Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of The Completeness of The Medical Resume of Maternity Patients at Nashrul Ummah Lamongan Islamic Hospital Devi Salsa Yuniartha; Suharyono; Lilis Maghfuroh; Atiul Impartina; M. Ganda Saputra; Arif Banar Rizali; Dadang Kusbiantoro
Jurnal Surya Vol 16 No 3 (2024): VOL 16 NO 03 DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v16i3.1437

Abstract

Introduction: A medical resume is a summary of the medical services provided by a health professional, especially a doctor, during treatment until the patient is discharged, either alive or dead. The purpose of this study is to determine the percentage and factors that cause the completeness of the medical resume of maternity patients at RSI Nashrul Ummah Lamongan. Methods: The design in this study is a combination of sequential explanatory research that combines quantitative and qualitative research methods sequentially. The number of samples is 72 medical resumes for the End of the Year 2022. Results: Almost all (97%) complete patient identification fills out and a small part (4%) of 3 incomplete medical resumes. The completeness of filling out important reporting is all (100%) fully filled and a small part (8%) of 6 medical resumes are incomplete. The completeness of filling out the authentication is almost entirely (99%) complete and a small part (3%) of 2 medical resumes are not filled out completely. The completeness of documentation based on the recording is clearly read on the medical resume sheet which is complete (100%) complete as many as 73 medical resume sheets and a small part (1%) is incomplete. Conclusion: The factor causing the delay in filling out a medical resume is time constraints caused by busyness and other work demands from the doctor in charge. The socialization of filling out the medical resume as well as Monitoring and Evaluation should be carried out to the maximum. Keywords: Health worker, Knowledge, Occupational Health and Safety (K3)
Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Anak Prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Safinatul Ilmia; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.414

Abstract

Latar Belakang: Masalah utama kesehatan pada gigi dan mulut yang berhubungan dengan kurangnya kebiasaan dalam pencegahan terjadinya suatu penyakit salah satunya karies gigi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 52 anak di TK Tarbiatussalam 2, yang diambil dengan tekhnik simple random sampling didapatkan sebanyak 46 anak. Data yang diambil menggunakan kuesioner dan observasi lansung yang dianalisis menggunakan Uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan anak dengan kebiasaan menggosok gigi kurang baik mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (54,3%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi makanan kariogenik kategori tinggi mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (71,7%). Sedangkan dari hasil Uji statistik diperoleh nilai p 0,00 dengan nilai corelation coeffecient 0,515 dan 0,633 artinya ada hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan dengan arah korelasi kuat. Kesimpulan: Mengajarkan kebiasaan dan pengawasan harus ditanamkan oleh guru dan orang tua dalam pencegahan terjadinya karies gigi pada anak. Untuk menciptakan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.
Pengaruh Senam Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun di TK Pembangunan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Alifah Rizqiani, Febrina; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.428

Abstract

Latar Belakang: Anak prasekolah adalah anak yang lahir usia 4-6 tahun. Rendahnya kemampuan motorik kasar dapat mengakibatkan tumbuh kembang dan emosi anak tidak dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kemampuan motorik kasar yang rendah akan membuat rasa percaya diri dan kemandirian anak berkurang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih lanjut. Pentingnya kegiatan motorik kasar dilakukan sejak dini agar anak dapat menggerakkan anggota badannya sesuai kebutuhan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh senam ceria terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK pembangunan desa balun. Metedologi: Desain penelitian quasi eksperimen pretest – posttest without control group. Peneliti memberikan intervensi kepada responden berupa senam ceria sebanyak 1 kali/minggu selama 5 minggu. Sebelum dan sesudah intervensi peneliti melakukan pemeriksaan perkembangan motorik kasar menggunakan instrumen DDST. Jumlah responden 46 anak usia pra sekolah. Analisa data bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pre-test dan post-test dari 5 aspek penilaian motorik kasar. Nilai p = 0,000. Ada pengaruh senam ceria terhadap peningkatan motorik kasar pada anak usia pra sekolah di TK pembangunan desa balun. Kesimpulan: Pada saat melakukan senam ceria, anak dapat bergerak dan mengkordinasikan tangan dan kaki dengan irama musik yang ada. Hal ini akan meningkatkan otot-otot kasar pada anak sehingga kemampuan motorik kasar pada anak meningkat.