Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Studi Penerapan Polyurethane (Pu) Pada Perbaikan Retakan Beton Pada Pelat Lantai Bangunan Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma Sudirman, Sudirman; Iqbal, Muh.; Trisakti, Trisakti; Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6713

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan Polyurethane (PU) grouting injeksi dalam memperbaiki beton retak melalui uji laboratorium dan aplikasi lapangan. Tujuan utama penelitian adalah menilai pengaruh PU dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap kuat tekan beton K-250 serta daya tahan terhadap rembesan air. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa PU 50% paling efektif mengurangi rembesan air dengan kadar 1,87%, dibanding PU 25% (2,54%) dan PU 75% (3,20%). Namun, semua variasi PU tidak meningkatkan kuat tekan beton, yakni berkisar antara 4,33–4,58 MPa, lebih rendah dari beton normal K-250. Studi lapangan pada pelat lantai II Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma menunjukkan metode injeksi PU spoid efektif menutup retakan <2 mm dan lebih praktis serta ekonomis dibanding metode tekanan tinggi. Kesimpulannya, PU grouting cocok untuk perbaikan beton non-struktural yang fokus pada pengurangan rembesan air, tetapi tidak direkomendasikan untuk meningkatkan kekuatan tekan. This study evaluated the effectiveness of Polyurethane (PU) injection grouting in repairing cracked concrete through laboratory tests and field applications. The main objective of the study was to assess the effect of PU with various concentrations of 25%, 50%, and 75% on the compressive strength of K-250 concrete and its resistance to water seepage. Laboratory test results showed that 50% PU was the most effective in reducing water seepage with a content of 1.87%, compared to 25% PU (2.54%) and 75% PU (3.20%). However, all PU variations did not increase the compressive strength of concrete, which ranged from 4.33–4.58 MPa, lower than normal K-250 concrete. Field studies on the second floor slab of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University showed that the PU spoid injection method was effective in closing cracks <2 mm and was more practical and economical than the high-pressure method. In conclusion, PU grouting is suitable for non-structural concrete repairs that focus on reducing water seepage, but is not recommended for increasing compressive strength.
Analisis Kemampuan Pedagogic Content Knwoledge (PCK) Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pomalaa Hamjan, Hamjan; Iqbal, Muh.; Nasution, Abd. Haris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Islam, yang berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas siswa. Penelitian ini mengevaluasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pomalaa, dengan fokus pada delapan indikator PCK. Menggunakan pendekatan mixed-method, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk menilai pengetahuan dan keterampilan pedagogis guru melalui survei self-assessment. Penelitian yang dilakukan selama dua bulan ini menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan kompetensi PCK guru Pendidikan Agama Islam adalah 78%, menunjukkan tingkat penguasaan yang baik. Temuan spesifik meliputi: identifikasi kesulitan siswa (75%), perencanaan pembelajaran (80%), penjelasan konsep dan penggunaan bahasa (87,5%), penggunaan metode pembelajaran (75%), menghubungkan materi dengan pengalaman siswa (70%), menyesuaikan materi dengan keadaan siswa (81,25%), dan kemampuan penilaian (75%). Hasil penelitian ini menyoroti bahwa meskipun sebagian besar guru menyadari pentingnya identifikasi kesulitan siswa dan perencanaan pembelajaran yang efektif, terdapat area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penerapan metode pengajaran yang konsisten dan mengaitkan materi dengan pengalaman siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kompetensi guru, serta menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam pengembangan PCK melalui pengembangan profesional dan supervisi.
HIDROLISIS PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN LIMBAH SAYUR TERFERMENTASI Melati, Melati; Burhanuddin, Burhanuddin; Anwar, Asni; Iqbal, Muh.; Haris, Abdul; Akmaluddin, Akmaluddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11853

Abstract

Rumen berasal dari kotoran sapi mengandung enzim selulase, amylase, protease, xilanase, mannanase, dan fitase (Lee et al. 2002).  Rumen merupakan bahan-bahan makanan yang terdapat dalam rumen belum menjadi feces dan dikeluarkan dari dalam lambung, setelah hewan dipotong.  Kandungan nutriennya cukup tinggi, hal ini disebabkan belum terserapnya zat-zat makanan yang terkandung didalamnya sehingga kandungan zat-zatnya tidak jauh berbeda dengan kandungan zat makanan yang berasal dari bahan bakunya, Limbah sayur dan bahan inilah yang digunakan dalam penelitian ini untuk menghidrolisis pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) Tujuan penelitian adalah untuk menentukan dosis cairan rumen sapi dalam proses fermentasi limbah sayur yang optimal terhadap derajat hidrolisis protein dan peningkatan kandungan nutrisi limbah sayur hasil fermentasi cairan rumen sapi dalam menghidrolisis bahan baku pakan ikan nila. Dalam penelitian tahapannya adalah, setelah proses fermentasi limbah sayur selesai, dilanjutkan dengan analisis proksimat dan pengujian aktivitas enzim protease, amylase dan sellulase limbah sayur hasil fermentasi.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan setelah pengacakan.Data hasil proksimat kandungan nutrisi limbah sayur setelah difermentasi dianalisis menggunakan analisis varians, apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan ujiTukey, sedangkan aktivitas enzim dianalisis secara  deskripsi yaitu  membandingkan dengan teori yang diperoleh dari jurnal hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata derajat hidrolisis protein yang optimal diperoleh pada perlakuan C (20 ml) sebesar 76,45% disusul perlakuan B (15 ml) sebesar 21,27% dan terendah pada perlakuan A (10 ml) sebesar 20,36%, untuk kandungan hasil nutrisi hasil rata-rata kandungan kadar air limbah sayur yang difermentasi cairan rumen tertinggi diperoleh pada  perlakuan C (20 ml) sebesar 68,31%, kadar protein kasar dan kadar lemak kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan B (10 ml) masing-masing sebesar 16,48%, dan 5,24%, kemudian kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan C (20 ml) sebesar 35,78% .  Untuk data pengukuran parameter kualitas air masih berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan nila
WAJAH BARU PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA: Jilbab, Toleransi, dan SKB 3 Menteri Iqbal, Muh.
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 13 No. 2 (2021): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v13i2.864

Abstract

The problem of schools that apply rules for wearing school uniforms (hijab) as an imposition to use certain attributes and are considered intolerant and violate human rights. This is also the basis for the three ministerial decree on school uniforms issued as a form of government efforts to strengthen religious tolerance in educational institutions. This research uses literature study and data analysis in the form of content analysis. This study aims to analyze the background cases of the issuance of the SKB of three ministers from a recognized religious perspective in Indonesia and how the SKB strengthens religious tolerance in educational institutions. The results of the research are from the point of view of various religions, this case is the practice of religious teachings as part of dakwah (changing students for the better). SKB as a policy to strengthen tolerance between religions starting from educational institutions by not forcing students to use uniforms or attributes with specific religious characteristics..
THE MCKINSEY MODEL IN BUMDES INSTITUTIONAL CAPACITY BUILDING STRATEGY Iqbal, Muh.
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and understand the role of the McKinsey Model as a strategy for developing institutional capacity for Village Owned Enterprises (BUMDes) in Alastengah Village, Paiton, Probolinggo . The research model is a descriptive research following the strategy of the McKinsey model. The data collection was through observation, interviews and documentation. The results of the study found that programs and business fields managed by BUMDes by regulating business operations and livestock can increase community welfare. The results of the managed business are marketed outside the village so that it helps improve the economy of the Alastengah community. Institutional Capacity Building Development following the McKinsey Model is divided into four stages, these are; a) aspirations: actualizing community welfare through developing economic enterprises, animal husbandry and exploring the potential of village youth human resources. The hope is that the community can become skilled and develop to develop village progress and reduce village unemployment through the formation of BUMDES. b) Strategies: the community is entrusted by the BUMDes to manage livestock with a 'livestock fattening system', in regard to feed for livestock fattening, the food has been provided and specially made by the local BUMDes. The human resources managing BUMDES collaborate with the community to formulate the food so that livestock get fat quickly and harvest quickly. c) Organizational skills: government organizations such as BUMDes need to form management that is truly qualified in their field so that the organization can run smoothly. d) Systems and infrastructure; the institutional development of BUMDES really needs people who are responsible, able to protect the community and competent in carrying out the tasks and functions of daily activities in BUMDES
The Influence of Economic Growth on Regional Original Revenue in Jayapura City, 2014–2023 Iqbal, Muh.; Antoh, Agustina Ester; Indahyani, Rachmaeny; Urip S, Transna Putra; Rusianti, Anita; Kbarek, Maria
Journal of International Conference Proceedings Vol 8, No 2 (2025): 2025 ICPM Thailand Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v8i2.4341

Abstract

Economic growth plays an important role in strengthening local fiscal capacity, particularly through Regional Original Revenue, which reflects the financial independence of local governments. This study analyzes the effect of economic growth on Regional Original Revenue in Jayapura City during the period 2014–2023 using a quantitative approach. The research applied classical assumption tests, including normality, autocorrelation, and heteroscedasticity, followed by simple linear regression, hypothesis testing, and coefficient of determination analysis. The results indicate that the model meets all statistical assumptions, ensuring its validity for interpretation. The analysis reveals a positive and significant relationship between economic growth and Regional Original Revenue, supported by a t-test significance of 0.001, which is less than the 0.05 criterion. The coefficient of determination (R²) is 0.752, showing that 75.2% of the variation in Regional Original Revenue is explained by economic growth, while 24.8% is influenced by other factors. The study concludes that sustained economic growth is crucial for strengthening fiscal independence in Jayapura City.
Media Permainan Ular Tangga Adventure sebagai Inovasi Pembelajaran Materi Thaharah dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar Peserta Didik Kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka Yanti, Susi Sri; Akbar, Muhammad; Iqbal, Muh.
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman belajar siswa pada pembelajaran Fikih materi thaharah melalui penggunaan media permainan Ular Tangga Adventure di kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan Ular Tangga Adventure mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep thaharah, motivasi belajar, serta interaksi sosial antar siswa. Selain itu, media ini juga memperkuat pengalaman nilai dan kesadaran keagamaan melalui refleksi praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman kognitif, afektif, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif Ular Tangga Adventure efektif menciptakan pengalaman belajar Fikih yang bermakna dan partisipatif.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Wakaf Tunai dalam Filantropi Islam Indonesia Iqbal, Muh.
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Religi, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i2.1115

Abstract

Wakaf uang telah muncul sebagai salah satu instrumen filantropi Islam di Indonesia, dengan perkiraan mencapai Rp180 triliun per tahun. Meskipun potensi wakaf uang sangat signifikan dan perlunya regulasi dan manajemen yang berkualitas tinggi, hambatan umum tetap ada hingga tahun 2024. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kurangnya pengembangan wakaf uang di Indonesia. Studi ini mengumpulkan data dari sumber-sumber terpilih dengan menggunakan metodologi PRISMA. Temuan menunjukkan bahwa stagnasi wakaf uang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya sosialisasi dan literasi, profesionalisme nazir, dan transparansi Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta masalah yang terkait dengan objek wakaf dan komitmen nazir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengembangan wakaf uang disebabkan oleh kurangnya literasi dan kurangnya kepercayaan dalam pengelolaan wakaf. Oleh karena itu, solusi yang diusulkan mencakup perlunya pengembangan literatur tentang wakaf uang, peningkatan transparansi dalam pengelolaan melalui laporan tahunan yang konsisten dan dapat diakses oleh publik, serta penegasan kembali status Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga independen sesuai dengan UU 41/2004 tentang Wakaf. Selain itu, fungsi ganda BWI (sebagai regulator dan pengelola) harus difokuskan terutama pada peran regulatorinya untuk memastikan pengawasan profesional terhadap nazir.
Implementation of the Make A Match Learning Model in Improving Vocabulary Understanding in Students at State Senior High School 6 Kendari Nurcayang, Nurcayang; Iqbal, Muh.; Zakariah, M. Askari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10156

Abstract

Arabic language learning at the secondary school level requires effective instructional strategies to enhance students’ vocabulary (mufradat) mastery, which serves as a fundamental component of language proficiency. However, conventional teaching methods that rely heavily on memorization often lead to low student engagement and limited vocabulary comprehension. This study aimed to examine the effectiveness of the Make a Match learning model in improving students’ Arabic vocabulary mastery at the secondary school level. This research employed a quantitative experimental approach using a true experimental design with a pre-test and post-test control group. The participants consisted of 20 students from SMA Negeri 6 Kendari, who were randomly assigned to an experimental group and a control group. Data were collected through vocabulary achievement tests, classroom observations, interviews, and documentation. The experimental group was taught using the Make a Match learning model, while the control group received conventional instruction. Data analysis was conducted using quantitative statistical techniques to compare students’ vocabulary mastery before and after the treatment. The results indicated that students who were taught using the Make a Match learning model demonstrated higher levels of vocabulary mastery compared to those taught using conventional methods. Improvements were observed in students’ pronunciation accuracy, vocabulary recognition, and ability to match vocabulary with visual representations. The interactive and cooperative nature of the Make a Match model also increased students’ motivation and active participation during the learning process. In conclusion, the Make a Match learning model is effective in enhancing students’ Arabic vocabulary mastery by promoting active learning, cooperation, and the use of visual media. This model can be considered an alternative instructional strategy for Arabic language teachers to improve vocabulary learning outcomes and create a more engaging learning environment.
Utilization of the Artificial Intelligence-Based Teachy Application to Improve the Efficiency of Junior High School Teachers' Administrative Tasks Karnaen, Karnaen; Iqbal, Muh.; Asra, Muhammad
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10168

Abstract

This study aims to analyze the increase in the efficiency of teachers' administrative tasks before and after using the artificial intelligence (AI)-based Teachy application at SMP Negeri 1 Poli-Polia. The main problem underlying this study is the high burden of teachers' administrative learning, which results in limited time for developing innovative and student-centered learning. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design through a one-group pretest–posttest model. The research subjects involved all 18 teachers at SMP Negeri 1 Poli-Polia, with a sampling technique using total sampling. Data were collected through a questionnaire on the efficiency of teachers' administrative tasks and learning device documentation, then analyzed using the N-gain test, paired t-test, and Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in the efficiency of teachers' administrative tasks in the moderate category after using the Teachy application. In addition, there was a significant difference between the efficiency of teachers' administrative tasks before and after using the Teachy application, and the use of the Teachy application was proven to have a significant effect on the efficiency of teachers' administrative tasks. These findings indicate that the use of the AI-based Teachy application can be an effective solution in reducing the administrative burden on teachers and supporting improvements in the quality of learning management in junior high schools.