket tercetak sempurna sesuai ukuran 3 cm x 3 cm dengan panjang 10 cm. Dengan adonan tertinggal dan tidak sesuai ukuran cetaknya yaitu 346,6 gram. rata rata waktu 3,34 detik. Dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mesin screw extruder pencetak briket dapat berfungsi dengan baik.
MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i1.5185

Abstract

Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.
PENGARUH PENDINGINAN PANEL SURYA TERHADAP EFISIENSI DAYA KELUARAN Ariksa, Jeri; Forestico, Abraham Sahat Salano; Setiawan, Yudi; Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.5055

Abstract

Solusi pemenuhan energi listrik di daerah pedalaman dapat terselesaikan dengan menggunakan sumber energi terbarukan seperti panel surya yang dapat dibangun pada daerah terpencil dan minim infrastruktur. Penggunaan panel surya sendiri membutuhkan suhu optimal pada 25⁰C, sementara itu pada saat siang hari suhu pada panel surya bisa mencapai 45⁰C suhu optimal tersebut, dengan itu perlu adanya pengoptimalan suhu kerja pada panel surya dengan diberikan pendinginan untuk meningkatkan daya keluaran pada panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendinginan pada panel surya yang menggunakan variasi pendinginginan air pada suhu 25-70⁰C. Hasil dari penelitian didapatkan rerata efisiensi pada panel surya yang bersuhu air 60-70°C 11,42,% dengan rerata daya keluaran 19,58W, rerata efisiensi panel surya dengan air bersuhu 25-28°C adalah 12,40% rerata daya keluaran 21,26W dan rerata efisiensi panel surya tanpa air adalah 11,86% dengan rerata daya keluaran 20,34W. Dan untuk pengujian panel surya dengan penambahan pendinginan memberikan pengaruh terhadap daya keluaran dan efisiensi yang dihasilkan oleh panel surya.
RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS BAWANG MERAH SISTEM MATA PISAU ROTARI SUMBU VERTIKAL Wijianti, Eka Sari; Novriyanda, Novriyanda; Saparin, Saparin
AUSTENIT Vol. 12 No. 2 (2020): AUSTENIT: Oktober 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan bahan yang digunakan untuk membuat bawang goreng. Salah satu tahap pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng adalah dengan mengiris bawang dengan ketebalan tertentu kemudian digoreng menggunakan minyak panas. Produsen bawang goreng ataupun industri kuliner masih banyak yang memproduksi bawang goreng masih mengiris bawang secara manual. Oleh karena itu, dirancang teknologi tepat guna berupa mesin pengiris bawang merah dengan sistem mata pisau rotari sumbu vertikal. Cara kerja mesin adalah dengan memutarkan mata pisau menggunakan motor listrik 200 watt dengan putaran 350 rpm dan dimensi mesin dengan panjang 53 cm x lebar 42 cm x tinggi 105 cm. Hasil penelitian diperoleh kapasitas output mesin pengiris bawang merah mampu mengiris bawang merah dengan hasil rata-rata bawang kategori baik adalah 454,66 gram, 30 gram kategori tidak baik, dan kategori tertinggal 15,33 gram dengan waktu pengirisan 59,62 detik. Kapasitas produksi mesin pengiris bawang merah ini sebesar 27,432 Kg/jam dengan tingkat efisiensi produksi mesin mencapai 90,93%
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH DAUN PELAWAN PORTABLE DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDUT MATA PISAU Eka Sari Wijianti; Pranata, Firgiawan Aldy; Saparin, Saparin
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT: Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon Pelawan memiliki banyak manfaat dimasyarakat, salah satunya daunnya untuk pembuatan teh herbal. Proses pembuatan teh ini menggunakan mesin pencacah daun pelawan. Mesin ini sudah ada sebelumnya, namun dimensi mesin sebelumnya terlalu besar yang dimana tujuan awal pembuatan mesin untuk membantu UMKM masyarakat yang penggunanya adalah perempuan/ibu-ibu, dan hasil cacahan masih ada yang kasar. Oleh karena itu dilakukan perancangan mesin dengan mengubah dimensi mesin menjadi 370 mm x 350 mm x 530 mm dengan motor listrik 0,34 Hp dengan putaran motor 1325 rpm. Variasi kemiringan sudut mata pisau ada 4 yaitu 10˚, 15˚, 20˚, dan gabungan dari ketiga sudut itu dengan tujuan meningkatkan kehalusan cacahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan sudut kemiringan 10˚ menghasilkan 45,3% halus dan 54,7% kasar, untuk sudut 15˚ menghasilkan 37,31% halus dan kasar 62,69%, untuk sudut 20˚ menghasilkan 36,24% halus dan 63,76% kasar, untuk sudut gabungan  menghasilkan 38,58% halus dan 61,42% kasar. Kapasitas produksi terbesar yang dihasilkan yaitu pada kemiringan sudut 10˚ sebesar 0,78 kg/jam.
MODIFIKASI TABUNG DAN KARET PADA MESIN PENGUPAS BAWANG MERAH SISTEM HORIZONTAL Prayogo, Agung Pangestu; Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi
AUSTENIT Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i2.4640

Abstract

This research about how to modify a machine that peels onions. The method used is Reverse engineering. This machine was modified because there is a shortage, level of success onion-peeler machine is still low, with value 43.63%, safety level machine is not sufficient, and the diameter of peeler tube hole is too large, so it is not effective and efficient. Modification made for to improve the efficiency of peeling shallots. The modified part is the rubber and the diameter of the peeler hole. Tube-hole size changed from 16mm to 6mm. will use the Shaft On the stripper tube. The shaft works like a holder for a rubber peeler. There are 11 pieces of peeling rubber. The results of the study showed that the peeled onion was 755 grams after 20 minutes. The machine's actual capacity is 37.75 grams per minute, or 2.26 kg per hour. The machine's production efficiency is 75.5%.
DESIGN OF BAJAKAH ROOT CHOPPING MACHINE INTO TEA POWDER Abdi, Muhammad Zainul; Saparin, Saparin; Setiawan, Yudi; Wijianti, Eka Sari
AUSTENIT Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i2.8093

Abstract

Tea (camellia sinensis) is one type of plant that is often found as a processed beverage. There are several raw materials for making tea that are often used including using leaves, shoots, flowers, and roots. One of the teas made from roots is bajakah root tea where the manufacturing process is still done in the traditional way, namely chopped using a machete. Therefore, in this study, a bajakah root chopping machine was designed with the aim of helping the bajakah root production process into tea powder. This bajakah root chopping machine into tea powder is designed using the France method with the demands of a sturdy frame and easy to move. This bajakah root chopping machine has dimensions of 340 mm long, 240 mm wide and 600 mm high. The engine is driven by an electric motor with a power of 0.5 Hp, a rotation of 1400 rpm using a pulley drive system with a ratio of 1: 1.5 and the rotation of the chopper shaft is 933 rpm. From the test results taken from a sample of 500 grams of raw material with 3 times testing, the resulting average is perfectly chopped as much as 389 grams, not perfectly chopped as much as 54 grams, with a time of 167.3 seconds. The production capacity of the machine is 8.37 kg/hour.  The machine that has been made is able to chop bajakah roots with a machine production efficiency of 77.8%.
RANCANG BANGUN MESIN PENGGEMBUR TANAH MENGGUNAKAN MATA BAJAK TIPE CANGKUL DENGAN KEMIRINGAN SUDUT 110° Filgantara, Yuda; Saparin, Saparin; Setiawan, Yudi; Wijianti, Eka Sari; Ariksa, Jeri
AUSTENIT Vol. 16 No. 1 (2024): AUSTENIT: April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v16i1.8110

Abstract

Indonesia is an agricultural country where the majority of the population is farming. Farmers in Indonesia still use many traditional methods in processing agricultural land such as using hoes. In previous studies, a soil bulking machine was made with a slope of the plow blade angle of 90 ° and obtained less than optimal loose results. The influencing factor is that the angle of the hoe eye is not large, therefore the manufacture of a soil bulking machine is carried out using a hoe-shaped plow with the slope of the corner of the hoe eye enlarged to 110 °. The soil bulking machine uses 30 hoe-shaped plowshares with a hoe blade height of 10 cm, a width of 10 cm and a hoe tip thickness of 6 mm. The type of soil that can be plowed by this soil bulking machine is soil that has been cultivated on agricultural land. The test was conducted on an area of 28 m2. In the first experiment, it took an average of 18.78 seconds with an average pirated depth of 9.76 cm. In the second experiment, it took an average of 16.91 seconds with an average pirated depth of 9.30 cm. In the third experiment, it took an average of 19.24 seconds with an average pirated depth of 11.26 cm. The result of soil loosening with an average productivity of 1.53 m2 / second with an average depth of 10.10 cm.
Peningkatan Kemampuan Berjalan Bagi Penyandang Tunadaksa Di Yayasan Ypac Pangkal Pinang Setiawan, Yudi; Ariksa, Jeri; Wijianti, Eka Sari; Saparin, Saparin; Taufiq, M Aries
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/hf4g8d45

Abstract

Efforts to develop assistive devices for children with disabilities at YPAC Foundation Pangkal Pinang, a school that provides education for children with special needs. This initiative is a form of commitment from the Mechanical Engineering Study Program in covering cooperation in the field of education at the YPAC Pangkal Pinang Foundation, where in 2023 the Mechanical Engineering Study Program at Bangka Belitung University has submitted a walking aid, but there is still much that needs to be developed from the device. The focus of this collaboration is aimed at children with disabilities, who have difficulty in mobility. Based on an evaluation by the UBB team with the General Chairperson of the YPAC Foundation, it was found that the device that we had submitted still had weaknesses in supporting walking training for children with disabilities, so that they still experienced difficulty and discomfort in experiencing walking. As a follow-up, the UBB Mechanical Engineering Team succeeded in updating a flexible walking aid that can be used by children of various ages, is safe when used and is expected to improve the mobility and quality of life of children with disabilities at the YPAC Pangkal Pinang Foundation.
PEMANFAATAN MESIN PEMBUBUR LIMBAH KULIT JERUKUNTUK MENINGKATAN PRODUKSI PAKAN MAGGOT DI KSM SAHABAT FARM KELURAHAN BUKIT BESAR KECAMATAN GIRIMAYA KOTA PANGKALPINANG Sari Wijianti, Eka; Bidayani, Endang; Inonu, Ismed; Saparin, Saparin
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/k03x1w55

Abstract

Sahabat Farm adalah kelompok swadaya masyarakat (KSM) sebagai pengelola rumah maggot. Namun pengelolaan pakan maggot yang berkualitas dengan biaya terjangkau masih menjadi kendala dalam pengembangan budidaya maggot seperti yang dialami Sahabat Farm Bangka Belitung. KSM mengolah bahan pakan maggot dari limbah kulit jeruk secara manual membutuhkan waktu 60 menit untuk 30 kg limbah kulit jeruk. Kebutuhan pakan maggot 120 kg/hari tidak efektif jika dilakukan pembuburan kulit secara manual. Berdasarkan diskusi langsung dengan KSM Sahabat Farm, mereka membutuhkan mesin yang dapat mencacah kulit jeruk menjadi halus (pembuburan) sebagai pakan maggot. KSM Sahabat Farm mampu menghasilkan 60 kg per hari maggot dengan total 1,8 ton per bulan. 1 kg maggot membutuhkan 2 kg limbah organik. Sehingga, untuk memberi makan 60 kg maggot dibutuhkan 120 kg limbah organik perharinya. Tim pengabdian akan membuat mesin pembubur kulit jeruk dengan kapasitas mencapai 170 kg/jam. Maggot digunakan mitra sebagai pakan ikan, pakan unggas, dan dijual ke konsumen mendapatkan benefit yang menopang ekonomi keluarga. Melalui proposal pengabdian ini, tim pengabdian akan membuat dan menyerahkan mesin pembubur kulit jeruk ke mitra dan melakukan pendampingan penggunaan mesin. dengan mesin tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktiftivas mitra dalam memproduksi maggot