Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Prototipe Alat Pengujian Gelombang dengan Buzzer Generator Frekuensi Sebagai Alternatif Pengusir Tikus Umi Pratiwi; Zaroh Irayani
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.526-533.2023

Abstract

Tikus merupakan hewan pengerat yang banyak mendatangkan kerugian baik di rumah tangga, industri, maupun pertanian. Selain mengganggu kesehatan, tikus juga pernah menjadi salah satu penyebab menurunnyya produksi beras secara nasional pada tahun 2015-2017. Perkembangan teknologi menawarkan solusi permasalahan ini dengan pemanfaatan gelombang suara untuk membuat pendengaran tikus terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype alat pengujian gelombang suara menggunakan kontrol potensiometer guna mendapatkan besar frekuensi yang cukup efektif mengganggu pendengaran tikus. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan yang menggunakan adopsi model 4D Thiagarajan. Adapun Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh: (1) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji coba laboratorium dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sebesar 0.05% pada output sistem, 0.06% pada uji komparasi tegangan, dan kesalahan sebesar 0.07% pada uji komparasi arus. (2) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji validasi dengan persentase sebesar 78% dengan pengujian lapangan . Penelitian perancangan ini tentunya memiliki keterbatasan penelitian sehingga untuk pengembangan lebih lanjut bisa ditambahkan sampel pengujian untuk jenis hama ataupun serangga untuk menguji efektifitasnya senagai alat pengusir hama.
Sosialisasi Geowisata Curug Ceheng di Lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas-Jawa Tengah Widagdo, Asmoro; Iswahyudi, Sachrul; Andreas, Roy; Irayani, Zaroh; Karisun, Kharisun
Darma Sabha Cendekia Vol 6 No 2 (2024): Darma Sabha Cendekia: Desember 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v6i2.12784

Abstract

Pengunjung obyek wisata Curug Ceheng di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang-lereng selatan Gunung Slamet-Kabupaten Banyumas perlu mendapatkan informasi aspek geologi pada lokasi kunjungannya. Sebagian besar dari para wisatawan ini belum mengetahui makna keilmuan secara geologi (geoscience). Pengabdian kepada masyarakat sosialisasi geowisata Curug Ceheng di Kabupaten Banyumas-Jawa Tengah ini adalah melalui serangkaian langkah dari review pustaka, pengamatan lapangan air terjun, sosialisasi pada masyarakat/wisatawan dan selanjutnya penyusunan publikasi karya pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi kepada wisatawan mengenai aspek geowisata Curug Ceheng telah memberikan pengetahuan dan pemahaman akan makna keilmuan geologi pada lokasi wisata Curug Ceheng.
PEMETAAN JALUR EVAKUASI BERDASARKAN PEMODELAN TSUNAMI MENGGUNAKAN COMCOT DI DESA SIDAYU, BINANGUN, CILACAP Mahfud, Chiquita Laila; Azmi, Ulil; Nurfaijin, Nurfaijin; Irayani, Zaroh
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/fisika - s1.v11i2.22263

Abstract

Kabupaten Cilacap terletak pada Zona Subduksi Jawa dan memiliki potensi terdampak gempa megathrust magnitudo 8,7 yang dapat memicu tsunami dan berdampak pada daerah pesisir pantai, salah satunya Desa Sidayu, Kecamatan Binangun. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini membahas pemodelan tsunami menggunakan perangkat lunak COMCOT dengan pendekatan Shallow Water Equations (SWE) berdasarkan skenario magnitudo 8,7. Hasil pemodelan menunjukkan ketinggian tsunami  mencapai 15,9081 meter dengan waktu tiba 43 menit 38 detik, menyebabkan hampir seluruh Desa Sidayu terendam. Berdasarkan peta jalur evakuasi tsunami, masyarakat diarahkan menuju beberapa lokasi sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES), antara lain Balai Desa Jepara Wetan, Lapangan Jepara Wetan, SMP Negeri 2 Binangun, SD Negeri 2 Jepara Wetan, dan MI Guppi Jepara Wetan dengan estimasi waktu 30 – 35 menit berjalan kaki. Selain itu, masyarakat juga diarahkan ke Kantor PWRI Binangun, Lapangan Sriwijaya Bangkal, Balai Desa Bangkal, dan Masjid Darussalimin sebagai Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dengan estimasi waktu 16-20 menit mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 38 km/jam.
Analisis Porositas Dan Permeabilitas Batuan Pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Teknik Pengolahan Citra Digital Sa'adah, Nailis; Irayani, Zaroh; Raharjo, Sukmaji Anom
Jurnal Geofisika Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v21i2.577

Abstract

Porositas dan permeabilitas batuan merupakan salah satu sifat batuan penyebab terjadinya tanah longsor. Analisis porositas dan permeabilitas penting dilakukan untuk mengetahui struktur pori untuk memprediksi pergerakan fluida di dalam pori batuan. Citra digital sampel batuan yang digunakan merupakan citra digital sampel batuan DP II, DP III, DP IV, dan DP V dari daerah rawan longsor Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Sampel batuan dianalisis menggunakan citra digital melalui pemindaian dengan Micro-CT Skyscan 1173 dengan resolusi citra sebesar 7,8375 µm/pixel. Data yang didapatkan selanjutnya dihitung nilai porositas dan permeabilitas batuan, agar diketahui pengaruhnya terhadap kelongsoran. Nilai porositas yang dihitung merupakan porositas total, porositas terbuka, dan porositas tertutup menggunakan sofware CT-Analyser. Sedangkan nilai permeabilitas dihitung menggunakan Palabos (Parallel Lattice Boltzmann Solver) dengan bahasa pemrograman pada software Matlab dan teknik grup renormalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan DP II memiliki nilai porositas sebesar 6,55%, batuan DP III memiliki nilai porositas sebesar 4,61%, batuan DP IV memiliki nilai porositas sebesar 51,18%, dan batuan DP V memiliki nilai porositas sebesar 60,21%. Permeabilitas sampel batuan DP III memiliki nilai terendah dari DP II, DP IV, dan DP V. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa rendahnya porositas dan permeabilitas pada batuan DP III menunjukkan bahwa batuan DP III memiliki struktur yang kompak dan impermeable, sehingga memungkinkan DP III berfungsi sebagai bidang gelincir tanah longsor. Sedangkan sampel batuan DP IV dan DP V memiliki nilai permeabilitas yang tinggi sehingga berpotensi sebagai zona longsoran. Semakin tinggi porositas yang saling terkoneksi satu sama lain pada batuan maka semakin besar permeabilitas batuan tersebut yang mengakibatkan laju infiltrasi yang tinggi dan berpotensi sebagai zona longsoran. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan DP II memiliki nilai porositas sebesar 6,55%, batuan DP III memiliki nilai porositas sebesar 4,61%, batuan DP IV memiliki nilai porositas sebesar 51,18%, dan batuan DP V memiliki nilai porositas sebesar 60,21%. Permeabilitas sampel batuan DP III memiliki nilai terendah dari DP II, DP IV, dan DP V. Kecilnya porositas dan permeabilitas pada batuan DP III menunjukkan bahwa batuan DP III memiliki struktur yang kompak dan impermeable sehingga memungkinkan DP III berfungsi sebagai bidang gelincir tanah longsor. Sampel batuan DP IV dan DP V memiliki nilai permeabilitas yang tinggi sehingga berpotensi sebagai zona longsoran.
Pemodelan inversi data anomali gravitasi satelit untuk mengestimasi keberadaan dapur magma komplek gunungapi Sindoro-Sumbing, Jawa Tengah, Indonesia Sehah, Sehah; Mutaabidah, Insyahita Akmalia; Irayani, Zaroh
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2025.8.1.15544

Abstract

Pemodelan inversi tiga dimensi (3D) telah dilakukan untuk memodelkan struktur geologi dapur magma pada komplek Gunungapi Sindoro dan Sumbing. Data yang digunakan adalah data anomali gravitasi satelit resolusi tinggi dari Global Gravity Model Plus (GGMplus) di daerah penelitian dengan luas 423,81 km2. Hasil pengaksesan data GGMplus adalah data gravity disturbance dengan nilai yang berkisar 69,44 – 299,01 mGal. Data telah diolah dengan menerapkan koreksi Bouguer untuk memperoleh data Anomali Bouguer Sederhana (ABS) dan koreksi terrain untuk memperoleh data Anomali Bouguer Lengkap (ABL). Selanjutnya reduksi data ke bidang datar dilakukan dengan menggunakan aproksimasi Deret Taylor, kemudian dilakukan pemisahan data anomali regional dan residual dengan menggunakan metode upward continuation. Pemisahan data anomali tersebut menghasilkan data anomali residual dengan rentang nilai -74,96 – 29,05 mGal. Hasil pemodelan inversi 3D pada data anomali residual menunjukkan blok anomali rendah dengan nilai densitas berkisar 1,50 ~ 1,59 g/cm3, yang terletak pada posisi geografis 109.989° BT dan -7.304° LS dengan kedalaman sekitar 1 – 5 km, diinterpretasikan sebagai dapur magma Gunungapi Sindoro. Hasil pemodelan juga menunjukkan blok anomali rendah pada posisi geografis 110.071° BT dan -7.385° LS dengan kedalaman berkisar 1 – 6 km, yang diinterpretasikan sebagai dapur magma Gunung Sumbing.
Prototipe Alat Pengujian Gelombang dengan Buzzer Generator Frekuensi Sebagai Alternatif Pengusir Tikus Pratiwi, Umi; Irayani, Zaroh
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.526-533.2023

Abstract

Tikus merupakan hewan pengerat yang banyak mendatangkan kerugian baik di rumah tangga, industri, maupun pertanian. Selain mengganggu kesehatan, tikus juga pernah menjadi salah satu penyebab menurunnyya produksi beras secara nasional pada tahun 2015-2017. Perkembangan teknologi menawarkan solusi permasalahan ini dengan pemanfaatan gelombang suara untuk membuat pendengaran tikus terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype alat pengujian gelombang suara menggunakan kontrol potensiometer guna mendapatkan besar frekuensi yang cukup efektif mengganggu pendengaran tikus. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan yang menggunakan adopsi model 4D Thiagarajan. Adapun Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh: (1) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji coba laboratorium dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sebesar 0.05% pada output sistem, 0.06% pada uji komparasi tegangan, dan kesalahan sebesar 0.07% pada uji komparasi arus. (2) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji validasi dengan persentase sebesar 78% dengan pengujian lapangan . Penelitian perancangan ini tentunya memiliki keterbatasan penelitian sehingga untuk pengembangan lebih lanjut bisa ditambahkan sampel pengujian untuk jenis hama ataupun serangga untuk menguji efektifitasnya senagai alat pengusir hama.
Tsunami Evacuation Route Mapping in the Tegalkamulyan Area, Cilacap Regency, Based on the Potential of a South Java Earthquake Saputri, Aliffia Retno Maya; Muqoddas, Muhamad Mahfud; Irayani, Zaroh
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v26i2.917

Abstract

Cilacap Regency is one of Indonesia’s rapidly developing regions, particularly in the oil mining industry, but it is also highly vulnerable to tsunami hazards due to its location along the South Java subduction zone. A major tsunami generated by a large earthquake in this zone would severely impact coastal areas, including the Tegalkamulyan area. As part of disaster mitigation efforts, this study conducted tsunami evacuation route mapping using tsunami wave propagation modeling based on the Shallow Water Equations (SWE). The simulations employed three hypothetical South Java earthquake sources proposed by the National Earthquake Study Center in 2017, with magnitudes up to Mw 8.7. Among these, Scenario 5 represents the worst-case scenario, producing the largest vertical displacement, with a wave uplift of 11.418 m and a subsidence of −7.476 m. The results show that tsunami waves propagate in all directions, with the fastest arrival time reaching the coast 44 minutes and 1 second after the earthquake. The maximum inundation distance extends up to 12.7 km from the coastline, covering an area of 534.890 km², with a maximum run-up height of 30.847 m. Based on the evacuation route mapping, vertical evacuation directs residents to seek tall buildings or Temporary Evacuation Sites within approximately 6–23 minutes on foot, while horizontal evacuation routes guide evacuees from Temporary Evacuation Sites to Final Evacuation Sites within approximately 13–20 minutes using motorized vehicles at an average speed of 38 km/h.
Optimasi Pemisahan Perak dari Limbah Fixer melalui Variasi Tegangan Efita Pratiwi Adi; Hartono Hartono; Zaroh Irayani; Adilla Luthfia; Adam Mulawarman
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v12i1.352

Abstract

Fixer solution is a chemical substance in the form of a concentrated liquid that is used to wash radiographic films. The Fixer Solution functions to dissolve the silver halide layer on unexposed radiographic films. This research aims to design a waste fixer solution processing device using the electrolysis method and to regulate the voltage to the optimal point to produce a large electrolysis rate. Design an electrolysis device using stainless steel electrodes with a trapezoidal cathode with parallel sides of the cathode with lengths of 170 mm, 145 mm and a cathode height of 155 mm. The anode is rectangular with a length of 30 mm and a height of 169 mm. The method for making tools goes through several stages, namely making tool designs, testing tools, and testing waste fixer solution. The fixer waste used comes from Betesdha Wonosari Hospital. In this research, each test used 5 liters of fixer waste at each voltage which was regulated for 3 hours. The higher the mass voltage produced, the higher the electrolysis rate will be. However, the higher the voltage, the faster the sulfidation process will be. In the design of this fixer waste management tool, it can work optimally at a voltage of 4 V with a speed of 4.87 g/hour.