Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening the Role of Sharia Banking in Financing Solar Power Plants to Support Sustainable Development in Indonesia Djauhari, Haikal; Al Arif, Muhammad Nur Rianto; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.39637

Abstract

The reluctance of Islamic banking to participate in financing solar power plants is primarily due to higher risk and lower economic value than fossil-based energy. This study proposes a risk management guidance and financing model to strengthen the role of Sharia Banking in financing solar power plants and support sustainable development in Indonesia. There is a significant gap in the study of risk management and the Syariah financing model for solar power plants. We used a qualitative method that involved expert consultations and literature studies to identify the risks of solar power plants. We also derived an equity-based Diminishing Musyarakah for the Sharia financing model. The study’s result is a risk management framework and a Sharia financing scheme for solar power plants. By using this framework Sharia banks can increase their participation in supporting sustainable development. Keengganan perbankan syariah untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya terutama disebabkan oleh risiko yang lebih tinggi dan nilai ekonomi yang lebih rendah daripada energi berbasis fosil. Studi ini mengusulkan sebuah panduan manajemen risiko dan model pembiayaan untuk memperkuat peran Perbankan Syariah dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam studi manajemen risiko dan model pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Kami menggunakan metode kualitatif yang melibatkan konsultasi dengan para ahli dan studi literatur untuk mengidentifikasi risiko pembangkit listrik tenaga surya. Kami juga menurunkan Musyarakah yang semakin berkurang berbasis ekuitas untuk model pembiayaan Syariah. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kerangka kerja manajemen risiko dan skema pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Dengan menggunakan kerangka kerja ini, bank-bank Syariah dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS PELAKSANAAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PADA BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU NUSANTARA DEPOK Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang umum terjadi pada Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah yaitu terbatasnya modal untuk mengembangkan usahanya. UMKM pun sulit untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dana dari perbankan karena tidak mampunya UMKM untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibebankan oleh perbankan. Salah satu usaha pemerintah dalam hal tersebut yaitu dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam penelitian ini akan dibahas pelaksanaan KUR pada Bank Syariah Mandiri KCP Nusantara Depok. Hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik penerima KUR BSM Depok yaitu 57, 5% laki-laki, 77% pedagang, 51% lulusan SLTA, dan 67% berpenghasilan di atas Rp 2 juta per bulan. Selanjutnya diketahui pula faktor-faktor penerimaan masyarakat terhadap KUR Bank Syariah Mandiri yang diasumsikan kedalam lima variabel, yaitu informasi prosedur KUR, persepsi masyarakat terhadap KUR, biaya transaksi, pemahaman nilai KUR dan pemahaman nilai Syariah.
PERAN WANITA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI PEMBIAYAAN BMT Rahmah, Nur Octoviyana; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita sebagai istri memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangganya dengan memanfaatkan pembiayaan yang diberikan dari BMT, para wanita mencoba untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini mencoba menganalisis peran wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan pembiayaan yang diberikan dari BMT. Peran wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga akan dianalisis secara kualitatif, analisis kuantitatif dari regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis jumlah faktor-faktor yang berpengaruh padaperan wanita dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan 76,67% responden memiliki peran lebih dari 30% dalam pendapatan rumah tangga, mereka menggunakan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mereka dapat beraktifitas secara produktif tanpa meninggalkan aktifitas reproduksi mereka.
MEKANISME PELAKSANAAN PASAR KARANG PENANG SAMPANG DITINJAU DARI EKONOMI SYARIAH Hosen, Muhamad Nadratuzzaman; Harisah, Harisah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 1 (2022): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i1.20336

Abstract

Pasar yang menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dan melakukan transaksi barang atau jasa-jasa. Pasar merupakan sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Dalam Islam pasar sangatlah penting dalam perekonomian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk meneliti fenomena yang dialami oleh subyek dengan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk informannya adalah masyarakat Karang Penang Sampang mulai dari penjual, pembeli, pemasok barang atau penjaga pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pelaksaan mekanisme pasar di pasar karang Penang Sampang berjalan secara alamiah, baik dalam pengadaan barang ataupun dalam penentuan harga. Adapun pandangan ekonomi syariah terhadap pelaksaan transaksi di pasar karang Penang telah sesuai dengan prinsip ekonomi syariah. Kesesuaian ini karenamekanisme pasar berjalan secara alamiah dengan konsep tradisional tanpa campur tangan pemerintah.
Consolidation Strategies for Enhancing Stability of Indonesian Islamic Regional Banks: Merger versus Joint Business Groups Permanasari, Anita; Al Arif, M. Nur Rianto; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman; Warninda, Titi Dewi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.4494

Abstract

A strategic option to accelerate core capital fulfilment and the conversion of sharia business units into full-fledged sharia commercial banks is consolidation through mergers and joint business groups. This approach is particularly relevant for sharia business units under regional development banks that occupy the defensive quadrant in terms of competitiveness and financial performance. This study develops an empirical model to evaluate the influence of internal and external factors on the stability of UUS BPD and to simulate potential resilience gains post-consolidation. Using panel data from 12 UUS BPD between Q1 2012 and Q4 2022, the research applies cluster analysis, the fixed effect model, the analytic hierarchy process, and merger simulation. Results reveal that consolidation supported by profitability, asset growth, and sound risk management significantly improves financial stability. Merger simulations yield Z-scores of 1.1–2.6, indicating moderate stability, while the joint business groups simulation with BJB Syariah shows steady improvement from baseline. Consolidation serves not only as a growth strategy but also as a survival mechanism for Sharia Business Units BPDs facing regulatory and structural challenges, with both merger and Joint Business Groups options classified as moderately prospective for post-consolidation sustainability.