Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Tingkat Kesehatan PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Periode 2016 -2020 dengan Metode Camels, RGEC dan Altman Z-Score: Bank Health Level Analysis Using Camels, RGEC, and Altman Z-Score Methods on PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Period 2016 -2020 Ashuri, Reni Kristiana; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 1 (2022): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.1.77-95

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the soundness of one of the Islamic banks in Indonesia, namely PT. Bank BTPN Syariah Tbk. This study is descriptive research with a quantitative approach. The data used is secondary data obtained from the annual financial statements of Bank BTPN Syariah for the period 2016-2020. The analytical technique used is the CAMELS, RGEC and Altman Z-Score methods. The overall study results show that the health of Bank BTPN Syariah in the period 2016-2020 is at the 'Very Healthy' level on the CAMELS assessment, while the RGEC assessment shows the 'Very Healthy' level and the 'Healthy' rating on the Altman Z-Score assessment. The excellent health condition of Bank BTPN Syariah during the Covid-19 pandemic was apparently inseparable from the management's efforts to carry out appropriate, focused and planned strategies and risk mitigation. The three analytical methods show similar results, so they can be used as a reference for calculating the health of other Islamic banks. Keywords: Bank Soundness Level; CAMELS; RGEC; Altman Z-Score.   Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat Kesehatan salah satu Bank Syariah di Indonesia, yaitu PT. Bank BTPN Syariah tbk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari laporan keuangan tahunan Bank BTPN Syariah periode 2016-2020. Teknik analisis yang digunakan adalah metode CAMELS, RGEC dan Altman Z-Score. Hasil penelitian secara keseluruhan memperlihatkan bahwa kesehatan Bank BTPN Syariah pada periode 2016-2020 berada pada tingkat ‘Sangat Sehat’ pada penilaian CAMELS, sedangkan penilaian RGEC menunjukkan tingkat ‘Sangat Sehat’ serta peringkat ‘Sehat’ pada penilaian Altman Z-Score. Kondisi kesehatan Bank BTPN Syariah yang baik pada masa pandemi Covid-19 ternyata tidak lepas dari usaha manajemen dalam melakukan strategi serta mitigasi risiko yang tepat, fokus dan terencana. Ketiga metode analisis menunjukkan hasil yang serupa sehingga dapat dijadikan acuan perhitungan untuk menilai kesehatan Bank Syariah yang lain. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank; CAMELS; RGEC; Altman Z-Score.  
Public perception of the revitalization of Indonesian Waqf Institution Hidayah, Nur; Mutiara, Tira; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman; Larasati, Diah; Wahab, Abdul
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 7 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v7i1.6297

Abstract

Indonesian Waqf Institution (BWI/Badan Wakaf Indonesia) was formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqf. BWI has a firm legal standing within the national legal structure. However, several articles in the Waqf Law have an unfavorable impact on the performance of BWI. Waqf's potential and actualization gap is still significant amidst low public trust in Nazir's governance. BWI is also considered not optimal in developing the potential of Waqf in Indonesia. This study aimed to determine public perceptions regarding the proposed revitalization of BWI duties, functions, and authorities in the more ideal Waqf Management rules. The data collection method used was a questionnaire distributed to the public. The data were analyzed by descriptive statistics. The results showed that the community less agreed with expanding the role of BWI. It is possible due to the lack of public knowledge regarding issues related to the management and development of Waqf that are currently occurring. The community has not been able to adapt to changes, and it tends to be challenging to revitalize BWI's duties, functions, and authorities in waqf regulations.Badan Wakaf Indonesia (BWI) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf. BWI memiliki kedudukan hukum yang kuat dalam struktur hukum nasional. Namun, beberapa pasal yang tercantum dalam Undang-Undang Wakaf justru berdampak kurang baik terhadap kinerja BWI. Gap potensi dan aktulisasi Wakaf dinilai masih sangat besar, ditengah rendahnya kepercayaan publik pada tata kelola Nazir. BWI juga dinilai belum optimal dalam mengembangkan potensi wakaf di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait adanya revitalisasi tugas, fungsi dan wewenang BWI dalam aturan Pengelolaan Wakaf yang lebih ideal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebar kepada masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat kurang setuju dengan perluasan peran BWI. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait isu permasalahan terkait pengelolaan dan pengembangan wakaf yang saat ini terjadi. Masyarakat belum dapat beradaptasi dengan perubahan dan cenderung enggan terhadap upaya revitalisasi tugas, fungsi dan wewenang BWI dalam regulasi wakaf.
Mapping and Correlation Analysis of Efficiency and Profitability: The Case of Islamic Rural Bank in Indonesia Warninda, Titi Dewi; Hosen, M. Nadratuzzaman
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v7i1.1354

Abstract

This research aims to analyze efficiency  and  profitability  of  Islamic  Rural  Banks  in  Indonesia  using Variable Returns to Scale model of Data Envelopment Analysis and efficiency-profitability matrix.  The  results  of  this  research  show  that  most  of  Islamic  Rural  Banks  are included in the Dog quadrant (high efficiency but low profitability) and Sleeper quadrant (low efficiency but high profitability). Meanwhile, the result of correlation analysis between efficiency and profitability indicates that efficiency has a negative correlation with profitability. Negative correlation of efficiency and profitability is in accordance with the result of efficiency-profitability matrix. The results of this research show that not all of Islamic Rural Bank which have high efficiency are also having high profitability.DOI:10.15408/aiq.v7i1.1354
Strengthening the Role of Sharia Banking in Financing Solar Power Plants to Support Sustainable Development in Indonesia Djauhari, Haikal; Al Arif, Muhammad Nur Rianto; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.39637

Abstract

The reluctance of Islamic banking to participate in financing solar power plants is primarily due to higher risk and lower economic value than fossil-based energy. This study proposes a risk management guidance and financing model to strengthen the role of Sharia Banking in financing solar power plants and support sustainable development in Indonesia. There is a significant gap in the study of risk management and the Syariah financing model for solar power plants. We used a qualitative method that involved expert consultations and literature studies to identify the risks of solar power plants. We also derived an equity-based Diminishing Musyarakah for the Sharia financing model. The study’s result is a risk management framework and a Sharia financing scheme for solar power plants. By using this framework Sharia banks can increase their participation in supporting sustainable development. Keengganan perbankan syariah untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya terutama disebabkan oleh risiko yang lebih tinggi dan nilai ekonomi yang lebih rendah daripada energi berbasis fosil. Studi ini mengusulkan sebuah panduan manajemen risiko dan model pembiayaan untuk memperkuat peran Perbankan Syariah dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam studi manajemen risiko dan model pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Kami menggunakan metode kualitatif yang melibatkan konsultasi dengan para ahli dan studi literatur untuk mengidentifikasi risiko pembangkit listrik tenaga surya. Kami juga menurunkan Musyarakah yang semakin berkurang berbasis ekuitas untuk model pembiayaan Syariah. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kerangka kerja manajemen risiko dan skema pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Dengan menggunakan kerangka kerja ini, bank-bank Syariah dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS PELAKSANAAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PADA BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU NUSANTARA DEPOK Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang umum terjadi pada Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah yaitu terbatasnya modal untuk mengembangkan usahanya. UMKM pun sulit untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dana dari perbankan karena tidak mampunya UMKM untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibebankan oleh perbankan. Salah satu usaha pemerintah dalam hal tersebut yaitu dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam penelitian ini akan dibahas pelaksanaan KUR pada Bank Syariah Mandiri KCP Nusantara Depok. Hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik penerima KUR BSM Depok yaitu 57, 5% laki-laki, 77% pedagang, 51% lulusan SLTA, dan 67% berpenghasilan di atas Rp 2 juta per bulan. Selanjutnya diketahui pula faktor-faktor penerimaan masyarakat terhadap KUR Bank Syariah Mandiri yang diasumsikan kedalam lima variabel, yaitu informasi prosedur KUR, persepsi masyarakat terhadap KUR, biaya transaksi, pemahaman nilai KUR dan pemahaman nilai Syariah.
PERAN WANITA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI PEMBIAYAAN BMT Rahmah, Nur Octoviyana; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 5 No. 1 (2014): MARET
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita sebagai istri memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan memanfaatkan pembiayaan yang diberikan dari BMT, para wanita mencoba untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini mencoba menganalisis peran wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan pembiayaan yang diberikan dari BMT. Peran wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga akan dianalisis secara kualitatif, analisis kuantitatif dari regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis jumlah faktor-faktor yang berpengaruh padaperan wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan 76,67% responden memiliki peran lebih dari 30% dalam pendapatan rumah tangga, mereka menggunakan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mereka dapat beraktifitas secara produktif tanpa meninggalkan aktifitas reproduksi mereka.
MEKANISME PELAKSANAAN PASAR KARANG PENANG SAMPANG DITINJAU DARI EKONOMI SYARIAH Hosen, Muhamad Nadratuzzaman; Harisah, Harisah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 1 (2022): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i1.20336

Abstract

Pasar yang menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dan melakukan transaksi barang atau jasa-jasa. Pasar merupakan sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Dalam Islam pasar sangatlah penting dalam perekonomian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk meneliti fenomena yang dialami oleh subyek dengan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk informannya adalah masyarakat Karang Penang Sampang mulai dari penjual, pembeli, pemasok barang atau penjaga pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pelaksaan mekanisme pasar di pasar karang Penang Sampang berjalan secara alamiah, baik dalam pengadaan barang ataupun dalam penentuan harga. Adapun pandangan ekonomi syariah terhadap pelaksaan transaksi di pasar karang Penang telah sesuai dengan prinsip ekonomi syariah. Kesesuaian ini karenamekanisme pasar berjalan secara alamiah dengan konsep tradisional tanpa campur tangan pemerintah.