Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Intensitas akses media digital dan partisipasi politik di Indonesia: data WVS7 2018 Alvin Sandyka Bramasta; Adi Cilik Pierewan
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 12, No 2 (2023): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v12i2.60992

Abstract

Pada era digital, perangkat teknologi digunakan sebagai kebutuhan informasi dari media digital. Setiap orang memiliki kontrol pemilihan informasi yang ingin konsumsi menggunakan media digital sehingga konsumsi informasi politik melalui media digital dapat memicu partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data World Values Survey Gelombang 7 Indonesia 2018, yang jumlah respondennya sebanyak 3200 orang. Hasil penelitian menunjukkan email dan internet signifikan secara langsung memengaruhi partisipasi politik responden. Hasil temuan uji regresi dalam penelitian ini menjelaskan pengaruhnya terhadap partisipasi politik konvensional secara signifikan (nilai P: 0,000) dengan koefisien jalur 0,243, sedangkan pengaruh pada partisipasi non konvensional lebih signifikan (nilai P: 0,000) dengan koefisien jalur 0,355.
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar untuk Blended Learning bagi Guru SMA Negeri 1 Bantul Poerwanti Hadi Pratiwi; Nur Hidayah; Adi Cilik Pierewan; V. Indah Sri Pinasti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JAMSI - November 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1021

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. Dalam konteks inilah diperlukan pelatihan dan pendampingan bagi para guru untuk dapat menyusun bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya bagi sekolah-sekolah yang menerapkan model blended learning. Kegiatan ini bertujuan untuk: membantu guru SMAN 1 Bantul menyusun bahan ajar yang secara khusus disiapkan untuk memfasilitasi model blended learning, dan menghasilkan bahan ajar yang dapat digunakan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Metode pengabdian dilakukan melalui: (i) FGD untuk mengidentifikasi kebutuhan guru dalam penyusunan bahan ajar, (ii) workshop terbimbing untuk memandu penyusunan sistematika bahan ajar, (iii) workshop mandiri untuk menyusun bahan ajar yang dikerjakan secara mandiri oleh peserta, dan (iv) presentasi produk berupa bahan ajar. Berdasarkan rangkaian proses pendampingan, tidak semua peserta konsisten menyusun bahan ajar sesuai kesepakatan awal, dengan beragam kendala dan hambatan. Atas dasar itulah, maka produk kegiatan PkM ini dikelompokkan menjadi 3 bagian, sesuai dengan progress peserta, yaitu: peserta yang baru pada tahapan menyusun draft sistematika isi bahan ajar; peserta yang telah menyusun draft bahan ajar; dan peserta yang telah menyelesaikan penulisan bahan ajar dan siap untuk proses layout/editing.
Hubungan keanggotaan organisasi dan kepercayaan sosial dalam masyarakat Indonesia Pratama, Mandala; Pierewan, Adi Cilik; Wardana, Amika
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 2 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 13, Edisi 2
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i2.66811

Abstract

Keberagaman budaya, ras, suku, dan kepercayaan yang terhimpun sebagai masyarakat merupakan tantangan bagi Indonesia dalam mewujudkan toleransi menjaga persatuan dan kesatuan. Kepercayaan sosial merupakan pilar utama dalam upaya dan pencapaiannya; yang dibentuk oleh nilai-nilai dasar dan interaksi dan partisipasi sosial yang terbangun di dalamnya. Penelitian bermaksud menginvestigasi hubungan dan pengaruh keangggotaan warga masyarakat dalam organisasi sosial terhadap derajat kepercayaan sosial di Indonesia. Dengan data Indonesia dari World Values Surveys 7 tahun 2020, penelitian menguji regresi hubungan kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh keanggotaan organisasi dengan nilai (p-value: 0.048), dan dengan koefisien jalur sebesar 0.064. Berdasarkan pada hasil perhitungan tersebut, dapat diartikan bahwa keanggotaan organisasi, memiliki pengaruh terhadap peningkatan kepercayaan sosial masyarakat Indonesia.The diversity of culture, race, ethnicity, and beliefs that are gathered as a society is a challenge for Indonesia in realizing tolerance to maintain unity and integrity. Social trust is the main pillar in its efforts and achievements, which is formed by basic values and social interactions and participation that are built within it. The study intends to investigate the relationship and influence of community participation in social organizations on the degree of social trust in Indonesia. With Indonesian data from the World Values Surveys 7 in 2020, the study tested the regression of the relationship between the two variables. The results of the study showed the influence of organizational membership with a value (p-value: 0.048), and with a path coefficient of 0.064. Based on the results of these calculations, it can be interpreted that organizational membership has an influence on increasing social trust in the Indonesian people.
Dynamics Collaboration dalam Literasi Data Kesejahteraan Susanti; Adi Cilik Pierewan; Sofjan Aripin; FR. Wulandari
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 2 (2025): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i2.14974

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dinamika tata kelola kolaboratif dalam literasi data kesejahteraan di Kabupaten Sleman menggunakan Model Collaborative Governance Rezime (CGR) dari Emerson. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan wawancara mendalam dengan analis kebijakan pemerintah daerah, studi ini mengidentifikasi tiga komponen inti: principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sudah terbangun infrastruktur literasi statistik dan kemitraan antar pemangku kepentingan, namun ada keterbatasan kelembagaan dan sumber daya manusia dalam integrasi data sektoral dan koordinasi lintas lembaga. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan kontekstual dengan menyoroti bagaimana kolaborasi berbasis kepercayaan dari tingkat nasional hingga lokal dapat mendorong kebijakan publik berbasis data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan merekomendasikan penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan, partisipasi pemangku kepentingan yang inklusif, dan platform data terintegrasi untuk meningkatkan tata kelola kesejahteraan berbasis bukti. Kata Kunci: Kesejahteraan, Literasi Data, Model Emerson, Tata Kelola Kolaboratif.
Growth mindset, school context, and mathematics achievement in Indonesia: A multilevel model Kismiantini; Setiawan, Ezra Putranda; Pierewan, Adi Cilik; Montesinos-López, Osval Antonio
Journal on Mathematics Education Vol. 12 No. 2 (2021): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shifting students to a growth mindset can increase their achievements. Nevertheless, only a few studies have been conducted on this topic in developing countries. This study aims to examine the relationship between growth mindset, school context, and mathematics achievement in Indonesia. Using a multilevel model on the PISA 2018 data, this study explored the variables that contributed to mathematics achievement. The multilevel analysis showed that students’ gender, growth mindset, index of economic social, and cultural status were statistically significant predictors of students’ mathematics achievement. Girls have been reported to have a higher mathematics achievement than boys in Indonesia. As the students’ growth mindset increases, so do their mathematics achievement.