Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KONVERSI

PENGARUH WAKTU PEMANASAN TRANSESTERIFIKASI MINYAK EKSTRAK LUMUT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL Rini Siskayanti; Muhamad Engkos Kosim; Anita Rozalina
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.276 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.8

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri meningkat seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Hal ini mendorong para peneliti senantiasa mencari solusi memecahkan masalah krisis bahan bakar di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengganti bahan bakar fosil dengan yang dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif berbahan baku minyak nabati dan hewani yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar minyak bumi. Lumut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemak bebas (FFA) yang tinggi didalam minyak lumut dapat dikonversikan menjadi Fatty Acid Methyl Ester (biodiesel). Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan lumut sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Metoda yang dilakukan untuk pembuatan metil ester (biodiesel) dalam penelitian ini adalah esterifikasi dan dilanjutkan dengan proses transterifikasi. Untuk mendapatkan minyak lumut dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan soklet dengan perbandingan beberapa pelarut (heksana, benzena, dietil eter) dan waktu yang divariasikan (1, 1½, 2) jam. Selanjutnya pada proses esterifikasi bodiesel ditambahkan katalis asam (H2SO4), dan dilanjutkan dengan proses transesterifikasi dengan penambahan katalis NaOH dengan variabel waktu pemanasan (15, 30, 45, 60, 75, 90) menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk ekstraksi minyak lumut pelarut yang cocok adalah dietil eter dengan yield 31,0% dengan waktu eksraksi 1½. Dengan kadar FFA yaitu 13,91mg/g dan bilangan iod 11,26%. Sedangkan pada produk (biodiesel) didapatkan hasil maksimal pada pemanasan selama 60 menit dengan suhu 60oC yaitu dengan yield 78,79%. Dengan berat jenis 0,882 gr/ml, kadar FFA 1,13 mg/g dan kadar air 0,597%
ANALISIS KOMPATIBILITAS CAMPURAN PELUMAS INDUSTRI (MESIN DAN HIDROLIK) DARI BAHAN DASAR MINERAL DAN SINTETIK Rini Siskayanti; Muhammad Engkos Kosim
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.67-80

Abstract

Salah satu komponen yang terpenting dari kinerja sebuah mesin adalah minyak pelumas atau yang biasa disebut oli. Minyak pelumas berfungsi mengurangi terjadinya gesekan-gesekan antar komponen yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Dengan berkembangnya teknologi saat ini berbagai merk pelumas dari jenis yang sama maupun yang berbeda semakin banyak beredar dipasaran. Sangat dianjurkan untuk melakukan analisis kompatibilitas dilaboratorium sebelum melakukan pencampuran untuk memastikan bahwa pelumas dapat larut dengan baik (kompatibel). Pencampuran dua jenis pelumas yang tidak kompatibel dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kegagalan mesin dan pelumas. Pada penelitian ini pelumas yang digunakan adalah  pelumas industri yaitu dari jenis pelumas mesin dan hidrolik. Uji kompatibilitas dilakukan di laboratorium dengan metode pengujian ASTM  D-7155. Pada penelitian ini sampel dibuat dengan komposisi campuran 0:100, 20:80, 50:50, 80:20, dan 100:0. Pengamatan dilakukan selama 7 hari pada dua kondisi suhu yaitu suhu 65°C dan suhu kamar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pelumas mesin industri monograde (SAE 40) dan multigrade (SAE 80W-90) dari bahan dasar mineral kompatibel jika dicampur dengan bahan dasar mineral yang sama. Sedangkan pada sampel pelumas mesin monograde mineral dicampur dengan sintetik setelah diamati mulai hari ke-6 pada suhu 65°C terdapat endapan pada komposisi 50:50 dan 80:20. Hal ini menunjukkan bahwa sampel pelumas tersebut tidak kompatibel dan tidak dapat dilakukan pencampuran pada saat digunakan pada mesin. Pada penelitian campuran pelumas hidrolik ISO VG 46 dan ISO VG 32 dengan bahan mineral, semua komposisi tidak terdapat endapan dan tidak terjadi pemisahan selama pengamatan. Pelumas terlihat bersih dan dapat larut dengan baik (kompatibel) Kata kunci: pelumas industri, pelumas hidrolik, pelumas mesin, kompatibilitas pelumas