Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Pendukung Keputusan Guru Honorer Terbaik Menggunakan Metode Weighted Product (Studi Kasus: SMAN 10 GOWA) Muchlis Faulah; Irawati Irawati; Erick Irawadi Alwi
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v4i4.1924

Abstract

Guru honorer merupakan guru yang belum atau tidak diangkat sebagai guru tetap yang setiap bulannya mendapatkan honorarium. Guru honorer memiliki fasilitas yang lebih sedikit dari guru tetap serta instansi tidak bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai tunjangan kepada guru honorer. Maka dari itu melakukan pemilihan guru honorer terbaik dalam meningkatkan semangat guru honorer yang bertujuan agar dapat meningkatkan kinerjanya serta dapat menjadi informasi tentang promosi karir. Namun, pada kenyataannya SMAN 10 Gowa masih belum optimal dalam pelaksanaan pemilihan guru honorer terbaik. Hal ini disebabkan belum tersedianya sistem yang dapat memproses penilaian guru honorer dan memberikan rekomendasi dalam pemilihan guru honorer terbaik. Berdasarkan adanya kendala tersebut maka salah satu aspek yang paling mendukung untuk mengatasi masalah tersebut dengan adanya sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pengambilan keputusan khususnya dalam menentukan guru honorer terbaik. Dalam penelitian ini akan digunakan metode weighted product yang menggunakan pertalian untuk menghubungkan rating atribut dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut bersangkutan agar dapat memilih guru honorer terbaik dengan baik. Sistem pendukung keputusan penentuan guru terbaik menggunakan metode Weighted Product memiliki nilai persentase sebesar 91% sehingga sistem ini dapat diimplementasikan.
Analisis Bukti Digital Untuk Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Online Pada Media Sosial Whatsapp Menggunakan Metode National Institute Of Justice (NIJ) Isnan Sinusi; Yulita Salim; Erick Irawadi Alwi
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v4i2.1624

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) adalah bentuk tindakan kriminal yang membuat seseorang merasa tidak aman atau menyerang gender seksualitas seseorang dengan difasilitasi oleh internet serta teknologi. Salah satu bentuk KBGO yaitu pelecehan seksual (sexual harassment).Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan yang dirilis pada 5 Maret 2021, terdapat 940 kasus KBGO dari sebelumnya 281 kasus sepanjang 2020. Dari banyaknya kasus tersebut mayoritas bentuk pelecehan yang dilakukan berupa ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5%), pornografi balas dendam (15%), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4%). Salah satu teknologiyang dijadikan media untuk komunikasiadalah Aplikasi Whatsapp. WhatsappMessenger adalah layanan komunikasi pertukaran pesan di smartphone berbasis Android. Kelengkapan fitur yang dimiliki Whatsapp memaksimalkan pengalaman pemanfaatan teknologi bagi pengguna secara umum yang dapat dimanfaatkan para pelaku kejahatan. Salah satunya yaitu Tindakan pelecehan seksual. Fitur penghapusan pesan hingga penghapusan riwayat panggilan dapat menjadi salah satu fitur yang dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyembunyikan atau menghilangkan bukti digital. Oleh karena itu dibutuhkan protokol tertentu yang dapat membantu pihak berwajib untuk memeriksaatau menganalisa bukti digital yang telah berusaha dihilangkan oleh pelaku kejahatan pelecehan seksual. Metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada barang bukti digital dalam konteks hukum adalahForensik digital. Penelitian ini melakukan skenario akuisisi bukti digital pada aplikasi Whatsapp berbasis Android dengan menerapkanmetode NIJ dalam tahapan proses investigasi barang bukti digital untuk mendapatkan barang bukti digital tersebut hingga menyimpulkan hasil bukti digital yang didapatkan. Dari hasil penelitian didapatkan berupa bukti fisik berupa 1 unit smartphone berbasis Android dilakukan proses penghilangan jangkauan sinyal dengan mengaktifkan airplane mode. Sementara itu, Proses Akuisisi Smartphone 1 dilakukan menggunakanMagnet Axiom dan MOBILedit Forensic Express dengan mengkoneksikannya ke Laptop Merk Asus ROG Strix G17, OS Windows 10 64 bit. Pada Smartphone 1 juga dilakukan pemeriksaan berdasarkan prosedur metode NIJ ditemukan informasi terkait aplikasi yang digunakan yaituWhatsApp Messenger dan menemukan chat, dan gambar yang dikirimkan kepada korban.
ANALISIS DIGITAL FORENSIC PADA APLIKASI WHATSAPP MENGGUNAKAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF JUSTICE (NIJ) PADA SMARTPHONE ANDROID Rakha Raharja; Erick Irawadi Alwi; Andi Widya Mufila Gaffar
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v5i2.2180

Abstract

Penelitian ini membahas analisis digital forensic pada aplikasi WhatsApp menggunakan metode National Institute of Justice (NIJ) dalam kasus prostitusi online. Dengan berkembangnya teknologi, WhatsApp menjadi salah satu platform yang sering disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk prostitusi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan bukti digital terkait aktivitas tersebut dengan menggunakan tools Magnet Axiom. Metode NIJ terdiri dari lima tahapan utama: identification, collection, examination, analysis, dan reporting. Studi ini menggunakan skenario simulasi dengan akun WhatsApp yang merepresentasikan mucikari, pekerja seks komersial (PSK), dan pelanggan untuk mensimulasikan transaksi prostitusi online. Setelah barang bukti berupa smartphone diamankan, dilakukan akuisisi data dan analisis terhadap artefak digital yang ditemukan, termasuk riwayat percakapan dan transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode NIJ dapat membantu dalam memperoleh dan menganalisis bukti digital secara sistematis sehingga dapat digunakan dalam proses hukum. Penelitian ini juga menegaskan bahwa tindak prostitusi online memiliki konsekuensi hukum sesuai dengan KUHP, UU Pornografi, dan UU ITE. Dengan adanya analisis digital forensic, diharapkan dapat membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus serupa secara lebih efektif dan akurat.
Edukasi Keamanan Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Guru SMK Negeri 6 Makassar dalam Mencegah Penipuan Online Erick Irawadi Alwi; Jasmaniar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2027): January 2027
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam lingkungan pendidikan meningkatkan intensitas penggunaan internet, telepon pintar, aplikasi komunikasi, dan berbagai platform digital oleh guru, sekaligus memperbesar risiko penipuan online yang dapat mengancam keamanan data dan akun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru SMK Negeri 6 Makassar mengenai keamanan digital serta kemampuan mengenali dan mencegah berbagai modus penipuan online. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis pengalaman melalui penyampaian materi, diskusi, berbagi pengalaman, simulasi kasus, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 22 orang guru. Materi meliputi konsep keamanan digital, perlindungan data pribadi, keamanan akun, identifikasi penipuan online, phishing, social engineering, tautan berbahaya, aplikasi palsu, dan praktik penggunaan perangkat digital secara aman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 60,68, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 85,23. Selisih kedua nilai tersebut mencapai 24,55 poin atau peningkatan sebesar 40,45% dibandingkan nilai awal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memberikan perubahan positif terhadap pemahaman guru dalam mengenali ancaman dan menentukan tindakan pencegahan yang tepat. Pemberian buku literasi digital juga menjadi luaran pendukung untuk memperkuat keberlanjutan pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi, diskusi, simulasi, dan evaluasi dapat menjadi strategi penguatan kapasitas guru sebagai pengguna teknologi sekaligus agen literasi digital di lingkungan sekolah.
Co-Authors Abd Hamid Ade Gustiyonoo Adhitya Nugraha Ahmad Qayyum Ibnu Hidayat Aidil Wijaya Kusuma Ainur Rahma Almagfirah Andi Rahmat Aulia Andy Aprianto Asman Haris Asran Asran As’ad, Ihwana Atmajaya, Dedy Dedy Atmajaya Diah Ayu Retnani Diah Ayu Retnani, Diah Ayu Dolly Indra Dolly Indra Farniwati Fattah Fathur Rahman Fatwa Hadi Ilham Pamungkas Faudiah Anwar Fifi Febrianti Usman Fitriyani Umar Gaffar, Andi Widya Mufila Gery Ardiansyah Saputra Hargiani, Fransisca Xaveria Hasanuddin, Tasrif Herdianti Herdianti Herman Herman Hidzrullah Ash Syuhrawardi Huzain Azis Ihramsari Akidah Ihwana As’ad Irawati Irawati Isnan Sinusi Izzahara Zalzabila Jasmaniar Jezika Anastazya Julisa Karina Fitriwulandari Ilham Lokapitasari Belluano, Poetri Lestari Lutfi Budi Ilmawan, Lutfi Budi M. Akil Maulana Nuruddin Djamin Miftahul Rifqi Mubarak Abdullah, Syahrul Muchlis Faulah Muh. Ainun Amri Mursalim Muh. Arsyil Karimi Muh. Rafianto Muh. Ridwan Rahim Muhammad Adam - Muhammad Al Mubarak Muhammad Arfah Asis Muhammad Ihsan Muhammad Syahrizal Darwis Murfat, Moh Zulkifli Mustika, Mustika Octavia Mutia Nurul Ilmi Nasrullah Syahir Nurmainna Nurmainna Nurul Ilmy Husain Purnawansyah Purnawansyah Rakha Raharja Ramdan Satra Ramdaniah Ramdaniah Riska Wulandari RM, Rusman Salsa, Salsabila Aurelia SHANTIKA Sheila Nur Afni Zafitri Siska Anraeni Siswahyudianto St. Hajrah Mansyur St. Nadya Kurnia Prihandani Syafie, Lukman Syahrul Mubarak Abdullah Syahrul Mubarak Abdullah Tasmil Tasmil Tasrif Hasanuddin Tasrif Hasanuddin Ulfa Sari Usman, Fifi Febrianti Wahyu Iriansyah Sopamena Wistiani Astuti Yudharta Arif Yulita Salim Zahra, Andi Fathimatuz Zahra