Witrin Gamayanti, Witrin
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Psychology Students

Pengaruh Self-Compassion Terhadap Suicidal Ideation Pada Remaja Dengan Perceived Social Support Sebagai Variabel Moderator Serena Fuadiah Aziz; Endin Nasrudin; Witrin Gamayanti
Journal of Psychology Students Vol 2, No 2 (2023): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v2i2.33571

Abstract

Tinggi angka kasus bunuh diri di Indonesia mencapai 9.000 kasus setiap tahunnya. Mirisnya angka bunuh diri tertinggi di Indonesia berada pada usia remaja. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti apa saja yang dapat medorong seseorang memiliki ide melakukan bunuh diri, khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja serta untuk mengetahui bagaimana perceived social support dapat memoderasi pengaruh dari Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Moderate Regression Analysis yang dibantu dengan Uji PROCESS by Hayes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 200 responden remaja dari rentang usia 15 hingga 20 tahun. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online dengan bantuan Google Form. Hasil yang ditemukan ialah bahwa terdapat pengaruh antara Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Lalu, ditemukan juga bahwa perceived social support tidak dapat memoderasi (memperkuat) pengaruh Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Kesimpulan dari penelitian ini, Self-compassion berpengaruh terhadap suicidal ideation tetapi perceived social support tidak dapat memoderatori pengaruh dari Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja.
Pengaruh Konflik Peran Gender Laki-Laki Dewasa Terhadap Strategi Koping Taqiya Puteri Prawiranegara; Asti Meiza; Witrin Gamayanti
Journal of Psychology Students Vol 2, No 2 (2023): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v2i2.33405

Abstract

Konflik peran gender pada laki-laki menuntut laki-laki menjadi tangguh, unggul, dan pantang menangis sehingga laki-laki fokus mengejar kesuksesan, mengutamakan kekuasaan, membatasi emosi, dan memiliki konflik antara kegiatannya dengan hubungan keluarga. Hal tersebut kemudian memunculkan stress dan Toxic Masculinity pada laki-laki dikarenakan konsep maskulinitas yang negatif dalam masyarakat. Dibutuhkan strategi koping yang efektif untuk dapat menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konflik peran gender laki-laki dewasa terhadap strategi koping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik accidental sampling dengan 385 responden mahasiswa laki-laki usia 18-25 tahun. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner skala Gender Role Conflict Scale I (GRCS-1) dan The Ways of Coping Questionare (WCQ) untuk mengukur skala konflik peran gender dan strategi koping. Hasil analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana (p < 0.05) menunjukkan bahwa konflik peran gender laki-laki dewasa berpengaruh sebesar 10.7 % terhadap strategi koping dengan nilai signifikansi 0.000.
Pengaruh Stres Akademik dan Regulasi Diri terhadap Adiksi Binge-Watching pada Mahasiswa Meinaki, Aldi; Gamayanti, Witrin; Tahrir; Gunawan, Suci Marlianti
Journal of Psychology Students Vol. 4 No. 1 (2025): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v4i1.37967

Abstract

Saat ini, penyedia layanan video on-demand membuat penggunanya semakin mudah mengakses berbagai tayangan. Hal ini, mendorong perilaku binge-watching yang berlebihan hingga berisiko menyebabkan kecanduan. Binge-watching merupakan perilaku menonton beberapa episode acara TV dalam sekali duduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stres akademik dan regulasi diri secara simultan terhadap adiksi binge-watching di kalangan mahasiswa. Rancangan penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 344 mahasiswa pengguna layanan video-on-demand (VOD). Pengambilan data menggunakan alat ukur skala psikologi, seperti Binge-Watching Addiction Questionnaire, Perceptions of Academic Stress Scale, dan Self-Regulation Questionnaire. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa stres akademik dan regulasi diri secara simultan berkontribusi secara signifikan terhadap adiksi binge-watching pada mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 13.5%.
Pengaruh Konflik Peran Gender Laki-Laki Dewasa Terhadap Strategi Koping Prawiranegara, Taqiya Puteri; Meiza, Asti; Gamayanti, Witrin
Journal of Psychology Students Vol. 2 No. 2 (2023): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v2i2.33405

Abstract

Konflik peran gender pada laki-laki menuntut laki-laki menjadi tangguh, unggul, dan pantang menangis sehingga laki-laki fokus mengejar kesuksesan, mengutamakan kekuasaan, membatasi emosi, dan memiliki konflik antara kegiatannya dengan hubungan keluarga. Hal tersebut kemudian memunculkan stress dan Toxic Masculinity pada laki-laki dikarenakan konsep maskulinitas yang negatif dalam masyarakat. Dibutuhkan strategi koping yang efektif untuk dapat menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konflik peran gender laki-laki dewasa terhadap strategi koping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik accidental sampling dengan 385 responden mahasiswa laki-laki usia 18-25 tahun. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner skala Gender Role Conflict Scale I (GRCS-1) dan The Ways of Coping Questionare (WCQ) untuk mengukur skala konflik peran gender dan strategi koping. Hasil analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana (p < 0.05) menunjukkan bahwa konflik peran gender laki-laki dewasa berpengaruh sebesar 10.7 % terhadap strategi koping dengan nilai signifikansi 0.000.
Pengaruh Self-Compassion Terhadap Suicidal Ideation Pada Remaja Dengan Perceived Social Support Sebagai Variabel Moderator Aziz, Serena Fuadiah; Nasrudin, Endin; Gamayanti, Witrin
Journal of Psychology Students Vol. 2 No. 2 (2023): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v2i2.33571

Abstract

Tinggi angka kasus bunuh diri di Indonesia mencapai 9.000 kasus setiap tahunnya. Mirisnya angka bunuh diri tertinggi di Indonesia berada pada usia remaja. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti apa saja yang dapat medorong seseorang memiliki ide melakukan bunuh diri, khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja serta untuk mengetahui bagaimana perceived social support dapat memoderasi pengaruh dari Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Moderate Regression Analysis yang dibantu dengan Uji PROCESS by Hayes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 200 responden remaja dari rentang usia 15 hingga 20 tahun. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online dengan bantuan Google Form. Hasil yang ditemukan ialah bahwa terdapat pengaruh antara Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Lalu, ditemukan juga bahwa perceived social support tidak dapat memoderasi (memperkuat) pengaruh Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja. Kesimpulan dari penelitian ini, Self-compassion berpengaruh terhadap suicidal ideation tetapi perceived social support tidak dapat memoderatori pengaruh dari Self-compassion terhadap suicidal ideation pada remaja.