Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Application of Unggah-Ungguh Javanese for Moral Values Development in Preschool Children Hardiyanti, Widya Dwi; Prayitno, Prayitno; Cholimah, Nur; Tjiptasari, Fitriana
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i2.pp1126-1141

Abstract

Application of Unggah-Ungguh Javanese for Moral Values Development in Preschool Children. Objective: The background that drives this research is the application of unggah-ungguh Javanese can be used as a vehicle for developing character and morals, especially in early childhood. The challenge of moral values in Java includes adapting learning methods that are not by the context of local wisdom. Unggah-ungguh in Javanese society, it is still considered an important thing and even used as a measure to say that someone has good ethics. This study aims to comprehensively analyse the application of the unggah-ungguh Javanese and identify the media and application methods of the unggah-ungguh Javanese in developing morals in early childhood. Methods: This research method used a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA guidelines to screen and analyse 20 relevant articles from various sources. The article was analysed in depth using a descriptive qualitative method. Data was collected through a literature search of electronic databases, namely Google Scholar, Scopus, Sage, Science Direct, and Taylor & Francis. Findings: Based on the results of the analysis of 20 application articles, unggah-ungguh Javanese, there are 9 articles mentioning findings related to media and methods effective to develop early childhood moral values if using habituation methods such as the habit of saying greetings or simple greetings in Javanese krama inggil (sugeng enjing, sugeng siang, sugeng sonten, sugeng dalu) and using the word manners in Javanese krama inggil (matur nuwun, pangapunten, nuwun sewu, nyuwun tulung). In addition, the application media unggah-ungguh Javanese for children, such as animation video, picture story book, pop-up book, games and traditional Java songs. Conclusion: The application of unggah-ungguh Javanese is one of the effective strategies for instilling early childhood values and morals with habituation from teachers and parents. Collaboration between teachers and parents is necessary to support successful implementation and provide a strong foundation for the child's character in the future. Keywords: early childhood, javanese, moral values, preschool, unggah-ungguh.
Implementasi Nilai Karakter melalui Pembelajaran Proyek untuk Anak Usia Dini pada Kurikulum Merdeka Siwi Widiastuti; Harun Harun; Nur Cholimah; Fitriana Tjiptasari
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v9i1.4631

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek anak usia dini pada Kurikulum Merdeka dan nilai karakter apa saja yang muncul dalam pembelajaran proyek. Pendekatan penelitan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepala sekolah, guru, dan anak di sebuah satuan pendidikan anak usia dini. Jenis data penelitian adalah refleksi guru, verbal, dan dokumentasi kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek pada Kurikulum Merdeka menggunakan tahap permulaan, pengembangan, dan penyimpulan. Nilai karakter yang diimplementasikan pada pembelajaran proyek berbasis kelas mengacu pada tiga elemen capaian pembelajaran yaitu budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi dan STEAM. Sedangkan pembelajaran proyek berbasis sekolah mengacu pada enam dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Respon positif ditunjukkan oleh anak ketika mengikuti pembelajaran dengan metode proyek dan perilaku tanggung jawab, komunikatif dan kerja sama mengalami peningkatan yang cukup baik dan lebih sering muncul dalam keseharian anak. Dengan demikian, implementasi pembelajaran proyek pada Kurikulum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan karakter anak sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yang diharapkan.
Stimulasi Kemandirian Anak Menggunakan Metode Project Based Learning di Taman Kanak-Kanak Agustin, Pinda; Cholimah, Nur; Tjiptasari, Fitriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5761

Abstract

Banyak metode/strategi  yang bisa di gunakan oleh guru dalam menstimulasi ketrampilan kemandirian yaitu pembelajaran Project Based Learning. Tujuan Penelitian ini untuk membuktikan bahwa  pembelajaran Project Based Learning dapat menstimulasi ketrampilan kemandirian di taman kanak-kanak. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada siswa, kepala sekolah, dan enam orang tua siswa. Teknik keabsahan data adalah triangulasi sumber dan teknik yang dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah Kegiatan pembelajaran project-based learning. berupa bermain, berdiskusi, dan pengerjaan projek dengan proses yang dikenal dengan tahapan awal, tahapan pengembangan, dan tahapan penyimpulan. Kegitan ini berpihak kepada siswa dengan menggunakan pertanyaan inkuiri ,mengoptimalkan pendidik, memanfaatkan kebijakan Lembaga, serta kolaborasi dengan wali siswa. Perubahan ini terlihat Ketika anak-anak memiliki ketrampilan berkomunikasi dan kepercayan pada dirinya, mampu mengerjakan pekerjaannya sendiri, bertanggung jawab dengan proyeknya, mampu mengendalikan emosi, dan memiliki kepekaan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga pembelajaran project-based learning dinilai efektif dalam menstimulasi ketrampilan kemandirian anak usia dini.
Evaluasi katalog online perpustakaan menggunakan pendekatan Salton and Mcgill Tjiptasari, Fitriana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.824 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.23797

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk evaluasi katalog online perpustakaan FIP UNY dalam perspektif manajemen dan pengguna perpustakaan menggunakan pendekatan Salton and McGill. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) Nilai recall menunjukkan angka 30.61%, sedangkan nilai precision menunjukkan angka 75.92% untuk subjek pendidikan anak, dengan penggunaan pada simple search dan advanced search. 2) Sistem mampu menemukan informasi yang dibutuhkan dalam kurun waktu 0,4 detik. 3) Pada poin upaya pengguna, belum ada modul khusus yang disediakan untuk memudahkan pengguna dalam mengakses katalog online. Terutama pada bagian menu pengguna, di mana belum ada menu HELP, tentang tata cara menelusur. Perpustakaan hanya menyediakan fasilitas "Live Chat" dan "Ask Librarian". 4) Tampilan katalog online sesuai dengan standar SLiMS Meranti. Kendala pengguna adalah apabila pengguna tidak menekan menu "detil cantuman", maka pengguna tidak akan mengetahui keberadaan koleksi yang tersebar di tiga kampus. 5) Koleksi yang dihimpun perpustakaan FIP masih didominasi oleh buku teks. Online public access catalog evaluation using Salton and Mcgill approachThis study aims to evaluate the library's online catalog of UNY FIP in perspective of management and library users use the approach of Salton and McGill. The research approach used is qualitative, with a type of descriptive-analytical research. The data used are the primary data and secondary data. The results of a study indicates that 1) the value of recall demonstrated numbers 30.61%, while the value of precision showed numbers 75.92% at subject of child's education, with usage on simple search and advanced search. 2) the system is able to find the needed information within 0.4 seconds. 3) On the point of user effort, there is no special module provided to facilitate users in accessing the online catalog. Especially in the user menu section, where there is no HELP menu, about how to search. The library only provides "Live Chat" and "Ask Librarian" facilities. 4) Display online catalog in accordance with SLiMS Meranti standard. The constraints of the user if the user is not pressing the menu "listing details", then the user will not know the existence of the collection dispersed across three campuses. 5) Collections compiled by the library FIP still dominated by textbooks.
Transformasi Pendidikan Literasi Digital Lansia: Dari Akses Teknologi menuju Pemberdayaan Konstekstual Tjiptasari, Fitriana; Azizah, Rahmah N.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.94746

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika strategi pendidikan literasi digital bagi lansia di tengah tuntutan masyarakat digital yang inklusif. Pendekatan yang dilakukan adalah mixed-methods systematic review yang mengintegrasikan analisis bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Berasal dari basis data Scopus, Dimensions, dan Google Scholar penelitian ini mengambil 45 artikel empiris dari tahun 2015–2025. Studi ini mengungkap sebuah evolusi paradigma yang signifikan. Temuan menunjukkan terdapat pergeseran fokus riset dari sekadar isu kesenjangan akses (digital divide) dan keterampilan komputer dasar, menuju tema-tema pemberdayaan seperti literasi kesehatan digital, kesejahteraan siber (cyber wellness), dan gamifikasi. Sintesis tematik merumuskan empat pilar strategi efektif, yakni (1) pedagogi humanistik sebagai fondasi psikologis; (2) pembelajaran kolaboratif lintas generasi; (3) materi kontekstual yang relevan dengan kehidupan lansia; dan (4) lingkungan belajar inklusif. Studi ini menyimpulkan bahwa literasi digital lansia tidak boleh lagi dipandang sebagai transfer keterampilan teknis semata, melainkan sebagai proses pemberdayaan yang membutuhkan dukungan psikososial dan pendekatan yang berpusat pada makna. Kata Kunci: literasi digital, pedagogis; tinjauan sistematis; pemberdayaan; pendidikan orang dewasa   Transformation of Digital Literacy Education for Older Adults: From Technology Access to Contextual Empowerment   Abstract This study explores the dynamics of digital literacy education strategies for older adults within the demands of an inclusive digital society. The research employs a mixed-methods systematic review that integrates bibliometric analysis and Systematic Literature Review (SLR). Drawing from the Scopus, Dimensions, and Google Scholar databases, this study examines 45 empirical articles published between 2015–2025. The findings reveal a significant paradigm shift. Research focus has evolved from mere issues of access (digital divide) and basic computer skills toward empowerment-oriented themes such as digital health literacy, cyber wellness, and gamification. Thematic synthesis formulates four pillars of effective strategy: (1) humanistic pedagogy as a psychological foundation; (2) cross-generational collaborative learning; (3) contextualized materials relevant to the daily lives of older adults; and (4) inclusive learning environments. The study concludes that digital literacy for older adults should no longer be viewed merely as a transfer of technical skills, but rather as an empowering process that requires psychosocial support and a meaning-centered approach. Keywords: digital literacy, pedagogical, systematic review, empowerment, adult education
Student Participation in The Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) and the Improvement of Soft Skills Among Students in Indonesia Riana Nurhayati; Fitriana Tjiptasari; Evi Rovikoh Indah Saputri
Journal of Nonformal Education Vol. 11 No. 2 (2025): Adult education & Community empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v11i2.29833

Abstract

The background of this study is the high unemployment rate among university graduates in Indonesia (842,378 people in 2024) due to the mismatch between competencies and industry needs. As a form of service learning, the Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) is expected to improve students' soft skills. This quantitative study aims to measure the impact of MSIB on the overall improvement of students' soft skills and three specific aspects: communication skills, creativity, and conflict resolution. Data were collected through a Likert scale questionnaire from 118 MSIB participants at Yogyakarta State University and analyzed using simple correlation and MANOVA. The results show that 1) MSIB has a significant impact on the overall improvement of soft skills (12.1%); 2) MSIB has the most substantial impact on communication skills (50% variance), followed by creativity (37.4%), and conflict resolution (36.8%). These findings support the role of MSIB as an effective strategy in bridging the competency gap among graduates.