Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

ENTERPREUNERSHIP KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA WARGA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.991 KB)

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan universitas. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Sampah baik jenis organik maupun anorganik, sesungguhnya dapat dilakukan proses lanjut menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah organik dapat diolah melalui proses fermentasi dapat diubah menjadi kompos, biogas, pakanikan dll. Limbah anorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual dan diolah lanjut misal menjadi berbagai bentuk keterampilan. Berbagai teknologi telah dikembangkan, agar limbah ini menjadi produk yang bernilai ekonomi dan punya nilai yang lebih bermanfaat. Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kampus. Lingkungan yang ada di sekitar kampus diantaranyaadalah: SMA Negeri 15, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dan Warga PKK RW 2. Tujuannya ada dua yaitu pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair dan limbah anorganic menjadi berbagai keterampilan. Metode pelaksanaan pemberdayaannya lebih diarahkan pada edukasi dan penyelesaian, melalui pemberdayaan, pelatihan dan kemungkinan solusinya. Keberhasilan kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar kampus, meliputi masyarakat warga PKK dan masyarakat pendidikan yaitu sekolah. Tahapan kegiatannya adalah pelatihan keterampilan bahan anorganik, pelatihan bank sampah, dan cara penanganan danpembuatan kompos cair dari bahan rumah tangga atau kantin. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan tujuan kegiatan tersebut yaitu a). Adanya Sosialisasi pengelolaan sampah di sekitar kampus telah dilakukan yaitu dilakukan ke SMA Negeri 15 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang dan Ibu ibu PKK Rt 3 Rw 2 Semarang. b). Adanya eduksi lingkungan pada siswa SMA N 15 dan SMA M 1 Semarang. c). dilakukannya pelatihan Bank Sampah pada warga RT 3 Rw 2 Kedungmundu. d). Produk-produk kerajinan dari sampah telah diproduksi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kata kuci: Enterpreunership, Lingkungan, Sekolah
KEUNGGULAN PEMBELAJARAN REFLECTIVE PEDAGOGY PARADIGM (RPP) UNTUK PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah; Enade Perdana Istyastono; Yosef Wijoyo; Titien Siwi Hartayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.747 KB)

Abstract

Pendidikan di perguraun tinggi merupakan pembelajaran sangat berbeda dengan pembelajaran tingkat SMA. Namun, hal itu juga menjadi perhatiankhusus supaya proses transfer ilmu pengetahuan dari dosen ke mahasiswaberlangsung dengan baik. Tujuan penelitian ini mengetahu keunggulan RPPdalam penerapan pembelajaran di tingkat perguruan tinggi. Metode penelitianini menggunakan kajian referensi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi memerlukan perhatiankhusus terutama pada metode-metode yang digunakan. Adanya keunggulanRPP diharapkan dapat membuka pengetahuan para dosen untuk mampumelakukan pembelajaran RPP: membangu konteks, penglaman,refleksi, aksidan evaluasi, sehingga kebermaknaan belajar para mahasiswa akan tertatadengan baik dan sesuai dengan outcome yang diharapkan oleh program studi.    Keywords: Reflective Pedagogy Paradigm, Keunggulan, Pembelajaran,Perguruan Tinggi
PROBLEM AND SOLUTION REGARDING WASTE IN THE PERSPECTIVE OF AL QUR’AN AND ITS IMPLEMENTATION IN SDG’S Eny Winaryati; Eko Yulianto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.202 KB)

Abstract

Waste problem is steadily increasing by year. This waste problem is a problem on many levels, therefore, it needs participations from every elements of the society to work together insome sort of commitment based on a consensus and its implementation strategies. The problemof waste and its solution have been discussed in Al Qur’an, including the cause, the kind and place, the effects and the solution of the damage. Al Qur’an covers every aspects of life, even when it is not to be taken literally, because Al Qur’an was delivered in such poetic way it can be perceived in different ways that it will never be out of date till the end of time. Some verses discussing about waste and its solutions.  To realize those goals, on Millennium Summit of the United Nations (UN) in September2000, as much as 189 countries represented by their country heads or government heads signed a declaration titled as Millenium Development Goals (MDGs). There were 8 goals in this MDGs, with the seventh being to ensure the environmental sustainability.  As of September 25th 2015, UN has proclaimed and agreed to adopt the new global development agenda which was known as Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda forSustainable Development” aims to push the environmental progress in sustainable development forward and to handle important issues such as pollutions, food waste, climate change, illegal trading of wild animals, and sustainable production and consumption. In SDGs, those goals werebased on the environment, starting from famine reduction to minimizing the gap in developing sustainable society around the world. It is important to have the participation from every relevant elements to reach those goals, especially the ones regarding environment.