Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Intizar

Imamah: Kajian Doktrin Syi’ah dan Perdebatan Pemikiran Islam Klasik Ris'an Rusli
Intizar Vol 21 No 2 (2015): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is the result of research that reviewing the concept of Imamah according to the Shiite sect. The concept of Imamah according to the Shiite sect, including: Ithna 'Asyariyah Shiite, and Ghulat Shiite. Ithna 'Asyariyah Shiite assume that the position as Imam was in the hands of their twelve Imams, starting from Ali ibn Abi Talib and the last twelfth Imam (Muhammad ibn Hasan who was named as al-Mahdy). To support this Imamah faith they create other teaching as complementary, including: al-'Ishmah, al-Mahdy and al-Raj'ah and al-Taqiyyah. While Ghulat Shiites called extreme groups because of their attitude exaggerated against their Imams. So has the opinion that out of limitsabout tgheir Imam as a creature and set the properties of divinity, which resemble God or equate God with creatures.
Agama dan Manusia dalam Pendidikan Hamka (Studi Falsafat Agama) Ris'an Rusli
Intizar Vol 20 No 2 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji mengenai pemikiran Hamka tentang agama dan manusia. Tulisan ini menyimpulkan bahwa agama, menurut Hamka, memotivasi umatnya mencari ilmu pengetahuan bukan hanya untuk membantu manusia memperoleh penghidupan yang layak. Akan tetapi, lebih dari itu dengan ilmu, manusia akan mampu mengenal Tuhannya, memperhalus akhlaknya, dan senantiasa berupaya mencari keridhaan Allah. Dengan demikian, pendidikan terbagi dua, yakni pendidikan ruhani dan pendidikan jasmani. Eksistensi agama dalam diri seseorang untuk melepaskan jiwanya dari keterkungkungan, baik keterkungkungan dalam perbudakan, akal yang terkunci dan tumpul, maupun taklid yang membunuh pikiran, sehingga tidak ada yang membatasi manusia untuk berhubungan langsung dengan Tuhan. Dalam memahami eksistensi manusia, sebagai subjek dan objek pendidikan, maka perlu juga mengenali dan memahami potensi-potensi atau kekuatan-kekuatan yang ada dalam dirinya. Menurut Hamka, ada tiga potensi atau kekuatan yang menjadi motor dan dinamo manusia, yaitu kekuatan ingatan, kekuatan perasaan dan kekuatan kemauan.This paper examined on the HAMKA thought about religion and human. This paper concluded that according to Hamka religion was motivating people to seek knowledge not only to help people earn a decent living. But, more than that with science, humans would be able to know God, refined behavior, and constantly strove to seek the pleasure of Allah. Thus, education was divided into two, namely the spiritual education and physical education. Existence of religions in a person to release the soul from captivity, both captivity in bondage, mind locked and blunt, and imitation (taqlid) that killed the mind, so that there was no limit for human to direct contact with God. In understanding human existence, as subject and object of education, it was also necessary to recognize and understand the potentials or forces that existed within him. According to Hamka, there were three potential or the power of the motor and the human dynamo, the power of memory, the strength of feeling and strength of will.