Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PENDINGIN MINYAK PELUMAS SAE 40 PADA PROSES QUENCHING DAN TEMPERING TERHADAP KETANGGUHAN BAJA KARBON RENDAH Bahtiar, Bahtiar; Iqbal, Muh.; Supramono, Supramono
Jurnal MEKANIKAL Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.15 KB)

Abstract

Abtstract: The Effect of Lubricating Oil SAE 40 As Cooling Media of Quencing and Tempering Processes on Strenghth of Low Carbon Steel. This study was conducted to determine the effect of  lubricating oil SAE 40 as cooling media of quenching and tempering process on the mechanical properties of low carbon steel. Quenching process is done for 7 min, 1 and 2 hours holding times at 925 ℃. Furthermore, tempering process consumes 14 minutes, 1 and and 2 hours holding times at 450 ℃. The raw material for the steel specimen is ST 42. Charpy impact test using a method based on ASTM standards E23-02. The results of impact testing the highest impact toughness values obtained for the heat treatment process then diquencing is 2033 KJ / m 2, at 925oC with a heating holding time 7 minutes, the lowest value is 523 KJ / m 2. The results of testing the highest impact toughness values obtained for the heat treatment process then diquencing and given treatment at a temperature of 450 ℃ tempering at 2607 KJ / m 2, at 925oC with a heating holding time 7 minutes and tempering holding time of 14 minutes, the lowest value is 776 KJ / m 2 , at 925oC with a heating holding time 2 hours minutes and tempering holding time is 2 hours. Keywords: queccing, tempering, cooling media, lucricating oil & strenghth
STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN MELALUI MEDIA SOSIAL DI MIN 1 PARIGI EFENDI, MUHAMMAD RIZAL; IQBAL, MUH.; RIFAD, MOH.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2863

Abstract

The purpose of this research is to address the research focus on marketing strategies in education using social media. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive research design. The researcher employed many methods for data collection, including observation, interviews, documentation, and analysis through data reduction, data presentation, and data verification. In order to ensure the validity and credibility of the obtained data, a validation check is conducted. The field research results indicate that the implementation of marketing strategies at MIN 1 Parigi has met the criteria of the components in the marketing mix, including planning, organizing, strategy, and social media selection.  MIN 1 Parigi has already utilized social media as a marketing tool for the school. The social media platforms utilized by MIN 1 Parigi for marketing purposes include Facebook and WhatsApp. The challenges or influences resulting from educational marketing through social media are evidenced by the annual increase in the number of students, ranging from 5 to 10%. Then, the school became known to the wider community, both within Parigi city and from outside Palu city. As a result of education marketing through social media, parents/guardians can register their children at MIN 1 Parigi, and prospective new students can view the school's profile through social media. Additionally, with education marketing through social media, the school is able to compete with other schools, especially in the field of education marketing. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menangani fokus penelitian pada strategi pemasaran dalam pendidikan menggunakan media sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan banyak metode untuk pengumpulan data, termasuk pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan analisis melalui pengurangan data, presentasi data, dan verifikasi data. Untuk memastikan validitas dan kredibilitas data yang diperoleh, pemeriksaan validasi dilakukan. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran di MIN 1 Parigi telah memenuhi kriteria komponen dalam campuran pemasaran, termasuk perencanaan, organisasi, strategi, dan pemilihan media sosial. MIN 1 Parigi telah menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran untuk sekolah. Platform media sosial yang digunakan oleh MIN 1 Parigi untuk tujuan pemasaran termasuk Facebook dan WhatsApp. Tantangan atau pengaruh yang timbul dari pemasaran pendidikan melalui media sosial dibuktikan oleh peningkatan tahunan dalam jumlah siswa, berkisar dari 5 hingga 10%. Kemudian, sekolah itu menjadi dikenal masyarakat yang lebih luas, baik di dalam kota Parigi maupun di luar kota. Sebagai hasil dari pemasaran pendidikan melalui media sosial, orang tua / wali dapat mendaftarkan anak-anak mereka di MIN 1 Parigi, dan calon siswa baru dapat melihat profil sekolah melalui social media. Selain itu, dengan pemasaran pendidikan melalui media sosial, sekolah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain, terutama di bidang pemasaran edukasi.
TRANSFORMING RELIGIOUS LEARNING: EMPOWERING FAITH THROUGH VIRTUAL CONGREGATION IN INDONESIA Alam, Lukis; Iqbal, Muh.
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 21 No 1 (2024): Hunafa: Jurnal Studia Islamika
Publisher : State Islamic University of Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jsi.Vol21.Iss1.747

Abstract

This paper examines the impact of digital Pesantren in Indonesia, addressing how they are shaping religious Islamic education in Indonesia. With the digital technology, Islamic education have encountered new modes of dissemination and engagement.Through a comprehensive review of literature and case studies, this study analyzes the proliferation of digital Pesantren, their methods of instruction, and their influence on practice among Indonesian Muslims. Findings this paper, digital Pesantren offer unprecedented accessibility, flexibility, and inclusivity. Furthermore, in digital Pesantren audiences can foster solidarity and mutually empower each other to deepen their faith, transcending geographical limitations.
Psikoedukasi: Peluang dan Tantangan Mewujudkan School Well-Being Dewi, Eva Meizara Puspita; Pambudi, Agung; Tamrin, Tri Dayanti; Habiba, Sri Nurcahaya; Hikmah, Nurul; Dian, Poppy; Ain, Nurul; Iqbal, Muh.
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku1677

Abstract

Setidaknya ada tiga lingkungan yang membentuk kepribadian seorang anak, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial pertemanan. Setelah diasuh hanya oleh lingkungan keluarga, anak anak kemudian mulai masuk ke sekolah usia dini. Sekolahnya berlanjut sampai anak anak tumbuh menjadi remaja tengah, yaitu di jenjang SMA. Jika dihitung, anak anak remaja menghabiskan banyak waktu di sekolah daripada di tempat lain. Karena itu, perlu memperhatikan kualitas lingkungan sekolah demi meningkatkan school well being. School Well-Being dapat diartikan sebagai sekolah yang seluruh siswanya mempunyai rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, kualitas hidup yang baik, kesehatan secara fisik dan mental agar mampu menyelesaikan tantangan, mencapai kebahagiaan, dan kepuasan dalam kehidupan. Untuk mensosialisasikan School WellBeing, peneliti mengadakan seminar yang berjudul Peluang dan Tantangan Mewujudkan School WellBeing pada Sabtu, 17 Desember 2022. Seminar ini dihadiri oleh 135 peserta yang berasal dari guru, dosen, orangtua dan siswa. Setiap peserta diwajibkan untuk mengisi pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan berbantuan program SPSS 25.0 dengan menggunakan teknik Wilcoxon Signed Rank-Test menunjukkan hasil analisis z sebesar -8,488b pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif ada perbedaan antara pengetahuan mengenai school well-being sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) mengikuti webinar.
Studi Penerapan Polyurethane (Pu) Pada Perbaikan Retakan Beton Pada Pelat Lantai Bangunan Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma Sudirman, Sudirman; Iqbal, Muh.; Trisakti, Trisakti; Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6713

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan Polyurethane (PU) grouting injeksi dalam memperbaiki beton retak melalui uji laboratorium dan aplikasi lapangan. Tujuan utama penelitian adalah menilai pengaruh PU dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap kuat tekan beton K-250 serta daya tahan terhadap rembesan air. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa PU 50% paling efektif mengurangi rembesan air dengan kadar 1,87%, dibanding PU 25% (2,54%) dan PU 75% (3,20%). Namun, semua variasi PU tidak meningkatkan kuat tekan beton, yakni berkisar antara 4,33–4,58 MPa, lebih rendah dari beton normal K-250. Studi lapangan pada pelat lantai II Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma menunjukkan metode injeksi PU spoid efektif menutup retakan <2 mm dan lebih praktis serta ekonomis dibanding metode tekanan tinggi. Kesimpulannya, PU grouting cocok untuk perbaikan beton non-struktural yang fokus pada pengurangan rembesan air, tetapi tidak direkomendasikan untuk meningkatkan kekuatan tekan. This study evaluated the effectiveness of Polyurethane (PU) injection grouting in repairing cracked concrete through laboratory tests and field applications. The main objective of the study was to assess the effect of PU with various concentrations of 25%, 50%, and 75% on the compressive strength of K-250 concrete and its resistance to water seepage. Laboratory test results showed that 50% PU was the most effective in reducing water seepage with a content of 1.87%, compared to 25% PU (2.54%) and 75% PU (3.20%). However, all PU variations did not increase the compressive strength of concrete, which ranged from 4.33–4.58 MPa, lower than normal K-250 concrete. Field studies on the second floor slab of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University showed that the PU spoid injection method was effective in closing cracks <2 mm and was more practical and economical than the high-pressure method. In conclusion, PU grouting is suitable for non-structural concrete repairs that focus on reducing water seepage, but is not recommended for increasing compressive strength.
HIDROLISIS PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN LIMBAH SAYUR TERFERMENTASI Melati, Melati; Burhanuddin, Burhanuddin; Anwar, Asni; Iqbal, Muh.; Haris, Abdul; Akmaluddin, Akmaluddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11853

Abstract

Rumen berasal dari kotoran sapi mengandung enzim selulase, amylase, protease, xilanase, mannanase, dan fitase (Lee et al. 2002).  Rumen merupakan bahan-bahan makanan yang terdapat dalam rumen belum menjadi feces dan dikeluarkan dari dalam lambung, setelah hewan dipotong.  Kandungan nutriennya cukup tinggi, hal ini disebabkan belum terserapnya zat-zat makanan yang terkandung didalamnya sehingga kandungan zat-zatnya tidak jauh berbeda dengan kandungan zat makanan yang berasal dari bahan bakunya, Limbah sayur dan bahan inilah yang digunakan dalam penelitian ini untuk menghidrolisis pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) Tujuan penelitian adalah untuk menentukan dosis cairan rumen sapi dalam proses fermentasi limbah sayur yang optimal terhadap derajat hidrolisis protein dan peningkatan kandungan nutrisi limbah sayur hasil fermentasi cairan rumen sapi dalam menghidrolisis bahan baku pakan ikan nila. Dalam penelitian tahapannya adalah, setelah proses fermentasi limbah sayur selesai, dilanjutkan dengan analisis proksimat dan pengujian aktivitas enzim protease, amylase dan sellulase limbah sayur hasil fermentasi.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan setelah pengacakan.Data hasil proksimat kandungan nutrisi limbah sayur setelah difermentasi dianalisis menggunakan analisis varians, apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan ujiTukey, sedangkan aktivitas enzim dianalisis secara  deskripsi yaitu  membandingkan dengan teori yang diperoleh dari jurnal hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata derajat hidrolisis protein yang optimal diperoleh pada perlakuan C (20 ml) sebesar 76,45% disusul perlakuan B (15 ml) sebesar 21,27% dan terendah pada perlakuan A (10 ml) sebesar 20,36%, untuk kandungan hasil nutrisi hasil rata-rata kandungan kadar air limbah sayur yang difermentasi cairan rumen tertinggi diperoleh pada  perlakuan C (20 ml) sebesar 68,31%, kadar protein kasar dan kadar lemak kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan B (10 ml) masing-masing sebesar 16,48%, dan 5,24%, kemudian kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan C (20 ml) sebesar 35,78% .  Untuk data pengukuran parameter kualitas air masih berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan nila
WAJAH BARU PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA: Jilbab, Toleransi, dan SKB 3 Menteri Iqbal, Muh.
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 13 No. 2 (2021): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v13i2.864

Abstract

The problem of schools that apply rules for wearing school uniforms (hijab) as an imposition to use certain attributes and are considered intolerant and violate human rights. This is also the basis for the three ministerial decree on school uniforms issued as a form of government efforts to strengthen religious tolerance in educational institutions. This research uses literature study and data analysis in the form of content analysis. This study aims to analyze the background cases of the issuance of the SKB of three ministers from a recognized religious perspective in Indonesia and how the SKB strengthens religious tolerance in educational institutions. The results of the research are from the point of view of various religions, this case is the practice of religious teachings as part of dakwah (changing students for the better). SKB as a policy to strengthen tolerance between religions starting from educational institutions by not forcing students to use uniforms or attributes with specific religious characteristics..
THE MCKINSEY MODEL IN BUMDES INSTITUTIONAL CAPACITY BUILDING STRATEGY Iqbal, Muh.
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and understand the role of the McKinsey Model as a strategy for developing institutional capacity for Village Owned Enterprises (BUMDes) in Alastengah Village, Paiton, Probolinggo . The research model is a descriptive research following the strategy of the McKinsey model. The data collection was through observation, interviews and documentation. The results of the study found that programs and business fields managed by BUMDes by regulating business operations and livestock can increase community welfare. The results of the managed business are marketed outside the village so that it helps improve the economy of the Alastengah community. Institutional Capacity Building Development following the McKinsey Model is divided into four stages, these are; a) aspirations: actualizing community welfare through developing economic enterprises, animal husbandry and exploring the potential of village youth human resources. The hope is that the community can become skilled and develop to develop village progress and reduce village unemployment through the formation of BUMDES. b) Strategies: the community is entrusted by the BUMDes to manage livestock with a 'livestock fattening system', in regard to feed for livestock fattening, the food has been provided and specially made by the local BUMDes. The human resources managing BUMDES collaborate with the community to formulate the food so that livestock get fat quickly and harvest quickly. c) Organizational skills: government organizations such as BUMDes need to form management that is truly qualified in their field so that the organization can run smoothly. d) Systems and infrastructure; the institutional development of BUMDES really needs people who are responsible, able to protect the community and competent in carrying out the tasks and functions of daily activities in BUMDES
Media Permainan Ular Tangga Adventure sebagai Inovasi Pembelajaran Materi Thaharah dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar Peserta Didik Kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka Yanti, Susi Sri; Akbar, Muhammad; Iqbal, Muh.
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman belajar siswa pada pembelajaran Fikih materi thaharah melalui penggunaan media permainan Ular Tangga Adventure di kelas VII MTs Negeri 1 Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan Ular Tangga Adventure mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep thaharah, motivasi belajar, serta interaksi sosial antar siswa. Selain itu, media ini juga memperkuat pengalaman nilai dan kesadaran keagamaan melalui refleksi praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman kognitif, afektif, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif Ular Tangga Adventure efektif menciptakan pengalaman belajar Fikih yang bermakna dan partisipatif.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Wakaf Tunai dalam Filantropi Islam Indonesia Iqbal, Muh.
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Religi, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i2.1115

Abstract

Wakaf uang telah muncul sebagai salah satu instrumen filantropi Islam di Indonesia, dengan perkiraan mencapai Rp180 triliun per tahun. Meskipun potensi wakaf uang sangat signifikan dan perlunya regulasi dan manajemen yang berkualitas tinggi, hambatan umum tetap ada hingga tahun 2024. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kurangnya pengembangan wakaf uang di Indonesia. Studi ini mengumpulkan data dari sumber-sumber terpilih dengan menggunakan metodologi PRISMA. Temuan menunjukkan bahwa stagnasi wakaf uang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya sosialisasi dan literasi, profesionalisme nazir, dan transparansi Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta masalah yang terkait dengan objek wakaf dan komitmen nazir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengembangan wakaf uang disebabkan oleh kurangnya literasi dan kurangnya kepercayaan dalam pengelolaan wakaf. Oleh karena itu, solusi yang diusulkan mencakup perlunya pengembangan literatur tentang wakaf uang, peningkatan transparansi dalam pengelolaan melalui laporan tahunan yang konsisten dan dapat diakses oleh publik, serta penegasan kembali status Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga independen sesuai dengan UU 41/2004 tentang Wakaf. Selain itu, fungsi ganda BWI (sebagai regulator dan pengelola) harus difokuskan terutama pada peran regulatorinya untuk memastikan pengawasan profesional terhadap nazir.