Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

USE OF JAVANESE VOCABULARY NGAPAK IN INDONESIAN CODE MIXING Adjie Rangga Yasa; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 4 No. 3 (2024): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v4i3.3543

Abstract

The Use of Ngapak Javanese Vocabulary in Indonesian Code Mixing.This qualitative phenomenological study examines Javanese Ngapak-Indonesian code mixing in everyday interactions in Central Java. Through observation and transcription of native speaker conversations, it was found that the integration of Ngapak vocabulary not only enriches the linguistic dimension, but also becomes an expression of cultural identity and social adaptation. This phenomenon is relevant in various domains (home, market, office, digital) and has implications for BIPA learning, where understanding code mixing improves learners' communicative competence. This finding confirms the role of regional languages ​​in maintaining Indonesia's cultural diversity in the era of globalization.
Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Timor Leste melalui Tugas Audio Kontekstual Berbasis Aktivitas Sehari-hari Isabel Eduarda; Ida Widia; Nuny Sulistiany Idris
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2957

Abstract

Pemahaman menyimak merupakan keterampilan krusial dalam pemerolehan bahasa kedua, namun masih menjadi tantangan bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), terutama dari Timor Leste. Banyak dari mereka kesulitan memahami bahasa lisan karena kurangnya akses terhadap materi menyimak yang autentik dan sesuai konteks. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menyimak melalui tugas audio kontekstual yang diambil dari aktivitas harian siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif berupa penelitian tindakan kelas, studi ini dilakukan dalam dua siklus dan melibatkan siswa BIPA yang tinggal di asrama. Materi pembelajaran berupa rekaman audio berdurasi 1–3 menit tentang aktivitas rutin seperti bangun tidur, sarapan, mengikuti pelajaran, dan kegiatan keagamaan. Data diperoleh melalui observasi, tes menyimak, dan refleksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menyimak, termasuk dalam penguasaan kosakata, pemahaman isi, serta kemampuan menangkap informasi eksplisit dan implisit. Siswa juga menunjukkan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa tugas audio kontekstual berbasis pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan layak diterapkan dalam pembelajaran bahasa asing lainnya.
Pengembangan Asesmen Membaca Bagi Pembelajar BIPA Aras Dasar di Sekolah Essa Baucau Timor Leste Gil Tomé Ribeiro; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2967

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Timor Leste masih menghadapi kendala, khususnya dalam asesmen membaca yang belum dirancang secara sistematis dan belum sepenuhnya disesuaikan dengan karakteristik pembelajar. Di Escola Secundária Sant’António (ESSA) Baucau, instrumen asesmen yang digunakan masih memiliki validitas rendah, reliabilitas kurang memadai, dan belum kontekstual dengan latar belakang bahasa siswa yang menggunakan Tetun dan Portugis sebagai bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen membaca BIPA aras dasar yang memenuhi kriteria valid, reliabel, dan praktis untuk digunakan di ESSA Baucau, Timor Leste. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian bersumber dari dokumen asesmen formatif dan sumatif sekolah ESSA. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa BIPA aras dasar yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan tes kemampuan membaca. Validasi dilakukan oleh tiga ahli BIPA dan asesmen. Uji coba instrumen dilakukan dalam dua tahap, yakni uji coba terbatas pada 15 siswa dan uji coba luas pada 45 siswa. Analisis data menggunakan Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI) untuk menilai validitas, Alpha Cronbach untuk mengukur reliabilitas, persentase respons positif untuk mengukur kepraktisan, serta uji t-test untuk mengukur efektivitas. Hasilnya, instrumen yang dikembangkan memiliki skor rata-rata validitas 4,17 (skala 5) dari penilaian ahli, dengan 28 dari 30 butir soal (93,3%) memiliki validitas tinggi. Reliabilitas instrumen mencapai 0,87 (Alpha Cronbach), menunjukkan konsistensi internal yang baik. Kepraktisan instrumen memperoleh persentase 83,5% dari respons siswa dan 90,5% dari respons guru. Implementasi instrumen juga terbukti efektif, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor membaca siswa dari 65,2 menjadi 78,4, serta peningkatan motivasi belajar sebesar 23%. Secara keseluruhan, instrumen asesmen membaca BIPA aras dasar yang dikembangkan ini valid, reliabel, praktis, dan efektif untuk mengukur kemampuan membaca siswa, mencakup indikator pemahaman literal, inferensial, dan kritis yang sesuai dengan karakteristik pembelajar di Timor Leste.
Belajar Etika Budaya: Menakar Kesantunan dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Suci Sundusiah; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia; Amirush Shafa Fauzia; Dinar Asri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa dalam menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan kesadaran mereka terhadap kesantunan berbahasa. Data diperoleh melalui dua instrumen berupa skala kepercayaan diri menyimak dan skala kesadaran kesantunan yang diberikan kepada mahasiswa BIPA dari tiga level: dasar, menengah, dan mahir. Uji normalitas dan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis digunakan untuk menguji perbedaan antar level, sedangkan analisis korelasi dan regresi diterapkan untuk mengeksplorasi hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara kepercayaan diri menyimak dan kesadaran kesantunan, dengan indikasi adanya fenomena overconfidence pada pemelajar dengan skor kepercayaan diri tinggi tetapi kesadaran kesantunan rendah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengajaran secara eksplisit tentang norma kesopanan dan nilai budaya Indonesia dalam pembelajaran BIPA. Implikasi pedagogis disoroti, khususnya integrasi pelatihan pragmatik ke dalam kurikulum BIPA guna menghasilkan komunikator yang fasih sekaligus beretika.
GETTING AROUND IN INDONESIA: SURVIVAL MOBILITY LITERACY NEEDS OF BASIC BIPA LEARNERS AND DIGITAL MULTIMODE COMIC RATIONALE Fitri Febriyanti; Mochamad Whilky Rizkyanfi; Nuny Sulistiany Idris
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 8 (2026): JULY
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21270114

Abstract

The increasing number of BIPA (Indonesian as a Foreign Language), learners highlights the need for contextual and functional learning materials, particularly for beginner-level learners who face real life communication challenges in Indonesia. One essential competency is survival mobility literacy, which refers to the ability to communicate effectively in public transportation contexts. However, learning materials addressing this competency remain limited. This study aims to identify the difficulties and learning material needs of beginner-level BIPA learners related to survival mobility literacy and to formulate a design rationale for a digital multimode comic. A descriptive quantitative approach was employed, involving 15 basic-level BIPA learners from various countries through a questionnaire using a four-point Likert scale. The findings reveal that learners experience difficulties in using dialogues, asking questions, and understanding transportation-related vocabulary. The results also indicate strong preferences for contextual content, visual support, and digitally accessible materials. Based on these findings, a digital multimode comic is proposed as a theoretically and empirically grounded design framework for developing survival mobility literacy materials. This study contributes to the development of contextual, functional, and learner-centered BIPA teaching materials.
BELAJA: ANALYSIS OF PRONUNCIATION REALIZATION OF IFL LEARNERS IN VICTORIA, AUSTRALIA Arti Mustikaning Ati; Nuny Sulistiany Idris; Mochamad Whilky Rizkyanfi
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 8 (2026): JULY
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21270147

Abstract

Pronunciation is a small part of the language skills that ILF (Indonesian as a Foreign Language) students should master. In IFL learning in Australia, communication skills are one of the elements in their newest curriculum. Correct pronunciation can be the key to a successful communication, but referring to previous research, pronunciation has not received much attention. This research was carried out to see realization of Indonesian pronunciation in the field by referring to articulatory phonetics theory. This qualitative descriptive research obtained its data from a secondary school in Victoria, Australia. The results show diversity such as inconsistencies in pronunciation, production of consonants with different articulators, the appearance of two sounds in one phoneme, and the loss of consonant sounds that should be pronounced.
Technology in listening and writing learning for BIPA learners Hazhiyah Fildzah Nurramdhani; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65481

Abstract

This research discusses the use of technology in BIPA learning, with a particular focus on listening and writing skills. This research will explore how technology can improve BIPA students' listening and writing skills. By understanding the potential and challenges of using technology in BIPA learning, it is hoped that this research will contribute to developing more effective learning methods in the BIPA context. This research method uses a descriptive qualitative design. This is based on research data in the form of the results of filling out a questionnaire, and the researcher acts as the main instrument. It was found that, on average, BIPA teachers have used technology in BIPA learning, especially for listening and writing. In the context of BIPA learning, technology has proven to be an effective tool for improving BIPA students' listening and writing skills. Technology also positively influences BIPA learning, especially when it can make learning more exciting and varied. Learners have rich exposure and experience of languages used today. However, the research results also show that the use of technology in BIPA learning also has challenges, barriers, and obstacles.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, dengan fokus khusus pada keterampilan menyimak dan menulis. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menulis siswa BIPA. Dengan memahami potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks BIPA. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Hal ini didasarkan pada data penelitian berupa hasil pengisian angket dan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengajar BIPA telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk menyimak dan menulis. Dalam konteks pembelajaran BIPA, teknologi terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan menulis siswa BIPA. Teknologi juga memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran BIPA, terutama ketika teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi. Para pembelajar memiliki eksposur dan pengalaman yang kaya akan bahasa yang digunakan saat ini. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA juga memiliki tantangan, hambatan, dan rintangan tersendiri. Kata Kunci: BIPA; menulis; menyimak; pembelajaran; teknologi
Utilization of digital technology to improve the speaking skills of BIPA Francophone students Muhammad Farhan Basarah; Dadang Sunendar; Nuny Sulistiany Idris
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66754

Abstract

This research discusses using digital technology to improve speaking skills for BIPA francophone students. BIPA students frequently struggle to interact and communicate with Indonesian society daily, particularly those who identify as francophones. EC, a French BIPA UPI Education student, encountered one specific instance of these challenges. Her strong French accent interfered with his ability to pronounce words correctly in Indonesian and with her interactions with other Indonesians. Therefore, to realize active and communicative learning of BIPA speaking skills, appropriate media is needed to support it. In learning BIPA speaking skills, online platforms such as digital modules can improve verbal interaction and understanding of language context. This research method uses a qualitative descriptive design. This is based on research results in interviews with BIPA teachers. The research results show that digital technology-based BIPA teaching with Indonesian tourism and culture content significantly improves the speaking skills of francophone BIPA students. Improving speaking skills focuses on improving vocabulary and daily dialogue, including Indonesian tourism and cultural content, especially Bandung, Paris Van Java.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan berbicara bagi para siswa BIPA frankofon. Pemelajar BIPA khususnya frankofon seringkali mengalami kendala dalam berkomunikasi dan berbaur dengan Masyarakat Indonesia dalam berkehidupan sehari-hari. Salah satu contoh konkret kendala tersebut dialami oleh EC, mahasiswa Pendidikan BIPA UPI asal Prancis yang memiliki aksen bahasa Prancis yang sangat kental sehingga mempengaruhi artikulasi pengucapan bahasa Indonesianya dan hubungan komunikasinya dengan orang Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran keterampilan berbicara BIPA yang aktif dan komunikatif, diperlukan media yang tepat untuk menunjangnya. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara BIPA, pemanfaatan berbagai platform daring seperti modul digital dapat meningkatkan interaksi verbal dan pemahaman konteks bahasa. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang berupa hasil wawancara kepada para pengajar BIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran BIPA berbasis teknologi digital bermuatan wisata dan budaya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa BIPA frankofon. Peningkatan keterampilan berbicara tidak hanya terfokuskan pada peningkatan kosakata dan dialog sehari-hari, tetapi juga meliputi muatan wisata dan budaya Indonesia khususnya Bandung sebagai kota Paris Van Java. Kata Kunci: Frankofon; Penutur BIPA; Teknologi Digital; Wisata Bandung